JAKARTA – Sebanyak 12 wakil Jakarta Barat berhasil menorehkan prestasi pada ajang Lomba Literasi Hari Anak Jakarta Membaca (HANJABA) dan Lomba Menulis Tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Provinsi DKI Jakarta. Penghargaan kepada para pemenang diserahkan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam acara yang berlangsung di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis, 3 September 2026.
Ajang literasi tersebut diikuti sebanyak 1.640 pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK/MA dari seluruh wilayah DKI Jakarta. Tahun ini, kegiatan mengangkat tema “Jakarta dalam Ingatan dan Harapan”, sebagai bagian dari rangkaian menyambut 500 tahun Jakarta. Prestasi para pelajar Jakarta Barat tersebar di sejumlah kategori lomba, mulai dari menggambar, bertutur, pantun, komik strip, fotografi, pidato bahasa Inggris, hingga lomba menulis pada berbagai jenjang pendidikan.
Pada kategori Lomba Menggambar, Adinda Shaqueena Humaira S. dari MI Tarbiyah Al Islamiyah berhasil meraih Juara 2. Sementara itu, pada Lomba Bertutur, Jakarta Barat berhasil meraih posisi tertinggi melalui Claudia Bianca Zooey dari SDS Hati Kudus yang keluar sebagai Juara 1. Prestasi juga diraih dalam Lomba Pantun. Nur Akmal Al-Fajri dari SMPN 229 Jakarta berhasil mendapatkan Juara Harapan 1.
Capaian yang cukup menonjol terlihat pada kategori Lomba Komik Strip. Tiga pelajar Jakarta Barat sekaligus berhasil menempati posisi juara, yakni:
· Vania Kara Safindra dari SMPN 229 Jakarta – Juara 1
· Rienjani Elmira Margono dari SMPN 271 Jakarta – Juara 2
· Razita Harsyah S. dari SMPN 45 Jakarta – Juara 3
Pada kategori Lomba Fotografi, Muhamad Rizky Ramadhan dari SMKN 42 Jakarta berhasil mengukir prestasi sebagai Juara 1. Sementara pada Lomba Pidato Bahasa Inggris, dua pelajar Jakarta Barat turut meraih penghargaan. Wellison Lie dari SMA Santo Kristoforus II meraih Juara 3, sedangkan Alejandra Serenity Athanasios dari SMA Cinta Kasih Tzu Chi memperoleh Juara Harapan 2.
Selain Lomba Literasi HANJABA, wakil Jakarta Barat juga menunjukkan kemampuan dalam Lomba Menulis Tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026. Pada jenjang SD/MI, Gracelyn Emily Halim dari SD Notre Dame berhasil meraih Juara 3. Kemudian, pada jenjang SMP/MTs, SMPN 215 Jakarta memperoleh Juara Harapan 2. Sedangkan pada jenjang SMA/SMK/MA, MAN 16 Jakarta berhasil meraih Juara Harapan 1.
Penyelenggaraan HANJABA 2026 menjadi salah satu upaya untuk mendorong tumbuhnya budaya membaca dan berkarya di kalangan anak dan pelajar Jakarta. Tema “Jakarta dalam Ingatan dan Harapan” juga memberikan ruang bagi peserta untuk mengenal Jakarta melalui perspektif sejarah, pengalaman, sekaligus gagasan mengenai masa depan ibu kota. Dengan jumlah peserta mencapai 1.640 pelajar, kegiatan ini sekaligus menjadi wadah bagi generasi muda untuk berkompetisi secara positif dan menunjukkan kreativitas mereka melalui berbagai bentuk karya literasi. Keberhasilan 12 wakil Jakarta Barat dalam ajang tingkat provinsi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para pelajar lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan membaca, menulis, berbicara, menggambar, memotret, serta menghasilkan karya kreatif.Prestasi tersebut juga menjadi bagian penting dalam perjalanan menyambut 500 tahun Jakarta, dengan menempatkan generasi muda sebagai bagian dari upaya menjaga ingatan tentang kota sekaligus menyampaikan harapan untuk Jakarta di masa mendatang. (NT)
JAKARTA — Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Barat menggelar Roadshow Workshop Literasi di delapan sekolah pada 11, 12, 13, dan 20 Agustus 2026. Kegiatan yang menyasar siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) ini bertujuan menumbuhkan minat baca sekaligus memperkenalkan aktivitas literasi dengan cara yang menyenangkan dan interaktif.
Roadshow tersebut dilaksanakan di lima SD dan tiga SMP. Rangkaian kegiatan untuk siswa SD diisi dengan dongeng serta berbagai aktivitas kreatif bertema kemerdekaan. Sementara itu, siswa SMP mendapatkan workshop public speaking yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan kepercayaan diri. Delapan sekolah yang menjadi lokasi Roadshow Workshop Literasi pada triwulan III 2026 yakni SDN Mangga Besar 01, SDN Kamal 09, SDN Jatipulo 07, SDN Cengkareng Timur 05, SDN Pekojan 01, SMPN 191 Jakarta, SMPN 111 Jakarta, dan SMP Cinta Kasih Tzu Chi. Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah pendongeng dan narasumber profesional, di antaranya Kak Palupi Mutiasih, Kak BudiBaikBudi, Kak Hendra Hensem, Kak Onie, Kak Dikar, dan Kak Sandika Dewi.
