Berita DISPUSIP DKI Jakarta
Pencarian Data


Kamis, 12 Februari 2026 | Noor Muchyadi 3x

Jakarta Pusat – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat menyelenggarakan kegiatan Gebyar Literasi dan Peluncuran Buku Dongeng Karya Bunda PAUD Jakarta Pusat pada Rabu, 11 Februari 2026, bertempat di GOR Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam penguatan budaya literasi anak sejak usia dini.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah peluncuran buku dongeng berjudul “Kata-Kata Ajaib dari Hutan Ceria” yang merupakan karya Bunda PAUD sekaligus Bunda Literasi Jakarta Pusat, Ibu Witri Yenny Arifin. Buku tersebut diperkenalkan sebagai bacaan yang edukatif dan menyenangkan, serta diharapkan mampu menumbuhkan minat baca dan imajinasi anak-anak usia dini.

Kegiatan Gebyar Literasi ini juga diisi dengan berbagai lomba literasi anak usia dini, antara lain menyusun huruf, menyusun puzzle, mendongeng, mewarnai, kolase, dan menyanyi. Sekitar 700 peserta yang terdiri dari anak-anak PAUD beserta pendamping turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat dengan Penerbit Erlangga, Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Jakarta Pusat, dan mendapatkan dukungan lintas UKPD sebagai bagian dari upaya bersama dalam mempromosikan kegemaran membaca dan penguatan literasi anak usia dini.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan literasi anak, Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat menghadirkan Kak Cahyo, Duta Baca Jakarta Pusat Tahun 2025, yang menyampaikan dongeng interaktif kepada anak-anak. Dongeng yang dibawakan disesuaikan dengan tema buku, sehingga anak-anak dapat lebih mudah memahami cerita sekaligus menikmati pengalaman membaca yang menyenangkan.

Walikota Kota Administrasi Jakarta Pusat, Bapak Arifin, menyampaikan bahwa literasi merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter anak.

“Literasi adalah investasi jangka panjang bagi masa depan anak-anak. Melalui kegiatan Gebyar Literasi dan peluncuran buku karya Bunda PAUD ini, kami ingin memastikan anak-anak Jakarta Pusat tumbuh dengan kecintaan terhadap membaca, belajar, dan berkreasi sejak usia dini,” ujar Walikota Jakarta Pusat.

Sementara itu, Bunda PAUD Jakarta Pusat, Witri Yenny Arifin, menegaskan pentingnya menghadirkan literasi melalui pendekatan yang sesuai dengan dunia anak.

“Buku Kata-Kata Ajaib dari Hutan Ceria diharapkan dapat menjadi sarana yang menyenangkan bagi anak-anak untuk mengenal dunia membaca melalui cerita yang imajinatif dan sarat nilai positif,” ungkapnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bunda PAUD Provinsi DKI Jakarta, Bunda PAUD Kecamatan dan Kelurahan, serta unsur perangkat daerah terkait.

Melalui Gebyar Literasi ini, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat bersama Sudin Pusip Jakarta Pusat terus memperkuat sinergi dalam membangun ekosistem literasi yang inklusif, ramah anak, dan berkelanjutan.

Dongeng Jakarta Pusat Gebyar Literasi Bunda PAUD

Selasa, 10 Februari 2026 | Thian Wisnu Isnanto 6x

Jakarta, 26 September 2025, Karya Raya kembali hadir sebagai perayaan kreativitas anak-anak Indonesia. Mengusung tema yang berbeda setiap tahunnya, tahun ini Karya Raya 2025 mengangkat tema “The Depth of Creativity” untuk menunjukkan betapa dalamnya kreativitas anak-anak yang jika semakin diselami akan ditemukan banyak hal baru, unik, dan indah seperti bakat yang tersembunyi ataupun ekspresi dari hal-hal yang sebelumnya tidak terlihat.


Karya Raya adalah panggung kreativitas bagi anak-anak Indonesia. Inisiatif tahunan dari Bookabook dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta ini mengajak anak-anak mengubah imajinasi mereka menjadi buku bermakna. Semua karya bisa dinikmati di perpustakaan online Bookabook (byme.bookabook.id) dan dipamerkan langsung di Perpustakaan Jakarta. Puncaknya, Perayaan Karya Raya menghadirkan keseruan tanpa batas—dari Tell-a-tale Storytelling Contest hingga Lakukaryaku Booth—memberi anak-anak kesempatan memamerkan dan mempromosikan hasil karya mereka secara langsung.
Rangkaian Karya Raya 2025 dimulai dengan Pameran buku cerita karya anak di Perpustakaan Jakarta, 6 - 25 september 2025 dan dilanjutkan pada Perayaan di tanggal 26–28 September 2025, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.


