Penyediaan data terpilah gender merupakan salah satu instrumen penting dalam mendukung perencanaan dan evaluasi kebijakan yang responsif dan inklusif. Dalam konteks pelayanan publik, data ini tidak hanya berfungsi sebagai sumber informasi statistik, tetapi juga sebagai dasar untuk memahami kesenjangan, kebutuhan, serta potensi partisipasi antara laki-laki dan perempuan.
Data terpilah gender dari Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jakarta Barat menunjukkan dinamika menarik, baik dari sisi komposisi pegawai maupun profil pengunjung perpustakaan daerah sepanjang 2024–2025. Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan di Jakarta Barat berkomitmen untuk menghadirkan layanan perpustakaan yang adil dan setara bagi seluruh lapisan masyarakat. Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui pengumpulan dan penyajian data terpilah gender, baik dari sisi sumber daya manusia maupun pengguna layanan perpustakaan.
Melalui data ini, dapat diidentifikasi bagaimana komposisi pegawai berdasarkan gender, tingkat partisipasi masyarakat dalam mengakses layanan perpustakaan, serta distribusi pengunjung berdasarkan kelompok usia. Informasi tersebut menjadi penting untuk menilai sejauh mana prinsip kesetaraan gender telah terintegrasi dalam penyelenggaraan layanan perpustakaan.
Komposisi Pegawai: Ketimpangan pada Tenaga PJLP
Data komposisi pegawai Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Barat terlaihat melalui data berikut ini :
Tabel Pegawai Sudin Pusip Jakarta Barat
|
Status Pegawai |
Laki-laki |
Perempuan |
|
ASN |
13 |
11 |
|
PJLP |
31 |
9 |
Berdasarkan data pegawai Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan di Jakarta Barat menunjukkan adanya perbedaan komposisi antara pegawai laki-laki dan perempuan berdasarkan status kepegawaian.
Pada kategori Aparatur Sipil Negara (ASN), komposisi pegawai relatif seimbang. Tercatat terdapat 13 pegawai laki-laki dan 11 pegawai perempuan. Selisih yang tidak signifikan ini mengindikasikan bahwa prinsip kesetaraan gender dalam pengisian jabatan ASN sudah mulai terwujud, dengan peluang yang cukup adil bagi laki-laki maupun perempuan untuk berpartisipasi dalam struktur organisasi formal.
Namun, kondisi berbeda terlihat pada kategori Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP). Dari total pegawai PJLP, sebanyak 31 orang adalah laki-laki, sedangkan hanya 9 orang perempuan. Ketimpangan ini menunjukkan dominasi laki-laki yang cukup tinggi pada jenis pekerjaan non-ASN. Perbedaan tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti karakteristik pekerjaan yang lebih banyak diminati atau diakses oleh laki-laki, keterbatasan kesempatan bagi perempuan, maupun faktor sosial dan budaya yang memengaruhi partisipasi tenaga kerja.
Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa meskipun keseimbangan gender telah mulai tercapai pada level ASN, masih terdapat kesenjangan yang cukup besar pada tenaga kerja PJLP. Oleh karena itu, diperlukan upaya lebih lanjut untuk mendorong peningkatan partisipasi perempuan, khususnya pada kategori pekerjaan non-ASN, melalui kebijakan yang lebih inklusif, responsif gender, serta membuka akses dan kesempatan kerja yang setara bagi semua pihak.
Jumlah Pengunjung Meningkat, Partisipasi Perempuan Menguat
Jumlah pengunjung perpustakaan mengalami peningkatan signifikan dari 2024 ke 2025, hal ini tergambar melalui data berikut ini :
Tabel Pengunjung Perpustakaan
|
Tahun |
Laki-laki |
Perempuan |
Jumlah |
|
2024 |
13.902 |
11.453 |
25.355 |
|
2025 |
16.407 |
15.899 |
32.306 |
Pada tahun 2024, jumlah pengunjung tercatat sebanyak 25.355 orang, dengan komposisi 13.902 laki-laki dan 11.453 perempuan. Data ini menunjukkan bahwa pengunjung laki-laki masih mendominasi dengan selisih sekitar 2.449 orang dibandingkan perempuan.
