Berita DISPUSIP DKI Jakarta
Pencarian Data


Kamis, 2 April 2026 | Fajar Andi Nugroho 6x

JAKARTA UTARA – Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Utara kembali menggelar kegiatan edukatif bertajuk Wisata Literasi. Kali ini, giliran 43 murid dari TK Islam Baitussalam yang berkesempatan mengeksplorasi kekayaan buku dan fasilitas perpustakaan pada Kamis (22/01/2026).

Kegiatan ini dipusatkan di Perpustakaan Jakarta Utara yang berlokasi di Jl. Logistik No.2, RT.4/RW.4, Tugu Selatan, Kecamatan Koja. Sejak pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, area perpustakaan dipenuhi dengan tawa dan keceriaan para siswa yang antusias mengikuti setiap rangkaian acara.

Mengapa Wisata Literasi Penting?

Tujuan utama diadakannya Wisata Literasi ini adalah sebagai sarana pengenalan perpustakaan bagi siswa di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA. Dengan mengenalkan berbagai macam layanan perpustakaan secara interaktif, diharapkan anak-anak tumbuh dengan kebiasaan membaca dan menganggap perpustakaan sebagai tempat yang menyenangkan, bukan sekadar ruang sunyi berisi buku.

Rangkaian Kegiatan yang Menarik

Bagaimana keseruan para murid TK Islam Baitussalam selama kegiatan berlangsung? Tim perpustakaan telah menyiapkan agenda yang beragam agar para peserta tetap bersemangat:

  1. Tur Perpustakaan: Para siswa diajak berkeliling untuk melihat langsung koleksi buku anak dan ruang baca yang nyaman.

  2. Pengenalan Layanan: Edukasi ringan mengenai cara memanfaatkan fasilitas perpustakaan sejak usia dini.

  3. Ekspresi Bakat: Selain bernyanyi bersama untuk membangun suasana, beberapa murid juga tampil berani menunjukkan bakat mereka di depan teman-temannya.

Puncak Acara: Dongeng Bersama Kak Dede

Suasana semakin meriah saat memasuki sesi dongeng. Kak Dede, pendongeng dari tim perpustakaan, tampil memukau dengan cerita yang penuh pesan moral dan gaya penyampaian yang jenaka. Sebanyak 43 murid tersebut tampak terpaku dan sesekali tertawa lepas mengikuti alur cerita yang dibawakan secara interaktif oleh Kak Dede.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para murid TK Islam Baitussalam membawa pulang pengalaman berkesan yang akan memicu rasa ingin tahu mereka untuk kembali lagi ke perpustakaan di lain waktu.

Perpustakaan Wisata Literasi

Kamis, 2 April 2026 | Fajar Andi Nugroho 2x

JAKARTA UTARA – Suasana gedung Perpustakaan Jakarta Utara tampak lebih ramai dan ceria dari biasanya pada Rabu (21/01/2026). Sebanyak 150 murid dari SD Al Rahmah hadir untuk mengikuti kegiatan Wisata Literasi, sebuah program edukatif yang dirancang untuk mendekatkan generasi muda dengan dunia pustaka.

Kegiatan ini berlangsung di markas besar Perpustakaan Jakarta Utara yang beralamat di Jl. Logistik No.2, RT.4/RW.4, Tugu Selatan, Kecamatan Koja. Dimulai tepat pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, para siswa tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang telah disiapkan oleh tim perpustakaan.

Mengapa Wisata Literasi Itu Penting?

Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah nyata untuk memperkenalkan fasilitas dan berbagai layanan perpustakaan kepada siswa dari jenjang PAUD hingga SMA. Tujuannya adalah menghapus kesan "kaku" pada perpustakaan dan menjadikannya tempat yang menyenangkan bagi anak-anak untuk belajar, sehingga minat baca mereka tumbuh sejak dini.

Rangkaian Kegiatan yang Seru dan Edukatif

Bagaimana para siswa menghabiskan waktu selama tiga jam di sana? Panitia telah mengemas kegiatan dengan sangat interaktif:

  • Library Tour: Murid-murid diajak berkeliling untuk melihat koleksi buku dan fasilitas yang ada.

  • Pengenalan Layanan: Petugas menjelaskan cara memanfaatkan layanan perpustakaan agar siswa tahu cara mencari informasi yang mereka butuhkan.