Acara seremonial pembukaan Perayaan Karya Raya 2025 pada 26 September 2025 dibuka dan diresmikan oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Ibu Irene Umar bersama Founder Bookabook & Karya Raya Bapak Ernest Junius, dan dihadiri oleh sejumlah pejabat pemerintah antara lain Askesra Setda Provinsi DKI Jakarta Bapak Ali Maulana Hakim, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Bapak Nasruddin Djoko Surjono, Kepala Pusat Perbukuan, Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen Bapak Supriyatno, serta Kepala Perpustakaan Jakarta dan PDS HB Jassin Bapak Diki Lukman Hakim.
Pembukaan Karya Raya 2025 ditandai dengan penyerahan 100 buku pilihan untuk menjadi koleksi permanen perpustakaan kepada perwakilan sekolah, sekaligus penganugerahan MURI “Pameran Buku Karya Anak Terbanyak”.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Ibu Irene Umar menyampaikan, “Kami menyambut baik hadirnya inisiatif seperti Karya Raya yang menyediakan ruang ekspresi kreatif bagi anak-anak. Di tengah maraknya penggunaan gawai sejak usia dini, kegiatan
seperti ini menjadi alternatif yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga bermanfaat bagi tumbuh kembang anak. Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak penyelenggara yang telah menghadirkan program edukatif, kreatif, dan inklusif ini. Harapannya, Karya Raya dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak anak di berbagai daerah, mendorong lahirnya generasi yang imajinatif, percaya diri, dan cinta berkarya.”


Founder Bookabook dan Karya Raya, Bapak Ernest Junius, menambahkan, “Melalui Karya Raya, kami ingin memberikan anak-anak Indonesia panggung untuk menyalurkan imajinasi mereka, belajar menghargai proses berkarya, menemukan bakat mereka, dan membangun percaya diri. Kami bangga bisa menghadirkan Karya Raya bersama berbagai pihak, dari pemerintah hingga sektor swasta, untuk memastikan anak-anak memiliki wadah tepat mengekspresikan kreativitas mereka.”


Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta, menekankan pentingnya literasi sejak dini bagi perkembangan anak. “Menumbuhkan literasi sejak kecil adalah kunci bagi anak-anak agar kreatif dan kritis. Karya Raya menjadi contoh nyata bagaimana literasi bisa dikemas secara menyenangkan dan kreatif. Anak-anak tidak hanya belajar membaca dan menulis, tetapi juga memahami nilai dari karya mereka sendiri, membangun percaya diri, dan menumbuhkan cinta pada buku sejak dini,” jelasnya.

Selama tiga hari pelaksanaan Perayaan Karya Raya 2025, para pengunjung dapat menikmati beragam hasil karya anak Indonesia sekaligus mengikuti aktivitas dan workshop yang seru dan edukatif. Beberapa di antaranya:
● Pameran 1.800 buku cerita karya anak, memecahkan rekor MURI
● Storytelling, menampilkan ratusan anak berekspresi melalui cerita
● Lakukaryaku Booth, di mana anak-anak bisa berjualan karya mereka dan memahami nilai dari karyanya
● Awarding Ceremony dengan kategori unik
● Graduation Day, bagi anak-anak yang berhasil menyelesaikan karyanya
● Beragam kegiatan edukatif dan menghibur, termasuk games, workshop, offi cial merchandise, hingga stamp-rally dengan claw-machine berhadiah

Awarding ceremony akan digelar pada Hari Sabtu, 27 September 2025 dengan berbagai kategori unik antara lain Creative Canvas Award, Giggle-licious Tale Award, Inspiration Spark Award, Imagination Wizard Award, Comic Champ Award, Character Crush Award, Serial Storyteller Award, dan Special Spotlight Award.
Hari terakhir, Minggu, 28 September, menandai puncak perayaan Graduation Day, di mana anak-anak yang berhasil menyelesaikan bukunya diundang ke panggung untuk menerima sertifi kat dan buku karya mereka sendiri.
Karya Raya 2025 didukung oleh Pusat Perbukuan Kemendikdasmen, Canva, OCBC, Toys Kingdom, Chupa Chups, Living English, Nestle, Jungle Juice dan masih banyak lagi. Acara semakin meriah dengan penampilan dari Quinn Salman, Glitter, dan Sogi Indra Dhuaja.
Partisipasi ribuan kreator cilik yang menemukan wadah berekspresi sekaligus mendapat apresiasi publik mempertegas pentingnya dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan sektor swasta. Karya Raya membuktikan bahwa kreativitas anak Indonesia merupakan aset berharga yang patut dirayakan.