Memasuki tahun 2025, terjadi peningkatan jumlah pengunjung yang cukup signifikan menjadi 32.306 orang. Kenaikan ini tidak hanya terjadi secara umum, tetapi juga terlihat pada kedua kelompok gender. Jumlah pengunjung laki-laki meningkat menjadi 16.407 orang, sementara pengunjung perempuan naik lebih tajam menjadi 15.899 orang.
Menariknya, kesenjangan gender pada tahun 2025 semakin menyempit secara signifikan. Jika pada tahun sebelumnya selisih mencapai ribuan, maka pada tahun 2025 perbedaan antara laki-laki dan perempuan hanya sekitar 508 orang. Hal ini menunjukkan adanya tren positif menuju kesetaraan akses dan partisipasi dalam pemanfaatan layanan perpustakaan.
Peningkatan partisipasi perempuan ini dapat mengindikasikan bahwa program layanan perpustakaan semakin inklusif dan mampu menjangkau kebutuhan berbagai kelompok masyarakat. Selain itu, hal ini juga dapat mencerminkan meningkatnya minat literasi di kalangan perempuan.
Secara keseluruhan, data ini memperlihatkan perkembangan yang menggembirakan, di mana tidak hanya terjadi peningkatan jumlah pengunjung, tetapi juga perbaikan dalam keseimbangan gender. Ke depan, penting untuk terus mempertahankan bahkan memperkuat kebijakan dan program yang responsif gender guna memastikan akses layanan perpustakaan yang setara bagi seluruh masyarakat.
Kelompok Usia: Anak-anak Mendominasi, Remaja Perempuan Unggul
Jika dilihat berdasarkan kelompok usia, anak-anak menjadi pengunjung terbanyak di kedua tahun. Namun, terdapat pergeseran menarik pada kelompok remaja.
Tabel Pengunjung Perpustakaan Berdasarkan Kelompok Usia Tahun 2024-2025
|
Kelompok Usia |
Tahun 2024 |
||
|
|
Laki-laki |
Perempuan |
Jumlah |
|
Anak-anak |
7.496 |
4.735 |
12.231 |
|
Remaja |
4.489 |
4.582 |
9.071 |
|
Dewasa |
1.917 |
2.136 |
4.053 |
|
Total |
|
25.355 |
|
|
Kelompok Usia |
Tahun 2025 |
||
|
|
Laki-laki |
Perempuan |
Jumlah |
|
Anak-anak |
8.217 |
6.615 |
14.832 |
|
Remaja |
5.069 |
6.035 |
11.104 |
|
Dewasa |
3.121 |
3.249 |
6.370 |
|
Total |
|
32.306 |
|
Analisis data terpilah gender berdasarkan kelompok usia pengunjung perpustakaan di Jakarta Barat menunjukkan dinamika partisipasi yang berbeda pada setiap kategori usia dalam periode 2024–2025.
Pada tahun 2024, kelompok anak-anak menjadi pengunjung terbanyak dengan total 12.231 orang, terdiri dari 7.496 laki-laki dan 4.735 perempuan. Hal ini menunjukkan dominasi laki-laki yang cukup signifikan pada usia anak-anak. Sementara itu, pada kelompok remaja, jumlah pengunjung relatif seimbang, dengan 4.489 laki-laki dan 4.582 perempuan, bahkan perempuan sedikit lebih unggul. Pada kelompok dewasa, partisipasi perempuan juga lebih tinggi, yaitu 2.136 dibandingkan 1.917 laki-laki.
Memasuki tahun 2025, terjadi peningkatan jumlah pengunjung di seluruh kelompok usia. Kelompok anak-anak tetap mendominasi dengan total 14.832 pengunjung, terdiri dari 8.217 laki-laki dan 6.615 perempuan. Meskipun laki-laki masih lebih banyak, terjadi peningkatan signifikan pada jumlah pengunjung perempuan, yang mengindikasikan mulai mengecilnya kesenjangan gender pada kelompok ini.