Melalui kegiatan ini, Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jakarta Barat berupaya menghadirkan pengalaman literasi yang dekat dengan dunia anak dan remaja. Momentum peringatan kemerdekaan pun dimanfaatkan untuk menanamkan semangat belajar, kreativitas, serta kecintaan terhadap membaca di kalangan pelajar. Roadshow Workshop Literasi diharapkan dapat menjadi salah satu upaya berkelanjutan dalam membangun budaya literasi sejak dini, sekaligus mendorong siswa untuk menjadikan membaca dan belajar sebagai aktivitas yang menyenangkan.
Jakarta — Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Sudin Pusip) Jakarta Barat menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Perpustakaan Sekolah bagi pengelola perpustakaan jenjang SD dan SMP se-Jakarta Barat. Kegiatan yang berlangsung pada 4–7 Agustus 2026 tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan mengacu pada Standar Nasional Perpustakaan (SNP).
Kegiatan Bimtek diikuti oleh sebanyak 230 pengelola perpustakaan sekolah dari jenjang SD dan SMP. Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi dua tahap, yaitu pada 4–5 Agustus 2026 bagi pengelola perpustakaan SD dan 6–7 Agustus 2026 bagi pengelola perpustakaan SMP.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Seksi Perpustakaan Sudin Pusip Jakarta Barat, Suhaena. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa perpustakaan sekolah tidak sekadar menjadi tempat penyimpanan koleksi buku, tetapi juga berperan sebagai pusat pembelajaran, pusat informasi, serta ruang tumbuhnya budaya literasi di lingkungan sekolah.
“Peran pengelola perpustakaan sangat strategis dalam menciptakan layanan yang menarik dan inovatif, serta mampu mendorong peserta didik untuk gemar membaca, berpikir kritis, dan memiliki kemampuan literasi yang baik,” ujar Suhaena.
Bimtek menghadirkan empat narasumber yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang perpustakaan dan literasi. Narasumber pertama, Desi Mardianingsih, Pustakawan Ahli Madya Perpustakaan Nasional RI, menyampaikan materi mengenai Akreditasi Perpustakaan Sekolah/Madrasah.
Selanjutnya, Destiya Puji Prabowo, Pustakawan Ahli Madya Perpustakaan Nasional RI, memberikan materi tentang Pengelolaan Koleksi Perpustakaan.
Materi berikutnya disampaikan oleh Mohachamad Ariyo Faridh Zidni, pustakawan sekaligus praktisi dongeng Indonesia, yang membawakan materi mengenai Inovasi dan Program Perpustakaan Sekolah.
Sementara itu, Fifi Meilani, Pranata Komputer dari Perpustakaan Nasional RI, menyampaikan materi mengenai Sistem Otomasi Perpustakaan, khususnya pemanfaatan aplikasi INLISLite dalam mendukung pengelolaan perpustakaan.
Melalui kegiatan Bimtek ini, para pengelola perpustakaan sekolah di lingkungan Kota Administrasi Jakarta Barat diharapkan semakin memahami tata kelola perpustakaan sesuai standar yang berlaku. Selain itu, perpustakaan sekolah diharapkan mampu terus mengembangkan potensi sebagai sumber belajar dan pusat kegiatan literasi bagi seluruh warga sekolah.
Upaya memajukan perpustakaan sekolah membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak, tidak hanya pengelola perpustakaan, tetapi juga kepala sekolah, guru, komite sekolah, serta seluruh warga sekolah. Dengan pengelolaan yang baik dan inovatif, perpustakaan diharapkan semakin mampu mendukung terwujudnya budaya literasi dan pembelajaran sepanjang hayat di lingkungan sekolah. (NT)
Jakarta – Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Sudin Pusip) Kota Administrasi Jakarta Barat menggelar acara penyerahan apresiasi bagi para pemenang Lomba Menulis Tingkat SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA se-Kota Administrasi Jakarta Barat pada Jumat (31/7). Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 2 Perpustakaan Jakarta Barat ini merupakan bentuk penghargaan atas kreativitas dan prestasi para pelajar dalam bidang literasi, khususnya menulis.
Acara diawali dengan penampilan tari Nandak Jantik dari Forum Anak Kedoya Utara, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa bersama.
Dalam sambutannya, Kepala Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jakarta Barat, Achmad Jazuri, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pemenang yang telah meraih prestasi dalam lomba tersebut. Ia menjelaskan bahwa penyelenggaraan lomba menulis bertujuan untuk meningkatkan minat baca serta memperkuat budaya literasi di kalangan pelajar.
