Bimtek Pengelola Perpustakaan Sekolah Jakarta Pusat Tingkatkan Kompetensi dan Kesiapan Akreditasi
Jakarta Pusat – Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelola Perpustakaan Sekolah Tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan kapasitas pengelola perpustakaan sekolah dalam mewujudkan layanan perpustakaan yang berkualitas, profesional, dan sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan (SNP).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini dilaksanakan pada Rabu, 10 Juni 2026 untuk pengelola perpustakaan jenjang SD/MI dan Kamis, 11 Juni 2026 untuk pengelola perpustakaan jenjang SMP/MTs. Kegiatan diikuti oleh para pengelola perpustakaan sekolah di wilayah Kota Administrasi Jakarta Pusat dengan antusiasme yang tinggi.
Bimtek menghadirkan narasumber dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang berkompeten di bidang pengelolaan dan akreditasi perpustakaan, yaitu Renda Khris Ardhi Artha, selaku Pustakawan Ahli Madya dan Ketua Kelompok Kerja Akreditasi Perpustakaan Nasional RI, serta Zeinia Maulida, selaku Pustakawan Ahli Muda Perpustakaan Nasional RI.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penguatan materi mengenai pengelolaan perpustakaan sekolah berdasarkan Standar Nasional Perpustakaan, strategi peningkatan mutu layanan perpustakaan, serta persiapan menghadapi proses akreditasi perpustakaan sebagai salah satu indikator kualitas penyelenggaraan layanan perpustakaan sekolah.
Kepala Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat dalam sambutannya menyampaikan bahwa perpustakaan saat ini memiliki peran yang semakin strategis di tengah perkembangan teknologi informasi yang berlangsung sangat cepat. Perpustakaan tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi bacaan, melainkan telah berkembang menjadi pusat pembelajaran, sumber pengetahuan, ruang kreativitas, serta sarana pengembangan budaya literasi bagi peserta didik.
Perubahan tersebut menuntut pengelola perpustakaan untuk terus meningkatkan kompetensi dan kemampuan adaptasi. Keterampilan belajar sepanjang hayat (learning skills), kecakapan literasi (literacy skills), serta keterampilan hidup (life skills) menjadi bekal penting agar perpustakaan mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia pendidikan yang terus berkembang.
Melalui bimbingan teknis ini, para peserta diharapkan mampu memperkuat pemahaman dan keterampilan dalam mengelola perpustakaan sekolah sesuai standar yang berlaku, sekaligus meningkatkan kesiapan perpustakaan sekolah dalam mengikuti akreditasi. Akreditasi tidak hanya instrumen penilaian semata, tetapi juga menjadi sarana evaluasi dan peningkatan mutu layanan perpustakaan secara berkelanjutan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat dalam melaksanakan amanat Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Perpustakaan yang menegaskan pentingnya pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia perpustakaan.
Dengan pengelolaan yang baik dan didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten, perpustakaan sekolah diharapkan dapat menjadi ruang yang nyaman, menyenangkan, dan inspiratif bagi peserta didik untuk membaca, belajar, berkreasi, serta mengembangkan potensi dirinya. Pada akhirnya, upaya tersebut akan berkontribusi pada tumbuhnya budaya gemar membaca dan peningkatan kualitas literasi masyarakat.
Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para narasumber dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia atas ilmu, pengalaman, dan praktik baik yang telah dibagikan kepada para peserta. Ucapan terima kasih juga diberikan kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan sekolah di Jakarta Pusat.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat
IG: @perpusjkt_pusat
Merangkai Kembali Harapan Lewat Buku dan Cerita, Perpustakaan Jakarta Pusat Hadirkan Aktivitas Literasi Pascabencana bagi Anak-Anak Korban Kebakaran Kemayoran
Dalam rangka mendukung pemulihan psikososial pascabencana, Perpustakaan Jakarta Pusat menggelar Roadshow Workshop Membaca bertema “Merangkai Kembali Harapan Lewat Buku dan Cerita” bagi anak-anak terdampak kebakaran di kawasan Pasar Jiung, Kecamatan Kemayoran pada Rabu (3/6). Kegiatan yang dilaksanakan di area pengungsian Lapangan Jusuf Hamka ini menghadirkan berbagai aktivitas literasi yang edukatif dan menghibur bersama Kak Izul serta Tim Mobil Literasi (MOLI) Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat.