  • Unjuk Bakat: Tidak hanya menjadi penonton, para peserta juga diajak bernyanyi bersama dan menyaksikan penampilan dari teman-teman mereka sendiri di atas panggung.

Puncak Acara: Dongeng Bersama Kak Kus

Kemeriahan mencapai puncaknya saat sesi mendongeng dimulai. Kali ini, Kak Kus hadir sebagai pendongeng yang membawa suasana menjadi sangat hidup. Dengan gaya bercerita yang jenaka dan interaktif, Kak Kus berhasil memukau 150 murid SD Al Rahmah melalui kisah-kisah inspiratif yang sarat akan pesan moral.

Melalui kegiatan Wisata Literasi ini, diharapkan para murid tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga membawa pulang semangat baru untuk rajin membaca dan berkunjung kembali ke perpustakaan di masa mendatang.


Kamis, 2 April 2026 | Fajar Andi Nugroho 3x

JAKARTA UTARA – Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Utara kembali menghidupkan semangat membaca melalui program Wisata Literasi. Pada Senin (19/01/2026), sebanyak 100 murid dari SD Al Rahmah hadir memenuhi ruang perpustakaan untuk mengenal lebih dekat dunia pustaka.

Kegiatan ini dilaksanakan di Perpustakaan Jakarta Utara yang beralamat di Jl. Logistik No.2, RT.4/RW.4, Tugu Selatan, Kecamatan Koja. Sejak pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, suasana perpustakaan nampak lebih hidup dengan kehadiran para siswa yang antusias mengikuti rangkaian acara.

Mengenalkan Budaya Baca Sejak Dini

Program Wisata Literasi ini bertujuan sebagai sarana pengenalan fasilitas dan layanan perpustakaan kepada generasi muda, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA. Melalui kegiatan ini, diharapkan perpustakaan tidak hanya dipandang sebagai gudang buku, tetapi juga sebagai ruang publik yang menyenangkan untuk belajar dan berkreasi.

Rangkaian Kegiatan Interaktif

Bagaimana keseruan para murid SD Al Rahmah selama di lokasi? Tim perpustakaan telah menyiapkan berbagai agenda menarik agar para peserta tidak merasa bosan:

  1. Tur Perpustakaan: Para siswa diajak berkeliling melihat berbagai koleksi buku dan fasilitas modern yang tersedia.

  2. Edukasi Layanan: Petugas memberikan penjelasan mengenai cara menjadi anggota dan cara memanfaatkan layanan perpustakaan secara maksimal.

  3. Ajang Bakat & Bernyanyi: Peserta diajak bernyanyi bersama untuk memecahkan suasana, bahkan beberapa murid berani tampil menunjukkan bakat mereka di depan teman-temannya.

Puncak Acara Bersama Kak Anis

Daya tarik utama dalam kunjungan kali ini adalah sesi mendongeng yang dibawakan oleh Kak Anis. Dengan gaya bercerita yang imajinatif dan interaktif, Kak Anis berhasil menyihir 100 pasang mata peserta untuk masuk ke dalam alur cerita yang sarat akan pesan moral.

Kegiatan rutin ini diharapkan mampu memberikan kesan positif bagi murid-murid SD Al Rahmah, sehingga mereka memiliki motivasi tinggi untuk kembali berkunjung secara mandiri dan menjadikan membaca sebagai bagian dari gaya hidup mereka.

Perpustakaan Wisata Literasi

Kamis, 2 April 2026 | Fajar Andi Nugroho 3x

JAKARTA UTARA – Dalam upaya mengenalkan budaya membaca dan fasilitas literasi kepada generasi muda, Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jakarta Utara menyelenggarakan kegiatan Wisata Literasi. Acara yang berlangsung meriah ini diikuti oleh 21 peserta yang merupakan murid-murid dari RA Jami'yyatul Ulul Albab pada Rabu (14/01/2026).

Kegiatan ini dipusatkan di Perpustakaan Jakarta Utara yang berlokasi di Jl. Logistik No.2, RT.4/RW.4, Tugu Selatan, Kecamatan Koja. Dimulai sejak pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, para siswa diajak untuk mengeksplorasi dunia buku dengan cara yang menyenangkan dan interaktif.

