Dalam rangka menumbuhkan budaya literasi di kalangan generasi muda, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta melalui Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat kembali menyelenggarakan Lomba Menulis Tingkat Kota Tahun 2026 dengan tagline “Jakarta dalam Ingatan dan Harapan.”
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembudayaan kegemaran membaca yang menjadi salah satu tugas utama Dinas. Pembudayaan kegemaran membaca merupakan serangkaian usaha untuk menumbuhkan kebiasaan membaca yang berkelanjutan dan diwariskan dari generasi ke generasi. Melalui budaya membaca yang kuat, diharapkan kualitas sumber daya manusia dapat terus meningkat seiring perkembangan zaman.
Kemampuan membaca yang baik juga menjadi fondasi penting bagi keterampilan literasi lainnya, termasuk keterampilan menulis. Oleh karena itu, berbagai program terus dikembangkan untuk mendorong generasi muda agar tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu mengekspresikan gagasan dan kreativitas mereka melalui tulisan.
Sebagai langkah awal pelaksanaan lomba tahun ini, sosialisasi kegiatan telah dilaksanakan secara daring pada Kamis (12/3) pukul 13.00 WIB yang diikuti oleh Sekolah mulai dari jenjang SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA di wilayah Jakarta Pusat.
Melalui lomba ini, peserta diharapkan mampu menuangkan gagasan, pengalaman, serta harapan mereka tentang Jakarta dalam bentuk tulisan yang inspiratif. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat melahirkan penulis-penulis muda berbakat yang mampu menghasilkan karya menarik sebagai alternatif bahan bacaan bagi masyarakat.
Dalam proses penilaian, lomba ini menghadirkan sejumlah juri yang berasal dari kalangan penulis, ilustrator, hingga pegiat literasi yang berpengalaman di bidangnya. Untuk kategori SD/MI, penilaian dilakukan oleh Iwok Abqary, Watiek Ideo, dan Noor H. Dee yang dikenal sebagai penulis buku anak.
Sementara itu, kategori SMP/MTs dinilai oleh Ariyo Zidni yang dikenal sebagai penulis cerita dan pendongeng, Dewi Trik sebagai ilustrator dan editor visual, serta Aisha Habir yang berkiprah sebagai penerbit dan penulis cerita.
Adapun untuk kategori SMA/SMK/MA, dewan juri berasal dari komunitas literasi RuangMenulis.id, yaitu Graece Tanus, Iwan Kurniawan, serta Stebby Julionatan yang dikenal aktif sebagai penulis dan pegiat literasi.
Kehadiran para juri dari berbagai latar belakang tersebut diharapkan dapat memberikan penilaian yang objektif sekaligus memperkaya perspektif peserta dalam menghasilkan karya tulis yang kreatif dan berkualitas.
Lomba Menulis juga menjadi bentuk apresiasi terhadap gerakan pembudayaan kegemaran membaca dan literasi di tingkat kota/kabupaten hingga provinsi. Apresiasi tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para pelajar untuk terus meningkatkan kemampuan literasi mereka.Ke depan, Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai program literasi yang mendorong tumbuhnya budaya membaca dan menulis di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat
IG: @perpusjkt_pusat
Tanah Abang, Jakarta Pusat, Indonesia — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI Jakarta turut berpartisipasi dalam gelaran Jakarta Hijab Fest melalui lomba peragaan busana antar perangkat daerah. Pada kegiatan tersebut, Dispusip diwakili oleh Fitri Aulia dan Dimitri Bhisma yang tampil sebagai pasangan peraga busana dengan menampilkan harmoni busana muslim yang elegan sekaligus mencerminkan nilai kekeluargaan.
Selain perwakilan pada sesi pertama, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta juga turut ambil bagian dalam peragaan busana antar perangkat daerah pada sesi kedua bersama para kepala perangkat daerah lainnya, pimpinan BUMD, serta unsur pimpinan daerah.
