Jakarta Barat, 8 Oktober 2026 – Perpustakaan Jakarta Barat, Tanjung Duren, kembali menyelenggarakan kegiatan Wisata Literasi KECAPI bersama siswa kelas 1 dan 2 SDN Palmerah 17 pada Kamis (8/10). Mengusung tema “Musim Berubah, Pengetahuan Bertambah”, kegiatan ini mengajak anak-anak mengenal perpustakaan sekaligus mempelajari perbedaan musim hujan dan musim kemarau di Indonesia melalui aktivitas membaca, mendongeng, dan berkreasi.
Kegiatan dipandu oleh Kak Rama dan Kak Nasywa sebagai pembawa acara (MC). Rangkaian aktivitas meliputi pengenalan koleksi dan layanan perpustakaan, read aloud, mendongeng, permainan interaktif, serta kegiatan kreatif yang dirancang untuk menambah pengetahuan dan mengembangkan kreativitas anak.
Kegiatan diawali dengan pengenalan koleksi perpustakaan yang dipandu oleh Kak Mira dan Kak Devi. Anak-anak diperkenalkan dengan beragam bahan bacaan yang tersedia di Perpustakaan Jakarta Barat, mulai dari koleksi anak hingga koleksi remaja. Koleksi anak mencakup berbagai jenis bacaan, seperti buku cerita, buku dongeng, dan buku bergambar.
Selain itu, anak-anak diperkenalkan dengan buku pop-up dan buku Braille. Buku pop-up memiliki ilustrasi atau bagian yang dapat muncul ketika halaman dibuka sehingga menghadirkan tampilan tiga dimensi. Sementara itu, buku Braille menggunakan sistem tulisan berupa titik-titik timbul yang dapat diraba oleh pembaca tunanetra.
Pada sesi ini, anak-anak juga memperoleh informasi mengenai layanan perpustakaan. Perpustakaan Jakarta Barat melayani pengunjung setiap hari pukul 09.00–20.00 WIB, kecuali pada tanggal merah dan hari libur nasional. Pengunjung juga dapat memanfaatkan aplikasi JAKLITERA untuk meminjam maksimal dua buku dengan masa peminjaman selama 14 hari atau dua minggu, sesuai ketentuan layanan yang berlaku.
Pengenalan koleksi dan layanan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman anak-anak mengenai fungsi perpustakaan sebagai tempat untuk membaca, belajar, dan memperoleh pengetahuan.
Setelah mengenal koleksi perpustakaan, anak-anak mengikuti sesi read aloud bersama Kak Asih. Dalam kegiatan ini, Kak Asih membacakan cerita tentang Kancil dan Buaya, sementara anak-anak diajak menyimak alur cerita dan mengikuti petualangan tokoh-tokohnya.
Kegiatan membaca nyaring menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan buku kepada anak-anak melalui pengalaman membaca bersama yang menyenangkan. Selain membantu anak mengenal cerita, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk membangun kedekatan dengan buku sejak dini.
Suasana kegiatan semakin semarak melalui sesi mendongeng bersama Kak Vian. Anak-anak diajak menyimak kisah Peter Pan dan Tinker Bell yang menghadirkan petualangan kedua tokoh tersebut.
Melalui penyampaian cerita secara langsung, anak-anak dapat menikmati pengalaman literasi yang menghibur sekaligus mengenal dongeng sebagai salah satu bentuk bacaan yang dapat memperkaya imajinasi. Sesi mendongeng ini juga melengkapi kegiatan membaca bersama yang telah diikuti sebelumnya.
Tidak hanya berfokus pada buku dan cerita, Wisata Literasi KECAPI juga menghadirkan pembelajaran mengenai lingkungan. Kak Arsita mengajak anak-anak mengenal dua musim yang umum terjadi di Indonesia, yaitu musim hujan dan musim kemarau.
Anak-anak diperkenalkan dengan berbagai kondisi serta benda yang berkaitan dengan kedua musim tersebut. Melalui pengenalan ini, peserta diajak memahami perbedaan karakteristik musim hujan dan musim kemarau dalam kehidupan sehari-hari.
Sebelum melanjutkan ke aktivitas kreatif, anak-anak mengikuti ice breaking melalui kegiatan Jungle Dance. Aktivitas ini menjadi selingan yang menyenangkan sekaligus mengajak peserta bergerak bersama dan menjaga semangat selama kegiatan berlangsung.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan aktivitas kreatif yang dipandu oleh Kak Nia. Anak-anak menerima lembar gambar berisi berbagai objek yang berkaitan dengan musim hujan dan musim kemarau. Mereka diminta menggunting gambar, kemudian mengelompokkan dan menempelkannya pada bagian yang sesuai dengan masing-masing musim.
Melalui aktivitas ini, anak-anak diajak menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh sebelumnya. Selain mengenali perbedaan musim, mereka juga berlatih mengelompokkan objek, mengikuti instruksi, serta mengembangkan kreativitas dan keterampilan motorik halus.
