Beranda DISPUSIP DKI Jakarta
Hari Veteran Nasional
Peresmian Nyi Ageng Serang
Hari Dharma Wanita
HUT DKI Jakarta
Hari Pustakawan
Layanan Kearsipan Depot Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta
Layanan Kearsipan Depot Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta

Jl. Perintis Kemerdekaan No.1, Kayu Putih, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13260

Senin - Jumat: 08.00 - 16.00 WIB

Agenda Literasi

Temukan beragam agenda kegiatan literasi dan kearsipan yang diselenggarakan untuk meningkatkan wawasan, keterampilan, dan partisipasi masyarakat dalam membangun budaya baca dan pengelolaan informasi yang baik.


Jadwal Agenda Literasi -
Semua Agenda
Semua Agenda

Sampaikan Suara Anda, Bersama Tingkatkan Kualitas Layanan Perpustakaan Petojo Enclek - Jakarta Pusat


Noor Muchyadi Selasa, 11 Agustus 2026

Sampaikan Suara Anda, Bersama Tingkatkan Kualitas Layanan Perpustakaan Petojo Enclek - Jakarta Pusat Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan keterbukaan pelayanan publik, Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat menyediakan Saluran Aduan Daring bagi masyarakat. Melalui kanal ini, masyarakat dapat menyampaikan saran maupun masukan terkait penyelenggaraan layanan perpustakaan dan kearsipan secara mudah dan praktis. Setiap masukan yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi untuk mendorong perbaikan layanan secara berkelanjutan serta memastikan pelayanan yang diberikan semakin responsif, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Baca Pengumuman Pengumuman Lainnya

Penerapan Standar Pelayanan Perpustakaan Petojo Enclek - Jakarta Pusat


Noor Muchyadi Selasa, 11 Agustus 2026

Penetapan Standar Pelayanan Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat telah menetapkan Standar Pelayanan melalui Keputusan Nomor e-0020 Tahun 2026 tanggal 7 Agustus 2026. Penetapan ini merupakan wujud komitmen dalam memberikan pelayanan yang transparan, mudah, cepat, terukur, dan berkualitas, serta memberikan kepastian kepada masyarakat dalam memperoleh layanan. Dokumen Standar Pelayanan dapat diakses melalui tautan/dokumen yang tersedia pada laman ini.

Baca Pengumuman Pengumuman Lainnya

Pengumuman Maklumat Pelayanan Perpustakaan Petojo Enclek - Jakarta Pusat


Noor Muchyadi Selasa, 11 Agustus 2026

Pengumuman Maklumat Pelayanan Sebagai bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat menetapkan Maklumat Pelayanan sebagai wujud kesungguhan dalam menyelenggarakan pelayanan yang profesional, transparan, akuntabel, serta berorientasi pada kepuasan masyarakat. Melalui Maklumat Pelayanan ini, kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan serta terus melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan. Kami juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi melalui penyampaian saran, masukan, maupun pengaduan demi terwujudnya pelayanan publik yang semakin berkualitas.

Baca Pengumuman Pengumuman Lainnya

Roadshow Workshop Membaca “Menulis Esai yang Asik” Dorong Pelajar Berani Menuangkan Gagasan


