Beranda DISPUSIP DKI Jakarta
Hari Paskah
Hari Wafat Yesus Kristus
Hari Peduli Autisme Sedunia
Idul Fitri 2026
Hari Puisi
Hari Dongeng
Layanan Kearsipan Depot Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta
Layanan Kearsipan Depot Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta

Jl. Perintis Kemerdekaan No.1, Kayu Putih, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13260

Senin - Jumat: 08.00 - 16.00 WIB

Agenda Literasi

Temukan beragam agenda kegiatan literasi dan kearsipan yang diselenggarakan untuk meningkatkan wawasan, keterampilan, dan partisipasi masyarakat dalam membangun budaya baca dan pengelolaan informasi yang baik.


Jadwal Agenda Literasi -
Semua Agenda
Semua Agenda

PENGUMUMAN HASIL WAWANCARA TENAGA AHLI PENYUSUNAN BUKU NASKAH SUMBER DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN PROVINSI DKI JAKARTA TAHUN ANGGARAN 2026


Haris Budiman Selasa, 17 Maret 2026

Setelah dilakukan tahapan seleksi wawancara Tenaga Ahli Penyusun Naskah Sumber  Sehubungan dengan penerimaan Tenaga Ahli (TA) di Bidang Pengelolaan Arsip dan Layanan untuk posisi Tenaga Ahli Penyusun Naskah Sumber Tahun Anggaran 2026 dan telah dilaksanakannya proses seleksi wawancara pada Senin 16 Maret 2026, disampaikan nama-nama peserta yang dinyatakan lulus sebagai berikut:   1.  Bondan Kanumoyoso 2. Muhammad Gibran Humam 3. Yogi Susatyo 4. Zalfaa Rizqi Nuraulia    Selamat kepada nama-nama peserta yang telah dinyatakan lulus seleksi wawancara Tenaga Ahli Penyusun Naskah Sumber Tahun Anggaran 2026. Semoga keberhasilan ini menjadi langkah awal dalam memberikan kontribusi terbaik bagi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta.

Baca Pengumuman Pengumuman Lainnya

PENGUMUMAN SELEKSI ADMINSITRASI PENERIMAAN TENAGA AHLI PENYUSUNAN BUKU NASKAH SUMBER DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN PROVINSI DKI JAKARTA TAHUN ANGGARAN 2026


Haris Budiman Sabtu, 14 Maret 2026

Sehubungan dengan penerimaan Tenaga Ahli (TA) di Bidang Pengelolaan Arsip dan Layanan untuk posisi Penyusun Naskah Sumber Tahun Anggaran 2026, berikut ini disampaikan nama-nama peserta yang dinyatakan lulus Seleksi Administrasi: Bondan Kanumoyoso Muhammad Gibran Humam Yogi Susatyo Zalfaa Rizqi Nuraulia  Untuk selanjutnya nama-nama yang lolos Seleksi Administrasi agar menghadiri tahapan Seleksi Wawancara yang akan dilaksanakan pada: Tanggal: Senin, 16 Maret 2026  Waktu: 10.00 WIB - Selesai  Lokasi: Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan Provinsi DKI Jakarta. Adapun nama-nama peserta yang lulus seleksi administrasi terlampir pada surat pengumuman ini, diharapkan hadir tepat waktu serta membawa perlengkapan yang diperlukan sesuai pada lampiran pengunguman resmi. Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta Lampiran :

Baca Pengumuman Pengumuman Lainnya

REKRUTMEN PENERIMAAN TENAGA AHLI PENYUSUNAN BUKU NASKAH SUMBER DI BIDANG PENGELOLAAN ARSIP DAN LAYANAN DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN TAHUN ANGGARAN 2026