Melalui Wisata Literasi KECAPI bertema “Musim Berubah, Pengetahuan Bertambah”, Perpustakaan Jakarta Barat menghadirkan pengalaman belajar yang memadukan literasi, pengetahuan lingkungan, dan kegiatan kreatif. Diharapkan, kegiatan ini dapat semakin mendekatkan anak-anak dengan perpustakaan sekaligus menumbuhkan minat baca dan rasa ingin tahu melalui pembelajaran yang menyenangkan.
Penulis:
1. Isnaeni Hanifah
2. Andini Riswati
3. Siti Muntiasih Marhama
Jakarta Barat, 7 Oktober 2026 – Perpustakaan Jakarta Barat, Tanjung Duren, mengajak anak-anak RA Al-Hamidiyah dan PAUD Matahari menjelajahi dunia literasi melalui kegiatan Wisata Literasi KECAPI bertema “Petualangan Menjelajah Negeri Literasi” pada Rabu (7/10). Kegiatan ini bertujuan mengenalkan perpustakaan sejak dini, menumbuhkan minat baca, serta mengembangkan kreativitas dan pengetahuan anak melalui berbagai aktivitas edukatif dan interaktif.
Kegiatan diawali dengan room tour untuk mengenalkan ruang dan layanan perpustakaan kepada anak-anak. Selanjutnya, peserta mengikuti rangkaian kegiatan di ruang kegiatan yang dipandu oleh Kak Mira sebagai pembawa acara (MC). Berbagai aktivitas diselenggarakan, mulai dari pengenalan koleksi perpustakaan, read aloud, mendongeng, pengenalan metamorfosis kupu-kupu, hingga mewarnai.
Dalam sesi room tour, anak-anak didampingi oleh Kak Norma dan Kak Arsita untuk berkeliling mengenal berbagai area di Perpustakaan Jakarta Barat. Area yang dikunjungi meliputi layanan remaja dan dewasa, kafetaria, area registrasi kunjungan, serta layanan anak.
Melalui kunjungan langsung ini, anak-anak memperoleh pengalaman mengenal lingkungan perpustakaan sekaligus mengetahui beragam fasilitas yang dapat dimanfaatkan untuk membaca dan belajar.
Setelah room tour, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan koleksi perpustakaan yang disampaikan oleh Kak Asih dan Kak Fadiya. Anak-anak diperkenalkan dengan beragam bacaan, mulai dari buku cerita, buku dongeng, dan buku bergambar untuk anak hingga koleksi bagi pembaca remaja.
Peserta juga diperkenalkan dengan buku pop-up dan buku Braille. Buku pop-up memiliki ilustrasi atau bagian yang dapat muncul ketika halaman dibuka sehingga menghadirkan tampilan tiga dimensi. Sementara itu, buku Braille merupakan buku dengan sistem tulisan berupa titik-titik timbul yang dapat diraba untuk membantu pembaca tunanetra mengakses informasi.
Pengenalan berbagai jenis koleksi ini memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk melihat secara langsung keberagaman bahan bacaan yang tersedia di perpustakaan.
Suasana kegiatan semakin menarik melalui sesi read aloud bersama Kak Hani. Dalam sesi ini, Kak Hani membacakan cerita tentang gajah dan semut, sementara anak-anak diajak menyimak alur cerita dan mengenal tokoh-tokoh di dalamnya.
Kegiatan membaca nyaring ini menjadi salah satu cara untuk mendekatkan anak-anak dengan buku melalui pengalaman membaca bersama yang menyenangkan. Selain itu, peserta juga mengikuti sesi mendongeng bersama Kak Vian yang membawakan kisah Pinokio.
Melalui kegiatan membaca nyaring dan mendongeng, anak-anak diajak menikmati cerita, mengenal beragam tokoh, serta membangun pengalaman positif dalam kegiatan literasi sejak usia dini.
Tidak hanya berfokus pada buku dan cerita, Wisata Literasi KECAPI juga menghadirkan kegiatan edukatif untuk mengenalkan alam kepada anak-anak. Kak Arsita mengajak peserta mempelajari tahapan metamorfosis kupu-kupu, mulai dari telur, ulat, kepompong, hingga menjadi kupu-kupu dewasa.
Pengenalan ini memberikan wawasan mengenai proses perubahan dalam siklus hidup kupu-kupu sekaligus memperluas pengetahuan anak tentang lingkungan dan makhluk hidup di sekitarnya.
Setelah mengenal metamorfosis kupu-kupu, anak-anak mengikuti kegiatan mewarnai gambar kupu-kupu yang dipandu oleh Kak Nia. Setiap peserta diberi kebebasan memilih warna dan menghias gambar sesuai dengan kreativitas masing-masing.
Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk mengekspresikan imajinasi sekaligus mengembangkan kreativitas melalui aktivitas sederhana yang menyenangkan.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, anak-anak mendapat kesempatan memilih dan membaca buku yang tersedia di mobil perpustakaan keliling milik Perpustakaan Jakarta Barat. Kesempatan ini diharapkan dapat menambah pengalaman anak dalam mengeksplorasi bacaan sesuai dengan minat mereka.