Noor Muchyadi Rabu, 12 Agustus 2026

Jakarta Pusat – Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat melalui Perpustakaan Jakarta Pusat menyelenggarakan Roadshow Workshop Membaca bertajuk “Menulis Esai yang Asik” sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Semarak Peringatan Kemerdekaan. Kegiatan ini berlangsung di SMAN 77 Jakarta, pada Rabu (12/8), dengan melibatkan 75 orang siswa sebagai peserta. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan minat baca sekaligus mendorong kemampuan literasi tulis di kalangan pelajar. Melalui workshop, peserta tidak hanya diajak untuk membaca, tetapi juga memahami bagaimana gagasan, pengalaman, dan pandangan terhadap berbagai persoalan dapat dituangkan menjadi tulisan esai yang menarik. Roadshow Workshop Membaca dibuka oleh Kepala Seksi Perpustakaan Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat, Noor Muchyadi yang hadir mewakili Kepala Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat. Dalam sambutannya disampaikan bahwa kemampuan membaca dan menulis merupakan bagian penting dari keterampilan literasi yang perlu terus dikembangkan, khususnya di kalangan generasi muda. “Menulis bukan hanya tentang merangkai kata, tetapi juga bagaimana kita menyampaikan gagasan dan sudut pandang. Karena itu, melalui kegiatan seperti ini diharapkan para pelajar semakin percaya diri untuk membaca, berpikir kritis, dan menuangkan pemikirannya dalam bentuk tulisan,” ujar Noor Muchyadi dalam sambutannya. Workshop ini menghadirkan tiga narasumber yang memiliki pengalaman di bidang kepenulisan dan literasi, yaitu Graece Tanus dan Stebby Julionatan, yang merupakan penulis dan pegiat literasi dari Komunitas RuangMenulis.ID. Ketiganya memberikan materi dan berbagi pengalaman mengenai proses menulis esai, mulai dari menemukan ide, membangun sudut pandang, menyusun gagasan, hingga menghasilkan tulisan yang menarik. Dengan mengusung tema “Menulis Esai yang Asik”, materi disampaikan secara interaktif agar peserta dapat melihat bahwa menulis esai tidak harus menjadi aktivitas yang rumit atau membosankan. Peserta diajak mengenali berbagai hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sebagai sumber ide tulisan serta memahami pentingnya memiliki pendapat dan sudut pandang dalam sebuah tulisan. Antusiasme peserta terlihat selama berlangsungnya kegiatan. Para siswa mengikuti pemaparan narasumber, berdiskusi, serta mendapatkan kesempatan untuk menggali lebih jauh mengenai dunia kepenulisan dan literasi. Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran perpustakaan sebagai ruang belajar yang tidak hanya menyediakan bahan bacaan, tetapi juga menjadi tempat bertumbuhnya kreativitas, pengetahuan, dan kemampuan masyarakat dalam mengolah informasi. Melalui program roadshow workshop membaca, Perpustakaan Jakarta Pusat berupaya mendekatkan kegiatan literasi kepada masyarakat, khususnya pelajar di berbagai satuan pendidikan di wilayah Jakarta Pusat.  

Baca Berita Berita Lainnya

Kolaborasi dengan PAM Jaya, Dispusip gelar Workshop Kearsipan pada BUMD Tahun 2026


Agus Suherman Senin, 10 Agustus 2026

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta (Dispusip) menggelar kegiatan Workshop Kearsipan pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pada Rabu (05/08) bertempat di Ruang ICC PAM Jaya, Jalan Penjernihan II, Pejompongan, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Bidang Pembinaan dan Pengawasan Kearsipan, Bapak Dimitri Bhisma, dan diikuti oleh peserta dari 14 BUMD di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Terselenggaranya kegiatan ini berkat kolaborasi dengan PT Air Minum Jaya (Perseroda). Senior Manager Corporate & Customer Communication PAM Jaya, Bapak Gatra Vaganza, mendukung penuh kegiatan ini berlangsung. Workshop Kearsipan pada BUMD yang dilaksanakan dengan tema Pentingnya Preservasi Arsip bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terkait penyelamatan dan pelindungan arsip untuk menjaga akuntabilitas dan memori BUMD melalui strategi preservasi arsip dan komitmen manajemen. Narasumber kegiatan Workshop Kearsipan berasal dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), yaitu Bapak Afrizal Zurman selaku Direktur Pelestarian dan Pelindungan Arsip, dan Bapak Achmad Dedi Faozi Selaku Arsiparis Ahli Madya dan Ketua Tim Penyimpanan Arsip Statis. Setelah kegiatan Workshop Kearsipan, seluruh peserta berkeliling untuk melihat record center milik PAM Jaya secara langsung.

Baca Berita Berita Lainnya

Sudin Pusip Jakarta Barat Gelar Apresiasi Lomba Menulis Tingkat SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA


Suhaena Selasa, 4 Agustus 2026

Jakarta – Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Sudin Pusip) Kota Administrasi Jakarta Barat menggelar acara penyerahan apresiasi bagi para pemenang Lomba Menulis Tingkat SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA se-Kota Administrasi Jakarta Barat pada Jumat (31/7). Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 2 Perpustakaan Jakarta Barat ini merupakan bentuk penghargaan atas kreativitas dan prestasi para pelajar dalam bidang literasi, khususnya menulis. Acara diawali dengan penampilan tari Nandak Jantik dari Forum Anak Kedoya Utara, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa bersama. Dalam sambutannya, Kepala Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jakarta Barat, Achmad Jazuri, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pemenang yang telah meraih prestasi dalam lomba tersebut. Ia menjelaskan bahwa penyelenggaraan lomba menulis bertujuan untuk meningkatkan minat baca serta memperkuat budaya literasi di kalangan pelajar. "Lomba menulis menjadi ruang bagi pelajar untuk mengembangkan potensi, bakat, dan kemampuan menulis sehingga kelak mampu menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya. Di akhir sambutannya, Achmad Jazuri juga mengajak para pelajar untuk menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar yang menyenangkan, tempat tumbuhnya budaya membaca, berdiskusi, berkarya, dan berinovasi. Suasana acara semakin semarak dengan penampilan spesial dari Scholastika Betari Pandan Wangi, salah satu pelajar berbakat dari Jakarta Barat yang mewakili keluarga RUBI (Rumah Baca Inspiratif Kaya Literasi). Dalam kesempatan tersebut, Wangi membawakan dua lagu berjudul Menikmati Hari dan Andai Saja. Penampilannya yang memukau berhasil menghangatkan suasana dan mendapat sambutan meriah dari para hadirin. Puncak acara diisi dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang dari tiga kategori lomba, yaitu SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA. Masing-masing kategori menetapkan lima pemenang, mulai dari Juara Harapan II hingga Juara I. Untuk kategori SD/MI, Juara I memperoleh hadiah uang pembinaan sebesar Rp2.000.000, sertifikat, dan suvenir. Sementara itu, pada kategori SMP/MTs dan SMA/MA, Juara I menerima hadiah sebesar Rp10.000.000, sertifikat, dan suvenir. Perbedaan nominal hadiah tersebut disesuaikan dengan mekanisme lomba pada jenjang SMP/MTs dan SMA/MA yang dilaksanakan secara beregu dengan anggota dua hingga empat orang. Juara I kategori SD/MI diraih oleh Gracelyn Emily Halim dari SD Notre Dame melalui karya berjudul Lilo Si Anjing dan Mia Si Pembasmi Sampah. Pada kategori SMP/MTs, Juara I diraih oleh tim SMP Negeri 215 Jakarta melalui karya Topeng Bayangan. Adapun Juara I kategori SMA/MA berhasil diraih oleh tim MAN 16 Jakarta melalui karya Glitch. Acara ditutup dengan sesi foto bersama Kepala Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jakarta Barat, para kepala sekolah, guru pembimbing, serta seluruh pemenang lomba. Para juara selanjutnya akan mewakili Kota Administrasi Jakarta Barat pada Lomba Menulis Tingkat Provinsi DKI Jakarta. Diharapkan para perwakilan mampu kembali mengukir prestasi dan mengharumkan nama Jakarta Barat di tingkat provinsi.

Baca Berita Berita Lainnya

CERITA DI BALIK LENSA "Jejak Nelayan Kalibaru: Menengok Kembali Kehidupan Pesisir Cilincing Tahun 1974"