Program ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang aman dan menenangkan bagi anak-anak di tengah situasi pascabencana. Melalui pendekatan literasi yang interaktif, peserta diajak untuk kembali membangun semangat, harapan, dan keceriaan melalui buku dan cerita.
Kegiatan diawali dengan Dongeng Literasi bersama Kak Izul yang menyuguhkan cerita inspiratif penuh nilai positif. Dengan gaya bercerita yang hangat dan komunikatif, Kak Izul berhasil menghidupkan suasana pengungsian menjadi lebih ceria. Anak-anak tampak antusias mengikuti jalannya cerita, berinteraksi dengan pendongeng, serta menyampaikan pendapat dan imajinasi mereka. Dongeng yang disampaikan tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pesan tentang ketangguhan dan pentingnya menjaga semangat dalam menghadapi berbagai tantangan.
Setelah sesi dongeng, peserta mengikuti LiterAksi: Mewarnai Bersama tim Moli dan Kak Izul. Kegiatan ini menjadi sarana bagi anak-anak untuk mengekspresikan perasaan dan kreativitas mereka melalui warna-warna yang dituangkan pada berbagai gambar menarik. Suasana penuh semangat dan keceriaan terlihat ketika peserta saling menunjukkan hasil karya mereka kepada teman-teman dan pendamping. Apresiasi yang diberikan kepada peserta terpilih juga turut menghidupkan keceriaan pada suasana Roadshow kali ini.
Keseruan berlanjut melalui kegiatan Baca Seru bersama Mobil Literasi (MOLI). Beragam koleksi buku anak yang dibawa MOLI menarik perhatian peserta untuk membaca dan mengeksplorasi berbagai cerita serta pengetahuan baru. Kehadiran perpustakaan bergerak ini memberikan akses bacaan yang mudah dijangkau sekaligus menghadirkan pengalaman membaca yang menyenangkan di lingkungan pengungsian.
Kepala Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat, Wahyu Prabowo menyampaikan bahwa kegiatan Roadshow Workshop Membaca bertema “Merangkai Kembali Harapan Lewat Buku dan Cerita” merupakan wujud kepedulian Perpustakaan Jakarta Pusat terhadap anak-anak yang terdampak musibah kebakaran di kawasan Pasar Jiung, Kemayoran.
“Kami berharap kehadiran perpustakaan di tengah situasi pascabencana tidak hanya memberikan akses bacaan, tetapi juga menjadi sarana pemulihan psikososial bagi anak-anak. Melalui kegiatan mendongeng, mewarnai, dan membaca bersama, kami ingin menghadirkan suasana yang menyenangkan, membangkitkan semangat, serta membantu mereka kembali menemukan rasa aman dan percaya diri,” ujarnya.
Menurutnya, literasi memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar meningkatkan minat baca. Buku dan cerita dapat menjadi media yang efektif untuk menumbuhkan optimisme, memperkuat daya tahan mental, serta membantu anak-anak mengekspresikan perasaan mereka setelah mengalami peristiwa yang tidak mudah.
“Kami melihat antusiasme yang luar biasa dari anak-anak selama kegiatan berlangsung. Hal ini menunjukkan bahwa ruang-ruang literasi yang hangat dan inklusif sangat dibutuhkan, terutama dalam kondisi darurat atau pascabencana. Karena itu, kami akan terus berupaya menghadirkan layanan literasi yang dekat dengan masyarakat melalui Mobil Literasi dan berbagai program perpustakaan lainnya,” tambahnya.
Ia juga berharap kegiatan ini dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak dan keluarga terdampak untuk terus menatap masa depan dengan penuh harapan. “Sejalan dengan tema kegiatan, kami percaya bahwa melalui buku, cerita, dan kebersamaan, harapan dapat dirangkai kembali dan tumbuh menjadi kekuatan untuk bangkit menghadapi berbagai tantangan,” tutupnya.
Dalam rangka mendukung implementasi Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber, Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat bersama Kelurahan Bendungan Hilir menyelenggarakan kegiatan Roadshow Workshop Membaca bertema “Sampahku Tanggung Jawabku” di RPTRA Melati 04. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya edukatif untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini melalui pendekatan literasi yang interaktif dan menyenangkan.
Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan anak-anak dan masyarakat sekitar RPTRA Melati 04 dalam berbagai aktivitas literasi bertema lingkungan. Acara dibuka secara resmi oleh Lurah Bendungan Hilir, Agung Suryansyah Noor, serta Kepala Seksi Perpustakaan, Noor Muchyadi, yang hadir mewakili Kepala Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat.
Dalam sambutannya disampaikan bahwa gerakan pemilahan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Melalui kegiatan literasi seperti workshop membaca ini, diharapkan pesan tentang pentingnya menjaga lingkungan dapat diterima dengan lebih mudah dan menyenangkan oleh anak-anak maupun keluarga.
Kegiatan diawali dengan dongeng literasi pemilahan sampah bersama Kak Palupi dari Komunitas FGL yang mengajak peserta memahami pentingnya memilah sampah organik dan anorganik melalui cerita yang komunikatif dan interaktif. Suasana semakin semarak ketika peserta diajak berdiskusi dan menjawab pertanyaan seputar kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan di rumah maupun di sekolah.
Selanjutnya, peserta mengikuti sesi “Literaksi”, yakni edukasi pemilahan dan pengolahan sampah bersama RPTRA Melati 04. Dalam sesi ini, peserta dikenalkan pada langkah sederhana pengelolaan sampah dari sumber, mulai dari memilah sampah rumah tangga hingga memahami manfaat pengolahan sampah yang tepat bagi lingkungan sekitar.
Kegiatan juga diramaikan dengan “Baca Seru Bersama Mobil Literasi” yang menghadirkan beragam koleksi bacaan anak dan edukasi lingkungan. Kehadiran layanan mobil literasi menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta untuk membaca, belajar, dan mengeksplorasi pengetahuan baru dengan suasana yang menyenangkan.
Hangat dan Edukatif, Dongeng Ceria Sambut Peresmian Kantor Lurah Senen
Kegiatan peresmian Kantor Lurah Senen berlangsung meriah dan penuh makna melalui penyelenggaraan aktivitas literasi bertajuk “Dongeng Ceria dan Inspiratif” yang menjadi bagian dari rangkaian peresmian. Acara ini dilaksanakan pada Senin (4/5) pukul 08.30 WIB di RPTRA Planet Senen melalui sinergi bersama Sudin Pusip Jakarta Pusat yang melibatkan tim Perpustakaan menjadi bagian dari dongeng serta aktivitas literasi.
Kegiatan dongeng menjadi salah satu daya tarik utama yang mampu menghadirkan suasana hangat, edukatif, sekaligus menghibur bagi anak-anak yang hadir. Melalui cerita-cerita inspiratif yang disampaikan dengan penuh ekspresi dan interaksi, anak-anak diajak untuk mengenal nilai-nilai kebaikan, kejujuran, keberanian, serta pentingnya menjaga semangat belajar sejak dini. Pendekatan yang komunikatif dan menyenangkan membuat anak-anak tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga terlibat aktif dalam alur cerita.
Selain sesi dongeng, kegiatan ini juga diisi dengan berbagai aktivitas literasi yang bertujuan menumbuhkan minat baca dan kreativitas anak. Anak-anak diberikan kesempatan untuk membaca buku pilihan, berdiskusi ringan, hingga mewarnai goodiebag sebagai bagian dari penumbuhan kreativitas anak-anak. Kehadiran tim perpustakaan semakin memperkaya kegiatan melalui penyediaan bahan bacaan yang menarik dan sesuai dengan usia anak.
Selain peresmian kantor Lurah Senen, momentum peringatan Hari Anak Sedunia dalam kegiatan ini juga menjadi pengingat akan pentingnya memberikan ruang yang aman, nyaman, dan edukatif bagi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang. Peresmian Kantor Lurah Senen juga tidak hanya menjadi simbol peningkatan pelayanan publik, tetapi juga komitmen dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini melalui literasi.
Dengan terselenggaranya kegiatan “Dongeng Ceria dan Inspiratif” ini, diharapkan dapat menanamkan kecintaan terhadap membaca serta membangun karakter positif pada anak-anak di wilayah Senen. Kegiatan ini juga menjadi contoh sinergi antara pemerintah, perpustakaan, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak dan mendukung budaya literasi.