Jakarta Hijab Fest sendiri diselenggarakan pada Kamis, 12 Maret 2026 di Pasar Tanah Abang Blok B/LG, Jakarta dengan mengusung tema “Cahaya Fitri, Pesona Jakarta.” Acara ini digagas oleh Biro Kerja Sama Daerah Provinsi DKI Jakarta dan dibuka secara resmi oleh Gubernur DKI Jakarta.
Selain lomba peragaan busana, Jakarta Hijab Fest juga menghadirkan berbagai kegiatan menarik seperti bazar busana muslim dan produk fesyen, yang memberikan ruang promosi bagi pelaku usaha serta memperkuat citra Tanah Abang sebagai pusat perdagangan tekstil dan busana di Jakarta.
Melalui partisipasi ini, Dispusip turut memeriahkan Jakarta Hijab Fest sekaligus mendukung promosi industri fesyen muslim lokal serta mempererat kolaborasi antar perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Dispusip Jakarta, Indonesia - Pada hari Rabu, 21 Januari 2026 pukul 10.00 – 12.00 WIB, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta menerima kunjungan kerja dari Komisi I DPRD Kabupaten Bangka Tengah sebanyak 8 orang. Kunjungan tersebut dilaksanakan di kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta sebagai bagian dari kegiatan kerja konsultasi dalam rangka memperdalam pemahaman mengenai pengelolaan perpustakaan dan kearsipan di lingkungan pemerintah Kabupaten Bangka Tengah yang disambut oleh Kepala Bidang, Sub Kelompok dan Staff Perpustakaan serta Perwakilan Kepala Bidang dan Staff Perpustakaan.
Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan konsultasi dan berbagi informasi terkait program peningkatan literasi masyarakat serta pengelolaan kearsipan yang telah dilaksanakan di Provinsi DKI Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, dilakukan diskusi dan pertukaran pengalaman mengenai kebijakan, strategi, serta inovasi layanan yang mendukung peningkatan kualitas layanan perpustakaan dan kearsipan kepada masyarakat dan pemerintah daerah Kabupaten Bangka Tengah.
Melalui kunjungan kerja ini diharapkan terjalin sinergi dan kerja sama yang baik antara Komisi I DPRD Kabupaten Bangka Tengah dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta. Selain itu, hasil dari konsultasi ini diharapkan dapat menjadi referensi dan bahan pertimbangan dalam pengembangan program literasi dan pengelolaan kearsipan di Kabupaten Bangka Tengah ke depannya.
Perpustakaan Jakarta Barat menghadirkan program literasi BERITA (Belajar Islam Melalui Cerita) sebagai upaya menyediakan kegiatan edukatif sekaligus menyenangkan bagi anak-anak selama bulan Ramadan. BERITA dilaksanakan pada Kamis, 5 Maret 2026 di Ruang Layanan Anak Perpustakaan Jakarta Barat dan diikuti oleh siswa/i dari SDN Duri Kepa 16 Pagi. Program ini dikemas dalam bentuk menonton film edukatif yang menampilkan berbagai cerita dengan penyampaian yang ringan, menarik, dan mudah dipahami oleh anak-anak, sehingga mereka dapat belajar nilai-nilai Islam dengan cara yang menyenangkan.
BERITA menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengenal cerita melalui media visual yang interaktif. Anak-anak diajak memahami isi cerita dari tayangan film dan mengikuti diskusi ringan untuk menanggapi cerita.
Kegiatan utama dalam program BERITA adalah sesi menonton film edukatif bersama. Anak-anak menyaksikan tayangan film yang telah dipilih sesuai dengan usia mereka sehingga alur cerita dapat diikuti dengan mudah.
Melalui tayangan film, anak-anak dapat mengikuti cerita yang disajikan melalui gambar, suara, dan dialog yang menarik. Selain itu, tayangan film juga menampilkan cerita yang mengandung nilai-nilai Islami secara visual. Dengan cara ini, anak-anak dapat mengenal ajaran Islam, kebiasaan baik, serta pesan moral melalui cerita yang disajikan dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami.