 

Tentang Bookabook.id

Didirikan sejak 2017, Bookabook.id merupakan pelopor revolusi literasi anak Indonesia berbasis teknologi, yang menghadirkan personalisasi buku dan aplikasi edukatif. Misi kami adalah untuk mendukung anak-anak Indonesia melalui berbagai platform-buku, acara, dan sumber daya digital. Mendorong ekosistem inklusif yang bertujuan untuk memberdayakan anak-anak dengan alat yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan hari ini dan menjadi pemimpin inovatif di masa depan. Bookabook.id percaya bahwa membaca bukan sekadar kemampuan teknis. Generasi mendatang harus menjadi pembaca yang antusias dan kritis. Di bookabook.id, kami selalu berkomitmen untuk menciptakan buku anak-anak berkualitas, karena kami percaya bahwa minat baca harus dipupuk sejak dini. (M. Arief)

Perpustakaan Literasi

Selasa, 10 Februari 2026 | Thian Wisnu Isnanto 122x

Jakarta, 7 Februari 2026 – Perpustakaan Cikini Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin bekerja sama dengan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Universitas Diponegoro menghadirkan kegiatan membaca nyaring dengan sasaran anak-anak bertajuk Little Stories, Big Dream. Suasana hangat dan penuh semangat mewarnai kegiatan ini yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 7 Februari 2026 di Bilik Cerita Anak Lantai 4, Perpustakaan Jakarta Cikini.

 Acara ini menghadirkan Imran Laha sebagai narasumber, seorang editor sekaligus penulis buku anak yang memandu sesi membaca nyaring secara interaktif bersama anak-anak. Alur cerita disampaikan dengan ekspresif. Mereka pun diajak berpartisipasi aktif dalam diskusi singkat terkait isi cerita fabel dan pesan karakter yang terkandung di dalamnya. Usai kegiatan membaca nyaring selesai, Kak Imran Laha memberikan 20 buku anak-anak secara gratis kepada peserta sebagai bentuk dukungan literasi sejak dini. Pembagian buku ini disambut dengan penuh antusias oleh para peserta.

Di sela kegiatan acara, panitia juga mengadakan permainan "Mendekat, Menjauh, Kau Kutangkap" yang dirancang meriah dengan membentuk kelompok kecil beranggotakan dua orang, sebagai upaya melatih fokus dan bertujuan agar anak-anak dapat berinteraksi antara satu sama lain. Peserta yang aktif dalam permainan juga mendapatkan hadiah dari panitia.

Salah satu momen terbaik dari kegiatan acara ini adalah anak-anak mulai menuliskan mimpi dan harapan mereka pada kertas berbentuk buah apel dan lemon menggunakan spidol warna-warni yang telah disediakan, lalu menempelkannya pada Pohon Harapan. Selanjutnya, panitia mengajak anak-anak untuk secara sukarela berani menyampaikan cita-cita mereka di hadapan peserta lain.

Salah satu peserta, Adeva, mengungkapkan alasannya, “Aku bercita-cita jadi guru dan artis. Jadi guru karena ingin membuat orang lain pintar, sedangkan menjadi artis hanya karena keinginan pribadi.” Beberapa anak lainnya juga menyebutkan cita-cita seperti menjadi dokter anak, astronot, karyawan swasta, dan berbagai profesi lainnya.

Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan keberanian serta meningkatkan rasa percaya diri anak-anak dalam menyampaikan impian mereka di masa depan, sekaligus menjadi simbol motivasi untuk terus giat belajar. Ide kreatif ini digagas oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Universitas Diponegoro, yaitu Nikita Catriona, Rafie Budiansyah Ramadhan, Ade Muhammad Fawwaz, dan Alya Fazila.

Pada puncak penutup kegiatan, panitia menyerahkan plakat penghargaan kepada Kak Imran sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya dalam mendukung literasi anak, kemudian dilanjutkan dengan dokumentasi bersama seluruh peserta yang hadir. Melalui kegiatan Little Stories, Big Dream, menunjukkan peran perpustakaan menjadi ruang belajar yang ramah dan kreativitas tanpa batas secara inklusif bagi anak-anak.

 

 Editor:Nikita Catriona

 

 

Perpustakaan

Selasa, 27 Januari 2026 | Fauziah 7x

Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jakarta Timur menunjukkan komitmen kuat terhadap prinsip kesetaraan gender dan peningkatan layanan literasi masyarakat. Kondisi ini mencerminkan lingkungan kerja yang inklusif serta memberikan ruang setara bagi perempuan dan laki-laki, seperti yang terlihat pada Gambar 1.

