Beranda DISPUSIP DKI Jakarta
Hari Olahraga Nasional
Hari Aksara Internasional
Hari Pelanggan Nasional
Layanan Kearsipan Depot Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta
Layanan Kearsipan Depot Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta

Jl. Perintis Kemerdekaan No.1, Kayu Putih, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13260

Senin - Jumat: 08.00 - 16.00 WIB

Agenda Literasi

Temukan beragam agenda kegiatan literasi dan kearsipan yang diselenggarakan untuk meningkatkan wawasan, keterampilan, dan partisipasi masyarakat dalam membangun budaya baca dan pengelolaan informasi yang baik.


Jadwal Agenda Literasi -
Semua Agenda
Semua Agenda

Wisata Literasi edisi: Hari Kunjungan Perpustakaan


Fajar Andi Nugroho Jumat, 11 September 2026

Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Utara kembali menyelenggarakan kegiatan Wisata Literasi spesial edisi Hari Kunjungan Perpustakaan pada Senin, 14 September 2026, bertempat di Perpustakaan Jakarta Utara. Kegiatan ini diikuti oleh peserta didik dari R.A. Hibbulloh dan PAUD Bunga Sakura sebagai bagian dari upaya memperkenalkan perpustakaan serta menumbuhkan minat baca dan kecintaan terhadap literasi sejak usia dini. Dalam kegiatan tersebut, para peserta akan diajak mengenal lebih dekat Perpustakaan Jakarta Utara melalui kegiatan berkeliling dan melihat secara langsung berbagai layanan serta fasilitas yang tersedia. Untuk menambah pengalaman belajar yang seru dan menyenangkan, para peserta juga diajak untuk mengikuti sesi dongeng bersama Kak Mahathir. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video edukasi di ruang Audio Visual. Kegiatan Wisata Literasi akan ditutup dengan foto bersama sebagai dokumentasi dan kenang-kenangan bagi seluruh peserta.

Baca Pengumuman Pengumuman Lainnya
Wisata Literasi edisi: Hari Kunjungan Perpustakaan

Tutup Layanan Perpustakaan


Ruly Diah Kurniawati Jumat, 14 Agustus 2026

Sehubungan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, layanan Perpustakaan Jakarta Selatan akan TUTUP pada:Senin, 17 Agustus 2026Layanan operasional perpustakaan akan BUKA KEMBALI pada:Selasa, 18 Agustus 2026.Salam Literasi!

Baca Pengumuman Pengumuman Lainnya
Tutup Layanan Perpustakaan

Sampaikan Suara Anda, Bersama Tingkatkan Kualitas Layanan Perpustakaan Petojo Enclek - Jakarta Pusat


Noor Muchyadi Selasa, 11 Agustus 2026

Sampaikan Suara Anda, Bersama Tingkatkan Kualitas Layanan Perpustakaan Petojo Enclek - Jakarta Pusat Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan keterbukaan pelayanan publik, Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat menyediakan Saluran Aduan Daring bagi masyarakat. Melalui kanal ini, masyarakat dapat menyampaikan saran maupun masukan terkait penyelenggaraan layanan perpustakaan dan kearsipan secara mudah dan praktis. Setiap masukan yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi untuk mendorong perbaikan layanan secara berkelanjutan serta memastikan pelayanan yang diberikan semakin responsif, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Baca Pengumuman Pengumuman Lainnya
Sampaikan Suara Anda, Bersama Tingkatkan Kualitas Layanan Perpustakaan Petojo Enclek - Jakarta Pusat

Penerapan Standar Pelayanan Perpustakaan Petojo Enclek - Jakarta Pusat


Noor Muchyadi Selasa, 11 Agustus 2026

Penetapan Standar Pelayanan Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat telah menetapkan Standar Pelayanan melalui Keputusan Nomor e-0020 Tahun 2026 tanggal 7 Agustus 2026. Penetapan ini merupakan wujud komitmen dalam memberikan pelayanan yang transparan, mudah, cepat, terukur, dan berkualitas, serta memberikan kepastian kepada masyarakat dalam memperoleh layanan. Dokumen Standar Pelayanan dapat diakses melalui tautan/dokumen yang tersedia pada laman ini.

Baca Pengumuman Pengumuman Lainnya
Penerapan Standar Pelayanan Perpustakaan Petojo Enclek - Jakarta Pusat

Pengumuman Maklumat Pelayanan Perpustakaan Petojo Enclek - Jakarta Pusat


Noor Muchyadi Selasa, 11 Agustus 2026

Pengumuman Maklumat Pelayanan Sebagai bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat menetapkan Maklumat Pelayanan sebagai wujud kesungguhan dalam menyelenggarakan pelayanan yang profesional, transparan, akuntabel, serta berorientasi pada kepuasan masyarakat. Melalui Maklumat Pelayanan ini, kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan serta terus melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan. Kami juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi melalui penyampaian saran, masukan, maupun pengaduan demi terwujudnya pelayanan publik yang semakin berkualitas.

Baca Pengumuman Pengumuman Lainnya
Pengumuman Maklumat Pelayanan Perpustakaan Petojo Enclek - Jakarta Pusat

Tingkatkan Kualitas Layanan, Perpustakaan Jakarta Barat Buka Saluran Aduan Daring


Suhaena Rabu, 22 Juli 2026

Dalam upaya menghadirkan layanan yang semakin berkualitas, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, Perpustakaan Jakarta Barat kini membuka saluran aduan daring yang dapat diakses oleh seluruh pemustaka. Melalui layanan ini, masyarakat dapat menyampaikan kritik, saran, masukan, maupun pengaduan terkait layanan perpustakaan secara mudah dan cepat melalui hotline WhatsApp serta Google Form Kritik dan Saran. Kehadiran saluran aduan daring merupakan bagian dari komitmen Perpustakaan Jakarta Barat untuk membangun komunikasi dua arah yang lebih efektif dengan masyarakat. Setiap masukan yang diterima akan menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar dalam melakukan perbaikan dan pengembangan layanan secara berkelanjutan. Kami percaya bahwa setiap suara dan pengalaman pemustaka memiliki peran penting dalam mewujudkan perpustakaan yang lebih nyaman, inklusif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Mari bersama-sama membangun layanan Perpustakaan Jakarta Barat yang semakin baik. Sampaikan kritik, saran, maupun pengaduan Anda melalui kanal yang telah disediakan. Karena setiap masukan Anda adalah langkah menuju layanan yang lebih baik.