Melalui Wisata Literasi KECAPI bertema “Petualangan Menjelajah Negeri Literasi”, Perpustakaan Jakarta Barat menghadirkan pengalaman belajar yang memadukan pengenalan perpustakaan, kegiatan membaca, mendongeng, pengetahuan alam, dan kreativitas. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mendekatkan perpustakaan kepada anak-anak serta menumbuhkan ketertarikan terhadap buku dan kegiatan literasi sejak usia dini.
Penulis:
Isnaeni Hanifah
Siti Muntiasih Marhama
Nasywa Azarine Maheswari
Andini Riswati
Jakarta Barat, 1 Oktober 2026 – Perpustakaan Jakarta Barat kembali menyelenggarakan kegiatan DOREMI (Dongeng, Read Aloud, dan Permainan) bersama anak-anak KB/TK Al-Hikam pada Kamis (1/10). Kegiatan ini menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan melalui pengenalan ruang dan layanan perpustakaan, membaca nyaring, serta aktivitas kreatif yang sesuai dengan usia anak.
Kegiatan dipandu oleh Kak Hani sebagai pembawa acara (MC) dan diawali dengan pengenalan Perpustakaan Jakarta Barat. Selanjutnya, anak-anak mengikuti sesi read aloud bersama Kak Nia, Duta Baca Jakarta Barat 2026, serta berkreasi melalui kegiatan mewarnai topeng bergambar hewan.
Pada sesi pengenalan perpustakaan, anak-anak diajak mengenal berbagai ruang yang tersedia, mulai dari ruang baca anak hingga ruang remaja dan dewasa. Mereka juga diperkenalkan dengan beragam koleksi bacaan, seperti buku cerita, buku dongeng, dan buku pop-up yang memiliki tampilan menarik.
Selain mengenal ruang dan koleksi, anak-anak memperoleh informasi mengenai jam operasional perpustakaan serta layanan peminjaman buku. Pengunjung dapat meminjam maksimal dua buku dengan jangka waktu peminjaman hingga dua minggu. Untuk memanfaatkan layanan tersebut, pengunjung perlu melakukan proses peminjaman melalui JAKLITERA, layanan perpustakaan digital.
Pengenalan ini diharapkan dapat membantu anak-anak memahami fasilitas yang tersedia sekaligus menumbuhkan ketertarikan untuk berkunjung dan membaca di perpustakaan.
Suasana kegiatan semakin meriah saat anak-anak mengikuti sesi read aloud bersama Kak Nia, Duta Baca Jakarta Barat 2026. Dalam sesi ini, Kak Nia membacakan buku Ulah Si Tiju sambil mengajak anak-anak menyimak cerita bersama.
Melalui kegiatan membaca nyaring, anak-anak diperkenalkan pada buku dan cerita dengan cara yang interaktif. Aktivitas ini juga menjadi kesempatan bagi mereka untuk menikmati pengalaman membaca bersama dalam suasana yang menyenangkan.
Setelah menyimak cerita, anak-anak melanjutkan kegiatan dengan mewarnai topeng bergambar hewan. Setiap anak mendapatkan topeng yang dapat dihias menggunakan warna sesuai pilihan dan imajinasi masing-masing.
Kegiatan ini memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus menghasilkan karya sederhana yang dapat mereka banggakan. Perpaduan antara kegiatan membaca dan berkarya menjadikan rangkaian DOREMI sebagai pengalaman belajar yang beragam dan menyenangkan.
Menjelang akhir kegiatan, anak-anak mendapatkan kesempatan untuk memilih dan membaca buku yang tersedia di mobil perpustakaan keliling PITUNG (Pustaka Informatif Untuk Warg). Dengan antusias, mereka bergantian memilih buku sesuai minat masing-masing.
Kesempatan ini menjadi bagian penting dari kunjungan karena anak-anak dapat berinteraksi langsung dengan beragam bahan bacaan di luar sesi membaca bersama. Mereka juga dapat mulai mengenali jenis buku dan cerita yang menarik bagi mereka.
Melalui kegiatan DOREMI, Perpustakaan Jakarta Barat menghadirkan pengalaman literasi yang memadukan pengenalan perpustakaan, membaca nyaring, aktivitas kreatif, dan eksplorasi koleksi bacaan. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mendekatkan perpustakaan kepada anak-anak sejak usia dini serta memperkenalkan perpustakaan sebagai ruang belajar, bereksplorasi, dan menikmati buku dengan cara yang menyenangkan.
Penulis: Isnaeni Hanifah
Editor : NT
Jakarta Pusat, 29 September 2026 – Di tengah banyaknya informasi yang dapat ditemukan hanya dengan membuka layar ponsel, kemampuan untuk memilih dan memahami informasi menjadi hal yang semakin penting. Bagi pelajar, dunia digital tidak hanya menjadi tempat untuk mencari informasi, tetapi juga ruang untuk berkomunikasi, berbagi, dan membentuk kebiasaan sehari-hari. Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan Duta Baca Goes to SMKN 34 Jakarta bersama Duta Baca Jakarta Pusat 2026, Yudhi Bagastian, Selasa (29/9).
Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Duta Baca Jakarta Pusat Tahun 2026 tersebut diselenggarakan oleh Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jakarta Pusat melalui Perpustakaan Jakarta Pusat dalam rangka memperingati Hari Akses Informasi Internasional. Kegiatan dibuka oleh Kepala Seksi Perpustakaan, Noor Muchyadi , dan berlangsung di SMKN 34 Jakarta, Jalan Kramat Raya No. 93, Paseban, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, mulai pukul 08.00 WIB.
Pertemuan antara Duta Baca dan para pelajar kali ini tidak hanya berbicara mengenai kegiatan membaca dalam pengertian yang sederhana. Peserta juga diajak melihat bagaimana kebiasaan memperoleh informasi telah berubah seiring dengan perkembangan teknologi. Berbagai informasi dapat ditemukan dengan cepat, tetapi tidak semuanya dapat langsung dipercaya.
Melalui materi “Cerdas Digital”, Kak Yudhi mengajak para pelajar untuk lebih kritis ketika menemukan informasi di ruang digital. Informasi yang muncul di media sosial maupun internet perlu diperiksa dan dievaluasi terlebih dahulu sebelum dipercaya ataupun disebarkan kembali. Kebiasaan tersebut menjadi penting agar pelajar tidak mudah menerima informasi hanya karena informasi tersebut terlihat menarik atau banyak dibagikan.
Pembahasan kemudian tidak berhenti pada persoalan benar atau salahnya sebuah informasi. Penggunaan ruang digital juga berkaitan dengan keamanan dan privasi. Para pelajar diingatkan untuk lebih memperhatikan data pribadi serta menjaga keamanan ketika melakukan berbagai aktivitas di internet.
Cara berkomunikasi di ruang digital turut menjadi bagian dari pesan yang disampaikan. Kemudahan dalam memberikan komentar, mengunggah sesuatu, maupun membagikan informasi perlu diimbangi dengan tanggung jawab. Setiap aktivitas yang dilakukan di internet dapat meninggalkan jejak digital sehingga penggunaan media sosial perlu dilakukan secara bijak.
Suasana kegiatan juga diarahkan agar para pelajar tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi mampu menggunakan teknologi untuk hal-hal yang memberikan manfaat. Komunikasi positif dan kebiasaan membagikan konten yang bermanfaat menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan digital yang lebih baik.
Kegiatan di SMKN 34 Jakarta ini memperlihatkan bahwa literasi pada saat ini memiliki ruang yang lebih luas. Membaca tidak hanya berkaitan dengan buku, tetapi juga dengan kemampuan memahami informasi yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Ketika informasi datang dari berbagai arah, kemampuan untuk berpikir kritis menjadi bagian penting dari kecakapan literasi.
Melalui kehadiran Duta Baca Jakarta Pusat, kegiatan literasi juga dibawa lebih dekat dengan kehidupan pelajar. Cerdas digital bukan hanya tentang mampu menggunakan teknologi, tetapi juga tentang bagaimana seseorang mencari informasi, menilai kebenarannya, menjaga dirinya di ruang digital, serta menggunakan informasi secara bertanggung jawab.
Hapiz Hakil
Mahasiswa Universitas BSI - Magang
Jakarta Utara (28/09/2026) — Dalam rangka mengoptimalisasikan kualitas layanan publik khususnya dalam menumbuhkan budaya gemar membaca, pemerintah hadir melalui berbagai langkah strategis untuk memperkuat kesadaran literasi. Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Utara yang diberi amanah oleh Wali Kota Jakarta Utara dalam setiap pekan menyelenggarakan Pentas Literasi tepatnya pada Senin, 28 September 2026 bertema “Bantuan Sosial di Kalangan Pelajar” berkolaborasi dengan Suku Dinas Sosial Kota Administrasi Jakarta Utara diikuti oleh 30 Pelajar SMPN 277 yang bertempat di Kantor Walikota Jakarta Utara, Pojok Baca Digital (POCADI) mulai pukul jam 08.00 sampai jam 11.00 WIB.
Kegiatan diawali dengan pengenalan Layanan Perpustakaan baik Perpustakaan Stationary atau Perpustakaan Keliling, serta tata cara peminjaman buku dan berbagai agenda seru mencakup Roadshow Workshop Membaca, Baca Jakarta, Lomba Menulis, Hanjaba dan lainnya yang bisa diikuti pelajar. Aktivitas ini menjadi pintu masuk dalam mengenalkan perpustakaan sebagai ruang tumbuh kembang, fasilitas yang memadai, dan akses terbuka bagi siapapun.
Memasuki sesi materi, narasumber Tim Penyuluh Sosial diantaranya yang paling vokal Ibu Gus memberikan paparan mengenai program Bantuan Sosial (Bansos), mencakup dua skema utama dari Pusat dan Pemda. Khusus di Jakarta, terdapat program unggulan Bansos Pemenuhan Kebutuhan Dasar (PKD) yang mencakup Kartu Anak Jakarta (KAJ), Kartu Lansia Jakarta (KLJ), serta Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ) bagi warga yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) golongan 1 sampai 4. Narasumber menjelaskan bahwa setiap program memiliki kriteria ketat, seperti batasan usia anak 0 hingga 6 tahun untuk KAJ, usia minimal 60 tahun tanpa status pensiunan PNS untuk KLJ, serta kriteria keterbatasan fisik atau mental bagi penerima KPDJ yang berdomisili di DKI Jakarta.