Begitu pula halnya  dengan tren kunjungan pemustaka yang tercatat sejak tahun 2022 s.d 2025 melalui aplikasi Jaringan Koleksi Lintas Area (Jaklitera). Berdasarkan data, jumlah kunjungan selalu mengalami peningkatan yang signifikan, jika dilihat dari perspektif gender jumlah pengunjung laki-laki dan perempuan relatif seimbang. Data ini menunjukkan bahwa layanan perpustakaan yang disediakan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan gender.

Secara keseluruhan data terpilah ini memperlihatkan bahwa Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jakarta Timur tidak hanya berperan sebagai pusat layanan informasi dan literasi, tetapi juga sebagai institusi yang mendukung kesetaraan gender dan partisipasi masyarakat secara berkelanjutan.

Perpustakaan

Jumat, 5 Desember 2025 | Administrator 14x

Transformasi Literasi di Rusunawa: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta Optimalisasi Pojok Baca Nagrak Bersama Komunitas Bale Buku Jakarta

Jakarta, 4 Desember 2025 

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Provinsi DKI Jakarta berkolaborasi dengan komunitas Bale Buku Jakarta melaksanakan kegiatan Optimalisasi Pojok Baca Rusunawa Nagrak pada Kamis, 4 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan langkah nyata Pemprov DKI Jakarta dalam memperluas akses literasi, meningkatkan budaya membaca, dan memperkuat sumber daya manusia melalui layanan pengetahuan yang inklusif bagi seluruh warga Jakarta, khususnya masyarakat yang tinggal di rumah susun.  

Acara tersebut dihadiri oleh anggota Komisi E DPRD Provinsi DKI Jakarta, Bapak Jhonny Simanjuntak, S.H. dan Bapak ⁠Oman Rahman Rakinda, S.IP, M.Si., Tenaga Ahli Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta bidang pembangunan manusia, Bapak Dicky Krishnawardana dan Bapak Eugen Muhammad, perwakilan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta, Bapak Gigih Primada Leogusta, S.IP., selaku Kepala Bidang Deposit dan Pengembangan Perpustakaan dan Bapak Gunas Mahdianto, Kepala Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Utara, perwakilan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta, Ibu Vita Nurviatin, Kepala Unit Pengelola Rumah Susun Wilayah III, perwakilan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara, Bapak Depika Rohmadi, Camat Cilincing, Lurah Cilincing, Bapak Heryawan, Ketua RW 11, dan Fajar Alvarisi, Ketua komunitas Bale Buku Jakarta, serta didukung oleh partisipasi warga Rusunawa Nagrak.  

Komitmen Pemprov DKI untuk Perluas Akses Literasi 

Dalam sambutannya, Kepala Bidang Deposit dan Pengembangan Perpustakaan (Debangpus) Dispusip DKI Jakarta, Gigih Primada Leogusta, menyampaikan bahwa program Pojok Baca merupakan amanat Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Perpustakaan yang bertujuan membangun budaya gemar membaca di Jakarta. Pojok Baca menjadi strategi untuk menghadirkan ruang akses informasi dan membaca di area publik, termasuk di lingkungan rumah susun.  

“Hadirnya Pojok Baca di Rusunawa Nagrak merupakan wujud komitmen Dispusip  Provinsi DKI Jakarta dalam merespon aspirasi masyarakat, di antaranya melalui hasil Reses DPRD DKI Jakarta, serta sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui literasi,” ujarnya.  

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP Jhonny Simanjuntak mengapresiasi kegiatan ini dan berharap dengan adanya pojok baca dapat mengembangkan semangat literasi anak-anak. 

“Pojok baca di rusunawa bukan hanya sarana literasi, tetapi ruang tumbuh bagi anak-anak untuk bermimpi lebih tinggi. Dengan fasilitas rusunawa yang terus berkembang, mulai dari area olahraga hingga ruang interaksi, komunitas semakin hidup. Peran para ibu sebagai pendidik utama menjadikan pojok baca semakin bermakna dalam menumbuhkan generasi berwawasan luas dan berpotensi besar.”

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PAN, Oman Rohman Rakinda menyambut baik kehadiran pojok baca di Rusunawa Nagrak dan berpesan kepada para penghuni rusunawa untuk mengenalkan dunia kepada anak-anak lewat membaca buku yang tersedia di pojok baca. 