Baca Pengumuman Pengumuman Lainnya
Tingkatkan Kualitas Layanan, Perpustakaan Jakarta Barat Buka Saluran Aduan Daring
Mengenal Aksara, Menjelajah Cerita: Perpustakaan Jakarta Pusat Dorong Budaya Literasi Sejak Dini

Mengenal Aksara, Menjelajah Cerita: Perpustakaan Jakarta Pusat Dorong Budaya Literasi Sejak Dini


Noor Muchyadi Jumat, 11 September 2026

Jakarta Pusat, 10 September 2026 — Upaya mempromosikan dan membudayakan kegemaran membaca kepada masyarakat terus dilakukan melalui kegiatan “Mengenal Aksara, Menjelajah Cerita” yang digelar bersama PAUD Melati 02 dan PAUD Edelweis dalam rangkaian Hari Aksara Internasional. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jakarta Pusat melalui Perpustakaan Jakarta Pusat. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis, 10 September 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, dan bertempat di Aula Perpustakaan Jakarta Pusat, Jalan Tanah Abang I No. 1, RT 11/RW 8, Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat. Kegiatan “Mengenal Aksara, Menjelajah Cerita” merupakan bagian dari program Promosi dan Pembudayaan Kegemaran Membaca Masyarakat. Program ini dilaksanakan untuk mengenalkan budaya literasi kepada anak-anak sejak usia dini sekaligus memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan melalui lingkungan perpustakaan. Dalam pelaksanaannya, peserta dari PAUD Melati 02 dan PAUD Edelweis mengikuti sejumlah rangkaian kegiatan yang dikemas dalam bentuk aktivitas literasi. Beberapa kegiatan tersebut meliputi Jelajah Pustaka, Petualangan Baca, Kreasi Literasi, dan Layar Edukasi. Melalui Jelajah Pustaka, anak-anak dapat mengenal lingkungan dan berbagai fasilitas yang terdapat di perpustakaan. Sementara itu, Petualangan Baca memberikan pengalaman kepada peserta untuk lebih dekat dengan buku dan cerita. Kegiatan kemudian dilengkapi dengan Kreasi Literasi serta Layar Edukasi sebagai bentuk kegiatan yang menggabungkan unsur pembelajaran dan kreativitas. Pemilihan tema “Mengenal Aksara, Menjelajah Cerita” menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut karena pengenalan aksara dan cerita dapat menjadi langkah awal dalam menumbuhkan ketertarikan anak terhadap aktivitas membaca. Literasi tidak hanya diperkenalkan melalui buku, tetapi juga melalui kegiatan yang interaktif dan sesuai dengan dunia anak. Kegiatan ini juga menghadirkan Kak Ara, Kak Taufik, dan Kak Farida sebagai bagian dari rangkaian kegiatan. Kehadiran mereka turut memberikan warna dalam pelaksanaan kegiatan sehingga proses pengenalan literasi dapat berlangsung dengan suasana yang lebih menarik bagi peserta. Perpustakaan Jakarta Pusat juga berupaya menjadikan perpustakaan sebagai ruang yang dekat dengan anak-anak sekaligus sebagai tempat untuk belajar, bermain, berekspresi, dan memperoleh pengetahuan melalui momentum Hari Aksara Internasional yang dimanfaatkan untuk mengajak anak-anak mengenal aksara sekaligus menjadikan membaca sebagai kegiatan yang menarik dan menyenangkan.

Baca Berita Berita Lainnya
Inauguration of the Central Jakarta Reading Ambassador 2026: From Inspiration to Action

Inauguration of the Central Jakarta Reading Ambassador 2026: From Inspiration to Action


Noor Muchyadi Kamis, 10 September 2026

Central Jakarta’s literacy movement has gained new momentum through the inauguration of the Central Jakarta Reading Ambassador for 2026, held alongside a literacy talk show themed “Driving Literacy, Central Jakarta inspiring” on Tuesday (8/9).During the event, Yudhi Bagastian was inaugurated as the Central Jakarta Reading Ambassador 2026. His inauguration marks the beginning of his role in encouraging the community, especially the younger generation, to become more engaged with books, knowledge, and various literacy activities.The Head of the Library and Archives Sub-Department of Central Jakarta, Wahyu Prabowo, emphasized that the inauguration of the Reading Ambassador was not merely a ceremonial event, but also part of an effort to develop a literacy movement that is more closely connected to the community.“We hope that the newly inaugurated Reading Ambassador can become a driving force and an inspiration for the people of Central Jakarta. Literacy is not simply about encouraging people to read, but about how reading can generate ideas, creativity, creative works, and positive changes in life,” said Wahyu. Meanwhile, the Mayor of Central Jakarta, Arifin, highlighted the importance of strengthening literacy amid rapid technological developments and the overwhelming flow of information. According to him, people need not only the ability to read, but also the ability to understand, evaluate, and use information appropriately.“The challenges of literacy today have become increasingly broad. We are not only talking about how many books people read, but also about how they can understand information, think critically, also distinguish reliable information from misinformation and then transform that knowledge into something beneficial,” he explained.This spirit was further strengthened through the literacy talk show, which featured the Central Jakarta Literacy Mother, Witri Yenny Arifin; the Central Jakarta Reading Ambassador 2026, Yudhi Bagastian; and Reading Bugs Founder, Roosie Setiawan, with Dela Criesmayanti serving as the moderator.The three speakers shared their perspectives on the importance of building a reading culture from the community closest to us, making literacy more creative and relevant to the younger generation, and encouraging children to develop a love for books from an early age. The discussion also emphasized that literacy movements can be carried out through various approaches and require collaboration among different stakeholders.In 2026, the role of Witri Yenny Arifin as the Central Jakarta Literacy Mother continued as it did in the previous year, so no new inauguration was held for her. This continuity supports the literacy movement in Central Jakarta, which is now strengthened by the presence of a new Reading Ambassador.The inauguration of Yudhi Bagastian as the Central Jakarta Reading Ambassador 2026 is expected to help expand the literacy movement through collaboration with libraries, schools, communities, literacy activists, families, and various elements of society.More than just a title, being a Reading Ambassador is a responsibility to inspire and encourage others. From reading comes knowledge, from knowledge grows ideas, and when ideas are transformed into action, change is born.

