Beranda Sudin Pusip Jakarta Barat
Hari Paskah
Hari Wafat Yesus Kristus
Hari Peduli Autisme Sedunia
Idul Fitri 2026
Hari Puisi
Hari Dongeng
Layanan Kearsipan Depot Arsip Jakarta Barat
Layanan Kearsipan Depot Arsip Jakarta Barat

Jl. Daan Mogot No. 22, Jakarta Barat

Senin - Jumat: 08.00 - 17.00 WIB

Agenda Literasi

Temukan beragam agenda kegiatan literasi dan kearsipan yang diselenggarakan untuk meningkatkan wawasan, keterampilan, dan partisipasi masyarakat dalam membangun budaya baca dan pengelolaan informasi yang baik.


Jadwal Agenda Literasi -
Semua Agenda
Semua Agenda
Belum Ada Pengumuman

Pengumuman akan ditampilkan di sini jika tersedia.

Data Terpilah Gender Ungkap Pola Pegawai dan Pengunjung Perpustakaan di Jakarta Barat


Suhaena Kamis, 2 April 2026

Penyediaan data terpilah gender merupakan salah satu instrumen penting dalam mendukung perencanaan dan evaluasi kebijakan yang responsif dan inklusif. Dalam konteks pelayanan publik, data ini tidak hanya berfungsi sebagai sumber informasi statistik, tetapi juga sebagai dasar untuk memahami kesenjangan, kebutuhan, serta potensi partisipasi antara laki-laki dan perempuan. Data terpilah gender dari Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jakarta Barat menunjukkan dinamika menarik, baik dari sisi komposisi pegawai maupun profil pengunjung perpustakaan daerah sepanjang 2024–2025. Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan di Jakarta Barat berkomitmen untuk menghadirkan layanan perpustakaan yang adil dan setara bagi seluruh lapisan masyarakat. Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui pengumpulan dan penyajian data terpilah gender, baik dari sisi sumber daya manusia maupun pengguna layanan perpustakaan. Melalui data ini, dapat diidentifikasi bagaimana komposisi pegawai berdasarkan gender, tingkat partisipasi masyarakat dalam mengakses layanan perpustakaan, serta distribusi pengunjung berdasarkan kelompok usia. Informasi tersebut menjadi penting untuk menilai sejauh mana prinsip kesetaraan gender telah terintegrasi dalam penyelenggaraan layanan perpustakaan. Komposisi Pegawai: Ketimpangan pada Tenaga PJLP Data komposisi pegawai Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Barat terlaihat melalui data berikut ini : Tabel Pegawai Sudin Pusip Jakarta Barat Status Pegawai Laki-laki Perempuan ASN 13 11 PJLP 31 9 Berdasarkan data pegawai Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan di Jakarta Barat menunjukkan adanya perbedaan komposisi antara pegawai laki-laki dan perempuan berdasarkan status kepegawaian. Pada kategori Aparatur Sipil Negara (ASN), komposisi pegawai relatif seimbang. Tercatat terdapat 13 pegawai laki-laki dan 11 pegawai perempuan. Selisih yang tidak signifikan ini mengindikasikan bahwa prinsip kesetaraan gender dalam pengisian jabatan ASN sudah mulai terwujud, dengan peluang yang cukup adil bagi laki-laki maupun perempuan untuk berpartisipasi dalam struktur organisasi formal. Namun, kondisi berbeda terlihat pada kategori Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP). Dari total pegawai PJLP, sebanyak 31 orang adalah laki-laki, sedangkan hanya 9 orang perempuan. Ketimpangan ini menunjukkan dominasi laki-laki yang cukup tinggi pada jenis pekerjaan non-ASN. Perbedaan tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti karakteristik pekerjaan yang lebih banyak diminati atau diakses oleh laki-laki, keterbatasan kesempatan bagi perempuan, maupun faktor sosial dan budaya yang memengaruhi partisipasi tenaga kerja. Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa meskipun keseimbangan gender telah mulai tercapai pada level ASN, masih terdapat kesenjangan yang cukup besar pada tenaga kerja PJLP. Oleh karena itu, diperlukan upaya lebih lanjut untuk mendorong peningkatan partisipasi perempuan, khususnya pada kategori pekerjaan non-ASN, melalui kebijakan yang lebih inklusif, responsif gender, serta membuka akses dan kesempatan kerja yang setara bagi semua pihak. Jumlah Pengunjung Meningkat, Partisipasi Perempuan Menguat Jumlah pengunjung perpustakaan mengalami peningkatan signifikan dari 2024 ke 2025, hal ini tergambar melalui data berikut ini : Tabel Pengunjung Perpustakaan Tahun Laki-laki Perempuan Jumlah 2024 13.902 11.453 25.355 2025 16.407 15.899 32.306 Pada tahun 2024, jumlah pengunjung tercatat sebanyak 25.355 orang, dengan komposisi 13.902 laki-laki dan 11.453 perempuan. Data ini menunjukkan bahwa pengunjung laki-laki masih mendominasi dengan selisih sekitar 2.449 orang dibandingkan perempuan. Memasuki tahun 2025, terjadi peningkatan jumlah pengunjung yang cukup signifikan menjadi 32.306 orang. Kenaikan ini tidak hanya terjadi secara umum, tetapi juga terlihat pada kedua kelompok gender. Jumlah pengunjung laki-laki meningkat menjadi 16.407 orang, sementara pengunjung perempuan naik lebih tajam menjadi 15.899 orang. Menariknya, kesenjangan gender pada tahun 2025 semakin menyempit secara signifikan. Jika pada tahun sebelumnya selisih mencapai ribuan, maka pada tahun 2025 perbedaan antara laki-laki dan perempuan hanya sekitar 508 orang. Hal ini menunjukkan adanya tren positif menuju kesetaraan akses dan partisipasi dalam pemanfaatan layanan perpustakaan. Peningkatan partisipasi perempuan ini dapat mengindikasikan bahwa program layanan perpustakaan semakin inklusif dan mampu menjangkau kebutuhan berbagai kelompok masyarakat. Selain itu, hal ini juga dapat mencerminkan meningkatnya minat literasi di kalangan perempuan. Secara keseluruhan, data ini memperlihatkan perkembangan yang menggembirakan, di mana tidak hanya terjadi peningkatan jumlah pengunjung, tetapi juga perbaikan dalam keseimbangan gender. Ke depan, penting untuk terus mempertahankan bahkan memperkuat kebijakan dan program yang responsif gender guna memastikan akses layanan perpustakaan yang setara bagi seluruh masyarakat. Kelompok Usia: Anak-anak Mendominasi, Remaja Perempuan Unggul Jika dilihat berdasarkan kelompok usia, anak-anak menjadi pengunjung terbanyak di kedua tahun. Namun, terdapat pergeseran menarik pada kelompok remaja. Tabel Pengunjung Perpustakaan Berdasarkan Kelompok Usia Tahun 2024-2025 Kelompok Usia Tahun 2024   Laki-laki Perempuan Jumlah Anak-anak 7.496 4.735 12.231 Remaja 4.489 4.582 9.071 Dewasa 1.917 2.136 4.053 Total   25.355   Kelompok Usia Tahun 2025   Laki-laki Perempuan Jumlah Anak-anak 8.217 6.615 14.832 Remaja 5.069 6.035 11.104 Dewasa 3.121 3.249 6.370 Total   32.306 Analisis data terpilah gender berdasarkan kelompok usia pengunjung perpustakaan di Jakarta Barat menunjukkan dinamika partisipasi yang berbeda pada setiap kategori usia dalam periode 2024–2025. Pada tahun 2024, kelompok anak-anak menjadi pengunjung terbanyak dengan total 12.231 orang, terdiri dari 7.496 laki-laki dan 4.735 perempuan. Hal ini menunjukkan dominasi laki-laki yang cukup signifikan pada usia anak-anak. Sementara itu, pada kelompok remaja, jumlah pengunjung relatif