“Pojok baca adalah cahaya yang membuka dunia bagi anak-anak rusun, membantu mereka bermimpi dan meraih cita-cita. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung lahirnya kegiatan literasi yang bermakna ini. Dengan perpustakaan Rusun Nagrak yang terus dioptimalkan sebagai ruang belajar dan berkumpul, kami berharap literasi tumbuh menjadi budaya yang dijaga, dirawat, dan dihidupkan oleh seluruh warga. Selamat menikmati dunia dengan membaca" pesannya. 

Kepala Unit Pengelola Rumah Susun Wilayah III, Vita Nurviatin menyampaikan antusias warga dalam memanfaatkan fasilitas baca yang ada di Rusunawa serta pentingnya penyediaan buku dan sumber pengetahuan fisik di tengah era teknologi digital, khususnya bagi anak-anak dan remaja penghuni Rusunawa.

"Jadi kami membuktikan sendiri memang warga sudah memanfaatkan. Kita menyadari bahwa di tengah era teknologi digital, menyediakan akses yang mudah terhadap buku dan sumber pengetahuan fisik menjadi sangat penting, terutama bagi anak-anak dan remaja Rusun" imbuhnya.

102 Pojok Baca Baru Dibangun Sepanjang 2025 

Sepanjang tahun 2025, Dispusip DKI Jakarta telah menghadirkan 102 fasilitas pojok baca baru, terdiri dari 38 pojok baca konvensional dan 64 titik baca digital. Dengan demikian, total fasilitas pojok baca yang telah dihadirkan Dispusip di seluruh wilayah Jakarta mencapai 1.174 lokasi, tersebar di RPTRA, stasiun, terminal, RSUD, puskesmas, sekolah, balai warga, taman publik, serta berbagai unit layanan publik pemerintah maupun kementerian/lembaga.  

Selain pojok baca, Dispusip juga menghadirkan Layanan PERMATA, yaitu perpustakaan keliling berbasis kontainer. Layanan ini telah hadir selama satu bulan terakhir di Rusunawa Nagrak dan mendapat sambutan antusias dari anak-anak yang aktif mengikuti kegiatan di dalamnya.  

Dorong Partisipasi Masyarakat 

Peresmian Pojok Baca Rusunawa Nagrak ini diharapkan dapat menjadi ruang alternatif belajar, aktivitas literasi keluarga, dan pusat tumbuhnya komunitas literasi lokal. Kepala Debangpus menekankan bahwa keberlanjutan pojok baca sangat bergantung pada partisipasi warga. 

“Marilah kita bersama-sama memanfaatkan, menjaga, dan merawat fasilitas ini dengan baik. Pojok Baca adalah investasi untuk pengetahuan, dan membaca adalah pintu utamanya,” ujarnya.  

“Perpustakaan benar-benar menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk belajar tanpa gawai. Kegiatan seperti mewarnai mampu mengurangi kecanduan gadget, sementara fasilitas yang terus dikembangkan, dari komputer hingga permainan edukatif, membuat perpustakaan semakin inklusif bagi semua usia. Kini perpustakaan bukan hanya tempat membaca, tetapi pusat komunitas yang menggerakkan literasi dan kesehatan keluarga.” ujar Ibu Niswatin, warga Rusunawa Nagrak.

Kolaborasi Pemerintah dan Komunitas 

Pojok Baca Rusunawa Nagrak dibangun melalui kolaborasi Dispusip Provinsi DKI Jakarta, Unit Pengelola Rusunawa Nagrak Provinsi DKI Jakarta, dengan komunitas Bale Buku Jakarta. 

“Kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Komunitas Bale Buku Jakarta benar-benar menghadirkan dampak nyata. Kehadiran mobil layanan perpustakaan keliling, program mendongeng, hingga pengembangan pojok baca membuat budaya literasi di rusun semakin hidup dan disambut antusias oleh masyarakat.” Ujar Fajar Alvarisi, Ketua Komunitas Bale Buku Jakarta.

Diharapkan kolaborasi ini dapat memperkuat kegiatan literasi berbasis masyarakat dan menghadirkan lebih banyak program membaca, kelas kreatif anak, hingga kegiatan edukatif lainnya. 

 

Dokumentasi kegiatan:

https://drive.google.com/drive/folders/10CkkcpElh3HK5K2LZ4eRMRNfZ51uKI5r?usp=sharing

Perpustakaan Literasi

Jumat, 28 November 2025 | Noor Muchyadi 63x

Ketupat Betawi Bersama TKN Johar Baru 01: Merayakan Hari Dongeng Sedunia Lewat Wisata Literasi yang Menyenangkan

Dalam rangka memperingati Hari Dongeng Sedunia, Sudin Perpustakaan dan Kearsipan Jakarta Pusat bersama TKN Johar Baru 01 kembali mengadakan kegiatan Ketupat Betawi (Ketemu Pemustaka bersama Tim Wisata Literasi) yang dikemas dalam bentuk wisata literasi. Kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan dunia literasi dan perpustakaan kepada anak usia dini dengan cara yang menyenangkan, interaktif, dan penuh pengalaman baru.