Haris Budiman Senin, 10 Agustus 2026

Kalibaru, Cilincing — Kumpulan foto dokumentasi tahun 1974 ini merekam denyut kehidupan kampung nelayan di pesisir utara Jakarta, sebelum kawasan itu berubah menjadi jantung industri dan pelabuhan modern. Sebelum menjadi kawasan padat industri dan pelabuhan modern seperti sekarang, Kalibaru di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, adalah kampung nelayan yang riuh oleh suara ombak, deretan perahu layar, dan tawa anak-anak pesisir. Sederet foto hitam-putih dari tahun 1974 berikut ini merekam potret keseharian itu. Momen sederhana namun sarat makna dari sebuah kampung yang hidup dari laut. Seorang nelayan memanggul pikulan berisi keranjang hasil tangkapan, diapit rekan-rekannya yang baru merapat dari laut. Kalibaru, Cilincing, 1974. Kampung yang Lahir dari Laut Kalibaru bukan sekadar permukiman biasa. Sejak dekade 1960-an, kawasan ini dikenal sebagai pelabuhan ikan yang menggantikan pelabuhan ikan Kali Kresek Lahoa yang ditutup pada 1967, terbagi menjadi Kalibaru Timur dan Kalibaru Barat. Di pelabuhan Kalibaru inilah aktivitas pendaratan, pelelangan, hingga bongkar muat dan pemasaran ikan berlangsung setiap hari. Bahkan, pada masa kejayaan jaring pukat harimau (trawl), pelabuhan ini tergolong sangat ramai karena letaknya yang berdekatan dengan pelabuhan kayu dan proyek pengembangan Pelabuhan Tanjung Priok. Secara historis, kampung nelayan di kawasan Cilincing termasuk Kalibaru telah ada sejak tahun 1920-an, dengan mayoritas penduduknya menggantungkan hidup dari hasil laut. Pola permukiman mereka umumnya memanjang mengikuti garis pantai, dengan rumah-rumah kayu sederhana yang berjejer di tepi sungai dan muara. Deretan perahu layar besar berjejer di muara sungai, sementara perahu-perahu kecil hilir mudik membawa penumpang dan hasil laut. Kalibaru, Cilincing, 1974. Menatap Foto Tahun 1974 Dalam salah satu foto, tampak seorang nelayan muda tersenyum lebar sambil memanggul pikulan bambu berisi keranjang anyaman penuh muatan hasil tangkapan, diapit rekan-rekannya yang baru saja merapat dari laut. Ekspresi wajahnya basah oleh keringat dan air laut, menggambarkan kelegaan khas nelayan yang pulang membawa rezeki. Foto lain memperlihatkan deretan perahu layar besar berjejer rapat di muara sungai, tali-temali dan tiang layarnya menjulang saling silang di langit pagi. Di sela-sela kapal besar itu, perahu-perahu kecil hilir mudik membawa penumpang dan barang, sementara di tepian, tumpukan terumbu karang dan sampah laut menjadi bagian tak terpisahkan dari lanskap pesisir kala itu. Atas: nelayan menyeret perahu dari tengah ombak menuju bibir pantai. Bawah: kampung nelayan di tepi kanal, rumah-rumah beratap rumbia berdampingan dengan perahu yang ditambatkan di depan rumah. Ada pula gambar nelayan yang tengah menyeret perahu kecil dari tengah ombak menuju bibir pantai, sebuah kerja keras kolektif yang menjadi rutinitas harian sebelum dermaga modern dibangun. Dan potret kampung di tepi kanal, di mana rumah-rumah beratap rumbia berdiri berdampingan dengan perahu-perahu yang ditambatkan tepat di depan pintu rumah, menunjukkan betapa menyatunya kehidupan warga dengan air. Atas: bebatuan karang di garis pantai yang menahan hempasan ombak. Bawah: kapal-kapal nelayan bersandar rapat di dermaga, siap berlayar mencari hasil laut. Dari Kampung Nelayan ke Jantung Industri Wajah Kalibaru dan Cilincing kini telah banyak berubah. Pada 1971, pengusaha Sudono Salim mendirikan pabrik tepung Bogasari di wilayah Kalibaru, menjadi salah satu penanda mulai bergesernya kawasan ini ke arah industri. Meski demikian, jejak masa lalu belum sepenuhnya hilang. Aktivitas nelayan masih bertahan di beberapa titik dan tradisi pesisir tetap hidup di tengah modernisasi kawasan. Foto-foto dari tahun 1974 ini menjadi pengingat berharga: bahwa di balik hiruk-pikuk truk kontainer dan gudang logistik yang kini mendominasi Cilincing, pernah ada dan sebagian masih ada, kampung nelayan yang sederhana, keras, namun penuh kehangatan. Wajah-wajah nelayan yang tersenyum di depan lensa kamera puluhan tahun lalu adalah saksi bisu dari sebuah era ketika laut masih menjadi sumber kehidupan utama warga Kalibaru. Kalibaru dalam Perjalanan Jakarta Menuju 5 Abad Rekaman kehidupan pesisir Kalibaru tahun 1974 ini muncul kembali di saat yang bermakna: Jakarta tengah bersiap menyambut usianya yang ke-500 tahun, atau lima abad, pada 2027. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah meluncurkan logo peringatan lima abad dan mulai menyusun kalender kegiatan berskala internasional sepanjang tahun 2027 untuk merayakan momentum tersebut. Di tengah gegap-gempita perayaan menuju kota global itu, kampung nelayan seperti Kalibaru menjadi pengingat penting bahwa jauh sebelum Jakarta dikenal sebagai pusat bisnis dan pelabuhan modern, kehidupan pesisirnya sudah menjadi bagian dari denyut nadi kota, sepotong sejarah kecil yang ikut membentuk perjalanan panjang ibu kota menuju usia lima abad.