Pada kelompok remaja, tren dominasi perempuan semakin terlihat. Jumlah pengunjung perempuan mencapai 6.035 orang, lebih tinggi dibandingkan laki-laki sebanyak 5.069 orang. Hal ini menunjukkan bahwa remaja perempuan memiliki tingkat partisipasi yang lebih tinggi dalam memanfaatkan layanan perpustakaan.
Sementara itu, pada kelompok dewasa, jumlah pengunjung juga meningkat dengan komposisi yang relatif seimbang, yakni 3.121 laki-laki dan 3.249 perempuan. Perempuan masih sedikit lebih unggul, yang menunjukkan konsistensi partisipasi perempuan pada kelompok usia ini.
Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa kelompok anak-anak merupakan pengguna terbesar layanan perpustakaan, namun dengan dominasi laki-laki. Di sisi lain, kelompok remaja dan dewasa justru menunjukkan kecenderungan partisipasi perempuan yang lebih tinggi. Tren ini mengindikasikan adanya pergeseran pola pemanfaatan layanan perpustakaan, di mana perempuan, khususnya pada usia remaja dan dewasa, semakin aktif dalam kegiatan literasi.
Ke depan, data ini dapat menjadi dasar dalam penyusunan program layanan yang lebih responsif gender dan berbasis usia, misalnya dengan memperkuat program literasi anak perempuan serta mempertahankan dan mengembangkan minat baca di kalangan remaja dan dewasa, khususnya perempuan.
Menuju Layanan yang Lebih Inklusif
Berdasarkan analisis tiga kelompok data tentang komposisi pegawai, jumlah pengunjung, dan pengunjung berdasarkan kelompok usia di lingkungan perpustakaan Jakarta Barat, dapat disimpulkan bahwa terdapat dinamika yang berbeda antara aspek internal organisasi dan pemanfaatan layanan oleh masyarakat.
Dari sisi komposisi pegawai, kesetaraan gender relatif telah tercapai pada level ASN, di mana jumlah laki-laki (13) dan perempuan (11) cukup seimbang. Namun, ketimpangan masih terlihat jelas pada tenaga PJLP yang didominasi laki-laki (31 berbanding 9). Hal ini menunjukkan bahwa peluang kerja bagi perempuan pada posisi non-ASN masih perlu ditingkatkan agar lebih inklusif dan setara.
Sementara itu, dari sisi jumlah pengunjung perpustakaan, terjadi tren yang positif. Tidak hanya jumlah pengunjung meningkat signifikan dari tahun 2024 ke 2025, tetapi juga kesenjangan gender semakin mengecil. Partisipasi perempuan menunjukkan peningkatan yang lebih cepat dibandingkan laki-laki, sehingga pada tahun 2025 komposisinya hampir seimbang. Ini mencerminkan semakin terbukanya akses dan meningkatnya minat perempuan terhadap layanan literasi.
Pada aspek kelompok usia, ditemukan pola yang menarik. Kelompok anak-anak merupakan pengunjung terbanyak, namun masih didominasi laki-laki. Sebaliknya, pada kelompok remaja dan dewasa, partisipasi perempuan cenderung lebih tinggi dan bahkan melampaui laki-laki. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin bertambah usia, keterlibatan perempuan dalam aktivitas literasi semakin kuat.
Perpustakaan Jakarta Barat menghadirkan program literasi BERITA (Belajar Islam Melalui Cerita) sebagai upaya menyediakan kegiatan edukatif sekaligus menyenangkan bagi anak-anak selama bulan Ramadan. BERITA dilaksanakan pada Kamis, 5 Maret 2026 di Ruang Layanan Anak Perpustakaan Jakarta Barat dan diikuti oleh siswa/i dari SDN Duri Kepa 16 Pagi. Program ini dikemas dalam bentuk menonton film edukatif yang menampilkan berbagai cerita dengan penyampaian yang ringan, menarik, dan mudah dipahami oleh anak-anak, sehingga mereka dapat belajar nilai-nilai Islam dengan cara yang menyenangkan.
BERITA menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengenal cerita melalui media visual yang interaktif. Anak-anak diajak memahami isi cerita dari tayangan film dan mengikuti diskusi ringan untuk menanggapi cerita.