Baca Berita Berita Lainnya
Pengukuhan Duta Baca Jakarta Pusat 2026: Dari Inspirasi Jadi Aksi

Pengukuhan Duta Baca Jakarta Pusat 2026: Dari Inspirasi Jadi Aksi


Noor Muchyadi Selasa, 8 September 2026

Jakarta Pusat, 2026 — Gerakan literasi di Jakarta Pusat kembali mendapat energi baru melalui Pengukuhan Duta Baca Kota Administrasi Jakarta Pusat Tahun 2026, yang dirangkaikan dengan talkshow literasi bertema “Menggerakkan Literasi, Jakarta Pusat Menginspirasi” pada Selasa (8/9). Dalam kegiatan tersebut, Yudhi Bagastian dikukuhkan sebagai Duta Baca Kota Administrasi Jakarta Pusat Tahun 2026. Pengukuhan ini menjadi langkah awal bagi Yudhi untuk mengambil peran dalam mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk semakin dekat dengan buku, pengetahuan, dan berbagai aktivitas literasi. Kepala Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat, Wahyu Prabowo, menyampaikan bahwa pengukuhan Duta Baca bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun gerakan literasi yang lebih dekat dengan masyarakat. “Kami berharap Duta Baca yang telah dikukuhkan dapat menjadi penggerak dan inspirator bagi masyarakat Jakarta Pusat. Literasi tidak cukup hanya dengan mengajak orang membaca, tetapi bagaimana membaca dapat melahirkan gagasan, kreativitas, karya, dan perubahan dalam kehidupan,” ujar Wahyu. Sementara itu, Walikota Kota Administrasi Jakarta Pusat, Arifin, menekankan pentingnya penguatan literasi di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi. Menurutnya, masyarakat tidak hanya membutuhkan kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan memahami, memilah, dan menggunakan informasi secara tepat. “Tantangan literasi hari ini sudah semakin luas. Kita tidak hanya berbicara tentang seberapa banyak buku yang dibaca, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu memahami informasi, berpikir kritis, memilah informasi yang benar, dan kemudian mengubah pengetahuan tersebut menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ungkapnya. Semangat tersebut kemudian diperkuat melalui talkshow literasi yang menghadirkan Bunda Literasi Kota Administrasi Jakarta Pusat, Ibu Witri Yenny Arifin; Duta Baca Jakarta Pusat Tahun 2026, Yudhi Bagastian; serta Founder Reading Bugs, Roosie Setiawan, dengan Dela Criesmayanti sebagai moderator. Ketiga narasumber berbagi perspektif mengenai pentingnya membangun budaya baca dari lingkungan terdekat, menjadikan literasi lebih kreatif dan relevan bagi generasi muda, serta menumbuhkan kecintaan terhadap buku sejak dini. Diskusi juga menegaskan bahwa gerakan literasi dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan dan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pada tahun 2026, peran Bunda Literasi Kota Administrasi Jakarta Pusat, Ibu Witri Yenny Arifin, tetap berlanjut sebagaimana tahun sebelumnya sehingga tidak dilakukan pengukuhan kembali. Keberlanjutan tersebut menjadi bagian dari kesinambungan gerakan literasi di Jakarta Pusat yang kini diperkuat dengan hadirnya Duta Baca baru. Pengukuhan Yudhi Bagastian sebagai Duta Baca Jakarta Pusat Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperluas gerakan pembudayaan kegemaran membaca melalui kolaborasi dengan perpustakaan, sekolah, komunitas, pegiat literasi, keluarga, serta berbagai unsur masyarakat. Lebih dari sekadar gelar, Duta Baca adalah amanah untuk menginspirasi dan mengajak. Dari membaca lahir pengetahuan, dari pengetahuan tumbuh gagasan, dan dari gagasan yang diwujudkan dalam aksi, lahir perubahan.

Baca Berita Berita Lainnya
12 Wakil Jakarta Barat Raih Prestasi pada Ajang Literasi HANJABA dan Lomba Menulis Tingkat Provinsi DKI Jakarta 2026

12 Wakil Jakarta Barat Raih Prestasi pada Ajang Literasi HANJABA dan Lomba Menulis Tingkat Provinsi DKI Jakarta 2026


Suhaena Senin, 7 September 2026

JAKARTA – Sebanyak 12 wakil Jakarta Barat berhasil menorehkan prestasi pada ajang Lomba Literasi Hari Anak Jakarta Membaca (HANJABA) dan Lomba Menulis Tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Provinsi DKI Jakarta. Penghargaan kepada para pemenang diserahkan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam acara yang berlangsung di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis, 3 September 2026.   Ajang literasi tersebut diikuti sebanyak 1.640 pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK/MA dari seluruh wilayah DKI Jakarta. Tahun ini, kegiatan mengangkat tema “Jakarta dalam Ingatan dan Harapan”, sebagai bagian dari rangkaian menyambut 500 tahun Jakarta. Prestasi para pelajar Jakarta Barat tersebar di sejumlah kategori lomba, mulai dari menggambar, bertutur, pantun, komik strip, fotografi, pidato bahasa Inggris, hingga lomba menulis pada berbagai jenjang pendidikan.   Dominasi Jakarta Barat di Berbagai Kategori Pada kategori Lomba Menggambar, Adinda Shaqueena Humaira S. dari MI Tarbiyah Al Islamiyah berhasil meraih Juara 2. Sementara itu, pada Lomba Bertutur, Jakarta Barat berhasil meraih posisi tertinggi melalui Claudia Bianca Zooey dari SDS Hati Kudus yang keluar sebagai Juara 1. Prestasi juga diraih dalam Lomba Pantun. Nur Akmal Al-Fajri dari SMPN 229 Jakarta berhasil mendapatkan Juara Harapan 1.   Capaian yang cukup menonjol terlihat pada kategori Lomba Komik Strip. Tiga pelajar Jakarta Barat sekaligus berhasil menempati posisi juara, yakni: ·            Vania Kara Safindra dari SMPN 229 Jakarta – Juara 1 ·            Rienjani Elmira Margono dari SMPN 271 Jakarta – Juara 2 ·            Razita Harsyah S. dari SMPN 45 Jakarta – Juara 3 Pada kategori Lomba Fotografi, Muhamad Rizky Ramadhan dari SMKN 42 Jakarta berhasil mengukir prestasi sebagai Juara 1. Sementara pada Lomba Pidato Bahasa Inggris, dua pelajar Jakarta Barat turut meraih penghargaan. Wellison Lie dari SMA Santo Kristoforus II meraih Juara 3, sedangkan Alejandra Serenity Athanasios dari SMA Cinta Kasih Tzu Chi memperoleh Juara Harapan 2.   Selain Lomba Literasi HANJABA, wakil Jakarta Barat juga menunjukkan kemampuan dalam Lomba Menulis Tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026. Pada jenjang SD/MI, Gracelyn Emily Halim dari SD Notre Dame berhasil meraih Juara 3. Kemudian, pada jenjang SMP/MTs, SMPN 215 Jakarta memperoleh Juara Harapan 2. Sedangkan pada jenjang SMA/SMK/MA, MAN 16 Jakarta berhasil meraih Juara Harapan 1.   Penyelenggaraan HANJABA 2026 menjadi salah satu upaya untuk mendorong tumbuhnya budaya membaca dan berkarya di kalangan anak dan pelajar Jakarta. Tema “Jakarta dalam Ingatan dan Harapan” juga memberikan ruang bagi peserta untuk mengenal Jakarta melalui perspektif sejarah, pengalaman, sekaligus gagasan mengenai masa depan ibu kota. Dengan jumlah peserta mencapai 1.640 pelajar, kegiatan ini sekaligus menjadi wadah bagi generasi muda untuk berkompetisi secara positif dan menunjukkan kreativitas mereka melalui berbagai bentuk karya literasi. Keberhasilan 12 wakil Jakarta Barat dalam ajang tingkat provinsi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para pelajar lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan membaca, menulis, berbicara, menggambar, memotret, serta menghasilkan karya kreatif.Prestasi tersebut juga menjadi bagian penting dalam perjalanan menyambut 500 tahun Jakarta, dengan menempatkan generasi muda sebagai bagian dari upaya menjaga ingatan tentang kota sekaligus menyampaikan harapan untuk Jakarta di masa mendatang. (NT)