"Lomba menulis menjadi ruang bagi pelajar untuk mengembangkan potensi, bakat, dan kemampuan menulis sehingga kelak mampu menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Di akhir sambutannya, Achmad Jazuri juga mengajak para pelajar untuk menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar yang menyenangkan, tempat tumbuhnya budaya membaca, berdiskusi, berkarya, dan berinovasi.
Suasana acara semakin semarak dengan penampilan spesial dari Scholastika Betari Pandan Wangi, salah satu pelajar berbakat dari Jakarta Barat yang mewakili keluarga RUBI (Rumah Baca Inspiratif Kaya Literasi). Dalam kesempatan tersebut, Wangi membawakan dua lagu berjudul Menikmati Hari dan Andai Saja. Penampilannya yang memukau berhasil menghangatkan suasana dan mendapat sambutan meriah dari para hadirin.
Puncak acara diisi dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang dari tiga kategori lomba, yaitu SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA. Masing-masing kategori menetapkan lima pemenang, mulai dari Juara Harapan II hingga Juara I.
Untuk kategori SD/MI, Juara I memperoleh hadiah uang pembinaan sebesar Rp2.000.000, sertifikat, dan suvenir. Sementara itu, pada kategori SMP/MTs dan SMA/MA, Juara I menerima hadiah sebesar Rp10.000.000, sertifikat, dan suvenir. Perbedaan nominal hadiah tersebut disesuaikan dengan mekanisme lomba pada jenjang SMP/MTs dan SMA/MA yang dilaksanakan secara beregu dengan anggota dua hingga empat orang.
Juara I kategori SD/MI diraih oleh Gracelyn Emily Halim dari SD Notre Dame melalui karya berjudul Lilo Si Anjing dan Mia Si Pembasmi Sampah. Pada kategori SMP/MTs, Juara I diraih oleh tim SMP Negeri 215 Jakarta melalui karya Topeng Bayangan. Adapun Juara I kategori SMA/MA berhasil diraih oleh tim MAN 16 Jakarta melalui karya Glitch.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama Kepala Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jakarta Barat, para kepala sekolah, guru pembimbing, serta seluruh pemenang lomba. Para juara selanjutnya akan mewakili Kota Administrasi Jakarta Barat pada Lomba Menulis Tingkat Provinsi DKI Jakarta. Diharapkan para perwakilan mampu kembali mengukir prestasi dan mengharumkan nama Jakarta Barat di tingkat provinsi.
Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026, Perpustakaan Jakarta Barat menggelar serangkaian kegiatan bertema literasi yang berlangsung pada 23–26 Juli 2026. Berbagai kegiatan edukatif dan interaktif diselenggarakan untuk menumbuhkan minat baca sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar, berkreasi, dan berekspresi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Dongeng Ceria Hari Anak Nasional yang mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi Mimpi, Bangun Masa Depan". Kegiatan ini berlangsung di Ruang Ali Sadikin, Kantor Wali Kota Jakarta Barat, pada Sabtu (25/7). Acara digelar bersamaan dengan Kick Off Intervensi Gizi Balita Serentak di Jakarta Barat yang merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat dan PT Cimory.
Dongeng dibawakan oleh Duta Baca Jakarta Barat, Kak Nia, yang mengisahkan seekor kura-kura menjadi sehat dan kuat berkat mengonsumsi makanan bergizi. Penampilan tersebut disambut antusias oleh anak-anak yang hadir. Suasana semakin meriah ketika peserta diajak naik ke atas panggung untuk berinteraksi dengan boneka kura-kura sebagai properti dongeng, sebelum mengakhiri acara dengan bernyanyi dan menari bersama.
Pada kesempatan yang sama, Perpustakaan Jakarta Barat juga memberikan apresiasi kepada 10 pemustaka berupa buku bacaan bertema anak dan remaja. Selain itu, para pengunjung diajak menuliskan harapan mereka untuk anak-anak Jakarta pada papan harapan yang telah disediakan. Anak-anak juga diberikan kesempatan menyampaikan testimoni, cita-cita, dan harapan mereka yang kemudian didokumentasikan dalam bentuk video singkat untuk dipublikasikan melalui media sosial.
Masih dalam rangkaian peringatan Hari Anak Nasional, Perpustakaan Jakarta Barat bekerja sama dengan Forum Anak Kedoya Utara menggelar kegiatan yang diikuti sekitar 50 peserta berusia 6 hingga 17 tahun. Para peserta diajak mengenal berbagai fasilitas perpustakaan melalui tur yang dipandu pustakawan Rizdwan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan lomba mewarnai di ruang layanan anak, penampilan tari, serta pemaparan program kerja Forum Anak Kedoya Utara.