Selain menonton film, anak-anak juga mengikuti diskusi ringan mengenai cerita yang ditayangkan. Mereka dapat menceritakan kesan dan pesan dari film yang mereka saksikan. Untuk menambah semangat, setiap anak yang berpartisipasi dalam diskusi mendapatkan penghargaan atau hadiah kecil sebagai bentuk apresiasi atas keaktifan mereka.
Menumbuhkan Literasi melalui Film
Melalui program BERITA, Perpustakaan Jakarta Barat menghadirkan kegiatan yang mengajak anak-anak mengenal cerita dan nilai-nilai Islami melalui tayangan film edukatif. Perpustakaan tidak hanya dikenal sebagai tempat membaca dan meminjam buku, tetapi juga sebagai tempat bagi anak-anak untuk menikmati cerita serta belajar dari berbagai kisah yang ditampilkan
Program BERITA diharapkan dapat memberikan pengalaman literasi yang menyenangkan bagi anak-anak setiap kali mereka berkunjung ke perpustakaan.
Penulis: Almayra Malika Muis, Sahira Putri Rahman, Widya Putri Rahman
Editor: Norma Tridiana
Puluhan anak tampak antusias mengikuti program literasi IMSAK “Inspirasi Masakan Ramadan” yang digelar di Aula Perpustakaan Jakarta Barat pada Rabu (11/3/2026). Program ini diikuti oleh sekitar 20 peserta anak dengan rentang usia 9-12 tahun dari masyarakat umum yang tertarik mempelajari cara membuat hidangan sederhana yang identik dengan sajian Ramadan dan persiapan hampers menjelang Hari Raya. IMSAK hadir sebagai ruang belajar kreatif yang mengajak anak-anak mengenal aktivitas memasak secara menyenangkan sekaligus memperkenalkan keterampilan praktis yang berpotensi menjadi peluang wirausaha sejak dini.
Program dimulai pada pukul 10.30 WIB dengan dipandu oleh Kak Norma dan Kak Arsita sebagai fasilitator. Kukis coklat dibuat dengan menggunakan 3 bahan sederhana yang terdiri dari coklat batang, kukis kering dan hiasan kue (sprinkles). Anak-anak diajak mengikuti setiap tahapan pembuatan kukis coklat secara langsung, mulai dari proses menyiapkan dan mencampurkan bahan, hingga menghias cookies sesuai dengan kreasi masing-masing. Setelah kukis selesai dibuat, anak-anak menata hasilnya ke dalam toples dan ditutup dengan menghias toples tersebut menggunakan pita-pita agar tampak lebih menarik dan rapi.
Selain praktek memasak, anak-anak juga diperkenalkan bahwa olahan makanan sederhana seperti kukis dapat memiliki nilai tambah apabila dikemas dengan menarik. Dari sini anak-anak mulai memahami bahwa kreativitas dalam membuat kue juga dapat berkembang menjadi ide usaha kecil yang mudah dilakukan dengan biaya yang relatif terjangkau.
Antusiasme anak-anak juga terlihat dari berbagai tanggapan yang disampaikan selama kegiatan berlangsung. Salah satu peserta, Aira (8), mengaku senang bisa mengikuti kegiatan ini karena dapat belajar hal baru.
“Seru banget, aku jadi tahu cara bikin cookies. Nanti mau coba bikin lagi di rumah sama mama,” katanya.
Melalui program IMSAK “Inspirasi Masakan Ramadhan”, Perpustakaan Jakarta Barat terus menghadirkan berbagai aktivitas literasi inklusif yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Perpustakaan berkembang sebagai ruang eksplorasi pengetahuan dan kreativitas bagi masyarakat, termasuk anak-anak. Program ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat berkarya sekaligus membuka wawasan anak-anak mengenai peluang usaha sederhana yang dapat dimulai dari ide-ide kreatif di sekitar mereka.