seimbang, dengan 4.489 laki-laki dan 4.582 perempuan, bahkan perempuan sedikit lebih unggul. Pada kelompok dewasa, partisipasi perempuan juga lebih tinggi, yaitu 2.136 dibandingkan 1.917 laki-laki. Memasuki tahun 2025, terjadi peningkatan jumlah pengunjung di seluruh kelompok usia. Kelompok anak-anak tetap mendominasi dengan total 14.832 pengunjung, terdiri dari 8.217 laki-laki dan 6.615 perempuan. Meskipun laki-laki masih lebih banyak, terjadi peningkatan signifikan pada jumlah pengunjung perempuan, yang mengindikasikan mulai mengecilnya kesenjangan gender pada kelompok ini. Pada kelompok remaja, tren dominasi perempuan semakin terlihat. Jumlah pengunjung perempuan mencapai 6.035 orang, lebih tinggi dibandingkan laki-laki sebanyak 5.069 orang. Hal ini menunjukkan bahwa remaja perempuan memiliki tingkat partisipasi yang lebih tinggi dalam memanfaatkan layanan perpustakaan. Sementara itu, pada kelompok dewasa, jumlah pengunjung juga meningkat dengan komposisi yang relatif seimbang, yakni 3.121 laki-laki dan 3.249 perempuan. Perempuan masih sedikit lebih unggul, yang menunjukkan konsistensi partisipasi perempuan pada kelompok usia ini. Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa kelompok anak-anak merupakan pengguna terbesar layanan perpustakaan, namun dengan dominasi laki-laki. Di sisi lain, kelompok remaja dan dewasa justru menunjukkan kecenderungan partisipasi perempuan yang lebih tinggi. Tren ini mengindikasikan adanya pergeseran pola pemanfaatan layanan perpustakaan, di mana perempuan, khususnya pada usia remaja dan dewasa, semakin aktif dalam kegiatan literasi. Ke depan, data ini dapat menjadi dasar dalam penyusunan program layanan yang lebih responsif gender dan berbasis usia, misalnya dengan memperkuat program literasi anak perempuan serta mempertahankan dan mengembangkan minat baca di kalangan remaja dan dewasa, khususnya perempuan. Menuju Layanan yang Lebih Inklusif Berdasarkan analisis tiga kelompok data tentang komposisi pegawai, jumlah pengunjung, dan pengunjung berdasarkan kelompok usia di lingkungan perpustakaan Jakarta Barat, dapat disimpulkan bahwa terdapat dinamika yang berbeda antara aspek internal organisasi dan pemanfaatan layanan oleh masyarakat. Dari sisi komposisi pegawai, kesetaraan gender relatif telah tercapai pada level ASN, di mana jumlah laki-laki (13) dan perempuan (11) cukup seimbang. Namun, ketimpangan masih terlihat jelas pada tenaga PJLP yang didominasi laki-laki (31 berbanding 9). Hal ini menunjukkan bahwa peluang kerja bagi perempuan pada posisi non-ASN masih perlu ditingkatkan agar lebih inklusif dan setara. Sementara itu, dari sisi jumlah pengunjung perpustakaan, terjadi tren yang positif. Tidak hanya jumlah pengunjung meningkat signifikan dari tahun 2024 ke 2025, tetapi juga kesenjangan gender semakin mengecil. Partisipasi perempuan menunjukkan peningkatan yang lebih cepat dibandingkan laki-laki, sehingga pada tahun 2025 komposisinya hampir seimbang. Ini mencerminkan semakin terbukanya akses dan meningkatnya minat perempuan terhadap layanan literasi. Pada aspek kelompok usia, ditemukan pola yang menarik. Kelompok anak-anak merupakan pengunjung terbanyak, namun masih didominasi laki-laki. Sebaliknya, pada kelompok remaja dan dewasa, partisipasi perempuan cenderung lebih tinggi dan bahkan melampaui laki-laki. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin bertambah usia, keterlibatan perempuan dalam aktivitas literasi semakin kuat.