Provinsi DKI Jakarta mencatat nilai IPLM sebesar 95,03 pada tahun 2025, meningkat dari 94,16 pada tahun 2024. Capaian ini menunjukkan kategori sangat tinggi dan mencerminkan keberhasilan pembangunan literasi masyarakat yang didukung oleh layanan perpustakaan, koleksi, tenaga, kunjungan, keterlibatan masyarakat, dan keanggotaan. Wilayah dengan nilai tertinggi adalah Kota Jakarta Timur (99,21), sedangkan wilayah yang memerlukan perhatian khusus adalah Kabupaten Kepulauan Seribu (89,79).
|
No |
Unsur Pembangunan Literasi Masyarakat |
Nilai |
|
1 |
Pemerataan Layanan Perpustakaan (UPLM 1) |
0,0051 |
|
2 |
Ketercukupan Koleksi (UPLM 2) |
1,2048 |
|
3 |
Ketercukupan Tenaga Perpustakaan (UPLM 3) |
0,0077 |
|
4 |
Tingkat Kunjungan Masyarakat/Hari (UPLM 4) |
0,4035 |
|
5 |
Perpustakaan Ber-SNP (UPLM 5) |
3,7217 |
|
6 |
Keterlibatan Masyarakat (UPLM 6) |
0,4190 |
|
7 |
Anggota Perpustakaan (UPLM 7) |
0,8904 |
|
Wilayah |
Nilai IPLM |
|
Provinsi DKI Jakarta |
95,03 |
|
Jakarta Pusat |
95,12 |
|
Jakarta Utara |
95,22 |
|
Jakarta Barat |
95,03 |
|
Jakarta Selatan |
95,81 |
|
Jakarta Timur |
99,21 |
|
Kepulauan Seribu |
89,79 |
Secara umum, indikator UPLM 4, 5, 6, dan 7 menunjukkan performa yang baik dan melampaui standar minimal. Namun demikian, indikator ketercukupan koleksi dan pemerataan layanan masih memerlukan penguatan pada beberapa wilayah. Fokus kebijakan diarahkan pada peningkatan koleksi berbasis kebutuhan masyarakat, perluasan titik layanan, serta akselerasi pembinaan perpustakaan sesuai SNP. Rekomendasi strategis berdasarkan hasil kajian IPLM Provinsi DKI Jakarta tahun 2025 meliputi penguatan koleksi perpustakaan berbasis segmentasi wilayah dan kelompok usia, perluasan layanan perpustakaan digital dan layanan keliling, peningkatan pembinaan perpustakaan menuju standar SNP, serta penguatan program keanggotaan dan engagement masyarakat.
Perayaan Lebaran Betawi 2026 yang digelar pada 10–12 April 2026 di Lapangan Banteng tampil bukan sekadar sebagai ajang budaya tahunan, melainkan momen penting untuk memperkuat identitas lokal di tengah arus globalisasi. Mengusung tema utama “Lebaran Betawi untuk Jakarta: Memperkokoh Persatuan dalam Merawat Tradisi Menuju Jakarta Kota Global”, perayaan ini menegaskan bahwa modernisasi kota tidak harus menggerus akar budaya, tetapi justru dapat berjalan beriringan.
Di tengah kemeriahan pertunjukan seni, kuliner khas, dan tradisi Betawi, kehadiran Dispusip Provinsi DKI Jakarta diwujudkan melalui pameran arsip yang mengangkat wajah Jakarta tempo dulu. Beragam koleksi ditampilkan, mulai dari pameran buku-buku Kejakartaan, buku sastra dan kliping dari Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin, arsip foto, hingga dokumentasi visual perkembangan kota dari masa ke masa. Pameran ini menjadi ruang penting untuk memahami perjalanan Jakarta—dari kota tradisional hingga menuju kota global. Melalui arsip-arsip tersebut, pengunjung diajak menyadari bahwa transformasi Jakarta tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses panjang yang melibatkan dinamika sosial, budaya, dan politik. Di sinilah peran Dispusip Provinsi DKI Jakarta menjadi krusial yaitu menjaga ingatan kolektif sekaligus mengedukasi masyarakat agar tidak tercerabut dari sejarahnya. Dispusip hadir sebagai penghubung antara masa lalu, masa kini, dan masa depan. Arsip menjadi sumber pembelajaran, sementara literasi menjadi alat transformasi. Keduanya berpadu dalam upaya memperkuat persatuan masyarakat melalui pemahaman sejarah dan budaya bersama.
Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Sudin Pusip) Jakarta Pusat juga menjadi salah satu elemen yang memberi kedalaman makna pada acara ini. Tidak sekadar meramaikan, Sudin Pusip Jakarta Pusat menghadirkan pendekatan edukatif yang menghubungkan masyarakat dengan sejarah Jakarta secara lebih dekat dan reflektif melalui layanan Perpustakaan Keliling yang menjadi pusat aktivitas literasi interaktif. Program ini dirancang untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat, khususnya anak-anak dan keluarga yang hadir dalam perayaan.
Kegiatan membaca menjadi pintu masuk untuk mengenalkan nilai-nilai budaya Betawi secara ringan namun bermakna. Sementara itu, aktivitas menggambar dan mewarnai ondel-ondel menghadirkan pengalaman kreatif yang menyenangkan sekaligus edukatif. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak harus kaku, tetapi dapat dikemas secara inklusif dan menarik bagi generasi muda.
Lebaran Betawi 2026 membuktikan bahwa perayaan budaya dapat menjadi ruang kolaborasi lintas sektor. Dukungan Dispusip Provinsi DKI Jakarta menunjukkan bahwa pelestarian tradisi tidak hanya menjadi tanggung jawab pelaku budaya, tetapi juga institusi yang bergerak di bidang pengetahuan dan dokumentasi.
Melalui pameran arsip dan kegiatan literasi, Dispusip tidak hanya memeriahkan acara, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam memperkokoh persatuan masyarakat Jakarta. Upaya ini menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa di tengah transformasi menuju kota global, Jakarta tetap berpijak pada akar budayanya. Dengan demikian, Lebaran Betawi 2026 tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga refleksi kolektif—bahwa merawat tradisi adalah langkah strategis untuk melangkah maju sebagai kota dunia yang berkarakter.
JAKARTA UTARA – Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Sudin Pusip) Kota Administrasi Jakarta Utara terus berinovasi dalam mendekatkan literasi kepada anak-anak. Melalui layanan "Jemput Bola", Sudin Pusip menyelenggarakan kegiatan Read Aloud dan Dongeng bagi para murid di BKB Paud Rosella, Semper Timur, pada Jumat (06/03/2026).
Kegiatan edukatif ini dilaksanakan langsung di lingkungan sekolah yang beralamat di Jl. Kebantenan 2, RT.11/RW.5, Semper Timur, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Sebanyak 25 murid tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.
Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi nyata antara satuan pendidikan dan Sudin Pusip Jakarta Utara. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan minat baca dan kecintaan terhadap dunia literasi sejak usia sedini mungkin. Dengan menghadirkan suasana belajar yang berbeda, diharapkan anak-anak tidak hanya mengenal buku sebagai kewajiban, tetapi sebagai jendela dunia yang menyenangkan.
Bagaimana jalannya kegiatan tersebut? Pihak sekolah memanfaatkan layanan "Storytelling" dengan mengundang tim pendongeng profesional dari Sudin Pusip. Pada kesempatan kali ini, Kak Ali hadir sebagai sosok sentral yang memandu jalannya acara.
Dengan teknik Read Aloud (membacakan nyaring) dan metode mendongeng yang interaktif, Kak Ali berhasil menghidupkan suasana. Cerita-cerita yang dibawakan tidak hanya menarik secara visual dan auditori, tetapi juga disisipi dengan pesan-pesan moral yang mudah dipahami oleh anak-anak usia dini. Para peserta diajak berinteraksi aktif, menjawab pertanyaan, dan tertawa bersama mengikuti alur cerita yang inspiratif.
Melalui kegiatan ini, pihak BKB Paud Rosella berharap para siswa mendapatkan pengalaman literasi yang berkesan. Kehadiran tim perpustakaan langsung ke sekolah membuktikan bahwa akses terhadap ilmu pengetahuan dan hiburan edukatif kini semakin mudah dijangkau oleh masyarakat.