Penulis: Almayra Malika Muis, Sahira Putri Rahman, Widya Putri Rahman
Editor: Norma Tridiana
Puluhan anak tampak antusias mengikuti kegiatan literasi bertajuk “Berkelana Bersama Buku Digital Ramah Anak” yang digelar di Perpustakaan Jakarta Barat pada Minggu (1/3/2026). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Fun Garden of Literacy (FGL) dan Let’s Read, sebuah platform buku digital ramah anak. Acara tersebut diikuti oleh sekitar 80 anak dari wilayah Jakarta. Sebanyak 60 peserta mendaftar melalui admin Let’s Read, sementara 20 lainnya merupakan pemustaka yang sedang berkunjung ke Perpustakaan Jakarta Barat.
Kegiatan dimulai tepat pukul 09.00 WIB dengan menghadirkan para narasumber dari komunitas FGL, yakni Palupi, Ucih, Tuti, dan Tia. Mereka mengajak anak-anak untuk bermain, berimajinasi, serta mengeksplorasi literasi melalui berbagai aktivitas yang menyenangkan.
Dalam sesi kegiatan, Kak Palupi mengajak anak-anak bernyanyi dan membaca buku bersama, sekaligus mendorong kedekatan antara orang tua dan anak melalui kegiatan menjelajah buku. Sementara itu, Kak Fatiha dan Kak Ucih membimbing anak-anak membuat karya kreatif melalui kegiatan bookish play, yaitu mengembangkan cerita dari buku yang telah dibaca menjadi aktivitas kreatif yang menyenangkan. Di sisi lain, Kak Via dan Kak Tuti mengajak peserta mengekspresikan imajinasi mereka melalui kegiatan bermain dan menggambar yang terinspirasi dari cerita yang dibacakan.
Program Berkelana Bersama Buku Digital Ramah Anak merupakan inisiatif yang dicetuskan oleh komunitas FGL bersama Let’s Read untuk memperkenalkan platform buku digital yang dapat diakses secara gratis oleh masyarakat. Melalui aplikasi ini, tersedia ribuan buku cerita anak bergambar yang dapat dibaca sesuai dengan tingkat usia pembaca. Buku-buku digital dalam aplikasi Let’s Read menghadirkan beragam cerita edukatif yang dikemas dalam berbagai pilihan bahasa, termasuk bahasa daerah. Seluruh buku dapat diunduh secara gratis sehingga mudah diakses oleh anak-anak, orang tua, maupun pendidik. Platform Let’s Read sendiri dikembangkan oleh The Asia Foundation dengan tujuan menumbuhkan budaya membaca serta meningkatkan literasi anak-anak di kawasan Asia, khususnya di Indonesia.
Ketua komunitas FGL sekaligus penanggung jawab kegiatan, Kak Palupi, menyampaikan bahwa kegiatan serupa direncanakan kembali pada September 2026 di Perpustakaan Jakarta Barat.
“Pada kegiatan berikutnya, kami juga akan mengadakan sesi evaluasi serta berbagi pengalaman dalam menggunakan buku digital Let’s Read,” ujarnya.
Kegiatan ini dinilai memberikan dampak positif karena tidak hanya meningkatkan minat baca anak-anak, tetapi juga mendorong keterlibatan keluarga dalam kegiatan literasi. Selain itu, acara ini turut memperkenalkan Perpustakaan Jakarta Barat kepada masyarakat, khususnya bagi mereka yang belum pernah berkunjung sebelumnya. [NT]
Dalam upaya meningkatkan mutu pengelolaan perpustakaan sekolah sekaligus memperkuat budaya literasi di lingkungan pendidikan menengah, Lomba Perpustakaan Sekolah Jenjang SMA/SMK/MA Tahun 2026 resmi disosialisasikan kepada seluruh sekolah di wilayah Jakarta Pusat. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam menjadikan perpustakaan sebagai pusat rujukan pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan selaras dengan semangat Merdeka Belajar.