Rangkaian kegiatan ditutup pada Minggu (26/7) melalui program MENYALA (Membaca Nyaring untuk Pembaca Pemula) yang berkolaborasi dengan Read Aloud Jakarta Barat. Dalam kegiatan ini, peserta diajak menikmati sesi membaca nyaring buku Buku Kebun Oeli dan Rumah Kesayangan Wumi. Acara kemudian diakhiri dengan kegiatan bookish play berupa membuat origami dan mewarnai.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Perpustakaan Jakarta Barat berharap peringatan Hari Anak Nasional tidak hanya menjadi sebuah perayaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat kepedulian seluruh elemen masyarakat terhadap tumbuh kembang anak. Semangat Hari Anak Nasional 2026 diharapkan mampu mendorong orang tua, keluarga, dan masyarakat untuk terus menyayangi, melindungi, serta mendukung anak-anak dalam meraih mimpi dan cita-citanya, sejalan dengan tema Hari Anak Nasional, "Sayang Anak, Lindungi dan Gapai Masa Depan."(NT)
Jakarta, Senin (20/7/2026) – Tim Penggerak (TP) PKK Kota Administrasi Jakarta Barat menggelar Pertemuan Rutin (Pertin) Pokja II yang membidangi pendidikan dan keterampilan. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Wijaya Kusuma, Lantai 2 Blok A, Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Barat ini diikuti sekitar 75 kader PKK dari tingkat kelurahan, kecamatan, kota, serta perwakilan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA).
Selain agenda pertemuan rutin, kegiatan ini juga menghadirkan Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Barat sebagai narasumber untuk memberikan pelatihan mengenai pengelolaan Perpustakaan Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Mewakili Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, pustakawan ahli muda Norma Tridiana menyampaikan materi mengenai pengelolaan perpustakaan secara sederhana dan aplikatif.
Dalam paparannya, Norma menjelaskan bahwa pengelolaan perpustakaan TBM mencakup beberapa tahapan, mulai dari pengadaan koleksi, pendataan, penataan koleksi, pelayanan kepada pemustaka, penyelenggaraan program literasi, perawatan koleksi, pelaporan, hingga promosi perpustakaan. Melalui pelatihan ini, para kader PKK diharapkan mampu menerapkan pengelolaan perpustakaan secara sederhana di TBM, pojok baca, maupun perpustakaan yang berada di lingkungan masing-masing.
Pada sesi berikutnya, peserta diperkenalkan dengan proses pendataan dan klasifikasi koleksi menggunakan sistem Dewey Decimal Classification (DDC). Materi tersebut dinilai cukup menantang karena sebagian besar peserta belum memiliki pengalaman dalam pengelolaan perpustakaan. Sebagai alternatif, narasumber juga memperkenalkan metode klasifikasi yang lebih sederhana, yaitu pengelompokan koleksi berdasarkan subjek umum dan penandaan menggunakan kategori warna. Pendekatan ini diharapkan dapat memudahkan pengelolaan koleksi di TBM dengan sumber daya yang terbatas.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi. Beragam pertanyaan tersebut menunjukkan tingginya minat kader PKK untuk memahami pengelolaan perpustakaan yang baik dan dapat diterapkan di wilayah masing-masing. Sebagai penutup sesi materi, narasumber mengadakan kuis interaktif dengan hadiah buku bagi lima peserta yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar.
Sebelum penyampaian materi, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat, Keluarga, dan Kependudukan (PMKK) Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Kota Administrasi Jakarta Barat, Sandra, menyampaikan pentingnya peran aktif kader PKK dalam meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat melalui pengembangan Taman Bacaan Masyarakat. Menurutnya, keberadaan TBM dapat menjadi sarana yang efektif untuk menumbuhkan budaya membaca dan literasi di lingkungan warga.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Bidang II TP PKK Kota Administrasi Jakarta Barat, Sri Mulyati, memberikan apresiasi kepada seluruh kader PKK atas dedikasi dan kerja keras mereka dalam mendukung pembangunan keluarga dan masyarakat. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada perwakilan PKK Jakarta Barat yang berhasil meraih prestasi sebagai pemenang lomba vlog PKK tingkat nasional. Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi kader PKK di seluruh wilayah Jakarta Barat untuk terus berinovasi dan berkarya.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara narasumber, pengurus TP PKK, dan seluruh peserta sebagai bentuk kebersamaan serta komitmen untuk terus meningkatkan kapasitas kader dalam mendukung pengembangan literasi di masyarakat. (NT)
Jakarta – Kabar gembira datang dari layanan perpustakaan di bawah naungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta. Pada Triwulan II Tahun 2026, layanan perpustakaan berhasil meraih Predikat A (Sangat Baik) dalam penilaian Mutu Pelayanan dan Kinerja Pelayanan dengan skor 90,14.
Pencapaian tersebut merupakan hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) yang dilaksanakan di seluruh layanan perpustakaan di Jakarta, meliputi Layanan Perpustakaan Umum UP Perpustakaan Jakarta dan PDS H.B. Jassin, Layanan Perpustakaan Umum Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan Jakarta Selatan.