Baca Berita Berita Lainnya

Perpustakaan Jakarta Barat Kenalkan Literasi Melalui Program BERITA (Belajar Islam Melalui Cerita)


Suhaena Kamis, 12 Maret 2026

Perpustakaan Jakarta Barat menghadirkan program literasi BERITA (Belajar Islam Melalui Cerita) sebagai upaya menyediakan kegiatan edukatif sekaligus menyenangkan bagi anak-anak selama bulan Ramadan. BERITA dilaksanakan pada Kamis, 5 Maret 2026 di Ruang Layanan Anak Perpustakaan Jakarta Barat dan diikuti oleh siswa/i dari SDN Duri Kepa 16 Pagi. Program ini dikemas dalam bentuk menonton film edukatif yang menampilkan berbagai cerita dengan penyampaian yang ringan, menarik, dan mudah dipahami oleh anak-anak, sehingga mereka dapat belajar nilai-nilai Islam dengan cara yang menyenangkan. BERITA menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengenal cerita melalui media visual yang interaktif. Anak-anak diajak memahami isi cerita dari tayangan film dan mengikuti diskusi ringan untuk menanggapi cerita.                                                         Kegiatan utama dalam program BERITA adalah sesi menonton film edukatif bersama. Anak-anak menyaksikan tayangan film yang telah dipilih sesuai dengan usia mereka sehingga alur cerita dapat diikuti dengan mudah. Melalui tayangan film, anak-anak dapat mengikuti cerita yang disajikan melalui gambar, suara, dan dialog yang menarik. Selain itu, tayangan film juga menampilkan cerita yang mengandung nilai-nilai Islami secara visual. Dengan cara ini, anak-anak dapat mengenal ajaran Islam, kebiasaan baik, serta pesan moral melalui cerita yang disajikan dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami. Selain menonton film, anak-anak juga mengikuti diskusi ringan mengenai cerita yang ditayangkan. Mereka dapat menceritakan kesan dan pesan dari film yang mereka saksikan. Untuk menambah semangat, setiap anak yang berpartisipasi dalam diskusi mendapatkan penghargaan atau hadiah kecil sebagai bentuk apresiasi atas keaktifan mereka.   Menumbuhkan Literasi melalui Film Melalui program BERITA, Perpustakaan Jakarta Barat menghadirkan kegiatan yang mengajak anak-anak mengenal cerita dan nilai-nilai Islami melalui tayangan film edukatif. Perpustakaan tidak hanya dikenal sebagai tempat membaca dan meminjam buku, tetapi juga sebagai tempat bagi anak-anak untuk menikmati cerita serta belajar dari berbagai kisah yang ditampilkan Program BERITA diharapkan dapat memberikan pengalaman literasi yang menyenangkan bagi anak-anak setiap kali mereka berkunjung ke perpustakaan.   Penulis: Almayra Malika Muis, Sahira Putri Rahman, Widya Putri Rahman Editor: Norma Tridiana

Baca Berita Berita Lainnya

“IMSAK ‘Inspirasi Masakan Ramadan’ Ajak Anak Berkreasi Membuat Cookies di Perpustakaan Jakarta Barat.”


Suhaena Kamis, 12 Maret 2026

Puluhan anak tampak antusias mengikuti program literasi IMSAK “Inspirasi Masakan Ramadan” yang digelar di Aula Perpustakaan Jakarta Barat pada Rabu (11/3/2026). Program ini diikuti oleh sekitar 20 peserta anak dengan rentang usia 9-12 tahun dari masyarakat umum yang tertarik mempelajari cara membuat hidangan sederhana yang identik dengan sajian Ramadan dan persiapan hampers menjelang Hari Raya. IMSAK hadir sebagai ruang belajar kreatif yang mengajak anak-anak mengenal aktivitas memasak secara menyenangkan sekaligus memperkenalkan keterampilan praktis yang berpotensi menjadi peluang wirausaha sejak dini. Program dimulai pada pukul 10.30 WIB dengan dipandu oleh Kak Norma dan Kak Arsita sebagai fasilitator. Kukis coklat dibuat dengan menggunakan 3 bahan sederhana yang terdiri dari coklat batang, kukis kering dan hiasan kue (sprinkles). Anak-anak diajak mengikuti setiap tahapan pembuatan kukis coklat secara langsung, mulai dari proses menyiapkan dan mencampurkan bahan, hingga menghias cookies sesuai dengan kreasi masing-masing. Setelah kukis selesai dibuat, anak-anak menata hasilnya ke dalam toples dan ditutup dengan menghias toples tersebut menggunakan pita-pita agar tampak lebih menarik dan rapi. Selain praktek memasak, anak-anak juga diperkenalkan bahwa olahan makanan sederhana seperti kukis dapat memiliki nilai tambah apabila dikemas dengan menarik. Dari sini anak-anak mulai memahami bahwa kreativitas dalam membuat kue juga dapat berkembang menjadi ide usaha kecil yang mudah dilakukan dengan biaya yang relatif terjangkau. Antusiasme anak-anak juga terlihat dari berbagai tanggapan yang disampaikan selama kegiatan berlangsung. Salah satu peserta, Aira (8), mengaku senang bisa mengikuti kegiatan ini karena dapat belajar hal baru.  “Seru banget, aku jadi tahu cara bikin cookies. Nanti mau coba bikin lagi di rumah sama mama,” katanya.  Melalui program IMSAK “Inspirasi Masakan Ramadhan”, Perpustakaan Jakarta Barat terus menghadirkan berbagai aktivitas literasi inklusif yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Perpustakaan berkembang sebagai ruang eksplorasi pengetahuan dan kreativitas bagi masyarakat, termasuk anak-anak. Program ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat berkarya sekaligus membuka wawasan anak-anak mengenai peluang usaha sederhana yang dapat dimulai dari ide-ide kreatif di sekitar mereka.Penulis: Almayra Malika Muis, Sahira Putri Rahman, Widya Putri Rahman Editor: Norma Tridiana  