Selain mengenalkan program bansos PKD, peserta juga diberikan pemahaman mengenai perbedaan bantuan yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan, termasuk manfaatnya bagi pelajar dan keluarga. Bantuan Dinas Sosial berfokus pada jaring pengaman sosial makro untuk meringankan beban ekonomi keluarga prasejahtera, sementara Dinas Pendidikan berfokus secara spesifik untuk menjamin akses belajar dan mencegah anak putus sekolah melalui program bantuan pendidikan. Sinergi lintas instansi ini diharapkan mampu memastikan segala bantuan yang telah diberikan tepat sasaran sehingga para pelajar dapat terus mengenyam pendidikan yang berkualitas tanpa terkendala faktor ekonomi keluarga. Melalui kegiatan ini, pelajar diharapkan dapat memahami informasi bantuan pemerintah secara tepat dan dapat menyebarluaskan informasi yang sesuai kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
Sesi selanjutnya diisi dengan kuis edukatif yang menjadi bagian dari rangkaian akhir acara. Peserta diajak menguji pemahaman terkait materi bantuan sosial yang telah disampaikan. Kemudian peserta yang dapat menjawab dengan tepat memperoleh souvenir sebagai bentuk apresiasi. Kegiatan ini berlangsung secara interaktif dan memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengingat kembali informasi yang telah diperoleh selama kegiatan.
Di akhir kegiatan, peserta, narasumber, dan panitia melakukan foto bersama sebagai dokumentasi sekaligus penanda berakhirnya acara dalam mendukung peningkatan literasi di Jakarta Utara.
Jakarta, 25 September 2026 — Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin menerima kunjungan Duta Besar Ecuador untuk Indonesia, H.E. Luis Arellano Jibaja, bersama Deputy Head of Mission Mr. Pablo Bonifaz Arboleda dan Sekretaris Kedutaan Ms. Batsheba Satyaalangghya, Jumat (25/9).
Kunjungan tersebut disambut oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta, Bapak Dr. Nasruddin Djoko Surjono, Kepala Unit Pengelola Perpustakaan Jakarta dan PDS H.B. Jassin, Bapak Diki Lukman Hakim, serta jajaran Perpustakaan Jakarta.
Rangkaian kunjungan dimulai dengan agenda simbolis donasi buku dari Kedutaan Besar Ekuador kepada Perpustakaan Jakarta. Kemudian, agenda berikut dilanjutkan dengan perpus tour yang meliputi area layanan perpustakaan, Pameran Karya Raya di lantai 4, dan International Book Corner di lantai 6.
Kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan di Ruang Rapat lantai 6. Pertemuan diawali dengan pemaparan mengenai Perpustakaan Jakarta, layanan, serta program yang tersedia bagi masyarakat di Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin, kemudian dilanjutkan dengan diskusi mengenai potensi kegiatan kebudayaan.
Dalam diskusi tersebut, pihak Kedutaan Besar Ekuador menyampaikan ketertarikannya untuk memperkenalkan Ekuador kepada masyarakat Indonesia, terutama kepada generasi - generasi muda, melalui berbagai aspek kebudayaan, termasuk literatur, film, gastronomi, dan seni.
Pertemuan turut membahas kemungkinan penyelenggaraan program kebudayaan Ekuador di Perpustakaan Jakarta pada masa mendatang, dengan harapan adanya pertukaran pengetahuan mengenai aspek kebudayaan antara Ekuador dan Indonesia.
Jakarta Barat, 18 September 2026 – Masih dalam rangka memeriahkan Hari Kunjung Perpustakaan, Perpustakaan Jakarta Barat Tanjung Duren kembali menggelar kegiatan Wisata Literasi KECAPI bersama anak-anak PAUD Little Precious pada Jumat (18/9). Mengusung tema “Jelajah Perpustakaan, Temukan Dunia Pengetahuan”, kegiatan ini mengajak anak-anak mengenal perpustakaan lebih dekat sekaligus memperoleh pengalaman belajar melalui berbagai aktivitas literasi dan edukasi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ice breaking dan pengenalan perpustakaan, kemudian dilanjutkan dengan read aloud, mendongeng, pengenalan siklus hidup kupu-kupu, serta kegiatan mewarnai. Beragam aktivitas tersebut menjadi sarana bagi anak-anak untuk mengenal perpustakaan sebagai tempat belajar, membaca, dan mengeksplorasi pengetahuan dengan cara yang menyenangkan.
Mengenal Perpustakaan sebagai Ruang Belajar
Kegiatan diawali dengan ice breaking yang dipandu oleh Kak Amar dan Kak Mira untuk membangun suasana yang menyenangkan serta mendorong keterlibatan anak-anak. Selanjutnya, anak-anak mengikuti sesi pengenalan Perpustakaan Jakarta Barat Tanjung Duren bersama Kak Asih dan Kak Devina. Pada sesi ini, anak-anak diperkenalkan dengan ruang koleksi anak beserta berbagai koleksi buku yang tersedia, serta ruang koleksi di lantai dua.