Lomba ini diselenggarakan dengan beberapa tujuan strategis, antara lain meningkatkan peran perpustakaan SMA/SMK/MA sebagai perpustakaan rujukan bagi siswa dan guru dalam mendukung Merdeka Belajar dan penguatan kecakapan literasi; meningkatkan budaya membaca dan kecakapan literasi bagi siswa, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan; mendukung implementasi kurikulum sekolah/madrasah sesuai dengan visi dan misi pendidikan nasional di Indonesia, serta meningkatkan kinerja dan mutu pengelolaan perpustakaan sekolah secara profesional dan berkelanjutan. Melalui kompetisi ini, diharapkan perpustakaan sekolah tidak hanya menjadi ruang penyimpanan koleksi, tetapi juga menjadi pusat inovasi pembelajaran, ruang kolaborasi, dan penguatan karakter peserta didik.
Rangkaian kegiatan Lomba Perpustakaan Sekolah Jenjang SMA/SMK/MA Tahun 2026 dimulai dengan sosialisasi yang diselenggarakan pada Rabu (26/2). Kegiatan sosialisasi ini bertujuan memberikan informasi menyeluruh terkait mekanisme lomba, kriteria penilaian, serta persyaratan administrasi yang harus dipenuhi oleh peserta.
Lomba Perpustakaan Sekolah Jenjang ini dibuka secara luas bagi seluruh sekolah tingkat SMA/SMK/MA di wilayah Jakarta Pusat, dengan memperhatikan syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh panitia. Seleksi akan dilakukan secara objektif dan profesional oleh dewan juri yang terdiri dari Pakar di bidang Perpustakaan, Unsur akademisi dan Pejabat Fungsional Pustakawan dari Perpustakaan Nasional RI. Penilaian akan mencakup aspek manajemen perpustakaan, layanan dan inovasi, penguatan literasi, dukungan terhadap kurikulum, serta tata kelola dan administrasi.
Selanjutnya, di tingkat Kota Jakarta Pusat, akan ditetapkan 5 pemenang, terdiri dari Juara I hingga Juara Harapan II. Para pemenang akan memperoleh piagam penghargaan dan uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan inovasi yang telah dilakukan. Lebih lanjut, lomba ini bersifat berjenjang, di mana Juara I tingkat Kota akan mewakili Jakarta Pusat untuk berkompetisi di tingkat Provinsi hingga Nasional.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta transformasi perpustakaan sekolah menjadi pusat literasi yang modern, inklusif, dan responsif terhadap perkembangan zaman. Perpustakaan bukan hanya ruang baca, melainkan jantung pembelajaran yang mendukung penguatan karakter, kreativitas, serta kecakapan bagi peserta didik.
Partisipasi aktif seluruh SMA/SMK/MA di Jakarta Pusat menjadi kunci suksesnya kegiatan ini. Mari bersama-sama kita wujudkan perpustakaan sekolah yang unggul, inspiratif, dan berdaya saing hingga tingkat nasional.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat
📧 dispusip.jakarta.go.id
IG: @perpusjkt_pusat | https://www.instagram.com/p/DUsWmbOAZPC/?img_index=1
Jakarta Pusat – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat menyelenggarakan kegiatan Gebyar Literasi dan Peluncuran Buku Dongeng Karya Bunda PAUD Jakarta Pusat pada Rabu, 11 Februari 2026, bertempat di GOR Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam penguatan budaya literasi anak sejak usia dini.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah peluncuran buku dongeng berjudul “Kata-Kata Ajaib dari Hutan Ceria” yang merupakan karya Bunda PAUD sekaligus Bunda Literasi Jakarta Pusat, Ibu Witri Yenny Arifin. Buku tersebut diperkenalkan sebagai bacaan yang edukatif dan menyenangkan, serta diharapkan mampu menumbuhkan minat baca dan imajinasi anak-anak usia dini.