Baca Berita Berita Lainnya
Pentas Literasi: Edukasi Peserta dalam upaya Menghijaukan Kota dan Meningkatkan Kualitas Hidup

Pentas Literasi: Edukasi Peserta dalam upaya Menghijaukan Kota dan Meningkatkan Kualitas Hidup


Fajar Andi Nugroho Selasa, 1 September 2026

Jakarta Utara (31/08/2026) — Dalam rangka meningkatkan kualitas generasi muda yang siap terjun ke dunia kerja, maka pemerintah hadir untuk berupaya menjembatani melalui kesadaran literasi. Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Utara yang diberi amanah oleh Wali Kota Jakarta Utara dalam setiap pekan menyelenggarakan Pentas Literasi pada Senin, 31 Agustus 2026 bertema “Menghijaukan Kota, Meningkatkan Kualitas Hidup” berkolaborasi dengan Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Sudin Tamhut) Kota Administrasi Jakarta Utara diikuti oleh 30 Pelajar SMP yang bertempat di Kantor Walikota Jakarta Utara tepatnya Pojok Baca Digital (POCADI) mulai pukul jam 08.00 sampai jam 10.00 WIB. Kegiatan diawali dengan pengenalan Layanan Perpustakaan baik Perpustakaan Kota atau Perpustakaan Keliling, serta tata cara peminjaman buku dan berbagai agenda seru yang bisa diikuti pelajar. Aktivitas ini menjadi pintu masuk untuk mengenalkan perpustakaan sebagai ruang yang positif, menyenangkan, dan terbuka untuk bagi siapapun. Adapun guna menanamkan kecintaan terhadap buku sekaligus memperluas wawasan ekosistem hutan bagi generasi muda melalui pendekatan luar ruang yang inspiratif. Memasuki sesi materi, narasumber memberikan paparan tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup, baik mengenai jenis-jenis vegetasi penyaring polusi yang digunakan sehari-hari. Karena itu, diharapkan peserta dapat mengaplikasikan wawasan ekologis tersebut di lingkungan sekolah, maupun memberikan inspirasi positif kepada sesama rekan sebaya. Sehingga gerakan menghijaukan kota ini dapat terwujud secara nyata lewat aksi kolektif yang dilakukan. Selain membahas ekosistem hutan dan pelestarian alam, peserta diajak memahami pentingnya literasi bacaan anak lainnya perlu dipertimbangkan untuk memperkaya wawasan pengetahuan umum. Peserta diingatkan untuk terus merawat minat baca buku dan membiasakan diri mendalami literatur bertema lingkungan sejak dini demi masa depan perkotaan yang lebih lestari. Sesi selanjutnya yakni kuis edukatif yang menjadi momen paling menarik dan ditunggu bagi peserta. Pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan materi sebelumnya cukup ringan dan interaktif sehingga suasana semakin hidup dan penuh antusiasme. Melalui kuis ini, peserta dapat belajar menguji pemahaman materi sekaligus menumbuhkan jiwa kompetitif yang sehat dalam menyerap nilai-nilai edukasi lingkungan.  Di akhir kegiatan, seluruhnya melakukan foto bersama antara peserta, narasumber, dan panitia sebagai dokumentasi sekaligus penanda berakhirnya acara dalam mendukung peningkatan literasi di Jakarta Utara.

Baca Berita Berita Lainnya
KAREDOK: Cara Unik Memikat Hati Generasi Muda pada Buku Lewat Jalur Hiburan

KAREDOK: Cara Unik Memikat Hati Generasi Muda pada Buku Lewat Jalur Hiburan


Fajar Andi Nugroho Selasa, 1 September 2026

JAKARTA UTARA – Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Sudin Pusip) Jakarta Utara kembali menghadirkan keceriaan bagi pelajar melalui program inovatif bertajuk KAREDOK (Kreasi, Aksi, Rekreasi, Dongeng Keliling). Kegiatan ini berlangsung meriah di SDN 04 Tanjung Priok pada Kamis (27/08/2026). Acara yang digelar di halaman sekolah yang berlokasi di Jl. Bahari A 13 No.7 7, RT.7/RW.6, Tj. Priok, Kec. Tj. Priok, Jakarta Utara diikuti sebanyak 250 peserta terdiri dari anak TK dan SD. Sejak pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, langkah ini diambil untuk membuktikan bahwa menumbuhkan minat baca tidak harus selalu dilakukan di dalam ruangan yang kaku, melainkan bisa melalui cara-cara yang lebih dekat, santai, dan menyenangkan bagi mereka. Suasana pagi itu makin hidup berkat dukungan penuh dari Kepala Sekolah SDN 04 Tanjung Priok, Nur Asiah Jamil, yang bareng para guru ikut mendampingi anak-anak dari awal sampai akhir. Begitupun yang diutarakan Pustakawan Pak Rolin untuk memperkenalkan ragam fasilitas perpustakaan kepada para siswa. Dengan gaya bertutur yang akrab dan ramah, ia menjelaskan betapa mudahnya mengakses berbagai koleksi buku menarik serta mengajak anak-anak agar tidak ragu memanfaatkan layanan perpustakaan untuk memperluas wawasan mereka sehari-hari. Para siswa sempat unjuk gigi dalam penampilan karate, seru-seruan nyanyi bareng Akustik Literasi (Aksi), ikutan edugames yang memacu ketangkasan, sampai heboh ketika baca buku yang ada di mobil Perpustakaan Keliling. Puncak acaranya pas Kak Hendra naik ke panggung buat mendongeng, sukses bikin ratusan anak-anak terhipnotis lewat cerita sarat pesan moral yang dibawain dengan gaya super kocak dan interaktif. Keberhasilan acara penuh warna ini diharapkan mampu meninggalkan kesan mendalam bagi para pelajar sekaligus menjadi langkah awal yang baik dalam menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap dunia literasi. Besar harapan melalui kegiatan yang menyenangkan ini, semangat membangun literasi sejak dini dapat terus tertanam kuat guna melahirkan generasi muda yang cerdas, kreatif, dan cinta membaca.