Mengenal Perpustakaan Lebih Dekat

Wisata Literasi merupakan program rutin yang bertujuan untuk memperkenalkan layanan perpustakaan kepada siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA. Mengapa kegiatan ini penting? Karena melalui pengenalan ini, diharapkan anak-anak tidak lagi merasa asing dengan perpustakaan dan menjadikannya sebagai tempat belajar yang nyaman.

Bagaimana rangkaian kegiatannya? Para peserta dari RA Jami'yyatul Ulul Albab tidak hanya duduk diam. Mereka diajak untuk:

  1. Berkeliling (Library Tour): Mengenal berbagai sudut ruangan dan beragam koleksi buku yang tersedia.

  2. Edukasi Layanan: Mendapatkan penjelasan mengenai cara meminjam buku dan fasilitas apa saja yang bisa digunakan.

  3. Aksi Bakat: Para murid diberikan kesempatan untuk tampil berani melalui sesi bernyanyi bersama dan pertunjukan bakat di depan teman-temannya.

Keseruan Bersama Kak Okta

Puncak acara yang paling dinanti adalah sesi mendongeng. Kali ini, Kak Okta hadir sebagai pendongeng utama. Dengan gaya yang ekspresif dan cerita yang inspiratif, Kak Okta berhasil membawa suasana menjadi lebih hidup, membuat 21 murid tersebut antusias mengikuti alur cerita hingga selesai.

Melalui perpaduan antara edukasi dan hiburan, Wisata Literasi ini diharapkan mampu memberikan kesan positif bagi para murid RA Jami'yyatul Ulul Albab, sehingga kegemaran membaca dapat tumbuh secara natural sejak usia dini.

Perpustakaan Wisata Literasi

Kamis, 2 April 2026 | Suhaena 19x

Penyediaan data terpilah gender merupakan salah satu instrumen penting dalam mendukung perencanaan dan evaluasi kebijakan yang responsif dan inklusif. Dalam konteks pelayanan publik, data ini tidak hanya berfungsi sebagai sumber informasi statistik, tetapi juga sebagai dasar untuk memahami kesenjangan, kebutuhan, serta potensi partisipasi antara laki-laki dan perempuan.

Data terpilah gender dari Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jakarta Barat menunjukkan dinamika menarik, baik dari sisi komposisi pegawai maupun profil pengunjung perpustakaan daerah sepanjang 2024–2025. Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan di Jakarta Barat berkomitmen untuk menghadirkan layanan perpustakaan yang adil dan setara bagi seluruh lapisan masyarakat. Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui pengumpulan dan penyajian data terpilah gender, baik dari sisi sumber daya manusia maupun pengguna layanan perpustakaan.

Melalui data ini, dapat diidentifikasi bagaimana komposisi pegawai berdasarkan gender, tingkat partisipasi masyarakat dalam mengakses layanan perpustakaan, serta distribusi pengunjung berdasarkan kelompok usia. Informasi tersebut menjadi penting untuk menilai sejauh mana prinsip kesetaraan gender telah terintegrasi dalam penyelenggaraan layanan perpustakaan.

Komposisi Pegawai: Ketimpangan pada Tenaga PJLP

Data komposisi pegawai Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Barat terlaihat melalui data berikut ini :

Tabel Pegawai Sudin Pusip Jakarta Barat

Status Pegawai

Laki-laki

Perempuan

ASN

13

11

PJLP

31

9

Berdasarkan data pegawai Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan di Jakarta Barat menunjukkan adanya perbedaan komposisi antara pegawai laki-laki dan perempuan berdasarkan status kepegawaian.

Pada kategori Aparatur Sipil Negara (ASN), komposisi pegawai relatif seimbang. Tercatat terdapat 13 pegawai laki-laki dan 11 pegawai perempuan. Selisih yang tidak signifikan ini mengindikasikan bahwa prinsip kesetaraan gender dalam pengisian jabatan ASN sudah mulai terwujud, dengan peluang yang cukup adil bagi laki-laki maupun perempuan untuk berpartisipasi dalam struktur organisasi formal.