Kegiatan Gebyar Literasi ini juga diisi dengan berbagai lomba literasi anak usia dini, antara lain menyusun huruf, menyusun puzzle, mendongeng, mewarnai, kolase, dan menyanyi. Sekitar 700 peserta yang terdiri dari anak-anak PAUD beserta pendamping turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat dengan Penerbit Erlangga, Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Jakarta Pusat, dan mendapatkan dukungan lintas UKPD sebagai bagian dari upaya bersama dalam mempromosikan kegemaran membaca dan penguatan literasi anak usia dini.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan literasi anak, Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat menghadirkan Kak Cahyo, Duta Baca Jakarta Pusat Tahun 2025, yang menyampaikan dongeng interaktif kepada anak-anak. Dongeng yang dibawakan disesuaikan dengan tema buku, sehingga anak-anak dapat lebih mudah memahami cerita sekaligus menikmati pengalaman membaca yang menyenangkan.
Walikota Kota Administrasi Jakarta Pusat, Bapak Arifin, menyampaikan bahwa literasi merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter anak.
“Literasi adalah investasi jangka panjang bagi masa depan anak-anak. Melalui kegiatan Gebyar Literasi dan peluncuran buku karya Bunda PAUD ini, kami ingin memastikan anak-anak Jakarta Pusat tumbuh dengan kecintaan terhadap membaca, belajar, dan berkreasi sejak usia dini,” ujar Walikota Jakarta Pusat.
Sementara itu, Bunda PAUD Jakarta Pusat, Witri Yenny Arifin, menegaskan pentingnya menghadirkan literasi melalui pendekatan yang sesuai dengan dunia anak.
“Buku Kata-Kata Ajaib dari Hutan Ceria diharapkan dapat menjadi sarana yang menyenangkan bagi anak-anak untuk mengenal dunia membaca melalui cerita yang imajinatif dan sarat nilai positif,” ungkapnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bunda PAUD Provinsi DKI Jakarta, Bunda PAUD Kecamatan dan Kelurahan, serta unsur perangkat daerah terkait.
Melalui Gebyar Literasi ini, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat bersama Sudin Pusip Jakarta Pusat terus memperkuat sinergi dalam membangun ekosistem literasi yang inklusif, ramah anak, dan berkelanjutan.
Jakarta, 26 September 2025, Karya Raya kembali hadir sebagai perayaan kreativitas anak-anak Indonesia. Mengusung tema yang berbeda setiap tahunnya, tahun ini Karya Raya 2025 mengangkat tema “The Depth of Creativity” untuk menunjukkan betapa dalamnya kreativitas anak-anak yang jika semakin diselami akan ditemukan banyak hal baru, unik, dan indah seperti bakat yang tersembunyi ataupun ekspresi dari hal-hal yang sebelumnya tidak terlihat.
Karya Raya adalah panggung kreativitas bagi anak-anak Indonesia. Inisiatif tahunan dari Bookabook dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta ini mengajak anak-anak mengubah imajinasi mereka menjadi buku bermakna. Semua karya bisa dinikmati di perpustakaan online Bookabook (byme.bookabook.id) dan dipamerkan langsung di Perpustakaan Jakarta. Puncaknya, Perayaan Karya Raya menghadirkan keseruan tanpa batas—dari Tell-a-tale Storytelling Contest hingga Lakukaryaku Booth—memberi anak-anak kesempatan memamerkan dan mempromosikan hasil karya mereka secara langsung.
Rangkaian Karya Raya 2025 dimulai dengan Pameran buku cerita karya anak di Perpustakaan Jakarta, 6 - 25 september 2025 dan dilanjutkan pada Perayaan di tanggal 26–28 September 2025, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Acara seremonial pembukaan Perayaan Karya Raya 2025 pada 26 September 2025 dibuka dan diresmikan oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Ibu Irene Umar bersama Founder Bookabook & Karya Raya Bapak Ernest Junius, dan dihadiri oleh sejumlah pejabat pemerintah antara lain Askesra Setda Provinsi DKI Jakarta Bapak Ali Maulana Hakim, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Bapak Nasruddin Djoko Surjono, Kepala Pusat Perbukuan, Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen Bapak Supriyatno, serta Kepala Perpustakaan Jakarta dan PDS HB Jassin Bapak Diki Lukman Hakim.