Survei melibatkan 2.045 responden yang berasal dari berbagai kelompok usia, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, frekuensi kunjungan ke perpustakaan, kategori pengguna layanan, serta kategori penyandang disabilitas. Seluruh pertanyaan dalam survei disusun oleh Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Provinsi DKI Jakarta dengan mengacu pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor 14 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat bagi Unit Penyelenggara Pelayanan Publik.
Survei dilaksanakan secara digital (online) dengan menggunakan token unik bagi setiap responden. Mekanisme ini diterapkan untuk memastikan setiap responden hanya mengisi survei satu kali sehingga data yang diperoleh lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kuesioner SKM mengukur sembilan unsur pelayanan, yaitu persyaratan, sistem, mekanisme dan prosedur, waktu penyelesaian, biaya/tarif, produk atau spesifikasi jenis pelayanan, kompetensi pelaksana, perilaku pelaksana, penanganan pengaduan, saran dan masukan, serta sarana dan prasarana.
Berdasarkan hasil pengukuran tersebut, Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) layanan perpustakaan memperoleh nilai 90,14, sehingga masuk dalam kategori Mutu Pelayanan A (Sangat Baik). Rincian nilai IKM setiap unit layanan dapat dilihat pada tabel di atas.
Berdasarkan hasil survei, Layanan Perpustakaan Umum Jakarta Barat memperoleh nilai tertinggi, yaitu 96,93, sedangkan Layanan Perpustakaan Umum Jakarta Selatan memperoleh nilai 83,91.
Ditinjau dari unsur penilaian, aspek biaya/tarif memperoleh nilai rata-rata tertinggi, yaitu 92,20, yang menunjukkan kepuasan masyarakat terhadap layanan yang diberikan tanpa beban biaya. Sementara itu, unsur sarana dan prasarana memperoleh nilai rata-rata terendah, yaitu 88,74, sehingga menjadi salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut.
Hasil Survei Kepuasan Masyarakat ini akan menjadi bahan evaluasi dalam upaya peningkatan kualitas layanan perpustakaan di masa mendatang. Masukan dari masyarakat menunjukkan bahwa beberapa aspek yang masih perlu ditingkatkan meliputi sarana dan prasarana perpustakaan, kualitas pelayanan, penyederhanaan prosedur, percepatan respons petugas, serta penguatan kompetensi dan keramahan petugas.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan guna menghadirkan layanan perpustakaan yang semakin berkualitas, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
JAKARTA – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Jakarta, melestarikan kebudayaan lokal, sekaligus mengisi waktu liburan sekolah, Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Barat menyelenggarakan acara bertajuk "Pesta Betawi: Perayaan Seni, Tradisi, dan Apresiasi Budaya Betawi". Acara edukatif penuh kegembiraan ini akan dilaksanakan pada Jumat, 26 Juni 2026, bertempat di Perpustakaan Jakarta Barat.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 11.30 WIB ini menyasar anak-anak usia 5 hingga 13 tahun. Melalui pendekatan yang interaktif, anak-anak diharapkan dapat mengenal lebih dekat sekaligus ikut serta dalam upaya menjaga kelestarian budaya tradisi asli Jakarta. Guna menjaga kenyamanan dan efektivitas edukasi, jumlah peserta dibatasi secara eksklusif hanya untuk 60 orang.
Rangkaian acara akan dibuka dengan tradisi penyambutan khas Palang Pintu An Naml, dilanjutkan dengan sambutan resmi dari Kepala Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Barat, Bapak Achmad Jazuri. Suasana dipastikan semakin meriah dengan kehadiran jajaran pengisi acara berbakat, seperti Mpok Palupi, Mpok Nia, Mpok Fatiha, serta penampilan tari ondel-ondel dari De Nones. Selain itu, anak-anak akan diajak dalam sesi Read Aloud (membaca nyaring) dan pengenalan literasi Betawi.
Daya tarik utama dari Pesta Betawi ini terletak pada metode edukasi "Jelajah Pos", di mana para peserta akan dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk menelusuri 4 pos tantangan budaya:
1. Pos Nyorog: Edukasi sejarah kuliner tradisional dan praktik menghias kue Kembang Goyang.
2. Pos Ngider Jajanan: Pengenalan jenis kuliner khas Betawi, sejarahnya, hingga tantangan "Tebak Rasa".
3. Pos Ngayab: Area khusus untuk mencoba dan melestarikan berbagai permainan tradisional Betawi.
4. Pos Bacot: Sesi kreatif di mana anak-anak dibimbing untuk mengenal sejarah dan belajar membuat pantun Betawi.
Tidak hanya menyajikan petualangan pos, acara ini juga akan diramaikan dengan Bazar Makanan Betawi yang menyajikan beragam cita rasa asli Jakarta seperti Kerak Telor, Kue Cucur, hingga Dodol Betawi untuk mendukung kuliner lokal. Di akhir sesi, panitia akan memberikan apresiasi khusus berupa pengumuman bagi Tim Terbaik yang berhasil menyelesaikan tantangan dengan maksimal.