Namun, kondisi berbeda terlihat pada kategori Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP). Dari total pegawai PJLP, sebanyak 31 orang adalah laki-laki, sedangkan hanya 9 orang perempuan. Ketimpangan ini menunjukkan dominasi laki-laki yang cukup tinggi pada jenis pekerjaan non-ASN. Perbedaan tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti karakteristik pekerjaan yang lebih banyak diminati atau diakses oleh laki-laki, keterbatasan kesempatan bagi perempuan, maupun faktor sosial dan budaya yang memengaruhi partisipasi tenaga kerja.

Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa meskipun keseimbangan gender telah mulai tercapai pada level ASN, masih terdapat kesenjangan yang cukup besar pada tenaga kerja PJLP. Oleh karena itu, diperlukan upaya lebih lanjut untuk mendorong peningkatan partisipasi perempuan, khususnya pada kategori pekerjaan non-ASN, melalui kebijakan yang lebih inklusif, responsif gender, serta membuka akses dan kesempatan kerja yang setara bagi semua pihak.

Jumlah Pengunjung Meningkat, Partisipasi Perempuan Menguat

Jumlah pengunjung perpustakaan mengalami peningkatan signifikan dari 2024 ke 2025, hal ini tergambar melalui data berikut ini :

Tabel Pengunjung Perpustakaan

Tahun

Laki-laki

Perempuan

Jumlah

2024

13.902

11.453

25.355

2025

16.407

15.899

32.306

Pada tahun 2024, jumlah pengunjung tercatat sebanyak 25.355 orang, dengan komposisi 13.902 laki-laki dan 11.453 perempuan. Data ini menunjukkan bahwa pengunjung laki-laki masih mendominasi dengan selisih sekitar 2.449 orang dibandingkan perempuan.

Memasuki tahun 2025, terjadi peningkatan jumlah pengunjung yang cukup signifikan menjadi 32.306 orang. Kenaikan ini tidak hanya terjadi secara umum, tetapi juga terlihat pada kedua kelompok gender. Jumlah pengunjung laki-laki meningkat menjadi 16.407 orang, sementara pengunjung perempuan naik lebih tajam menjadi 15.899 orang.

Menariknya, kesenjangan gender pada tahun 2025 semakin menyempit secara signifikan. Jika pada tahun sebelumnya selisih mencapai ribuan, maka pada tahun 2025 perbedaan antara laki-laki dan perempuan hanya sekitar 508 orang. Hal ini menunjukkan adanya tren positif menuju kesetaraan akses dan partisipasi dalam pemanfaatan layanan perpustakaan.

Peningkatan partisipasi perempuan ini dapat mengindikasikan bahwa program layanan perpustakaan semakin inklusif dan mampu menjangkau kebutuhan berbagai kelompok masyarakat. Selain itu, hal ini juga dapat mencerminkan meningkatnya minat literasi di kalangan perempuan.

Secara keseluruhan, data ini memperlihatkan perkembangan yang menggembirakan, di mana tidak hanya terjadi peningkatan jumlah pengunjung, tetapi juga perbaikan dalam keseimbangan gender. Ke depan, penting untuk terus mempertahankan bahkan memperkuat kebijakan dan program yang responsif gender guna memastikan akses layanan perpustakaan yang setara bagi seluruh masyarakat.

Kelompok Usia: Anak-anak Mendominasi, Remaja Perempuan Unggul

Jika dilihat berdasarkan kelompok usia, anak-anak menjadi pengunjung terbanyak di kedua tahun. Namun, terdapat pergeseran menarik pada kelompok remaja.

Tabel Pengunjung Perpustakaan Berdasarkan Kelompok Usia Tahun 2024-2025

Kelompok Usia

Tahun 2024

 

Laki-laki

Perempuan

Jumlah

Anak-anak

7.496

4.735

12.231

Remaja

4.489

4.582

9.071

Dewasa

1.917

2.136

4.053

Total

 

25.355

 

Kelompok Usia

Tahun 2025

 

Laki-laki

Perempuan

Jumlah

Anak-anak

8.217

6.615

14.832

Remaja

5.069

6.035

11.104

Dewasa

3.121

3.249

6.370

Total

 

32.306

Analisis data terpilah gender berdasarkan kelompok usia pengunjung perpustakaan di Jakarta Barat menunjukkan dinamika partisipasi yang berbeda pada setiap kategori usia dalam periode 2024–2025.