Pembukaan Karya Raya 2025 ditandai dengan penyerahan 100 buku pilihan untuk menjadi koleksi permanen perpustakaan kepada perwakilan sekolah, sekaligus penganugerahan MURI “Pameran Buku Karya Anak Terbanyak”.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Ibu Irene Umar menyampaikan, “Kami menyambut baik hadirnya inisiatif seperti Karya Raya yang menyediakan ruang ekspresi kreatif bagi anak-anak. Di tengah maraknya penggunaan gawai sejak usia dini, kegiatan
seperti ini menjadi alternatif yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga bermanfaat bagi tumbuh kembang anak. Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak penyelenggara yang telah menghadirkan program edukatif, kreatif, dan inklusif ini. Harapannya, Karya Raya dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak anak di berbagai daerah, mendorong lahirnya generasi yang imajinatif, percaya diri, dan cinta berkarya.”
Founder Bookabook dan Karya Raya, Bapak Ernest Junius, menambahkan, “Melalui Karya Raya, kami ingin memberikan anak-anak Indonesia panggung untuk menyalurkan imajinasi mereka, belajar menghargai proses berkarya, menemukan bakat mereka, dan membangun percaya diri. Kami bangga bisa menghadirkan Karya Raya bersama berbagai pihak, dari pemerintah hingga sektor swasta, untuk memastikan anak-anak memiliki wadah tepat mengekspresikan kreativitas mereka.”
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta, menekankan pentingnya literasi sejak dini bagi perkembangan anak. “Menumbuhkan literasi sejak kecil adalah kunci bagi anak-anak agar kreatif dan kritis. Karya Raya menjadi contoh nyata bagaimana literasi bisa dikemas secara menyenangkan dan kreatif. Anak-anak tidak hanya belajar membaca dan menulis, tetapi juga memahami nilai dari karya mereka sendiri, membangun percaya diri, dan menumbuhkan cinta pada buku sejak dini,” jelasnya.
Selama tiga hari pelaksanaan Perayaan Karya Raya 2025, para pengunjung dapat menikmati beragam hasil karya anak Indonesia sekaligus mengikuti aktivitas dan workshop yang seru dan edukatif. Beberapa di antaranya:
● Pameran 1.800 buku cerita karya anak, memecahkan rekor MURI
● Storytelling, menampilkan ratusan anak berekspresi melalui cerita
● Lakukaryaku Booth, di mana anak-anak bisa berjualan karya mereka dan memahami nilai dari karyanya
● Awarding Ceremony dengan kategori unik
● Graduation Day, bagi anak-anak yang berhasil menyelesaikan karyanya
● Beragam kegiatan edukatif dan menghibur, termasuk games, workshop, offi cial merchandise, hingga stamp-rally dengan claw-machine berhadiah
Awarding ceremony akan digelar pada Hari Sabtu, 27 September 2025 dengan berbagai kategori unik antara lain Creative Canvas Award, Giggle-licious Tale Award, Inspiration Spark Award, Imagination Wizard Award, Comic Champ Award, Character Crush Award, Serial Storyteller Award, dan Special Spotlight Award.
Hari terakhir, Minggu, 28 September, menandai puncak perayaan Graduation Day, di mana anak-anak yang berhasil menyelesaikan bukunya diundang ke panggung untuk menerima sertifi kat dan buku karya mereka sendiri.
Karya Raya 2025 didukung oleh Pusat Perbukuan Kemendikdasmen, Canva, OCBC, Toys Kingdom, Chupa Chups, Living English, Nestle, Jungle Juice dan masih banyak lagi. Acara semakin meriah dengan penampilan dari Quinn Salman, Glitter, dan Sogi Indra Dhuaja.
Partisipasi ribuan kreator cilik yang menemukan wadah berekspresi sekaligus mendapat apresiasi publik mempertegas pentingnya dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan sektor swasta. Karya Raya membuktikan bahwa kreativitas anak Indonesia merupakan aset berharga yang patut dirayakan.