Haris Budiman Kamis, 12 Maret 2026

Dispusip Jakarta, Indonesia   INFORMASI UMUM DAN CAKUPAN PEKERJAAN: Pengadaan Langsung Tenaga Ahli Penyusunan Naskah Sumber ini diperuntukan untuk paket pekerjaan Penyediaan Tenaga Ahli Penyusunan Naskah Sumber (Penulis Utama) sebanyak 2 (dua) orang dan Penyediaan Tenaga Ahli Penyusunan Naskah Sumber (Asisten Penulis) Tahun Anggaran 2026 sebanyak 2 (dua) orang, berkontrak mulai Bulan April sampai dengan September 2026 di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta, Jalan Perintis Kemerdekaan Nomor 1, Pulogadung, Jakarta Timur.   PERSYARATAN UMUM: 1. Warga Negara Indonesia (WNI) yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Setia dan Taat sepenuhnya kepada Pancasila, UUD 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 2. Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). 3. Memiliki akun SPSE/SIKAP terverifikasi untuk pelaksanaan pengadaan langsung melalui  Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE). 4. Memiliki kemampuan komunikasi yang baik, inisiatif, disiplin bekerja, mematuhi peraturan, bekerja dalam tekanan baik individu maupun dalam tim, dan dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan target yang telah ditentukan. 5. Tidak menuntut untuk diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)/Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan/atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). 6. Tidak menuntut apapun apabila terdapat perubahan APBD Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2026 yang mengakibatkan pengurangan belanja tenaga ahli.    PERSYARATAN KHUSUS TENAGA AHLI PENYUSUNAN NASKAH SUMBER (PENULIS UTAMA): 1. Pendidikan minimal S-2, Jurusan Sejarah, dibuktikan dengan ijazah dan transkip nilai. 2. Memiliki pengalaman minimal 2 tahun 3. Diutamakan pernah berperan sebagai penulis utama atau penanggung jawab substansi pada kegiatan/proyek, seperti buku naskah sumber arsip atau buku sejarah, katalog arsip tematik, atau publikasi ilmiah/populer lainnya dibuktikan dengan Sertifikat, Parklaring, Surat Keterangan, Portofolio atau sejenisnya. 4. Memilik kemampuan menyusun konsep, kerangka, dan alur narasi naskah sumber secara komprehensif dibuktikan dengan Sertifikat, Parklaring, Surat Keterangan, Portofolio atau sejenisnya. 5. Memiliki kemampuan analisis, interpretasi, dan kontekstualisasi arsip ke dalam narasi dibuktikan dengan Sertifikat, Parklaring, Surat Keterangan, Portofolio atau sejenisnya. 6. Bersedia menggunakan laptop/alat kerja pribadi.   PERSYARATAN KHUSUS TENAGA AHLI PENYUSUNAN NASKAH SUMBER (ASISTEN PENULIS): 1. Pendidikan minimal S-1, jurusan Sejarah, dibuktikan dengan ijazah dan transkip nilai 2. Memiliki pengalaman minimal 3 tahun 3. Diutamakan pernah berperan sebagai penulis atau asisten penulis pada kegiatan/proyek, seperti buku naskah sumber arsip atau buku sejarah, katalog arsip tematik, atau publikasi ilmiah/populer lainnya dibuktikan dengan Sertifikat, Parklaring, Surat Keterangan, Portofolio atau sejenisnya. 4. Memilik kemampuan analisis, interpretasi, dan kontekstualisasi arsip ke dalam narasi dibuktikan dengan Sertifikat, Parklaring, Surat Keterangan, Portofolio atau sejenisnya.   TATA CARA PENDAFTARAN: 1. Pelamar mengirim dokumen lamaran dalam bentuk scan/softcopy dengan format (nama pelamar_nama file), contoh : (Ahmad Rifai_Surat Lamaran), yang terdiri dari : Surat Lamaran Daftar Riwayat Hidup/CV KTP Kartu Keluarga NPWP Foto setengah badan, berpakaian sopan dan formal Ijazah terakhir dan Transkrip Nilai Sertifikat keahlian yang relevan (jika ada) Surat pengalaman kerja (jika ada) 2. Berkas lamaran ditujukan kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta u.p. Kepala Bidang Pengelolaan Arsip dan Layanan ke alamat email arsip.dispusip@gmail.com. 3. Penerimaan berkas lamaran dibuka mulai tanggal 12 sampai dengan 13 Maret 2026. 4. Setiap Pelamar hanya diperkenankan mengirim 1 (satu) kali pendaftaran dan apabila mengirim lebih dari satu kali maka akan didiskualifikasi. 5. Hasil seleksi administrasi dan undangan wawancara diumumkan melalui website pada tanggal 14 Maret 2026. 6. Pelaksanaan wawancara dilaksanakan di Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta, Jalan Perintis Kemerdekaan Nomor 1, Pulogadung, Jakarta Timur pada tanggal 16 Maret 2026 pukul 10.00 WIB sampai dengan selesai. 7. Hasil seleksi wawancara selambat-lambatnya akan diumumkan melalui website pada 16 Maret 2026.   KETENTUAN LAINNYA: 1. Pelamar yang terbukti memberikan keterangan palsu atau memalsukan dokumen persyaratan akan dinyatakan gugur. 2. Proses penerimaan dan hasil keputusan penerimaan pengadaan tenaga ahli ini bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. 3. Seluruh proses pendaftaran atau proses penerimaan tidak dipungut biaya. 4. Bila peserta tidak hadir dan tidak dapat menunjukkan berkas asli pada saat pembuktian kualifikasi, maka peserta dianggap mengundurkan diri.