Wisata literasi ini bertujuan untuk membangun minat baca sejak usia dini melalui pengenalan perpustakaan sebagai ruang belajar yang ramah dan menyenangkan. Anak-anak diajak memahami bahwa perpustakaan bukan hanya tempat meminjam buku, tetapi juga ruang bermain, bercerita, dan berimajinasi. Dalam kegiatan Ketupat Betawi bersama TKN Johar Baru 01, anak-anak mengikuti berbagai rangkaian aktivitas literasi, antara lain Tur keliling perpustakaan untuk mengenal area buku anak, ruang baca, serta layanan Perpustakaan, Read aloud atau membaca nyaring yang dipandu oleh tim perpustakaan, sehingga anak-anak dapat menikmati cerita dengan lebih hidup dan ekspresif, Mewarnai bertema dongeng dalam rangka merayakan Hari Dongeng Sedunia yang tentunya dapat melatih kreativitas sekaligus membantu mereka mengenal karakter tokoh cerita, Membaca bersama, di mana anak-anak bisa memilih buku favorit mereka dan Menonton film edukasi yang sesuai usia untuk memperluas wawasan sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu.

Dengan pendekatan yang menyenangkan, kegiatan ini tidak hanya menambah pengetahuan anak-anak, tetapi juga membentuk pengalaman positif tentang literasi. Suasana yang hangat dan penuh interaksi membuat anak-anak merasa nyaman berada di lingkungan perpustakaan, sehingga budaya baca dapat tumbuh secara alami.

Kolaborasi antara TKN Johar Baru 01 dan Sudin Pusip Jakarta Pusat menunjukkan komitmen bersama dalam membangun generasi yang cinta membaca. Melalui kegiatan seperti ini, literasi diperkenalkan bukan sebagai kewajiban, tetapi sebagai kegiatan yang menggembirakan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

 

Perpustakaan Wisata Literasi Ketupat Betawi TKN Johar Baru 01 Hari Dongeng Sedunia

Jumat, 28 November 2025 | Noor Muchyadi 45x
Kunjungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lebak ke Sudin Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat
 
Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat menerima kunjungan kerja dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lebak, Banten pada Kamis, 27 November 2025. Kunjungan yang dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Perpustakaan, Ibu Kadarina, ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama dan berbagi pengalaman dalam peningkatan layanan perpustakaan daerah.
Rombongan yang berjumlah 5 orang tersebut disambut hangat oleh jajaran Sudin Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat, yang dipimpin oleh Bapak Noor Muchyadi selaku Kepala Seksi Perpustakaan yang memaparkan berbagai inovasi dan program layanan yang telah dikembangkan, pengelolaan koleksi, kegiatan literasi, hingga praktik manajemen perpustakaan dan perannya dalam mendukung program pemerintah Kota Jakarta Pusat serta Provinsi DKI Jakarta. Setelah sesi pemaparan, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi yang berlangsung hangat dan interaktif. Pertukaran pengalaman ini diharapkan dapat mendukung penguatan layanan perpustakaan di Kabupaten Lebak, khususnya dalam pengelolaan koleksi dan pemenuhan layanan perpustakaan terhadap masyarakat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan library tour ke berbagai area di Sudin Pusip Jakarta Pusat, mulai dari Depo Arsip di Lantai 4, Ruang Layanan Dewasa & Referensi di Lantai 3, Ruang Layanan Anak dan Ruang Pengolahan Koleksi di Lantai 2, hingga Ruang Layanan Teater dan Aula di Lantai 1. Melalui kunjungan ini, rombongan dapat melihat bagaimana praktik kerja sehari-hari serta standar layanan yang diterapkan di Sudin Pusip Jakarta Pusat.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lebak menyampaikan apresiasi atas sambutan serta kesempatan untuk berdiskusi langsung mengenai berbagai aspek, baik kebijakan maupun teknis yang diterapkan di Sudin Pusip Jakarta Pusat. Kunjungan kerja ini diharapkan membuka peluang kolaborasi lebih lanjut antardaerah demi peningkatan kualitas layanan perpustakaan yang inklusif dan berkelanjutan.
Perpustakaan Kearsipan Kunjungan Dinas Lebak Banten

Jumat, 28 November 2025 | Noor Muchyadi 72x

Rabu, 26 November 2025 - Dalam upaya memperkuat mutu pendidikan dan meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan sekolah, khususnya jenjang SD dan SMP yang menjadi binaan Tingkat Kota, Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Instrumen Akreditasi Perpustakaan selama 2 (dua) hari yaitu pada Rabu, 26 November 2025 untuk jenjang SD/MI dan Kamis, 27 November 2025 untuk jenjang SMP/MTs. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para pengelola perpustakaan sekolah untuk memahami regulasi terbaru sekaligus mempersiapkan diri menghadapi proses akreditasi yang akan datang.