Pada tahun 2024, kelompok anak-anak menjadi pengunjung terbanyak dengan total 12.231 orang, terdiri dari 7.496 laki-laki dan 4.735 perempuan. Hal ini menunjukkan dominasi laki-laki yang cukup signifikan pada usia anak-anak. Sementara itu, pada kelompok remaja, jumlah pengunjung relatif seimbang, dengan 4.489 laki-laki dan 4.582 perempuan, bahkan perempuan sedikit lebih unggul. Pada kelompok dewasa, partisipasi perempuan juga lebih tinggi, yaitu 2.136 dibandingkan 1.917 laki-laki.

Memasuki tahun 2025, terjadi peningkatan jumlah pengunjung di seluruh kelompok usia. Kelompok anak-anak tetap mendominasi dengan total 14.832 pengunjung, terdiri dari 8.217 laki-laki dan 6.615 perempuan. Meskipun laki-laki masih lebih banyak, terjadi peningkatan signifikan pada jumlah pengunjung perempuan, yang mengindikasikan mulai mengecilnya kesenjangan gender pada kelompok ini.

Pada kelompok remaja, tren dominasi perempuan semakin terlihat. Jumlah pengunjung perempuan mencapai 6.035 orang, lebih tinggi dibandingkan laki-laki sebanyak 5.069 orang. Hal ini menunjukkan bahwa remaja perempuan memiliki tingkat partisipasi yang lebih tinggi dalam memanfaatkan layanan perpustakaan.

Sementara itu, pada kelompok dewasa, jumlah pengunjung juga meningkat dengan komposisi yang relatif seimbang, yakni 3.121 laki-laki dan 3.249 perempuan. Perempuan masih sedikit lebih unggul, yang menunjukkan konsistensi partisipasi perempuan pada kelompok usia ini.

Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa kelompok anak-anak merupakan pengguna terbesar layanan perpustakaan, namun dengan dominasi laki-laki. Di sisi lain, kelompok remaja dan dewasa justru menunjukkan kecenderungan partisipasi perempuan yang lebih tinggi. Tren ini mengindikasikan adanya pergeseran pola pemanfaatan layanan perpustakaan, di mana perempuan, khususnya pada usia remaja dan dewasa, semakin aktif dalam kegiatan literasi.

Ke depan, data ini dapat menjadi dasar dalam penyusunan program layanan yang lebih responsif gender dan berbasis usia, misalnya dengan memperkuat program literasi anak perempuan serta mempertahankan dan mengembangkan minat baca di kalangan remaja dan dewasa, khususnya perempuan.

Menuju Layanan yang Lebih Inklusif

Berdasarkan analisis tiga kelompok data tentang komposisi pegawai, jumlah pengunjung, dan pengunjung berdasarkan kelompok usia di lingkungan perpustakaan Jakarta Barat, dapat disimpulkan bahwa terdapat dinamika yang berbeda antara aspek internal organisasi dan pemanfaatan layanan oleh masyarakat.

Dari sisi komposisi pegawai, kesetaraan gender relatif telah tercapai pada level ASN, di mana jumlah laki-laki (13) dan perempuan (11) cukup seimbang. Namun, ketimpangan masih terlihat jelas pada tenaga PJLP yang didominasi laki-laki (31 berbanding 9). Hal ini menunjukkan bahwa peluang kerja bagi perempuan pada posisi non-ASN masih perlu ditingkatkan agar lebih inklusif dan setara.

Sementara itu, dari sisi jumlah pengunjung perpustakaan, terjadi tren yang positif. Tidak hanya jumlah pengunjung meningkat signifikan dari tahun 2024 ke 2025, tetapi juga kesenjangan gender semakin mengecil. Partisipasi perempuan menunjukkan peningkatan yang lebih cepat dibandingkan laki-laki, sehingga pada tahun 2025 komposisinya hampir seimbang. Ini mencerminkan semakin terbukanya akses dan meningkatnya minat perempuan terhadap layanan literasi.

Pada aspek kelompok usia, ditemukan pola yang menarik. Kelompok anak-anak merupakan pengunjung terbanyak, namun masih didominasi laki-laki. Sebaliknya, pada kelompok remaja dan dewasa, partisipasi perempuan cenderung lebih tinggi dan bahkan melampaui laki-laki. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin bertambah usia, keterlibatan perempuan dalam aktivitas literasi semakin kuat.