Kegiatan utama dalam program BERITA adalah sesi menonton film edukatif bersama. Anak-anak menyaksikan tayangan film yang telah dipilih sesuai dengan usia mereka sehingga alur cerita dapat diikuti dengan mudah.
Melalui tayangan film, anak-anak dapat mengikuti cerita yang disajikan melalui gambar, suara, dan dialog yang menarik. Selain itu, tayangan film juga menampilkan cerita yang mengandung nilai-nilai Islami secara visual. Dengan cara ini, anak-anak dapat mengenal ajaran Islam, kebiasaan baik, serta pesan moral melalui cerita yang disajikan dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami.
Selain menonton film, anak-anak juga mengikuti diskusi ringan mengenai cerita yang ditayangkan. Mereka dapat menceritakan kesan dan pesan dari film yang mereka saksikan. Untuk menambah semangat, setiap anak yang berpartisipasi dalam diskusi mendapatkan penghargaan atau hadiah kecil sebagai bentuk apresiasi atas keaktifan mereka.
Menumbuhkan Literasi melalui Film
Melalui program BERITA, Perpustakaan Jakarta Barat menghadirkan kegiatan yang mengajak anak-anak mengenal cerita dan nilai-nilai Islami melalui tayangan film edukatif. Perpustakaan tidak hanya dikenal sebagai tempat membaca dan meminjam buku, tetapi juga sebagai tempat bagi anak-anak untuk menikmati cerita serta belajar dari berbagai kisah yang ditampilkan
Program BERITA diharapkan dapat memberikan pengalaman literasi yang menyenangkan bagi anak-anak setiap kali mereka berkunjung ke perpustakaan.
Penulis: Almayra Malika Muis, Sahira Putri Rahman, Widya Putri Rahman
Editor: Norma Tridiana
Puluhan anak tampak antusias mengikuti program literasi IMSAK “Inspirasi Masakan Ramadan” yang digelar di Aula Perpustakaan Jakarta Barat pada Rabu (11/3/2026). Program ini diikuti oleh sekitar 20 peserta anak dengan rentang usia 9-12 tahun dari masyarakat umum yang tertarik mempelajari cara membuat hidangan sederhana yang identik dengan sajian Ramadan dan persiapan hampers menjelang Hari Raya. IMSAK hadir sebagai ruang belajar kreatif yang mengajak anak-anak mengenal aktivitas memasak secara menyenangkan sekaligus memperkenalkan keterampilan praktis yang berpotensi menjadi peluang wirausaha sejak dini.
Program dimulai pada pukul 10.30 WIB dengan dipandu oleh Kak Norma dan Kak Arsita sebagai fasilitator. Kukis coklat dibuat dengan menggunakan 3 bahan sederhana yang terdiri dari coklat batang, kukis kering dan hiasan kue (sprinkles). Anak-anak diajak mengikuti setiap tahapan pembuatan kukis coklat secara langsung, mulai dari proses menyiapkan dan mencampurkan bahan, hingga menghias cookies sesuai dengan kreasi masing-masing. Setelah kukis selesai dibuat, anak-anak menata hasilnya ke dalam toples dan ditutup dengan menghias toples tersebut menggunakan pita-pita agar tampak lebih menarik dan rapi.
Selain praktek memasak, anak-anak juga diperkenalkan bahwa olahan makanan sederhana seperti kukis dapat memiliki nilai tambah apabila dikemas dengan menarik. Dari sini anak-anak mulai memahami bahwa kreativitas dalam membuat kue juga dapat berkembang menjadi ide usaha kecil yang mudah dilakukan dengan biaya yang relatif terjangkau.
Antusiasme anak-anak juga terlihat dari berbagai tanggapan yang disampaikan selama kegiatan berlangsung. Salah satu peserta, Aira (8), mengaku senang bisa mengikuti kegiatan ini karena dapat belajar hal baru.
“Seru banget, aku jadi tahu cara bikin cookies. Nanti mau coba bikin lagi di rumah sama mama,” katanya.