Seluruh panitia dan pengisi acara akan tampil serasi mengenakan pakaian adat khas Jakarta, yakni Baju Sadariah dan Kebaya Encim, guna memperkuat atmosfer budaya sepanjang acara berlangsung. Melalui Pesta Betawi ini, Sudin Pusip Jakarta Barat berkomitmen menghadirkan ruang perpustakaan yang tidak hanya sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai pusat rekreasi budaya yang ramah dan edukatif bagi generasi muda.
Penyediaan data terpilah gender merupakan salah satu instrumen penting dalam mendukung perencanaan dan evaluasi kebijakan yang responsif dan inklusif. Dalam konteks pelayanan publik, data ini tidak hanya berfungsi sebagai sumber informasi statistik, tetapi juga sebagai dasar untuk memahami kesenjangan, kebutuhan, serta potensi partisipasi antara laki-laki dan perempuan.
Data terpilah gender dari Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jakarta Barat menunjukkan dinamika menarik, baik dari sisi komposisi pegawai maupun profil pengunjung perpustakaan daerah sepanjang 2024–2025. Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan di Jakarta Barat berkomitmen untuk menghadirkan layanan perpustakaan yang adil dan setara bagi seluruh lapisan masyarakat. Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui pengumpulan dan penyajian data terpilah gender, baik dari sisi sumber daya manusia maupun pengguna layanan perpustakaan.
Melalui data ini, dapat diidentifikasi bagaimana komposisi pegawai berdasarkan gender, tingkat partisipasi masyarakat dalam mengakses layanan perpustakaan, serta distribusi pengunjung berdasarkan kelompok usia. Informasi tersebut menjadi penting untuk menilai sejauh mana prinsip kesetaraan gender telah terintegrasi dalam penyelenggaraan layanan perpustakaan.
Komposisi Pegawai: Ketimpangan pada Tenaga PJLP
Data komposisi pegawai Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Barat terlaihat melalui data berikut ini :
Tabel Pegawai Sudin Pusip Jakarta Barat
|
Status Pegawai |
Laki-laki |
Perempuan |
|
ASN |
13 |
11 |
|
PJLP |
31 |
9 |
Berdasarkan data pegawai Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan di Jakarta Barat menunjukkan adanya perbedaan komposisi antara pegawai laki-laki dan perempuan berdasarkan status kepegawaian.
Pada kategori Aparatur Sipil Negara (ASN), komposisi pegawai relatif seimbang. Tercatat terdapat 13 pegawai laki-laki dan 11 pegawai perempuan. Selisih yang tidak signifikan ini mengindikasikan bahwa prinsip kesetaraan gender dalam pengisian jabatan ASN sudah mulai terwujud, dengan peluang yang cukup adil bagi laki-laki maupun perempuan untuk berpartisipasi dalam struktur organisasi formal.
Namun, kondisi berbeda terlihat pada kategori Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP). Dari total pegawai PJLP, sebanyak 31 orang adalah laki-laki, sedangkan hanya 9 orang perempuan. Ketimpangan ini menunjukkan dominasi laki-laki yang cukup tinggi pada jenis pekerjaan non-ASN. Perbedaan tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti karakteristik pekerjaan yang lebih banyak diminati atau diakses oleh laki-laki, keterbatasan kesempatan bagi perempuan, maupun faktor sosial dan budaya yang memengaruhi partisipasi tenaga kerja.
Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa meskipun keseimbangan gender telah mulai tercapai pada level ASN, masih terdapat kesenjangan yang cukup besar pada tenaga kerja PJLP. Oleh karena itu, diperlukan upaya lebih lanjut untuk mendorong peningkatan partisipasi perempuan, khususnya pada kategori pekerjaan non-ASN, melalui kebijakan yang lebih inklusif, responsif gender, serta membuka akses dan kesempatan kerja yang setara bagi semua pihak.
Jumlah Pengunjung Meningkat, Partisipasi Perempuan Menguat
Jumlah pengunjung perpustakaan mengalami peningkatan signifikan dari 2024 ke 2025, hal ini tergambar melalui data berikut ini :
Tabel Pengunjung Perpustakaan
|
Tahun |
Laki-laki |
Perempuan |
Jumlah |
|
2024 |
13.902 |
11.453 |
25.355 |
|
2025 |
16.407 |
15.899 |
32.306 |
Pada tahun 2024, jumlah pengunjung tercatat sebanyak 25.355 orang, dengan komposisi 13.902 laki-laki dan 11.453 perempuan. Data ini menunjukkan bahwa pengunjung laki-laki masih mendominasi dengan selisih sekitar 2.449 orang dibandingkan perempuan.