Perpustakaan Literasi Perpustakaan Jakarta Barat

Senin, 16 Maret 2026 | Noor Muchyadi 26x

Dalam rangka menumbuhkan budaya literasi di kalangan generasi muda, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta melalui Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat kembali menyelenggarakan Lomba Menulis Tingkat Kota Tahun 2026 dengan tagline “Jakarta dalam Ingatan dan Harapan.”

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembudayaan kegemaran membaca yang menjadi salah satu tugas utama Dinas. Pembudayaan kegemaran membaca merupakan serangkaian usaha untuk menumbuhkan kebiasaan membaca yang berkelanjutan dan diwariskan dari generasi ke generasi. Melalui budaya membaca yang kuat, diharapkan kualitas sumber daya manusia dapat terus meningkat seiring perkembangan zaman.

Kemampuan membaca yang baik juga menjadi fondasi penting bagi keterampilan literasi lainnya, termasuk keterampilan menulis. Oleh karena itu, berbagai program terus dikembangkan untuk mendorong generasi muda agar tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu mengekspresikan gagasan dan kreativitas mereka melalui tulisan.

Sebagai langkah awal pelaksanaan lomba tahun ini, sosialisasi kegiatan telah dilaksanakan secara daring pada Kamis (12/3) pukul 13.00 WIB yang diikuti oleh Sekolah mulai dari jenjang SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA di wilayah Jakarta Pusat.

Melalui lomba ini, peserta diharapkan mampu menuangkan gagasan, pengalaman, serta harapan mereka tentang Jakarta dalam bentuk tulisan yang inspiratif. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat melahirkan penulis-penulis muda berbakat yang mampu menghasilkan karya menarik sebagai alternatif bahan bacaan bagi masyarakat.

Dalam proses penilaian, lomba ini menghadirkan sejumlah juri yang berasal dari kalangan penulis, ilustrator, hingga pegiat literasi yang berpengalaman di bidangnya. Untuk kategori SD/MI, penilaian dilakukan oleh Iwok Abqary, Watiek Ideo, dan Noor H. Dee yang dikenal sebagai penulis buku anak.

Sementara itu, kategori SMP/MTs dinilai oleh Ariyo Zidni yang dikenal sebagai penulis cerita dan pendongeng, Dewi Trik sebagai ilustrator dan editor visual, serta Aisha Habir yang berkiprah sebagai penerbit dan penulis cerita.

Adapun untuk kategori SMA/SMK/MA, dewan juri berasal dari komunitas literasi RuangMenulis.id, yaitu Graece Tanus, Iwan Kurniawan, serta Stebby Julionatan yang dikenal aktif sebagai penulis dan pegiat literasi.

Kehadiran para juri dari berbagai latar belakang tersebut diharapkan dapat memberikan penilaian yang objektif sekaligus memperkaya perspektif peserta dalam menghasilkan karya tulis yang kreatif dan berkualitas.

Lomba Menulis juga menjadi bentuk apresiasi terhadap gerakan pembudayaan kegemaran membaca dan literasi di tingkat kota/kabupaten hingga provinsi. Apresiasi tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para pelajar untuk terus meningkatkan kemampuan literasi mereka.Ke depan, Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai program literasi yang mendorong tumbuhnya budaya membaca dan menulis di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:

Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat

📧 dispusip.jakarta.go.id

IG: @perpusjkt_pusat

Perpustakaan Jakarta Pusat LombaMenulis 2026 Jakarta dalam Ingatan dan Harapan

Jumat, 13 Maret 2026 | Administrator 12x

Tanah Abang, Jakarta Pusat, Indonesia — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI Jakarta turut berpartisipasi dalam gelaran Jakarta Hijab Fest melalui lomba peragaan busana antar perangkat daerah. Pada kegiatan tersebut, Dispusip diwakili oleh Fitri Aulia dan Dimitri Bhisma yang tampil sebagai pasangan peraga busana dengan menampilkan harmoni busana muslim yang elegan sekaligus mencerminkan nilai kekeluargaan.

Selain perwakilan pada sesi pertama, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta juga turut ambil bagian dalam peragaan busana antar perangkat daerah pada sesi kedua bersama para kepala perangkat daerah lainnya, pimpinan BUMD, serta unsur pimpinan daerah.