Pada sesi pembuka, disampaikan bahwa akreditasi perpustakaan merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya peningkatan mutu pendidikan secara menyeluruh. Perpustakaan yang terakreditasi tidak hanya memiliki koleksi dan layanan yang memenuhi standar nasional, tetapi juga berkontribusi langsung pada peningkatan mutu pembelajaran, penguatan budaya literasi, dan peningkatan prestasi siswa. Ketika perpustakaan tumbuh dan berkembang, maka seluruh ekosistem sekolah turut mendapatkan manfaatnya.

Tahun 2025 menandai hadirnya instrumen akreditasi perpustakaan yang baru sebagai penyempurna instrumen sebelumnya. Perpustakaan Nasional RI resmi menetapkan SK Kepala Perpustakaan Nasional Nomor 157 Tahun 2025 untuk Instrumen Akreditasi Perpustakaan SD/MI dan SK Kepala Perpustakaan Nasional Nomor 158 Tahun 2025 untuk Instrumen Akreditasi Perpustakaan SMP/MTs. Instrumen baru tersebut akan berlaku efektif mulai 2 Januari 2026, dan dipandang sebagai langkah strategis untuk menyelaraskan standar perpustakaan dengan kebutuhan literasi masa kini.

Instrumen akreditasi yang baru membawa sejumlah penyempurnaan penting. Standar layanan diperjelas, inovasi literasi diperkuat, kompetensi pengelola diperhatikan lebih serius, pemanfaatan teknologi diperluas, dan tata kelola perpustakaan dipertegas. Dengan adanya penyempurnaan ini, satuan pendidikan diharapkan mampu membangun perpustakaan yang lebih profesional, relevan, dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik.

Narasumber dalam kegiatan sosialisasi yang merupakan Pustakawan Perpustakaan Nasional RI menekankan pentingnya pemahaman komprehensif terhadap setiap komponen instrumen baru agar sekolah dapat melakukan persiapan secara lebih efektif dan sesuai ketentuan nasional.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, peserta didorong untuk mempelajari setiap detail instrumen akreditasi serta memahami langkah-langkah teknis dalam pengisian dokumen. Dengan demikian, para pengelola perpustakaan sekolah diharapkan siap mengajukan akreditasi pada periode berikutnya.

Di akhir kegiatan, peserta diajak menjadikan sisa tahun 2025 sebagai waktu untuk mempersiapkan seluruh kebutuhan akreditasi—mulai dari kelengkapan dokumen, pembenahan tata kelola, hingga penguatan program literasi. Dengan persiapan matang, perpustakaan sekolah diharapkan mampu menjadi pusat pembelajaran yang hidup, dinamis, dan relevan bagi seluruh warga sekolah.

Perpustakaan Sosialisasi Akreditas Perpustakaan

Senin, 24 November 2025 | Fajar Andi Nugroho 15x

Jakarta Utara — Kegiatan Book Camp 2025 yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Jakarta Utara selama tiga hari, mulai 18 hingga 20 November 2025, resmi berakhir dengan sukses dan antusiasme tinggi dari para peserta. Program tahunan ini kembali menjadi ruang pembinaan bagi Duta Baca Sekolah dan pelajar terpilih untuk memperkuat keterampilan literasi, kreativitas, kemampuan perencanaan, serta kesadaran akan pentingnya kesehatan mental dalam menjalankan peran sebagai agen perubahan di sekolah.

Hari pertama kegiatan dibuka dengan sambutan dari penyelenggara yang menekankan pentingnya membangun ekosistem literasi yang inklusif dan adaptif bagi generasi muda. Para peserta kemudian mengikuti sesi pengenalan, ice breaking, diskusi kelompok, serta pemetaan tantangan literasi yang mereka hadapi di lingkungan sekolah masing-masing. Suasana hangat dan kolaboratif di hari pertama menjadi fondasi penting untuk membangun kedekatan sebelum memasuki rangkaian materi inti.