Tentang Bookabook.id
Didirikan sejak 2017, Bookabook.id merupakan pelopor revolusi literasi anak Indonesia berbasis teknologi, yang menghadirkan personalisasi buku dan aplikasi edukatif. Misi kami adalah untuk mendukung anak-anak Indonesia melalui berbagai platform-buku, acara, dan sumber daya digital. Mendorong ekosistem inklusif yang bertujuan untuk memberdayakan anak-anak dengan alat yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan hari ini dan menjadi pemimpin inovatif di masa depan. Bookabook.id percaya bahwa membaca bukan sekadar kemampuan teknis. Generasi mendatang harus menjadi pembaca yang antusias dan kritis. Di bookabook.id, kami selalu berkomitmen untuk menciptakan buku anak-anak berkualitas, karena kami percaya bahwa minat baca harus dipupuk sejak dini. (M. Arief)
Jakarta, 7 Februari 2026 – Perpustakaan Cikini Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin bekerja sama dengan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Universitas Diponegoro menghadirkan kegiatan membaca nyaring dengan sasaran anak-anak bertajuk Little Stories, Big Dream. Suasana hangat dan penuh semangat mewarnai kegiatan ini yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 7 Februari 2026 di Bilik Cerita Anak Lantai 4, Perpustakaan Jakarta Cikini.
Acara ini menghadirkan Imran Laha sebagai narasumber, seorang editor sekaligus penulis buku anak yang memandu sesi membaca nyaring secara interaktif bersama anak-anak. Alur cerita disampaikan dengan ekspresif. Mereka pun diajak berpartisipasi aktif dalam diskusi singkat terkait isi cerita fabel dan pesan karakter yang terkandung di dalamnya. Usai kegiatan membaca nyaring selesai, Kak Imran Laha memberikan 20 buku anak-anak secara gratis kepada peserta sebagai bentuk dukungan literasi sejak dini. Pembagian buku ini disambut dengan penuh antusias oleh para peserta.
Di sela kegiatan acara, panitia juga mengadakan permainan "Mendekat, Menjauh, Kau Kutangkap" yang dirancang meriah dengan membentuk kelompok kecil beranggotakan dua orang, sebagai upaya melatih fokus dan bertujuan agar anak-anak dapat berinteraksi antara satu sama lain. Peserta yang aktif dalam permainan juga mendapatkan hadiah dari panitia.
Salah satu momen terbaik dari kegiatan acara ini adalah anak-anak mulai menuliskan mimpi dan harapan mereka pada kertas berbentuk buah apel dan lemon menggunakan spidol warna-warni yang telah disediakan, lalu menempelkannya pada Pohon Harapan. Selanjutnya, panitia mengajak anak-anak untuk secara sukarela berani menyampaikan cita-cita mereka di hadapan peserta lain.
Salah satu peserta, Adeva, mengungkapkan alasannya, “Aku bercita-cita jadi guru dan artis. Jadi guru karena ingin membuat orang lain pintar, sedangkan menjadi artis hanya karena keinginan pribadi.” Beberapa anak lainnya juga menyebutkan cita-cita seperti menjadi dokter anak, astronot, karyawan swasta, dan berbagai profesi lainnya.
Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan keberanian serta meningkatkan rasa percaya diri anak-anak dalam menyampaikan impian mereka di masa depan, sekaligus menjadi simbol motivasi untuk terus giat belajar. Ide kreatif ini digagas oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Universitas Diponegoro, yaitu Nikita Catriona, Rafie Budiansyah Ramadhan, Ade Muhammad Fawwaz, dan Alya Fazila.
Pada puncak penutup kegiatan, panitia menyerahkan plakat penghargaan kepada Kak Imran sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya dalam mendukung literasi anak, kemudian dilanjutkan dengan dokumentasi bersama seluruh peserta yang hadir. Melalui kegiatan Little Stories, Big Dream, menunjukkan peran perpustakaan menjadi ruang belajar yang ramah dan kreativitas tanpa batas secara inklusif bagi anak-anak.
Editor:Nikita Catriona