Jakarta Hijab Fest sendiri diselenggarakan pada Kamis, 12 Maret 2026 di Pasar Tanah Abang Blok B/LG, Jakarta dengan mengusung tema “Cahaya Fitri, Pesona Jakarta.” Acara ini digagas oleh Biro Kerja Sama Daerah Provinsi DKI Jakarta dan dibuka secara resmi oleh Gubernur DKI Jakarta.  

Selain lomba peragaan busana, Jakarta Hijab Fest juga menghadirkan berbagai kegiatan menarik seperti bazar busana muslim dan produk fesyen, yang memberikan ruang promosi bagi pelaku usaha serta memperkuat citra Tanah Abang sebagai pusat perdagangan tekstil dan busana di Jakarta.

Melalui partisipasi ini, Dispusip turut memeriahkan Jakarta Hijab Fest sekaligus mendukung promosi industri fesyen muslim lokal serta mempererat kolaborasi antar perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

dispusip Ramadan Event

Kamis, 12 Maret 2026 | Haris Budiman 10x

Dispusip Jakarta, Indonesia - Pada hari Rabu, 21 Januari 2026 pukul 10.00 – 12.00 WIB, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta menerima kunjungan kerja dari Komisi I DPRD Kabupaten Bangka Tengah sebanyak 8 orang. Kunjungan tersebut dilaksanakan di kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta sebagai bagian dari kegiatan kerja konsultasi dalam rangka memperdalam pemahaman mengenai pengelolaan perpustakaan dan kearsipan di lingkungan pemerintah Kabupaten  Bangka Tengah yang disambut oleh Kepala Bidang, Sub Kelompok dan Staff  Perpustakaan serta Perwakilan Kepala Bidang dan Staff  Perpustakaan.

Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan konsultasi dan berbagi informasi terkait program peningkatan literasi masyarakat serta pengelolaan kearsipan yang telah dilaksanakan di Provinsi DKI Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, dilakukan diskusi dan pertukaran pengalaman mengenai kebijakan, strategi, serta inovasi layanan yang mendukung peningkatan kualitas layanan perpustakaan dan kearsipan kepada masyarakat dan pemerintah daerah Kabupaten Bangka Tengah.

Melalui kunjungan kerja ini diharapkan terjalin sinergi dan kerja sama yang baik antara Komisi I DPRD Kabupaten Bangka Tengah dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta. Selain itu, hasil dari konsultasi ini diharapkan dapat menjadi referensi dan bahan pertimbangan dalam pengembangan program literasi dan pengelolaan kearsipan di Kabupaten Bangka Tengah ke depannya.

Perpustakaan Kearsipan Kunjungan

Kamis, 12 Maret 2026 | Suhaena 14x

Perpustakaan Jakarta Barat menghadirkan program literasi BERITA (Belajar Islam Melalui Cerita) sebagai upaya menyediakan kegiatan edukatif sekaligus menyenangkan bagi anak-anak selama bulan Ramadan. BERITA dilaksanakan pada Kamis, 5 Maret 2026 di Ruang Layanan Anak Perpustakaan Jakarta Barat dan diikuti oleh siswa/i dari SDN Duri Kepa 16 Pagi. Program ini dikemas dalam bentuk menonton film edukatif yang menampilkan berbagai cerita dengan penyampaian yang ringan, menarik, dan mudah dipahami oleh anak-anak, sehingga mereka dapat belajar nilai-nilai Islam dengan cara yang menyenangkan.

BERITA menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengenal cerita melalui media visual yang interaktif. Anak-anak diajak memahami isi cerita dari tayangan film dan mengikuti diskusi ringan untuk menanggapi cerita.                                                        

Kegiatan utama dalam program BERITA adalah sesi menonton film edukatif bersama. Anak-anak menyaksikan tayangan film yang telah dipilih sesuai dengan usia mereka sehingga alur cerita dapat diikuti dengan mudah.

Melalui tayangan film, anak-anak dapat mengikuti cerita yang disajikan melalui gambar, suara, dan dialog yang menarik. Selain itu, tayangan film juga menampilkan cerita yang mengandung nilai-nilai Islami secara visual. Dengan cara ini, anak-anak dapat mengenal ajaran Islam, kebiasaan baik, serta pesan moral melalui cerita yang disajikan dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami.