Melalui program IMSAK “Inspirasi Masakan Ramadhan”, Perpustakaan Jakarta Barat terus menghadirkan berbagai aktivitas literasi inklusif yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Perpustakaan berkembang sebagai ruang eksplorasi pengetahuan dan kreativitas bagi masyarakat, termasuk anak-anak. Program ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat berkarya sekaligus membuka wawasan anak-anak mengenai peluang usaha sederhana yang dapat dimulai dari ide-ide kreatif di sekitar mereka.
Penulis: Almayra Malika Muis, Sahira Putri Rahman, Widya Putri Rahman
Editor: Norma Tridiana
Puluhan anak tampak antusias mengikuti kegiatan literasi bertajuk “Berkelana Bersama Buku Digital Ramah Anak” yang digelar di Perpustakaan Jakarta Barat pada Minggu (1/3/2026). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Fun Garden of Literacy (FGL) dan Let’s Read, sebuah platform buku digital ramah anak. Acara tersebut diikuti oleh sekitar 80 anak dari wilayah Jakarta. Sebanyak 60 peserta mendaftar melalui admin Let’s Read, sementara 20 lainnya merupakan pemustaka yang sedang berkunjung ke Perpustakaan Jakarta Barat.
Kegiatan dimulai tepat pukul 09.00 WIB dengan menghadirkan para narasumber dari komunitas FGL, yakni Palupi, Ucih, Tuti, dan Tia. Mereka mengajak anak-anak untuk bermain, berimajinasi, serta mengeksplorasi literasi melalui berbagai aktivitas yang menyenangkan.
Dalam sesi kegiatan, Kak Palupi mengajak anak-anak bernyanyi dan membaca buku bersama, sekaligus mendorong kedekatan antara orang tua dan anak melalui kegiatan menjelajah buku. Sementara itu, Kak Fatiha dan Kak Ucih membimbing anak-anak membuat karya kreatif melalui kegiatan bookish play, yaitu mengembangkan cerita dari buku yang telah dibaca menjadi aktivitas kreatif yang menyenangkan. Di sisi lain, Kak Via dan Kak Tuti mengajak peserta mengekspresikan imajinasi mereka melalui kegiatan bermain dan menggambar yang terinspirasi dari cerita yang dibacakan.
Program Berkelana Bersama Buku Digital Ramah Anak merupakan inisiatif yang dicetuskan oleh komunitas FGL bersama Let’s Read untuk memperkenalkan platform buku digital yang dapat diakses secara gratis oleh masyarakat. Melalui aplikasi ini, tersedia ribuan buku cerita anak bergambar yang dapat dibaca sesuai dengan tingkat usia pembaca. Buku-buku digital dalam aplikasi Let’s Read menghadirkan beragam cerita edukatif yang dikemas dalam berbagai pilihan bahasa, termasuk bahasa daerah. Seluruh buku dapat diunduh secara gratis sehingga mudah diakses oleh anak-anak, orang tua, maupun pendidik. Platform Let’s Read sendiri dikembangkan oleh The Asia Foundation dengan tujuan menumbuhkan budaya membaca serta meningkatkan literasi anak-anak di kawasan Asia, khususnya di Indonesia.
Ketua komunitas FGL sekaligus penanggung jawab kegiatan, Kak Palupi, menyampaikan bahwa kegiatan serupa direncanakan kembali pada September 2026 di Perpustakaan Jakarta Barat.
“Pada kegiatan berikutnya, kami juga akan mengadakan sesi evaluasi serta berbagi pengalaman dalam menggunakan buku digital Let’s Read,” ujarnya.