Baca Pengumuman Pengumuman Lainnya

Lebaran Betawi 2026: Merawat Tradisi di Tengah Transformasi Global


Noor Muchyadi Jumat, 17 April 2026

Perayaan Lebaran Betawi 2026 yang digelar pada 10–12 April 2026 di Lapangan Banteng tampil bukan sekadar sebagai ajang budaya tahunan, melainkan momen penting untuk memperkuat identitas lokal di tengah arus globalisasi. Mengusung tema utama “Lebaran Betawi untuk Jakarta: Memperkokoh Persatuan dalam Merawat Tradisi Menuju Jakarta Kota Global”, perayaan ini menegaskan bahwa modernisasi kota tidak harus menggerus akar budaya, tetapi justru dapat berjalan beriringan.Di tengah kemeriahan pertunjukan seni, kuliner khas, dan tradisi Betawi, kehadiran Dispusip Provinsi DKI Jakarta diwujudkan melalui pameran arsip yang mengangkat wajah Jakarta tempo dulu. Beragam koleksi ditampilkan, mulai dari pameran buku-buku Kejakartaan, buku sastra dan kliping dari Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin, arsip foto, hingga dokumentasi visual perkembangan kota dari masa ke masa. Pameran ini menjadi ruang penting untuk memahami perjalanan Jakarta—dari kota tradisional hingga menuju kota global. Melalui arsip-arsip tersebut, pengunjung diajak menyadari bahwa transformasi Jakarta tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses panjang yang melibatkan dinamika sosial, budaya, dan politik. Di sinilah peran Dispusip Provinsi DKI Jakarta menjadi krusial yaitu menjaga ingatan kolektif sekaligus mengedukasi masyarakat agar tidak tercerabut dari sejarahnya. Dispusip hadir sebagai penghubung antara masa lalu, masa kini, dan masa depan. Arsip menjadi sumber pembelajaran, sementara literasi menjadi alat transformasi. Keduanya berpadu dalam upaya memperkuat persatuan masyarakat melalui pemahaman sejarah dan budaya bersama.Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Sudin Pusip) Jakarta Pusat juga menjadi salah satu elemen yang memberi kedalaman makna pada acara ini. Tidak sekadar meramaikan, Sudin Pusip Jakarta Pusat menghadirkan pendekatan edukatif yang menghubungkan masyarakat dengan sejarah Jakarta secara lebih dekat dan reflektif melalui layanan Perpustakaan Keliling yang menjadi pusat aktivitas literasi interaktif. Program ini dirancang untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat, khususnya anak-anak dan keluarga yang hadir dalam perayaan.Kegiatan membaca menjadi pintu masuk untuk mengenalkan nilai-nilai budaya Betawi secara ringan namun bermakna. Sementara itu, aktivitas menggambar dan mewarnai ondel-ondel menghadirkan pengalaman kreatif yang menyenangkan sekaligus edukatif. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak harus kaku, tetapi dapat dikemas secara inklusif dan menarik bagi generasi muda.Lebaran Betawi 2026 membuktikan bahwa perayaan budaya dapat menjadi ruang kolaborasi lintas sektor. Dukungan Dispusip Provinsi DKI Jakarta menunjukkan bahwa pelestarian tradisi tidak hanya menjadi tanggung jawab pelaku budaya, tetapi juga institusi yang bergerak di bidang pengetahuan dan dokumentasi.Melalui pameran arsip dan kegiatan literasi, Dispusip tidak hanya memeriahkan acara, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam memperkokoh persatuan masyarakat Jakarta. Upaya ini menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa di tengah transformasi menuju kota global, Jakarta tetap berpijak pada akar budayanya. Dengan demikian, Lebaran Betawi 2026 tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga refleksi kolektif—bahwa merawat tradisi adalah langkah strategis untuk melangkah maju sebagai kota dunia yang berkarakter.