Baca Berita Berita Lainnya

Pilah Sampah Hari Ini, Selamatkan Bumi Esok Nanti : Literasi dan Edukasi Pilah Sampah Bersama Perpustakaan Jakarta Selatan


Ruly Diah Kurniawati Jumat, 21 Agustus 2026

Mulai 1 Agustus 2026, wajah pengelolaan sampah Jakarta berubah drastis. Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang resmi tidak lagi menerima sampah dalam kondisi tercampur. Hanya sampah residu yang benar benar sudah tidak bisa didaur ulang maupun diolah kembali yang boleh masuk ke Bantar Gebang. Kebijakan ini menjadi tamparan keras bagi seluruh warga untuk mengubah kebiasaan membuang sampah yang telah berlangsung puluhan tahun.Perubahan besar ini tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan warga negara tanpa terkecuali perpustakaan. Perpustakaan Jakarta Selatan mulai menginisiasikan program literasi dan edukasi pilah sampah sebagai bentuk kontribusi nyata mendukung kebijakan pemerintah dan menyelamatkan pengelolaan sampah di Jakarta.Kebijakan penghentian penerimaan sampah campur ini bermulai dari kondisi yang sangat mendesak. Setiap hari, Bantar Gebang menerima sekitar 7.000 hingga 7.500 ton sampah, setara dengan berat lebih dari 30 pesawat Boeing747 dalam kondisi penuh, sehingga gunungan sampah di lokasi tersebut telah mencapai batas ketinggian lebih dari 50 meter, setinggi belasan gedung dan sangat rawan longsor saat hujan deras. Kekhawatiran ini benar adanya pada 8 Maret 2026 terjadi longsor gunungan sampah zona IV TPST Bantar Gebang yang menewaskan beberapa korban jiwa. Tragedi ini menjadi bukti bahwa metode open dumping atau penimbunan terbuka yang selama puluhan tahun diterapkan sudah tak dapat digunakan.Perpustakaan memiliki peran yang cukup strategis sebagai lembaga yang menjangkau semua lini usia, netral, dan dapat dipercaya masyarakat sebagai pusat edukasi. Perpustakaan memiliki posisi unik untuk untuk menjembatani kebijakan pemerintah dengan merubah kebiasaan sehari-hari warga. Ada beberapa alasan mengapa perpustakaan relevan mengambil peran dalam mendukung kebijakan pengelolaan Jakarta. Pertama, kebijakan membutuhkan perilaku, bukan sekedar aturan tertulis sahaja. Perubahan kebiasaan masyarakat memerlukan pendampingan intensif dan berkelanjutan, ini sesuatu yang bisa difasilitasi perpustakaan melalui program rutin. Kedua, perpustakaan menjangkau generasi muda sejak dini, sehingga anak-anak yang terbiasa memilah sampah sejak kecil akan membawa kebiasaan itu hingga dewasa dan budaya pilah sampah dapat tumbuh secara alamiah. Ketiga, perpustakaan memiliki ruang fisik yang bisa digunakan sebagai sarana dan prasarana praktik nyata memilah sampah, bukan hanya sekedar teori.Dalam mewujudkan program literasi dan edukasi pilah sampah, Perpustakaan Jakarta Selatan mengusung pendekatan yang interaktif dan menyenangkan melalui metode story telling. Metode ini dipilih karena dianggap efektif untuk menyampaikan pesan-pesan lingkungan, khususnya mengenai pentingnya memilah sampah, kepada berbagai kalangan usia, terutama anak-anak, remaja, dan orang dewasa. Melalui cerita yang dikemas secara kreatif, narasumber dapat menggambarkan dampak sampah terhadap lingkungan serta manfaat dari kebiasaan memilah sampah sejak dini dengan cara yang mudah dipahami dan tidak membosankan. Pendekatan naratif semacam ini juga membantu membangun kesadaran emosional peserta, sehingga pesan yang disampaikan lebih membekas dan berpotensi mendorong perubahan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.Selain story telling, Perpustakaan Jakarta Selatan juga menyelenggarakan kegiatan workshop yang dipandu langsung oleh narasumber yang kompeten di bidang pengelolaan sampah dan lingkungan. Dalam workshop ini, peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga diajak untuk praktik langsung dalam memilah sampah sesuai kategorinya, seperti sampah organik, anorganik, dan bahan berbahaya. Kombinasi antara story telling dan workshop ini menciptakan pengalaman belajar yang lebih komprehensif, karena peserta mendapatkan pemahaman konseptual sekaligus keterampilan praktis.Langkah yang dilakukan Perpustakaan Jakarta Selatan ini memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat pembelajaran masyarakat yang responsif terhadap isu-isu aktual kota, tidak hanya soal buku semata, tetapi juga soal keberlanjutan lingkungan tempat kita semua tinggal. ©️ 2026 Perpustakaan Jakarta Selatan Penulis : Muhammad Febryansyah

Baca Artikel Artikel Lainnya
Pilah Sampah Hari Ini, Selamatkan Bumi Esok Nanti : Literasi dan Edukasi Pilah Sampah Bersama Perpustakaan Jakarta Selatan