Baca Artikel Artikel Lainnya

Merawat Ingatan, Menjaga Masa Depan: Mengapa Pengelolaan Arsip Sangat Vital Pencerahan Kearsipan dalam Rangka Menyongsong 500 Tahun Kota Jakarta


Haris Budiman Senin, 3 Agustus 2026

Dispusip Jakarta, Indonesia - Banyak orang menganggap arsip hanyalah tumpukan kertas usang yang memenuhi ruangan. Padahal, arsip adalah urat nadi sebuah organisasi dan tulang punggung sejarah suatu bangsa. Di era yang bergerak serba cepat ini, merawat arsip bukan lagi sekadar urusan menyimpan dokumen, melainkan langkah strategis untuk menjamin kepastian hukum, melindungi hak perdata, dan memastikan kelancaran administrasi di masa yang akan datang.   Arsip yang dikelola dengan baik adalah bukti rekam jejak yang tak terbantahkan. Tanpa sistem kearsipan yang mumpuni, sebuah institusi akan kehilangan arah karena hilangnya memori kelembagaan. Jika suatu saat terjadi sengketa, bencana, atau kebutuhan audit, arsip fisik maupun digital yang terawat adalah satu-satunya instrumen yang bisa memberikan jawaban pasti dan objektif. Pentingnya merawat arsip ini tidak hanya berhenti pada tataran teori, tetapi telah diikat oleh landasan hukum yang kuat, baik di tingkat nasional maupun daerah.   Di tingkat nasional, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) telah menetapkan standar yang ketat. Berdasarkan Peraturan Kepala (Perka) ANRI Nomor 9 Tahun 2018 tentang Pedoman Pemeliharaan Arsip Dinamis, pemeliharaan arsip merupakan tahapan krusial yang tidak boleh diabaikan. Peraturan ini menjabarkan beberapa alasan fundamental mengapa arsip dinamis (arsip yang masih digunakan langsung dalam kegiatan pencipta arsip) wajib dirawat secara sistematis: Menjamin Keautentikan: Perawatan yang tepat memastikan bahwa dokumen tidak diubah, dipalsukan, atau disalahgunakan, sehingga nilai pembuktiannya di mata hukum tetap sah. Menjaga Keutuhan Informasi: Tata cara pemberkasan dan penataan yang terstandar mencegah hilangnya lembaran penting dari sebuah kesatuan dokumen. Keamanan dan Keselamatan: Dokumen dilindungi dari ancaman fisik seperti kelembapan, hama, kebakaran, hingga akses dari pihak-pihak yang tidak berwenang. Peraturan Kepala (Perka) ANRI Nomor 9 Tahun 2018 tentang Pedoman Pemeliharaan Arsip Dinamis  Sumber: https://peraturan.bpk.go.id/Details/194322/peraturan-anri-no-9-tahun-2018   Sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi, Provinsi DKI Jakarta memiliki kompleksitas administrasi yang sangat tinggi. Kesadaran akan pentingnya arsip ini tertuang dengan sangat jelas dalam Peraturan Daerah (Perda) Provinsi DKI Jakarta Nomor 4 Tahun 2017 tentang Kearsipan Daerah.   Peraturan ini tidak hanya mengadopsi standar nasional, tetapi juga menyesuaikannya dengan kebutuhan dan tantangan ibu kota. Berikut adalah poin-poin utama mengapa Pemprov DKI Jakarta mewajibkan pengelolaan arsip yang ketat: Arsip Sebagai Instrumen Vital (Pasal 25 & 31): Perda ini menggarisbawahi pentingnya "Arsip Vital", yaitu dokumen yang menjadi prasyarat kelangsungan operasional pencipta arsip dan tidak dapat digantikan jika rusak atau hilang. Pemeliharaannya menjadi tanggung jawab kepala unit kearsipan guna memastikan roda pemerintahan tetap berjalan dalam situasi apa pun. Mitigasi Bencana (Pasal 40): Jakarta memiliki risiko bencana alam seperti banjir. Peraturan ini secara khusus mengamanatkan program pelindungan dan penyelamatan arsip dari bencana. Tanpa perawatan dan penataan yang terpusat serta aman, kerugian akibat bencana tidak hanya berupa kerusakan infrastruktur, tetapi juga hilangnya data penting masyarakat. Pelayanan Publik yang Optimal (Pasal 23): Pengelolaan yang baik (termasuk penggunaan sistem klasifikasi dan akses arsip) diwajibkan agar instansi dapat menyediakan informasi secara cepat dan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan, sesuai dengan standar pelayanan minimal.   Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2017 tentang Kearsipan Daerah Sumber: https://peraturan.bpk.go.id/Details/336171/perda-prov-dki-jakarta-no-4-tahun-2017   Kedua payung hukum di atas—baik Perka ANRI maupun Perda DKI Jakarta—juga telah mengantisipasi masa depan kearsipan melalui proses alih media (digitalisasi). Perda DKI Jakarta No. 4 Tahun 2017 Pasal 33 secara eksplisit mewajibkan pencipta arsip untuk melaksanakan alih media guna melindungi fisik dokumen asli yang rentan rusak dimakan usia, sekaligus mempercepat proses temu-kembali informasi di era modern.   Pada akhirnya, merawat arsip adalah menjaga jembatan yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan. Mari jadikan pengelolaan arsip sebagai budaya, termasuk melalui digitalisasi arsip. Karena menyelamatkan arsip hari ini sama dengan menyelamatkan hak generasi mendatang. Sebagai wujud nyata komitmen ini, Dispusip Jakarta juga menghadirkan layanan arsip keluarga untuk penyelamatan arsip vital masyarakat.