Baca Berita Berita Lainnya

Tumbuhkan Minat Baca Sejak Dini, Sudin Pusip Jakarta Utara Gelar Layanan "Bercerita" di BKB Paud Rosella


Fajar Andi Nugroho Kamis, 2 April 2026

JAKARTA UTARA – Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Sudin Pusip) Kota Administrasi Jakarta Utara terus berinovasi dalam mendekatkan literasi kepada anak-anak. Melalui layanan "Jemput Bola", Sudin Pusip menyelenggarakan kegiatan Read Aloud dan Dongeng bagi para murid di BKB Paud Rosella, Semper Timur, pada Jumat (06/03/2026). Kegiatan edukatif ini dilaksanakan langsung di lingkungan sekolah yang beralamat di Jl. Kebantenan 2, RT.11/RW.5, Semper Timur, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Sebanyak 25 murid tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Kolaborasi Strategis Demi Literasi Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi nyata antara satuan pendidikan dan Sudin Pusip Jakarta Utara. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan minat baca dan kecintaan terhadap dunia literasi sejak usia sedini mungkin. Dengan menghadirkan suasana belajar yang berbeda, diharapkan anak-anak tidak hanya mengenal buku sebagai kewajiban, tetapi sebagai jendela dunia yang menyenangkan. Keseruan Bersama Kak Ali Bagaimana jalannya kegiatan tersebut? Pihak sekolah memanfaatkan layanan "Storytelling" dengan mengundang tim pendongeng profesional dari Sudin Pusip. Pada kesempatan kali ini, Kak Ali hadir sebagai sosok sentral yang memandu jalannya acara. Dengan teknik Read Aloud (membacakan nyaring) dan metode mendongeng yang interaktif, Kak Ali berhasil menghidupkan suasana. Cerita-cerita yang dibawakan tidak hanya menarik secara visual dan auditori, tetapi juga disisipi dengan pesan-pesan moral yang mudah dipahami oleh anak-anak usia dini. Para peserta diajak berinteraksi aktif, menjawab pertanyaan, dan tertawa bersama mengikuti alur cerita yang inspiratif. Dampak Positif Bagi Siswa Melalui kegiatan ini, pihak BKB Paud Rosella berharap para siswa mendapatkan pengalaman literasi yang berkesan. Kehadiran tim perpustakaan langsung ke sekolah membuktikan bahwa akses terhadap ilmu pengetahuan dan hiburan edukatif kini semakin mudah dijangkau oleh masyarakat.