Istana Negara: Jejak Sejarah Pemerintahan dalam Perjalanan 500 Tahun Jakarta


Haris Budiman Rabu, 19 Agustus 2026

Menjelang peringatan 500 tahun Kota Jakarta pada 2027, berbagai bangunan bersejarah menjadi penanda penting perjalanan kota yang telah mengalami beragam perubahan politik, sosial, dan tata pemerintahan. Salah satu di antaranya adalah Istana Negara, sebuah bangunan yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat kegiatan kenegaraan, tetapi juga merupakan artefak sejarah yang merekam transformasi Jakarta dari pusat administrasi kolonial Hindia Belanda menjadi ibu kota Republik Indonesia. Berlokasi di Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Istana Negara telah berdiri sejak abad ke-19 dan menjadi saksi berbagai peristiwa penting dalam sejarah bangsa. Perubahan fungsi, pemanfaatan ruang, hingga berbagai peristiwa kenegaraan yang berlangsung di dalamnya mencerminkan dinamika perjalanan Indonesia dari masa kolonial, pendudukan Jepang, masa revolusi kemerdekaan, hingga era pemerintahan modern. Sebagai bagian dari Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, bangunan ini memiliki nilai sejarah, arsitektur, dan kearsipan yang tinggi karena berkaitan erat dengan penyelenggaraan pemerintahan negara. Awal Pembangunan (1796–1804) Sejarah Istana Negara bermula pada 1796, ketika seorang saudagar sekaligus pejabat Belanda bernama Jacob Andries van Braam membangun sebuah rumah peristirahatan bergaya neoklasik di kawasan Rijswijk (kini Jalan Veteran). Pembangunan dimulai pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Pieter Gerardus van Overstraten dan selesai sekitar 1804, pada masa Gubernur Jenderal Johannes Siberg. Bangunan ini pada awalnya merupakan rumah tinggal pribadi, bukan gedung pemerintahan. Arsitektur bangunan mengadopsi gaya Indies Empire Style, yang memadukan pengaruh arsitektur klasik Eropa dengan penyesuaian terhadap iklim tropis Hindia Belanda. Ciri khasnya terlihat pada deretan pilar besar bergaya Yunani, langit-langit yang tinggi, serta serambi luas untuk memperlancar sirkulasi udara. Beralih Menjadi Pusat Pemerintahan Kolonial Pada 1816, setelah pemerintahan Inggris berakhir dan Hindia Belanda kembali dikuasai Belanda, bangunan ini diambil alih oleh pemerintah kolonial. Fungsinya berubah menjadi kediaman resmi sekaligus pusat administrasi para Gubernur Jenderal Hindia Belanda, sehingga dikenal dengan sebutan Hotel van den Gouverneur-Generaal atau Hotel Gubernur Jenderal. Di bangunan ini lahir sejumlah kebijakan penting pada masa kolonial. Salah satunya adalah pembahasan strategi militer menghadapi Perang Diponegoro dan perumusan kebijakan Cultuurstelsel (Tanam Paksa) pada abad ke-19. Peristiwa-peristiwa tersebut menjadikan Istana Negara sebagai salah satu pusat pengambilan keputusan paling penting di Hindia Belanda. Renovasi Besar Tahun 1848 Bentuk Istana Negara yang kita kenal sekarang berbeda dengan bentuk aslinya. Pada awal pembangunannya, gedung ini terdiri atas dua lantai. Namun pada 1848, pemerintah kolonial melakukan renovasi besar-besaran dengan menghilangkan lantai atas dan memperlebar bagian depan bangunan agar tampil lebih megah dan representatif sebagai pusat pemerintahan. Pada saat yang sama, dibangun pula bangunan pendukung bagi ajudan dan staf pemerintahan. Perubahan tersebut menghasilkan tampilan khas Istana Negara saat ini, dengan fasad simetris dan deretan 14 pilar bergaya Palladian yang menjadi salah satu ikon arsitektur kolonial di Jakarta. Masa Kemerdekaan Indonesia Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, Istana Negara mulai digunakan sebagai bagian dari kompleks Istana Kepresidenan Republik Indonesia. Bangunan ini menjadi saksi berbagai peristiwa penting dalam sejarah bangsa, di antaranya: Penandatanganan Persetujuan Linggarjati pada 25 Maret 1947, yang diwakili oleh Perdana Menteri Sutan Sjahrir dari pihak Indonesia dan Hubertus J. van Mook dari pihak Belanda. Pertemuan-pertemuan diplomatik pada masa Revolusi Kemerdekaan. Pelantikan pejabat tinggi negara. Jamuan kenegaraan bagi kepala negara dan tamu resmi dari berbagai negara. Berbagai kegiatan resmi Presiden Republik Indonesia.   Fungsi Istana Negara Saat Ini Saat ini, Istana Negara merupakan bagian dari Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, yang juga meliputi Istana Merdeka, Bina Graha, Wisma Negara, Masjid Baiturrahim, dan Museum Istana Kepresidenan. Berbeda dengan Istana Merdeka yang menghadap ke kawasan Monumen Nasional (Monas), Istana Negara menghadap ke Jalan Veteran. Kedua bangunan dihubungkan oleh halaman tengah dan memiliki fungsi yang saling melengkapi dalam penyelenggaraan kegiatan kepresidenan. Di Istana Negara rutin diselenggarakan: Pelantikan menteri dan pejabat negara. Penyerahan surat kepercayaan duta besar negara sahabat. Jamuan makan malam kenegaraan. Upacara kenegaraan tertentu. Pertemuan resmi Presiden dengan tamu negara.

Baca Artikel Artikel Lainnya
Istana Negara: Jejak Sejarah Pemerintahan dalam Perjalanan 500 Tahun Jakarta

Pekan Literasi Kemerdekaan RI ke 81: Merdeka Membaca, Merdeka Berkarya bersama SDN Kramat Pela 07


Ruly Diah Kurniawati Jumat, 14 Agustus 2026

Dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-81, Perpustakaan Jakarta Selatan berkolaborasi dengan SDN Kramat Pela 07 akan mengadakan Pekan Literasi Kemerdekaan! 🎉Kira-kira akan ada kegiatan apa saja yaa?Jangan sampai terlewat untuk melihat keseruannya ya!Salam Literasi✨#SedekatItu#PerpustakaanJakartaSelatan#GandariaTengah#HUTRI

Baca Artikel Artikel Lainnya
Pekan Literasi Kemerdekaan RI ke 81: Merdeka Membaca, Merdeka Berkarya
bersama SDN Kramat Pela 07

CERITA DI BALIK LENSA "Jejak Nelayan Kalibaru: Menengok Kembali Kehidupan Pesisir Cilincing Tahun 1974"