Baca Artikel Artikel Lainnya

Perpustakaan Jakarta Pusat Hadirkan Moli dalam Kegiatan JUMTEK PMI Kota Jakarta Pusat


Noor Muchyadi Senin, 29 Juni 2026

Jakarta Pusat, 23 Juni 2026 - Dalam rangka mendukung peningkatan budaya baca dan memperluas akses literasi bagi masyarakat, Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat melalui Perpustakaan Jakarta Pusat - Petojo Enclek kembali menunjukkan komitmennya dengan menghadirkan layanan perpustakaan keliling atau MOLI (Mobil Literasi) pada kegiatan JUMTEK (Jumbara PMR dan Temu Karya) PMI Kota Jakarta Pusat 2026.  Kegiatan JUMTEK PMI Kota Jakarta Pusat diselenggarakan pada 23–25 Juni 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi kepalangmerahan, kepemimpinan dan kreativitas, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai situasi kemanusiaan. JUMTEK diikuti oleh anggota Palang Merah Remaja (PMR) Mula, Madya, dan Wira, para pembina PMR, serta relawan PMI. Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan tersebut, Perpustakaan Jakarta Pusat menghadirkan layanan MOLI selama 2 hari, yaitu pada tanggal 23–24 Juni 2026, yang akan didampingi oleh petugas MOLI, Kak Iyan dan Kak Galeh. Pada hari pertama pelaksanaan kegiatan, hari pertama pelaksanaan kegiatan, Selasa (23/6), peserta mengikuti sesi LiterAksi, sebuah aktivitas literasi interaktif yang dipandu oleh Kak Iyan dan Kak Galeh. Dalam kegiatan tersebut, Kak Iyan memperkenalkan dan membacakan beberapa koleksi buku yang terdapat di armada MOLI. Kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme ketika peserta diajak berinteraksi melalui cerita-cerita menarik yang disampaikan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi “Baca Seru Bersama MOLI” yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk menikmati berbagai koleksi bacaan yang tersedia. Beragam koleksi buku anak dan remaja dimanfaatkan oleh peserta untuk mengisi waktu luang di sela-sela rangkaian kegiatan JUMTEK. Kehadiran Mobil Perpustakaan Keliling memberikan pengalaman membaca yang berbeda dan menyenangkan, sekaligus memperluas akses peserta terhadap bahan bacaan berkualitas. Kepala Seksi Perpustakaan Jakarta Pusat, Noor Muchyadi, turut hadir meninjau layanan MOLI di lokasi kegiatan. Ia berharap kehadiran layanan perpustakaan keliling dapat menjadi sarana rekreasi edukatif sekaligus mendorong tumbuhnya kegemaran membaca di kalangan peserta.ditulis oleh Reihaya dan Mia (Mahasiswa PKL dari Universitas Indonesia)

Baca Artikel Artikel Lainnya
Belum Ada Postingan

Tetap terhubung untuk mendapatkan postingan terbaru dari kami.