Baca Berita Berita Lainnya

Semarak Ramadan di MI Ar-Rasyidiyyah: 220 Siswa Antusias Ikuti Dongeng Literasi Kak Ali


Fajar Andi Nugroho Kamis, 2 April 2026

JAKARTA UTARA – Memasuki bulan suci Ramadan, semangat literasi tetap menyala di lingkungan pendidikan Jakarta Utara. Pada Jumat (13/03/2026), sebanyak 220 murid dari MI Ar-Rasyidiyyah berkumpul untuk mengikuti kegiatan bertajuk "Read Aloud/Dongeng Ramadan Ceria". Kegiatan ini dilaksanakan langsung di lingkungan sekolah yang beralamat di Jl. Mualim Rasyid No.34RT, RT.1/RW.5, Tugu Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Acara dimulai sejak pukul 09.00 hingga 12.00 WIB dengan suasana yang penuh keceriaan. Kolaborasi Strategis di Bulan Suci Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi nyata antara MI Ar-Rasyidiyyah dan Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Sudin Pusip) Kota Administrasi Jakarta Utara. Tujuan utamanya adalah untuk menumbuhkan minat baca dan menanamkan kecintaan terhadap literasi sejak dini bagi para siswa. Melalui momen Ramadan, pihak sekolah ingin memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan menyenangkan. Keseruan Storytelling Bersama Kak Ali Bagaimana jalannya acara tersebut? Pihak sekolah memanfaatkan layanan unggulan "Storytelling" dari Sudin Pusip dengan menghadirkan pendongeng profesional, yaitu Kak Ali. Dalam sesi tersebut, Kak Ali membawakan cerita-cerita edukatif yang dikemas secara interaktif dan menarik. Sebanyak 220 siswa tampak terkesima mengikuti alur cerita yang penuh dengan pesan moral. Kak Ali tidak hanya bercerita secara searah, tetapi juga mengajak para siswa berinteraksi aktif melalui teknik Read Aloud (membacakan nyaring) yang menghidupkan suasana di lingkungan sekolah. Akses Literasi yang Lebih Dekat Kehadiran tim perpustakaan melalui layanan storytelling ini membuktikan komitmen Sudin Pusip Jakarta Utara dalam memperluas jangkauan literasi. Dengan mendatangi langsung satuan pendidikan, hambatan jarak bukan lagi menjadi penghalang bagi anak-anak untuk mendapatkan edukasi yang menghibur dan berkualitas. Pihak MI Ar-Rasyidiyyah berharap kegiatan Ramadan Ceria ini dapat meninggalkan kesan mendalam bagi para siswa, sehingga membaca buku menjadi kegemaran yang terus berlanjut bahkan setelah bulan Ramadan usai.