Memasuki tahun 2025, terjadi peningkatan jumlah pengunjung yang cukup signifikan menjadi 32.306 orang. Kenaikan ini tidak hanya terjadi secara umum, tetapi juga terlihat pada kedua kelompok gender. Jumlah pengunjung laki-laki meningkat menjadi 16.407 orang, sementara pengunjung perempuan naik lebih tajam menjadi 15.899 orang.
Menariknya, kesenjangan gender pada tahun 2025 semakin menyempit secara signifikan. Jika pada tahun sebelumnya selisih mencapai ribuan, maka pada tahun 2025 perbedaan antara laki-laki dan perempuan hanya sekitar 508 orang. Hal ini menunjukkan adanya tren positif menuju kesetaraan akses dan partisipasi dalam pemanfaatan layanan perpustakaan.
Peningkatan partisipasi perempuan ini dapat mengindikasikan bahwa program layanan perpustakaan semakin inklusif dan mampu menjangkau kebutuhan berbagai kelompok masyarakat. Selain itu, hal ini juga dapat mencerminkan meningkatnya minat literasi di kalangan perempuan.
Secara keseluruhan, data ini memperlihatkan perkembangan yang menggembirakan, di mana tidak hanya terjadi peningkatan jumlah pengunjung, tetapi juga perbaikan dalam keseimbangan gender. Ke depan, penting untuk terus mempertahankan bahkan memperkuat kebijakan dan program yang responsif gender guna memastikan akses layanan perpustakaan yang setara bagi seluruh masyarakat.
Kelompok Usia: Anak-anak Mendominasi, Remaja Perempuan Unggul
Jika dilihat berdasarkan kelompok usia, anak-anak menjadi pengunjung terbanyak di kedua tahun. Namun, terdapat pergeseran menarik pada kelompok remaja.
Tabel Pengunjung Perpustakaan Berdasarkan Kelompok Usia Tahun 2024-2025
|
Kelompok Usia |
Tahun 2024 |
||
|
|
Laki-laki |
Perempuan |
Jumlah |
|
Anak-anak |
7.496 |
4.735 |
12.231 |
|
Remaja |
4.489 |
4.582 |
9.071 |
|
Dewasa |
1.917 |
2.136 |
4.053 |
|
Total |
|
25.355 |
|
|
Kelompok Usia |
Tahun 2025 |
||
|
|
Laki-laki |
Perempuan |
Jumlah |
|
Anak-anak |
8.217 |
6.615 |
14.832 |
|
Remaja |
5.069 |
6.035 |
11.104 |
|
Dewasa |
3.121 |
3.249 |
6.370 |
|
Total |
|
32.306 |
|
Analisis data terpilah gender berdasarkan kelompok usia pengunjung perpustakaan di Jakarta Barat menunjukkan dinamika partisipasi yang berbeda pada setiap kategori usia dalam periode 2024–2025.
Pada tahun 2024, kelompok anak-anak menjadi pengunjung terbanyak dengan total 12.231 orang, terdiri dari 7.496 laki-laki dan 4.735 perempuan. Hal ini menunjukkan dominasi laki-laki yang cukup signifikan pada usia anak-anak. Sementara itu, pada kelompok remaja, jumlah pengunjung relatif seimbang, dengan 4.489 laki-laki dan 4.582 perempuan, bahkan perempuan sedikit lebih unggul. Pada kelompok dewasa, partisipasi perempuan juga lebih tinggi, yaitu 2.136 dibandingkan 1.917 laki-laki.
Memasuki tahun 2025, terjadi peningkatan jumlah pengunjung di seluruh kelompok usia. Kelompok anak-anak tetap mendominasi dengan total 14.832 pengunjung, terdiri dari 8.217 laki-laki dan 6.615 perempuan. Meskipun laki-laki masih lebih banyak, terjadi peningkatan signifikan pada jumlah pengunjung perempuan, yang mengindikasikan mulai mengecilnya kesenjangan gender pada kelompok ini.
Pada kelompok remaja, tren dominasi perempuan semakin terlihat. Jumlah pengunjung perempuan mencapai 6.035 orang, lebih tinggi dibandingkan laki-laki sebanyak 5.069 orang. Hal ini menunjukkan bahwa remaja perempuan memiliki tingkat partisipasi yang lebih tinggi dalam memanfaatkan layanan perpustakaan.
Sementara itu, pada kelompok dewasa, jumlah pengunjung juga meningkat dengan komposisi yang relatif seimbang, yakni 3.121 laki-laki dan 3.249 perempuan. Perempuan masih sedikit lebih unggul, yang menunjukkan konsistensi partisipasi perempuan pada kelompok usia ini.
Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa kelompok anak-anak merupakan pengguna terbesar layanan perpustakaan, namun dengan dominasi laki-laki. Di sisi lain, kelompok remaja dan dewasa justru menunjukkan kecenderungan partisipasi perempuan yang lebih tinggi. Tren ini mengindikasikan adanya pergeseran pola pemanfaatan layanan perpustakaan, di mana perempuan, khususnya pada usia remaja dan dewasa, semakin aktif dalam kegiatan literasi.