Haris Budiman Senin, 10 Agustus 2026

Kalibaru, Cilincing — Kumpulan foto dokumentasi tahun 1974 ini merekam denyut kehidupan kampung nelayan di pesisir utara Jakarta, sebelum kawasan itu berubah menjadi jantung industri dan pelabuhan modern. Sebelum menjadi kawasan padat industri dan pelabuhan modern seperti sekarang, Kalibaru di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, adalah kampung nelayan yang riuh oleh suara ombak, deretan perahu layar, dan tawa anak-anak pesisir. Sederet foto hitam-putih dari tahun 1974 berikut ini merekam potret keseharian itu. Momen sederhana namun sarat makna dari sebuah kampung yang hidup dari laut. Seorang nelayan memanggul pikulan berisi keranjang hasil tangkapan, diapit rekan-rekannya yang baru merapat dari laut. Kalibaru, Cilincing, 1974. Kampung yang Lahir dari Laut Kalibaru bukan sekadar permukiman biasa. Sejak dekade 1960-an, kawasan ini dikenal sebagai pelabuhan ikan yang menggantikan pelabuhan ikan Kali Kresek Lahoa yang ditutup pada 1967, terbagi menjadi Kalibaru Timur dan Kalibaru Barat. Di pelabuhan Kalibaru inilah aktivitas pendaratan, pelelangan, hingga bongkar muat dan pemasaran ikan berlangsung setiap hari. Bahkan, pada masa kejayaan jaring pukat harimau (trawl), pelabuhan ini tergolong sangat ramai karena letaknya yang berdekatan dengan pelabuhan kayu dan proyek pengembangan Pelabuhan Tanjung Priok. Secara historis, kampung nelayan di kawasan Cilincing termasuk Kalibaru telah ada sejak tahun 1920-an, dengan mayoritas penduduknya menggantungkan hidup dari hasil laut. Pola permukiman mereka umumnya memanjang mengikuti garis pantai, dengan rumah-rumah kayu sederhana yang berjejer di tepi sungai dan muara. Deretan perahu layar besar berjejer di muara sungai, sementara perahu-perahu kecil hilir mudik membawa penumpang dan hasil laut. Kalibaru, Cilincing, 1974. Menatap Foto Tahun 1974 Dalam salah satu foto, tampak seorang nelayan muda tersenyum lebar sambil memanggul pikulan bambu berisi keranjang anyaman penuh muatan hasil tangkapan, diapit rekan-rekannya yang baru saja merapat dari laut. Ekspresi wajahnya basah oleh keringat dan air laut, menggambarkan kelegaan khas nelayan yang pulang membawa rezeki. Foto lain memperlihatkan deretan perahu layar besar berjejer rapat di muara sungai, tali-temali dan tiang layarnya menjulang saling silang di langit pagi. Di sela-sela kapal besar itu, perahu-perahu kecil hilir mudik membawa penumpang dan barang, sementara di tepian, tumpukan terumbu karang dan sampah laut menjadi bagian tak terpisahkan dari lanskap pesisir kala itu. Atas: nelayan menyeret perahu dari tengah ombak menuju bibir pantai. Bawah: kampung nelayan di tepi kanal, rumah-rumah beratap rumbia berdampingan dengan perahu yang ditambatkan di depan rumah. Ada pula gambar nelayan yang tengah menyeret perahu kecil dari tengah ombak menuju bibir pantai, sebuah kerja keras kolektif yang menjadi rutinitas harian sebelum dermaga modern dibangun. Dan potret kampung di tepi kanal, di mana rumah-rumah beratap rumbia berdiri berdampingan dengan perahu-perahu yang ditambatkan tepat di depan pintu rumah, menunjukkan betapa menyatunya kehidupan warga dengan air. Atas: bebatuan karang di garis pantai yang menahan hempasan ombak. Bawah: kapal-kapal nelayan bersandar rapat di dermaga, siap berlayar mencari hasil laut. Dari Kampung Nelayan ke Jantung Industri Wajah Kalibaru dan Cilincing kini telah banyak berubah. Pada 1971, pengusaha Sudono Salim mendirikan pabrik tepung Bogasari di wilayah Kalibaru, menjadi salah satu penanda mulai bergesernya kawasan ini ke arah industri. Meski demikian, jejak masa lalu belum sepenuhnya hilang. Aktivitas nelayan masih bertahan di beberapa titik dan tradisi pesisir tetap hidup di tengah modernisasi kawasan. Foto-foto dari tahun 1974 ini menjadi pengingat berharga: bahwa di balik hiruk-pikuk truk kontainer dan gudang logistik yang kini mendominasi Cilincing, pernah ada dan sebagian masih ada, kampung nelayan yang sederhana, keras, namun penuh kehangatan. Wajah-wajah nelayan yang tersenyum di depan lensa kamera puluhan tahun lalu adalah saksi bisu dari sebuah era ketika laut masih menjadi sumber kehidupan utama warga Kalibaru. Kalibaru dalam Perjalanan Jakarta Menuju 5 Abad Rekaman kehidupan pesisir Kalibaru tahun 1974 ini muncul kembali di saat yang bermakna: Jakarta tengah bersiap menyambut usianya yang ke-500 tahun, atau lima abad, pada 2027. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah meluncurkan logo peringatan lima abad dan mulai menyusun kalender kegiatan berskala internasional sepanjang tahun 2027 untuk merayakan momentum tersebut. Di tengah gegap-gempita perayaan menuju kota global itu, kampung nelayan seperti Kalibaru menjadi pengingat penting bahwa jauh sebelum Jakarta dikenal sebagai pusat bisnis dan pelabuhan modern, kehidupan pesisirnya sudah menjadi bagian dari denyut nadi kota, sepotong sejarah kecil yang ikut membentuk perjalanan panjang ibu kota menuju usia lima abad.

Baca Artikel Artikel Lainnya
CERITA DI BALIK LENSA

"Jejak Nelayan Kalibaru:
Menengok Kembali Kehidupan Pesisir Cilincing Tahun 1974"

Merawat Ingatan, Menjaga Masa Depan: Mengapa Pengelolaan Arsip Sangat Vital Pencerahan Kearsipan dalam Rangka Menyongsong 500 Tahun Kota Jakarta