Baca Berita Berita Lainnya

Bilik Perpus Podcast: Bincang Perpustakaan antara Gen Milenial vs Gen Z


Suhaena Selasa, 24 Februari 2026

Perpustakaan Jakarta Barat kembali menghadirkan inovasi literasi melalui program podcast bertema “Bincang Perpustakaan antar Generasi: Gen Milenial vs Gen Z”. Program ini menjadi ruang diskusi yang mempertemukan pengalaman lintas generasi dalam melihat peran dan perkembangan perpustakaan dari masa ke masa. Podcast ini menghadirkan dua narasumber inspiratif yang telah lama berkecimpung dalam dunia literasi dan dongeng, yaitu Kak Palupi Mutiasih dan Kak Tuti Setiawaty. Kak Palupi Mutiasih dikenal sebagai pegiat literasi yang aktif mengembangkan budaya baca melalui kegiatan mendongeng. Ia merupakan Co-Founder Fun Garden of Literacy (FGL), sebuah komunitas yang berfokus pada penguatan literasi anak melalui pendekatan kreatif dan menyenangkan. Selain itu, beliau juga berprofesi sebagai dosen, kerap dipercaya menjadi juri dalam berbagai lomba di bidang literasi, serta produktif menulis buku dan lagu anak yang menghadirkan pesan pembelajaran dan penguatan karakter. Sementara itu, Kak Tuti Setiawaty merupakan pendongeng sekaligus guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang aktif dalam berbagai komunitas penggiat literasi. Melalui pengalaman mengajarnya, ia konsisten mendorong minat baca dan keterampilan bercerita pada peserta didik serta terlibat aktif dalam berbagai komunitas yang dapat meningkatkan literasi di masyarakat. Kehadiran keduanya dalam podcast ini menjadi istimewa karena mereka mewakili dua generasi yang berbeda. Perbedaan latar belakang pengalaman dan perjalanan literasi tersebut menghadirkan beragam pandangan mengenai peran dan perkembangan perpustakaan dari masa ke masa. Dialog yang terbangun pun menjadi lebih dinamis, reflektif, dan kaya perspektif, sehingga mampu memberikan gambaran yang lebih luas tentang bagaimana perpustakaan dimaknai oleh tiap generasi.   Perpustakaan dalam Lintasan Generasi Dalam diskusi tersebut, para narasumber berbagi cerita tentang pengalaman mereka berinteraksi dengan perpustakaan sejak masa sekolah hingga saat ini. Mereka juga membahas bagaimana perubahan zaman, teknologi, serta kebiasaan membaca memengaruhi cara generasi berbeda memanfaatkan perpustakaan. Tidak hanya membahas nostalgia, podcast ini juga menyoroti pentingnya perpustakaan sebagai ruang literasi yang adaptif terhadap kebutuhan generasi muda. Perpustakaan kini tidak hanya menyediakan koleksi bacaan, tetapi juga menghadirkan berbagai program kreatif yang terbuka bagi masyarakat. Ruang Diskusi Literasi di Era Digital Podcast ini dipublikasikan melalui kanal resmi YouTube Perpustakaan Jakarta Barat sebagai bentuk pemanfaatan media digital untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Melalui platform ini, perpustakaan berharap dapat menghadirkan konten literasi yang relevan, inspiratif, dan mudah diakses oleh berbagai kalangan. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa perpustakaan terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Dengan menghadirkan dialog lintas generasi, Perpustakaan Jakarta Barat berupaya memperkuat perannya sebagai ruang belajar, ruang berbagi cerita, sekaligus ruang tumbuh bagi seluruh lapisan masyarakat.   Penulis : Putra Ananda Rajagukguk, Luse Dotrika Aruan, Evlin Nehemia HarianjaEditor : Norma Tridiana

Baca Artikel Artikel Lainnya

Perpustakaan Jakarta Barat Kenalkan Literasi Melalui Program KECAPI (Kreasi, Eksplorasi, dan Cakap Berliterasi)