Baca Berita Berita Lainnya

Bilik Perpus Podcast: Bincang Perpustakaan antara Gen Milenial vs Gen Z


Suhaena Selasa, 24 Februari 2026

Perpustakaan Jakarta Barat kembali menghadirkan inovasi literasi melalui program podcast bertema “Bincang Perpustakaan antar Generasi: Gen Milenial vs Gen Z”. Program ini menjadi ruang diskusi yang mempertemukan pengalaman lintas generasi dalam melihat peran dan perkembangan perpustakaan dari masa ke masa. Podcast ini menghadirkan dua narasumber inspiratif yang telah lama berkecimpung dalam dunia literasi dan dongeng, yaitu Kak Palupi Mutiasih dan Kak Tuti Setiawaty. Kak Palupi Mutiasih dikenal sebagai pegiat literasi yang aktif mengembangkan budaya baca melalui kegiatan mendongeng. Ia merupakan Co-Founder Fun Garden of Literacy (FGL), sebuah komunitas yang berfokus pada penguatan literasi anak melalui pendekatan kreatif dan menyenangkan. Selain itu, beliau juga berprofesi sebagai dosen, kerap dipercaya menjadi juri dalam berbagai lomba di bidang literasi, serta produktif menulis buku dan lagu anak yang menghadirkan pesan pembelajaran dan penguatan karakter. Sementara itu, Kak Tuti Setiawaty merupakan pendongeng sekaligus guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang aktif dalam berbagai komunitas penggiat literasi. Melalui pengalaman mengajarnya, ia konsisten mendorong minat baca dan keterampilan bercerita pada peserta didik serta terlibat aktif dalam berbagai komunitas yang dapat meningkatkan literasi di masyarakat. Kehadiran keduanya dalam podcast ini menjadi istimewa karena mereka mewakili dua generasi yang berbeda. Perbedaan latar belakang pengalaman dan perjalanan literasi tersebut menghadirkan beragam pandangan mengenai peran dan perkembangan perpustakaan dari masa ke masa. Dialog yang terbangun pun menjadi lebih dinamis, reflektif, dan kaya perspektif, sehingga mampu memberikan gambaran yang lebih luas tentang bagaimana perpustakaan dimaknai oleh tiap generasi.   Perpustakaan dalam Lintasan Generasi Dalam diskusi tersebut, para narasumber berbagi cerita tentang pengalaman mereka berinteraksi dengan perpustakaan sejak masa sekolah hingga saat ini. Mereka juga membahas bagaimana perubahan zaman, teknologi, serta kebiasaan membaca memengaruhi cara generasi berbeda memanfaatkan perpustakaan. Tidak hanya membahas nostalgia, podcast ini juga menyoroti pentingnya perpustakaan sebagai ruang literasi yang adaptif terhadap kebutuhan generasi muda. Perpustakaan kini tidak hanya menyediakan koleksi bacaan, tetapi juga menghadirkan berbagai program kreatif yang terbuka bagi masyarakat. Ruang Diskusi Literasi di Era Digital Podcast ini dipublikasikan melalui kanal resmi YouTube Perpustakaan Jakarta Barat sebagai bentuk pemanfaatan media digital untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Melalui platform ini, perpustakaan berharap dapat menghadirkan konten literasi yang relevan, inspiratif, dan mudah diakses oleh berbagai kalangan. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa perpustakaan terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Dengan menghadirkan dialog lintas generasi, Perpustakaan Jakarta Barat berupaya memperkuat perannya sebagai ruang belajar, ruang berbagi cerita, sekaligus ruang tumbuh bagi seluruh lapisan masyarakat.   Penulis : Putra Ananda Rajagukguk, Luse Dotrika Aruan, Evlin Nehemia HarianjaEditor : Norma Tridiana