Haris Budiman Senin, 3 Agustus 2026

Dispusip Jakarta, Indonesia - Banyak orang menganggap arsip hanyalah tumpukan kertas usang yang memenuhi ruangan. Padahal, arsip adalah urat nadi sebuah organisasi dan tulang punggung sejarah suatu bangsa. Di era yang bergerak serba cepat ini, merawat arsip bukan lagi sekadar urusan menyimpan dokumen, melainkan langkah strategis untuk menjamin kepastian hukum, melindungi hak perdata, dan memastikan kelancaran administrasi di masa yang akan datang.   Arsip yang dikelola dengan baik adalah bukti rekam jejak yang tak terbantahkan. Tanpa sistem kearsipan yang mumpuni, sebuah institusi akan kehilangan arah karena hilangnya memori kelembagaan. Jika suatu saat terjadi sengketa, bencana, atau kebutuhan audit, arsip fisik maupun digital yang terawat adalah satu-satunya instrumen yang bisa memberikan jawaban pasti dan objektif. Pentingnya merawat arsip ini tidak hanya berhenti pada tataran teori, tetapi telah diikat oleh landasan hukum yang kuat, baik di tingkat nasional maupun daerah.   Di tingkat nasional, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) telah menetapkan standar yang ketat. Berdasarkan Peraturan Kepala (Perka) ANRI Nomor 9 Tahun 2018 tentang Pedoman Pemeliharaan Arsip Dinamis, pemeliharaan arsip merupakan tahapan krusial yang tidak boleh diabaikan. Peraturan ini menjabarkan beberapa alasan fundamental mengapa arsip dinamis (arsip yang masih digunakan langsung dalam kegiatan pencipta arsip) wajib dirawat secara sistematis: Menjamin Keautentikan: Perawatan yang tepat memastikan bahwa dokumen tidak diubah, dipalsukan, atau disalahgunakan, sehingga nilai pembuktiannya di mata hukum tetap sah. Menjaga Keutuhan Informasi: Tata cara pemberkasan dan penataan yang terstandar mencegah hilangnya lembaran penting dari sebuah kesatuan dokumen. Keamanan dan Keselamatan: Dokumen dilindungi dari ancaman fisik seperti kelembapan, hama, kebakaran, hingga akses dari pihak-pihak yang tidak berwenang. Peraturan Kepala (Perka) ANRI Nomor 9 Tahun 2018 tentang Pedoman Pemeliharaan Arsip Dinamis  Sumber: https://peraturan.bpk.go.id/Details/194322/peraturan-anri-no-9-tahun-2018   Sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi, Provinsi DKI Jakarta memiliki kompleksitas administrasi yang sangat tinggi. Kesadaran akan pentingnya arsip ini tertuang dengan sangat jelas dalam Peraturan Daerah (Perda) Provinsi DKI Jakarta Nomor 4 Tahun 2017 tentang Kearsipan Daerah.   Peraturan ini tidak hanya mengadopsi standar nasional, tetapi juga menyesuaikannya dengan kebutuhan dan tantangan ibu kota. Berikut adalah poin-poin utama mengapa Pemprov DKI Jakarta mewajibkan pengelolaan arsip yang ketat: Arsip Sebagai Instrumen Vital (Pasal 25 & 31): Perda ini menggarisbawahi pentingnya "Arsip Vital", yaitu dokumen yang menjadi prasyarat kelangsungan operasional pencipta arsip dan tidak dapat digantikan jika rusak atau hilang. Pemeliharaannya menjadi tanggung jawab kepala unit kearsipan guna memastikan roda pemerintahan tetap berjalan dalam situasi apa pun. Mitigasi Bencana (Pasal 40): Jakarta memiliki risiko bencana alam seperti banjir. Peraturan ini secara khusus mengamanatkan program pelindungan dan penyelamatan arsip dari bencana. Tanpa perawatan dan penataan yang terpusat serta aman, kerugian akibat bencana tidak hanya berupa kerusakan infrastruktur, tetapi juga hilangnya data penting masyarakat. Pelayanan Publik yang Optimal (Pasal 23): Pengelolaan yang baik (termasuk penggunaan sistem klasifikasi dan akses arsip) diwajibkan agar instansi dapat menyediakan informasi secara cepat dan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan, sesuai dengan standar pelayanan minimal.   Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2017 tentang Kearsipan Daerah Sumber: https://peraturan.bpk.go.id/Details/336171/perda-prov-dki-jakarta-no-4-tahun-2017   Kedua payung hukum di atas—baik Perka ANRI maupun Perda DKI Jakarta—juga telah mengantisipasi masa depan kearsipan melalui proses alih media (digitalisasi). Perda DKI Jakarta No. 4 Tahun 2017 Pasal 33 secara eksplisit mewajibkan pencipta arsip untuk melaksanakan alih media guna melindungi fisik dokumen asli yang rentan rusak dimakan usia, sekaligus mempercepat proses temu-kembali informasi di era modern.   Pada akhirnya, merawat arsip adalah menjaga jembatan yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan. Mari jadikan pengelolaan arsip sebagai budaya, termasuk melalui digitalisasi arsip. Karena menyelamatkan arsip hari ini sama dengan menyelamatkan hak generasi mendatang. Sebagai wujud nyata komitmen ini, Dispusip Jakarta juga menghadirkan layanan arsip keluarga untuk penyelamatan arsip vital masyarakat.

Baca Artikel Artikel Lainnya
Merawat Ingatan, Menjaga Masa Depan: Mengapa Pengelolaan Arsip Sangat Vital
Pencerahan Kearsipan dalam Rangka Menyongsong 500 Tahun Kota Jakarta

Perpustakaan Jakarta Pusat Hadirkan Moli dalam Kegiatan JUMTEK PMI Kota Jakarta Pusat


Noor Muchyadi Senin, 29 Juni 2026

Jakarta Pusat, 23 Juni 2026 - Dalam rangka mendukung peningkatan budaya baca dan memperluas akses literasi bagi masyarakat, Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat melalui Perpustakaan Jakarta Pusat - Petojo Enclek kembali menunjukkan komitmennya dengan menghadirkan layanan perpustakaan keliling atau MOLI (Mobil Literasi) pada kegiatan JUMTEK (Jumbara PMR dan Temu Karya) PMI Kota Jakarta Pusat 2026.  Kegiatan JUMTEK PMI Kota Jakarta Pusat diselenggarakan pada 23–25 Juni 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi kepalangmerahan, kepemimpinan dan kreativitas, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai situasi kemanusiaan. JUMTEK diikuti oleh anggota Palang Merah Remaja (PMR) Mula, Madya, dan Wira, para pembina PMR, serta relawan PMI. Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan tersebut, Perpustakaan Jakarta Pusat menghadirkan layanan MOLI selama 2 hari, yaitu pada tanggal 23–24 Juni 2026, yang akan didampingi oleh petugas MOLI, Kak Iyan dan Kak Galeh. Pada hari pertama pelaksanaan kegiatan, hari pertama pelaksanaan kegiatan, Selasa (23/6), peserta mengikuti sesi LiterAksi, sebuah aktivitas literasi interaktif yang dipandu oleh Kak Iyan dan Kak Galeh. Dalam kegiatan tersebut, Kak Iyan memperkenalkan dan membacakan beberapa koleksi buku yang terdapat di armada MOLI. Kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme ketika peserta diajak berinteraksi melalui cerita-cerita menarik yang disampaikan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi “Baca Seru Bersama MOLI” yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk menikmati berbagai koleksi bacaan yang tersedia. Beragam koleksi buku anak dan remaja dimanfaatkan oleh peserta untuk mengisi waktu luang di sela-sela rangkaian kegiatan JUMTEK. Kehadiran Mobil Perpustakaan Keliling memberikan pengalaman membaca yang berbeda dan menyenangkan, sekaligus memperluas akses peserta terhadap bahan bacaan berkualitas. Kepala Seksi Perpustakaan Jakarta Pusat, Noor Muchyadi, turut hadir meninjau layanan MOLI di lokasi kegiatan. Ia berharap kehadiran layanan perpustakaan keliling dapat menjadi sarana rekreasi edukatif sekaligus mendorong tumbuhnya kegemaran membaca di kalangan peserta.ditulis oleh Reihaya dan Mia (Mahasiswa PKL dari Universitas Indonesia)

Baca Artikel Artikel Lainnya
Perpustakaan Jakarta Pusat Hadirkan Moli dalam Kegiatan JUMTEK PMI Kota Jakarta Pusat
Belum Ada Postingan

Tetap terhubung untuk mendapatkan postingan terbaru dari kami.