Suhaena Selasa, 24 Februari 2026

Perpustakaan Jakarta Barat menghadirkan program wisata literasi bertajuk KECAPI (Kreasi, Eksplorasi, dan Cakap Berliterasi) sebagai upaya menumbuhkan minat baca dan kreativitas anak sejak dini. Program ini dirancang sebagai kegiatan edukatif yang menyenangkan, sekaligus memperkenalkan perpustakaan sebagai ruang belajar yang ramah dan inspiratif bagi masyarakat. KECAPI menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengenal dunia literasi melalui berbagai aktivitas interaktif. Tidak hanya sekadar membaca, peserta diajak untuk memahami bahwa literasi dapat dikembangkan melalui pengalaman yang menyenangkan dan penuh eksplorasi. KECAPI dapat diikuti oleh siswa jenjang TK/PAUD, SD, SMP dan SMA di Jakarta Barat.    Mengenal Perpustakaan dengan Cara yang Seru Kegiatan diawali dengan pengenalan layanan dan fasilitas Perpustakaan Jakarta Barat. Anak-anak diajak untuk mengenal koleksi buku, ruang baca, serta layanan yang ada di Perpustakaan Jakarta Barat. Salah satu koleksi spesial yang dimiliki Perpustakaan Jakarta Barat adalah buku pop up dan koleksi braille (buku untuk tuna netra). Melalui sesi ini, anak-anak diharapkan semakin dekat dengan perpustakaan dan menjadikannya sebagai tempat belajar yang menyenangkan dan ramah untuk disabilitas.  Salah satu kegiatan yang paling dinantikan adalah sesi read aloud dan mendongeng. Dalam suasana yang hangat dan interaktif, peserta mendengarkan cerita yang dibacakan dengan ekspresif, kemudian diajak berdiskusi ringan tentang pesan moral dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Metode ini tidak hanya melatih kemampuan menyimak, tetapi juga membangun imajinasi dan keberanian anak untuk berpendapat.   Kreasi dan Eksplorasi Literasi Sesuai dengan namanya, KECAPI juga menghadirkan berbagai kegiatan kreatif seperti mewarnai bersama, membuat jurnal membaca, serta aktivitas kreasi lainnya yang mendorong anak mengekspresikan pemahamannya terhadap buku yang telah dibaca. Kegiatan ini membantu anak mengembangkan keterampilan motorik halus sekaligus memperkuat daya ingat terhadap isi bacaan. Pada sesi eksplorasi literasi, peserta diberikan kesempatan untuk memilih dan membaca buku koleksi Perpustakaan Jakarta Barat secara mandiri. Dengan pendampingan yang tepat, anak-anak belajar menemukan buku sesuai minatnya, sehingga kegiatan membaca terasa lebih personal dan menyenangkan.   Perpustakaan sebagai Ruang Tumbuh Literasi Melalui program KECAPI, Perpustakaan Jakarta Barat menegaskan perannya sebagai pusat pembelajaran yang adaptif di tengah perkembangan zaman. Perpustakaan tidak lagi hanya menjadi tempat meminjam buku, tetapi juga ruang tumbuh yang mendorong kreativitas, eksplorasi, dan kecakapan berliterasi sejak usia dini. Program ini diharapkan dapat menjadi agenda berkelanjutan yang memperkuat budaya baca di masyarakat, sekaligus menciptakan pengalaman literasi yang berkesan bagi setiap peserta yang berkunjung.Penulis : Putra Ananda Rajagukguk, Luse Dotrika Aruan, Evlin Nehemia HarianjaEditor : Norma Tridiana