Ke depan, data ini dapat menjadi dasar dalam penyusunan program layanan yang lebih responsif gender dan berbasis usia, misalnya dengan memperkuat program literasi anak perempuan serta mempertahankan dan mengembangkan minat baca di kalangan remaja dan dewasa, khususnya perempuan.
Menuju Layanan yang Lebih Inklusif
Berdasarkan analisis tiga kelompok data tentang komposisi pegawai, jumlah pengunjung, dan pengunjung berdasarkan kelompok usia di lingkungan perpustakaan Jakarta Barat, dapat disimpulkan bahwa terdapat dinamika yang berbeda antara aspek internal organisasi dan pemanfaatan layanan oleh masyarakat.
Dari sisi komposisi pegawai, kesetaraan gender relatif telah tercapai pada level ASN, di mana jumlah laki-laki (13) dan perempuan (11) cukup seimbang. Namun, ketimpangan masih terlihat jelas pada tenaga PJLP yang didominasi laki-laki (31 berbanding 9). Hal ini menunjukkan bahwa peluang kerja bagi perempuan pada posisi non-ASN masih perlu ditingkatkan agar lebih inklusif dan setara.
Sementara itu, dari sisi jumlah pengunjung perpustakaan, terjadi tren yang positif. Tidak hanya jumlah pengunjung meningkat signifikan dari tahun 2024 ke 2025, tetapi juga kesenjangan gender semakin mengecil. Partisipasi perempuan menunjukkan peningkatan yang lebih cepat dibandingkan laki-laki, sehingga pada tahun 2025 komposisinya hampir seimbang. Ini mencerminkan semakin terbukanya akses dan meningkatnya minat perempuan terhadap layanan literasi.
Pada aspek kelompok usia, ditemukan pola yang menarik. Kelompok anak-anak merupakan pengunjung terbanyak, namun masih didominasi laki-laki. Sebaliknya, pada kelompok remaja dan dewasa, partisipasi perempuan cenderung lebih tinggi dan bahkan melampaui laki-laki. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin bertambah usia, keterlibatan perempuan dalam aktivitas literasi semakin kuat.
Perpustakaan Jakarta Barat menghadirkan program literasi BERITA (Belajar Islam Melalui Cerita) sebagai upaya menyediakan kegiatan edukatif sekaligus menyenangkan bagi anak-anak selama bulan Ramadan. BERITA dilaksanakan pada Kamis, 5 Maret 2026 di Ruang Layanan Anak Perpustakaan Jakarta Barat dan diikuti oleh siswa/i dari SDN Duri Kepa 16 Pagi. Program ini dikemas dalam bentuk menonton film edukatif yang menampilkan berbagai cerita dengan penyampaian yang ringan, menarik, dan mudah dipahami oleh anak-anak, sehingga mereka dapat belajar nilai-nilai Islam dengan cara yang menyenangkan.
BERITA menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengenal cerita melalui media visual yang interaktif. Anak-anak diajak memahami isi cerita dari tayangan film dan mengikuti diskusi ringan untuk menanggapi cerita.
Kegiatan utama dalam program BERITA adalah sesi menonton film edukatif bersama. Anak-anak menyaksikan tayangan film yang telah dipilih sesuai dengan usia mereka sehingga alur cerita dapat diikuti dengan mudah.
Melalui tayangan film, anak-anak dapat mengikuti cerita yang disajikan melalui gambar, suara, dan dialog yang menarik. Selain itu, tayangan film juga menampilkan cerita yang mengandung nilai-nilai Islami secara visual. Dengan cara ini, anak-anak dapat mengenal ajaran Islam, kebiasaan baik, serta pesan moral melalui cerita yang disajikan dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami.
Selain menonton film, anak-anak juga mengikuti diskusi ringan mengenai cerita yang ditayangkan. Mereka dapat menceritakan kesan dan pesan dari film yang mereka saksikan. Untuk menambah semangat, setiap anak yang berpartisipasi dalam diskusi mendapatkan penghargaan atau hadiah kecil sebagai bentuk apresiasi atas keaktifan mereka.
Menumbuhkan Literasi melalui Film
Melalui program BERITA, Perpustakaan Jakarta Barat menghadirkan kegiatan yang mengajak anak-anak mengenal cerita dan nilai-nilai Islami melalui tayangan film edukatif. Perpustakaan tidak hanya dikenal sebagai tempat membaca dan meminjam buku, tetapi juga sebagai tempat bagi anak-anak untuk menikmati cerita serta belajar dari berbagai kisah yang ditampilkan
Program BERITA diharapkan dapat memberikan pengalaman literasi yang menyenangkan bagi anak-anak setiap kali mereka berkunjung ke perpustakaan.
Penulis: Almayra Malika Muis, Sahira Putri Rahman, Widya Putri Rahman
Editor: Norma Tridiana