Selain menonton film, anak-anak juga mengikuti diskusi ringan mengenai cerita yang ditayangkan. Mereka dapat menceritakan kesan dan pesan dari film yang mereka saksikan. Untuk menambah semangat, setiap anak yang berpartisipasi dalam diskusi mendapatkan penghargaan atau hadiah kecil sebagai bentuk apresiasi atas keaktifan mereka.

 

Menumbuhkan Literasi melalui Film

Melalui program BERITA, Perpustakaan Jakarta Barat menghadirkan kegiatan yang mengajak anak-anak mengenal cerita dan nilai-nilai Islami melalui tayangan film edukatif. Perpustakaan tidak hanya dikenal sebagai tempat membaca dan meminjam buku, tetapi juga sebagai tempat bagi anak-anak untuk menikmati cerita serta belajar dari berbagai kisah yang ditampilkan

Program BERITA diharapkan dapat memberikan pengalaman literasi yang menyenangkan bagi anak-anak setiap kali mereka berkunjung ke perpustakaan.

 

Penulis: Almayra Malika Muis, Sahira Putri Rahman, Widya Putri Rahman

Editor: Norma Tridiana

Perpustakaan Literasi Jakarta inklusi sosial

Kamis, 12 Maret 2026 | Suhaena 20x

Puluhan anak tampak antusias mengikuti program literasi IMSAK “Inspirasi Masakan Ramadan” yang digelar di Aula Perpustakaan Jakarta Barat pada Rabu (11/3/2026). Program ini diikuti oleh sekitar 20 peserta anak dengan rentang usia 9-12 tahun dari masyarakat umum yang tertarik mempelajari cara membuat hidangan sederhana yang identik dengan sajian Ramadan dan persiapan hampers menjelang Hari Raya. IMSAK hadir sebagai ruang belajar kreatif yang mengajak anak-anak mengenal aktivitas memasak secara menyenangkan sekaligus memperkenalkan keterampilan praktis yang berpotensi menjadi peluang wirausaha sejak dini.

Program dimulai pada pukul 10.30 WIB dengan dipandu oleh Kak Norma dan Kak Arsita sebagai fasilitator. Kukis coklat dibuat dengan menggunakan 3 bahan sederhana yang terdiri dari coklat batang, kukis kering dan hiasan kue (sprinkles). Anak-anak diajak mengikuti setiap tahapan pembuatan kukis coklat secara langsung, mulai dari proses menyiapkan dan mencampurkan bahan, hingga menghias cookies sesuai dengan kreasi masing-masing. Setelah kukis selesai dibuat, anak-anak menata hasilnya ke dalam toples dan ditutup dengan menghias toples tersebut menggunakan pita-pita agar tampak lebih menarik dan rapi.

Selain praktek memasak, anak-anak juga diperkenalkan bahwa olahan makanan sederhana seperti kukis dapat memiliki nilai tambah apabila dikemas dengan menarik. Dari sini anak-anak mulai memahami bahwa kreativitas dalam membuat kue juga dapat berkembang menjadi ide usaha kecil yang mudah dilakukan dengan biaya yang relatif terjangkau.

Antusiasme anak-anak juga terlihat dari berbagai tanggapan yang disampaikan selama kegiatan berlangsung. Salah satu peserta, Aira (8), mengaku senang bisa mengikuti kegiatan ini karena dapat belajar hal baru.

 “Seru banget, aku jadi tahu cara bikin cookies. Nanti mau coba bikin lagi di rumah sama mama,” katanya. 

Melalui program IMSAK “Inspirasi Masakan Ramadhan”, Perpustakaan Jakarta Barat terus menghadirkan berbagai aktivitas literasi inklusif yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Perpustakaan berkembang sebagai ruang eksplorasi pengetahuan dan kreativitas bagi masyarakat, termasuk anak-anak. Program ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat berkarya sekaligus membuka wawasan anak-anak mengenai peluang usaha sederhana yang dapat dimulai dari ide-ide kreatif di sekitar mereka.

Penulis: Almayra Malika Muis, Sahira Putri Rahman, Widya Putri Rahman

Editor: Norma Tridiana

 

Perpustakaan Literasi Jakarta inklusi sosial