Anak-anak juga mendapatkan informasi mengenai jam operasional perpustakaan dan layanan peminjaman buku. Pengunjung dapat meminjam maksimal dua buku dengan jangka waktu peminjaman paling lama dua minggu. Untuk memanfaatkan layanan tersebut, pengunjung perlu mendaftarkan diri sebagai anggota melalui aplikasi JAKLITERA.
Selain itu, anak-anak diperkenalkan dengan buku pop-up yang memiliki tampilan ilustrasi tiga dimensi serta buku Braille yang digunakan oleh pembaca tunanetra. Pengenalan berbagai jenis koleksi ini memberikan gambaran kepada anak-anak mengenai beragam bahan bacaan yang dapat ditemukan di perpustakaan.
Membangun Ketertarikan Membaca melalui Cerita Singa dan Tikus
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi read aloud bersama Kak Hani yang membacakan cerita tentang singa dan tikus. Melalui cerita binatang tersebut, anak-anak diajak menyimak alur cerita serta mengenal tokoh-tokoh yang hadir di dalamnya.
Kegiatan membaca nyaring memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menikmati cerita melalui penyampaian yang menarik. Sesi ini juga menjadi salah satu cara memperkenalkan kegiatan membaca bersama sebagai pengalaman literasi yang menyenangkan.
Menyimak Kisah Pinokio melalui Kegiatan Mendongeng
Setelah sesi read aloud, anak-anak mengikuti kegiatan mendongeng yang dibawakan oleh Kak Vian. Kali ini, Kak Vian menyampaikan cerita tentang Pinokio yang mengajak anak-anak menyimak kisah melalui kegiatan mendongeng.
Penyampaian dongeng menjadi bagian dari pengalaman literasi yang menggabungkan cerita dan imajinasi. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak menikmati dunia cerita sekaligus mengenal dongeng sebagai salah satu bentuk bacaan dan hiburan yang dapat ditemukan dalam kegiatan literasi.
Menambah Pengetahuan tentang Siklus Hidup Kupu-Kupu
Kegiatan berikutnya diisi dengan pengenalan tumbuh kembang kupu-kupu yang disampaikan oleh Kak Arsita. Anak-anak diajak mengenal tahapan kehidupan kupu-kupu sebagai salah satu bagian dari pengetahuan tentang alam.
Pengenalan tersebut memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk memperoleh pengetahuan baru melalui tema yang dekat dengan lingkungan sekitar. Materi tentang kupu-kupu juga menjadi pengantar menuju kegiatan kreasi yang dilakukan pada sesi berikutnya.
Mengembangkan Kreativitas melalui Mewarnai Kupu-Kupu
Sebagai penutup rangkaian aktivitas, anak-anak mengikuti kegiatan kreasi bersama Kak Nia. Dalam kegiatan ini, anak-anak mewarnai gambar kupu-kupu sesuai dengan kreativitas masing-masing.
Aktivitas mewarnai memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mengekspresikan imajinasi sekaligus mengembangkan kreativitas melalui media gambar. Kegiatan ini juga menghubungkan materi tentang kupu-kupu yang telah diperkenalkan sebelumnya dengan aktivitas yang melibatkan anak-anak secara langsung.
Melalui Wisata Literasi KECAPI “Jelajah Perpustakaan, Temukan Dunia Pengetahuan”, Perpustakaan Jakarta Barat Tanjung Duren menghadirkan pengalaman belajar yang memadukan pengenalan layanan perpustakaan, kegiatan membaca, dongeng, pengetahuan alam, dan kreativitas. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan ketertarikan anak-anak terhadap buku dan perpustakaan serta memperkenalkan pengalaman belajar yang menyenangkan sejak usia dini.
Penulis:
1. Isnaeni Hanifah
2. Siti Muntiasih Marhama
3. Andini Riswati
Jakarta Barat, 16 September 2026 – Perpustakaan Jakarta Barat, Tanjung Duren, menggelar kegiatan Wisata Literasi KECAPI bersama anak-anak TK Risanti I, Rabu (16/9). Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kunjung Perpustakaan sekaligus mengenalkan perpustakaan sebagai ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak. Mengusung tema “Jelajah Perpustakaan, Selamatkan Lingkungan”, kegiatan ini memadukan pengenalan perpustakaan dengan aktivitas literasi dan edukasi lingkungan. Anak-anak mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari ice breaking, pengenalan perpustakaan, read aloud dan dongeng, hingga edukasi pemilahan sampah serta kreasi menggunakan media gambar.
Menjelajahi Perpustakaan dan Layanan Literasi
Kegiatan diawali dengan ice breaking yang dipandu oleh Kak Asih dan Kak Andin untuk membangun suasana yang menyenangkan dan interaktif. Selanjutnya, anak-anak mengikuti sesi pengenalan Perpustakaan Jakarta Barat bersama Kak Hani dan Kak Fadiya. Pada sesi ini, anak-anak diperkenalkan dengan berbagai fasilitas dan layanan perpustakaan, mulai dari koleksi anak di lantai satu, koleksi remaja dan dewasa di lantai dua, hingga fasilitas kafetaria.