Baca Artikel Artikel Lainnya

Perpustakaan Jakarta Barat Kenalkan Literasi Melalui Program KECAPI (Kreasi, Eksplorasi, dan Cakap Berliterasi)


Suhaena Selasa, 24 Februari 2026

Perpustakaan Jakarta Barat menghadirkan program wisata literasi bertajuk KECAPI (Kreasi, Eksplorasi, dan Cakap Berliterasi) sebagai upaya menumbuhkan minat baca dan kreativitas anak sejak dini. Program ini dirancang sebagai kegiatan edukatif yang menyenangkan, sekaligus memperkenalkan perpustakaan sebagai ruang belajar yang ramah dan inspiratif bagi masyarakat. KECAPI menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengenal dunia literasi melalui berbagai aktivitas interaktif. Tidak hanya sekadar membaca, peserta diajak untuk memahami bahwa literasi dapat dikembangkan melalui pengalaman yang menyenangkan dan penuh eksplorasi. KECAPI dapat diikuti oleh siswa jenjang TK/PAUD, SD, SMP dan SMA di Jakarta Barat.    Mengenal Perpustakaan dengan Cara yang Seru Kegiatan diawali dengan pengenalan layanan dan fasilitas Perpustakaan Jakarta Barat. Anak-anak diajak untuk mengenal koleksi buku, ruang baca, serta layanan yang ada di Perpustakaan Jakarta Barat. Salah satu koleksi spesial yang dimiliki Perpustakaan Jakarta Barat adalah buku pop up dan koleksi braille (buku untuk tuna netra). Melalui sesi ini, anak-anak diharapkan semakin dekat dengan perpustakaan dan menjadikannya sebagai tempat belajar yang menyenangkan dan ramah untuk disabilitas.  Salah satu kegiatan yang paling dinantikan adalah sesi read aloud dan mendongeng. Dalam suasana yang hangat dan interaktif, peserta mendengarkan cerita yang dibacakan dengan ekspresif, kemudian diajak berdiskusi ringan tentang pesan moral dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Metode ini tidak hanya melatih kemampuan menyimak, tetapi juga membangun imajinasi dan keberanian anak untuk berpendapat.   Kreasi dan Eksplorasi Literasi Sesuai dengan namanya, KECAPI juga menghadirkan berbagai kegiatan kreatif seperti mewarnai bersama, membuat jurnal membaca, serta aktivitas kreasi lainnya yang mendorong anak mengekspresikan pemahamannya terhadap buku yang telah dibaca. Kegiatan ini membantu anak mengembangkan keterampilan motorik halus sekaligus memperkuat daya ingat terhadap isi bacaan. Pada sesi eksplorasi literasi, peserta diberikan kesempatan untuk memilih dan membaca buku koleksi Perpustakaan Jakarta Barat secara mandiri. Dengan pendampingan yang tepat, anak-anak belajar menemukan buku sesuai minatnya, sehingga kegiatan membaca terasa lebih personal dan menyenangkan.   Perpustakaan sebagai Ruang Tumbuh Literasi Melalui program KECAPI, Perpustakaan Jakarta Barat menegaskan perannya sebagai pusat pembelajaran yang adaptif di tengah perkembangan zaman. Perpustakaan tidak lagi hanya menjadi tempat meminjam buku, tetapi juga ruang tumbuh yang mendorong kreativitas, eksplorasi, dan kecakapan berliterasi sejak usia dini. Program ini diharapkan dapat menjadi agenda berkelanjutan yang memperkuat budaya baca di masyarakat, sekaligus menciptakan pengalaman literasi yang berkesan bagi setiap peserta yang berkunjung.Penulis : Putra Ananda Rajagukguk, Luse Dotrika Aruan, Evlin Nehemia HarianjaEditor : Norma Tridiana

Baca Artikel Artikel Lainnya
Belum Ada Postingan

Tetap terhubung untuk mendapatkan postingan terbaru dari kami.