Kegiatan ini dinilai memberikan dampak positif karena tidak hanya meningkatkan minat baca anak-anak, tetapi juga mendorong keterlibatan keluarga dalam kegiatan literasi. Selain itu, acara ini turut memperkenalkan Perpustakaan Jakarta Barat kepada masyarakat, khususnya bagi mereka yang belum pernah berkunjung sebelumnya. [NT]
Perpustakaan di Jakarta tidak hanya melayani administrasi pemustaka seperti pendaftaran keanggotaan perpustakaan sampai peminjaman buku tapi juga ada beberapa kegiatan perpustakaan yang tercatat di dalam Agenda Literasi. Wisata Literasi adalah wisata mengunjungi suatu lokasi dan menghabiskan waktu dengan melakukan kegiatan berkaitan dengan literasi, mengunjungi perpustakaan atau event-event kegiatan literasi, bisa berupa event membaca. Adapun Wisata Literasi yang dilaksanakan di Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jakarta Barat yaitu:
1. Menelusuri Jejak Literasi (Si Jali) di Perpustakaan Tanjung Duren bersama TK Mutiara Ilmu – 25 Mei 2023
2. Menelusuri Jejak Literasi (Si Jali) di Perpustakaan Tanjung Duren bersama RA Al Biruni – 22 Mei 2023
3. Menelusuri Jejak Literasi (Si Jali) di Perpustakaan Tanjung Duren bersama SD Juara – 16 Maret 2023
4. Menelusuri Jejak Literasi (Si Jali) Roadshow di Sekolah SMPN 189 Jakarta – 10 Maret 2023
5. Menelusuri Jejak Literasi (Si Jali) Roadshow di Sekolah SDN Kedaung Kaliangke 12 – 9 Maret 2023
6. Menelusuri Jejak Literasi (Si Jali) Roadshow di Sekolah SDN Semanan 04 – 9 Maret 2023
7. Menelusuri Jejak Literasi (Si Jali) di Perpustakaan Tanjung Duren bersama TKQ Al Akhyar – 9 Maret 2023
8. Menelusuri Jejak Literasi (Si Jali) Roadshow di Sekolah SDN Kemanggisan 01 – 2 Maret 2023
9. Menelusuri Jejak Literasi (Si Jali) Roadshow di Sekolah SDN Cengkareng Timur 07 – 2 Maret 2023
10. Menelusuri Jejak Literasi (Si Jali) Roadshow di Sekolah SMPN 271 Jakarta – 2 Maret 2023
11. Menelusuri Jejak Literasi (Si Jali) Roadshow di Sekolah SMPN 69 Jakarta – 1 Maret 2023
12. Menelusuri Jejak Literasi (Si Jali) Roadshow di Sekolah SDN Srengseng 06 – 1 Maret 2023
13. Menelusuri Jejak Literasi (Si Jali) Roadshow di Sekolah SDN Tanjung Duren 01 – 1 Maret 2023
14. Menelusuri Jejak Literasi (Si Jali) Roadshow di Sekolah SDN Kedaung Kaliangke 06 – 28 Februari 2023
15. Menelusuri Jejak Literasi (Si Jali) Roadshow di Sekolah SDN Sukabumi Utara 01 – 28 Februari 2023
16. Menelusuri Jejak Literasi (Si Jali) Roadshow di Sekolah SDN Jelambar 08 – 28 Februari 2023
17. Menelusuri Jejak Literasi (Si Jali) Wisata Literasi di Perpustakaan Tanjung Duren bersama TK Yasporbi III – 20 Februari 2023
18. Menelusuri Jejak Literasi (Si Jali) Roadshow di Sekolah SDN Kedoya Utara 09 – 17 Februari 2023
19. Menelusuri Jejak Literasi (Si Jali) Roadshow di Sekolah SDN Kebon Jeruk 06 – 17 Februari 2023
20. Menelusuri Jejak Literasi (Si Jali) Roadshow di Sekolah SDN Tomang 01 – 16 Februari 2023
21. Menelusuri Jejak Literasi (Si Jali) Roadshow di Sekolah di Sekolah SDN Kemanggisan 10 – 16 Februari 2023
22. Menelusuri Jejak Literasi (Si Jali) di Perpustakaan Tanjung Duren bersama TKQ Kareem Amani – 14 Februari 2023
23. Wisata Literasi ke Perpustakaan Tanjung Duren – 9 Februari 2023
24. Menelusuri Jejak Literasi (Si Jali) di Perpustakaan Tanjung Duren (Wisata Literasi) – 25 Januari 2023
25. Menelusuri Jejak Literasi (Si Jali) di Perpustakaan Tanjung Duren – 13 Januari 2023