Baca Artikel Artikel Lainnya

1 dari 12 Warga Jakarta Senang Membaca


Administrator Kamis, 29 Januari 2026

Hasil pengukuran Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) Provinsi DKI Jakarta yang dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta menunjukkan bahwa 82,26% warga DKI Jakarta merasa senang saat membaca buku. Hal ini selaras dengan kecenderungan 89,99% responden yang mengaku bahwa mereka membaca atas kemauan pribadi tanpa ada paksaan dari pihak lain.   Sumber: Laporan Akhir Hasil Pengukuran Tingkat Kegemaran Membaca Tahun 2025   Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta kembali melakukan pengukuran Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) dan terus mencatat peningkatan indeks literasi dari tahun ke tahun. Secara keseluruhan, tingkat kegemaran membaca di DKI Jakarta memperoleh skor 73,26 atau meningkat 0,33 poin dari tahun sebelumnya yaitu 72,93. Angka tersebut mencerminkan kuatnya budaya literasi dan partisipasi aktif masyarakat dalam aktivitas membaca. Dari 2.538 responden yang menjadi sampel, 82,26% responden merasa senang saat membaca buku dan mengaku bahwa aktivitas tersebut dilakukan atas kemauan pribadi tanpa ada paksaan dari pihak lain. Kesenangan akan membaca ini dapat menjadi fondasi terciptanya budaya literasi masyarakat. Pengukuran TKM kali ini mengacu pada Peraturan Perpusnas RI Nomor 9 Tahun 2025 tentang Pedoman Pengukuran Tingkat Kegemaran Membaca. Berdasarkan peraturan tersebut, terdapat perubahan signifikan terhadap dimensi yang membentuk tingkat kegemaran membaca masyarakat. Sebelumnya, pengukuran dilakukan dengan menggunakan 5 dimensi yaitu frekuensi membaca, durasi membaca, jumlah bahan bacaan, frekuensi akses internet, dan durasi akses internet. Tahun ini, pengukuran dilakukan dengan 3 dimensi saja, yaitu fase pra membaca, fase saat membaca, dan fase pasca membaca. Masing-masing dimensi tersebut terdiri dari berbagai variabel dan indikator yang dibentuk untuk memberi gambaran kegemaran membaca masyarakat secara lebih komprehensif.   Aktivitas Membaca Buku di Taman Menteng dalam Kegiatan Kolaborasi Dispusip bersama Baca Bareng SBC Jakarta   Dimensi pra membaca terbentuk dari 4 varibel yaitu motivasi membaca, model akses dan kebiasaan membaca, pembelajaran sosial, serta konsep budaya literasi. Dimensi ini berusaha menangkap ketersediaan akses dan dorongan masyarakat sebelum melakukan aktivitas membaca. Dengan skor 65,05, dimensi ini menunjukkan bahwa masyarakat DKI Jakarta memiliki dorongan membaca yang tinggi dengan akses buku dan lingkungan membaca yang mendukung. Dimensi selanjutnya, saat membaca, memperoleh skor yang lebih tinggi yaitu 71,24 yang terbentuk dari 2 variabel yaitu perilaku membaca dan literasi sosial. Fase ini berupaya menangkap perilaku membaca masyarakat, termasuk pola interaksi untuk memahami bacaan. Interaksi yang dimaksud tidak terbatas pada interaksi terhadap bacaan, namun juga interaksi dengan masyarakat sekitarnya dalam rangka pengembangan pemahaman. Fase terakhir diukur dalam dimensi setelah membaca yang terdiri dari dampak membaca dan nilai tambah yang diharapkan. Dimensi ini mencoba menangkap hasil yang diperoleh masyarakat setelah aktivitas membaca. Berdasarkan hasil pengukuran TKM dengan 79,67 poin, masyarakat memperoleh dampak yang signifikan dari aktivitas membaca. Mulai dari bertambahnya pengetahuan, meningkatnya kemampuan membaca dan komunikasi, hingga perasaan senang dan bahagia usai membaca.   Seorang Ayah tampak membacakan buku saat mengikuti Piknik Baca dalam Festival Literasi Jakarta 2025 di Taman Ismail Marzuki. Dari sekian indikator yang membentuk variabel pengukuran TKM, beberapa indikator nampak memperlihatkan peran penting lingkungan sekitar dalam membentuk kesenangan membaca. Dimensi pra membaca menggambarkan adanya dorongan yang signifikan dari tokoh keluarga, tokoh publik, dan teman dalam membentuk kegemaran membaca. 60,15% responden menyatakan terinspirasi untuk membaca karena sering melihat anggota keluarga membaca. Hal itu didukung dengan adanya rekomendasi buku dari teman (65,01%) dan tokoh publik (57,21%) seperti penulis, influencer, akademisi, atau figur di media sosial.   Aktivitas Membaca di Perpustakaan Jakarta Cikini Dimensi saat membaca juga menunjukkan hal serupa. Terbukti dari 76,74% responden menyatakan bahwa mereka cenderung tertarik untuk berdiskusi dengan orang lain tentang isi sebuah buku. Berakhir pada 90,45% responden yang mengaku dapat berkomunikasi dengan lebih baik dalam dimensi setelah membaca, sekaligus adanya peningkatan perasaan senang dan bahagia usai membaca (89,15 responden). Kesenangan masyarakat akan membaca ini tentu menjadi fondasi yang kokoh untuk pengembangan literasi kota. Kondisi tersebut perlu diperkuat dengan membentuk ekosistem literasi yang terdiri dari pemerintah, akademisi, komunitas, dan dunia usaha yang saling bersinergi dalam berbagai kegiatan literasi.

Baca Artikel Artikel Lainnya
Belum Ada Postingan

Tetap terhubung untuk mendapatkan postingan terbaru dari kami.