Selain itu, anak-anak diperkenalkan dengan koleksi buku pop-up dan buku Braille yang tersedia di perpustakaan. Pengenalan juga mencakup informasi mengenai pendaftaran keanggotaan serta peminjaman buku melalui aplikasi JAKLITERA. Melalui sesi ini, anak-anak diajak mengenal perpustakaan sebagai ruang yang menyediakan beragam koleksi dan layanan untuk mendukung kegiatan literasi.
Membaca dan Mendengarkan Dongeng tentang Lingkungan
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan read aloud bersama Kak Nasywa menggunakan buku “Kula Cleans the Park”. Melalui cerita tentang kegiatan membersihkan taman, anak-anak diajak mengenal pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Cerita tersebut memperkenalkan gambaran lingkungan yang dapat menjadi kotor, tidak terawat, dan terganggu apabila sampah tidak dibuang pada tempatnya.
Setelah kegiatan read aloud, Kak Vian menyampaikan dongeng yang masih mengangkat tema lingkungan. Penyampaian cerita menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan pesan mengenai kebersihan dan kepedulian terhadap lingkungan melalui pengalaman literasi yang menarik serta sesuai dengan usia anak-anak.
Belajar Memilah Sampah Berdasarkan Jenisnya
Setelah sesi dongeng, anak-anak mengikuti edukasi pemilahan sampah bersama Kak Arsita. Pada sesi ini, anak-anak diperkenalkan dengan tiga jenis sampah, yaitu organik, anorganik, dan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), beserta warna tempat sampah yang digunakan, yaitu hijau untuk sampah organik, kuning untuk sampah anorganik, dan merah untuk sampah B3.
Untuk membantu anak-anak mengenali perbedaan jenis sampah, Kak Arsita menunjukkan berbagai contoh melalui gambar yang dicetak pada kertas. Media gambar tersebut digunakan untuk memperkenalkan contoh sampah berdasarkan kategorinya sekaligus memberikan pemahaman awal mengenai pentingnya membuang sampah sesuai dengan jenisnya.
Berkreasi Sambil Mengenal Pemilahan Sampah
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan aktivitas kreasi bersama Kak Nia. Anak-anak memperoleh lembar kerja yang berisi gambar berbagai jenis sampah dan gambar tempat sampah berwarna hijau, kuning, serta merah. Dalam kegiatan ini, anak-anak diminta menggunting gambar sampah yang tersedia, kemudian menempelkannya pada gambar tempat sampah sesuai dengan jenisnya.
Melalui aktivitas menggunting dan menempel, anak-anak memperoleh kesempatan untuk mempraktikkan kembali pengenalan jenis sampah yang telah disampaikan sebelumnya. Kegiatan ini memadukan kreativitas dengan edukasi lingkungan melalui aktivitas sederhana yang melibatkan anak-anak secara langsung.
Melalui Wisata Literasi KECAPI “Jelajah Perpustakaan, Selamatkan Lingkungan”, Perpustakaan Jakarta Barat menghadirkan pengalaman belajar yang memadukan literasi, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung tumbuhnya kebiasaan membaca sekaligus kesadaran untuk menjaga kebersihan sejak usia dini. Dengan pendekatan yang menyenangkan, anak-anak diperkenalkan pada pentingnya membaca dan membuang sampah pada tempatnya sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.
Penulis:
1. Isnaeni Hanifah
2. Siti Muntiasih Marhama
3. Andini Riswati
4. Nasywa Azarine Maheswari
Jakarta Utara (21/09/2026) — Dalam rangka mengoptimalisasikan kualitas layanan publik khususnya dalam menumbuhkan budaya gemar membaca, pemerintah hadir melalui berbagai langkah strategis untuk memperkuat kesadaran literasi. Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Utara yang diberi amanah oleh Wali Kota Jakarta Utara dalam setiap pekan menyelenggarakan Pentas Literasi tepatnya pada Senin, 21 September 2026 bertema “Jakpreneur dan Kewirausahaan” berkolaborasi dengan Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Administrasi Jakarta Utara diikuti oleh 30 Pelajar SMA/SMK yang bertempat di Kantor Walikota Jakarta Utara, Pojok Baca Digital (POCADI) mulai pukul jam 08.00 sampai jam 10.30 WIB.
Kegiatan diawali dengan pengenalan Layanan Perpustakaan baik Perpustakaan Stationary atau Perpustakaan Keliling, serta tata cara peminjaman buku dan berbagai agenda seru mencakup Baca Jakarta, Lomba Menulis, Bookcamp dan lainnya yang bisa diikuti pelajar. Aktivitas ini menjadi pintu masuk dalam mengenalkan perpustakaan sebagai ruang tumbuh kembang, fasilitas yang memadai, dan akses terbuka bagi siapapun.