Memasuki hari kedua, para peserta mengikuti dua sesi materi utama yang memberikan pemahaman mendalam dan keterampilan praktis. Pada sesi pertama, Kak Aio membawakan materi Literacy Planner, sebuah panduan penyusunan rencana kegiatan literasi yang terstruktur dan berkelanjutan. Peserta diajak mengenali kebutuhan literasi di sekolah, menyusun rencana program yang realistis, serta menentukan langkah strategis yang dapat diterapkan setelah kegiatan Book Camp usai. Materi berlangsung interaktif dengan diskusi, latihan penyusunan rencana, serta berbagi pengalaman antar peserta. Sesi berikutnya disampaikan oleh Kak Irdha Zahra yang membawakan materi mengenai pentingnya kesehatan mental bagi pelajar. Ia menjelaskan bagaimana peserta dapat mengenali stres, mengelola kecemasan, menjaga keseimbangan antara akademik dan aktivitas organisasi, serta menerapkan teknik sederhana untuk menjaga kesehatan mental. Sesi ini mendapat perhatian besar karena relevansinya dengan kehidupan pelajar saat ini.

Hari terakhir menjadi puncak rangkaian kegiatan dengan hadirnya aktris sekaligus aktivis literasi Hannah Al Rashid dalam talkshow bertema “Bersuara dengan Buku: Menjadi Generasi yang Kritis dan Peka.” Melalui pengalamannya, Hannah mengajak peserta untuk melihat membaca sebagai jendela pemahaman terhadap realitas sosial dan sebagai cara membangun empati. Antusiasme peserta tercermin dari banyaknya pertanyaan dan diskusi yang muncul selama sesi berlangsung. Selain talkshow, peserta juga mendapatkan materi penguatan personal branding dari Najma Q. Ramadhanty yang mendorong Duta Baca untuk tampil percaya diri sebagai representasi gerakan literasi di sekolah. Sesi berbagi pengalaman dari Duta Baca Jakarta Utara turut memberikan inspirasi nyata mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam membangun gerakan literasi dari lingkungan terdekat.

Kegiatan ditutup dengan apresiasi dari penyelenggara kepada seluruh peserta atas partisipasi aktif dan semangat yang ditunjukkan selama tiga hari penuh. Perpustakaan Jakarta Utara berharap Book Camp 2025 tidak sekadar menjadi kegiatan pembinaan, tetapi juga menjadi pijakan bagi para peserta untuk menerapkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh ke dalam aksi nyata di sekolah masing-masing. Melalui Book Camp 2025, literasi kembali ditekankan bukan hanya sebagai kemampuan membaca, tetapi sebagai kekuatan untuk membentuk karakter, berpikir kritis, dan membawa perubahan positif bagi masa depan.

Perpustakaan #DutaBAcaJakartaUtara #BookCamp2025

Jumat, 21 November 2025 | Fajar Andi Nugroho 11x

Jakarta Utara (13/11/2025) — Dalam rangka meningkatkan pemahaman pelajar mengenai pentingnya perilaku saling menghargai. Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Utara yang diberi amanah oleh Wali Kota Jakarta Utara untuk setiap pekan menyelenggarakan Pentas Literasi pada kamis, 13 November 2025 bertema “Cegah Bullying, Wujudkan Pelajar Berkarakter” yang melibatkan Suku Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Kota Administrasi Jakarta Utara diikuti dengan 40 Pelajar SMP Jakarta Utara dilaksanakan di Kantor Wali Kota Jakarta Utara tepatnya Pojok Baca Digital, Lobby P mulai pukul 09.00 hingga 11.30 pagi.

Acara diawali dengan sambutan dari Sudin PPAPP Jakarta Utara oleh Ibu Nurjannah selaku Kepala Seksi Perlindungan Anak yang mengajak para pelajar mengingatkan pentingnya untuk saling menghargai dan menolak segala bentuk perundungan. Materi kemudian diberikan oleh narasumber PUSPA (Pusat Pelayanan Keluarga) yang memaparkan cara mengenali bullying, memahami dampaknya, serta Langkah apa yang bisa dilakukan untuk menghindari, mencegah, dan melindungi diri maupun teman. Siswa terlihat aktif memberikan tanggapan dan pertanyaan.

Sesi kuis kali ini berbeda dari sebelumnya karena peserta diminta menyampaikan pendapat mereka mengenai materi yang telah dipaparkan oleh narasumber, Suasana menjadi lebih interaktif dan antusias, ditambah adanya apresiasi berupa souvenir dari panitia.

Kegiatan ditutup dengan foto bersama seluruh peserta dan narasumber sebagai dokumentasi upaya bersama dalam mewujudkan lingkungan belajar yang aman dan bebas bullying.

 

 

Perpustakaan Jakarta Utara Pentas Literasi