Memasuki sesi materi, narasumber memberikan paparan inspiratif tentang kewirausahaan, mulai dari strategi membangun pola pikir wirausaha (mindset), pentingnya kreativitas menciptakan produk, hingga peluang terbuka luas bagi generasi muda di era digital saat ini. Peserta diajak memahami bahwa jiwa bisnis memiliki peran signifikan dalam menciptakan kemandirian ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan baru. Melalui pemaparan tersebut, peserta juga memperoleh wawasan teoretis serta termotivasi untuk berani mengambil langkah awal menjadi wirausahawan tangguh yang siap bersaing.
Selain membahas konsep dasar bisnis, peserta diajak memahami secara komprehensif 7 tahapan program pembinaan Jakpreneur yang siap mendampingi perjalanan usaha mereka dari nol. Hal ini dijelaskan sebagai berikut tahap Pendaftaran, Pelatihan, Pendampingan Usaha, pengurusan Perizinan resmi, strategi Pemasaran digital, dasar Pelaporan Keuangan, hingga akses Fasilitas Permodalan. Pembicaraan makin seru ketika narasumber mengulas studi kasus bisnis sukses yang dijalankan oleh para pemula di perkotaan contohnya dari Jakarta Utara. Dari sini, para peserta mendapatkan point of view dan menyadari saat merintis usaha bukan suatu hal yang rumit, melainkan sebuah proses terstruktur yang bisa mereka mulai dimanapun dan kapan saja.
Sesi selanjutnya yakni kuis edukatif menyedot perhatian seluruh peserta. Jauh dari kesan kaku layaknya ujian sekolah, kuis ini justru berubah menjadi ajang "siapa cepat dia dapat" yang diwarnai gelak tawa dan teriakan antusias khas pelajar SMA/SMK saat mencoba menebak pertanyaan seputar materi yang disampaikan.
Di akhir kegiatan, seluruhnya melakukan foto bersama antara peserta, narasumber, dan panitia sebagai dokumentasi sekaligus penanda berakhirnya acara dalam mendukung peningkatan literasi di Jakarta Utara.
Jakarta Pusat, 17 September 2026 – Mengenalkan pentingnya makanan bergizi kepada anak-anak dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Pesan tersebut hadir dalam kegiatan Promosi dan Pembudayaan Kegemaran Membaca Masyarakat bertajuk “Ikan Bergizi, Anak Sehat, Anak Hebat” yang digelar dalam rangka mendukung Safari Kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN), Kamis (17/9).
Kegiatan ini berlangsung di Musala Al-Fauz, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, mulai pukul 08.00 WIB. Anak-anak TK/PAUD/SPS di Kecamatan Cempaka Putih mengikuti rangkaian kegiatan edukatif yang memadukan literasi, dongeng, dan kebersamaan.
Kehadiran Camat Kecamatan Cempaka Putih dan Bunda PAUD Kecamatan Cempaka Putih turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan. Dalam sambutannya, keduanya menyampaikan pentingnya membangun kebiasaan hidup sehat sejak usia dini. Anak-anak perlu mendapatkan pengetahuan mengenai makanan bergizi dengan cara yang sesuai dengan dunia mereka, sehingga pesan yang disampaikan dapat lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam keseharian.
Suasana kegiatan semakin meriah dengan hadirnya Kak Eli, pendongeng profesional dan ventriloquist (ahli suara perut) asal Indonesia yang telah aktif sejak 2016. Dongeng dan penampilan interaktif menjadi cara Kak Eli meyampaikan pesan tentang ikan dan makanan bergizi dengan bahasa yang dekat dengan anak-anak.
Cerita yang disampaikan mengajak anak-anak mengenal ikan sebagai salah satu sumber makanan bergizi. Pesan mengenai pentingnya mengonsumsi ikan dikemas secara ringan sehingga mudah dipahami dan dinikmati oleh peserta.
Kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama. Anak-anak mendapatkan kesempatan untuk menikmati makanan sekaligus mengenal kebiasaan mengonsumsi makanan bergizi, termasuk ikan. Momen tersebut juga menciptakan suasana kebersamaan antara anak-anak, pendamping, dan seluruh peserta kegiatan.
Antusiasme anak-anak terlihat dalam sesi tanya jawab berhadiah seputar ikan. Anak-anak diajak menjawab pertanyaan sederhana dan menyebutkan berbagai jenis ikan yang dapat diolah menjadi makanan. Peserta yang mampu menjawab pertanyaan dengan baik mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi sekaligus dorongan untuk berani berpartisipasi.
Rangkaian kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang beragam bagi anak-anak. Mereka tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga menikmati dongeng, mengikuti tanya jawab, makan bersama, serta berinteraksi secara langsung dalam suasana yang menyenangkan.
Safari Kampanye GEMARIKAN menjadi salah satu cara mengenalkan ikan sebagai bagian dari pola konsumsi makanan bergizi sejak usia dini. Pendekatan edukatif yang dipadukan dengan cerita dan aktivitas literasi diharapkan dapat menumbuhkan ketertarikan anak untuk mengenal dan mengonsumsi ikan.
Kevin Hilmi Al Farizi
Mahasiswa Universitas BSI - Magang