Beranda DISPUSIP DKI Jakarta
Hari Kearsipan Internasional
Hari Laut Sedunia
Hari Lingkungan Hidup
Hari Sepeda Sedunia
Hari Raya Waisak
Hari Tanpa Tembakau
Hari Keluarga
Layanan Kearsipan Depot Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta
Layanan Kearsipan Depot Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta

Jl. Perintis Kemerdekaan No.1, Kayu Putih, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13260

Senin - Jumat: 08.00 - 16.00 WIB

Agenda Literasi

Temukan beragam agenda kegiatan literasi dan kearsipan yang diselenggarakan untuk meningkatkan wawasan, keterampilan, dan partisipasi masyarakat dalam membangun budaya baca dan pengelolaan informasi yang baik.


Jadwal Agenda Literasi -
Semua Agenda
Semua Agenda

PENGUMUMAN AKHIR PENERIMAAN TENAGA AHLI PENELUSURAN ARSIP DAN PENGOLAHAN ARSIP MENJADI INFORMASI


Fitri Juni Astuti Senin, 27 April 2026

Sehubungan dengan proses rekrutmen Tenaga Ahli untuk kegiatan Penelusuran Arsip dan Pengolahan Arsip Menjadi Informasi, dan telah dilaksanakannya seleksi wawancara pada Jum’at, 24 April 2026, berikut ini disampaikan nama-nama peserta yang dinyatakan lulus seleksi sebagai berikut: 1.     Agil Kurniadi 2.     Ausaf Ali Atiyyah 3.     Faaqih Irfan Djaelani 4.     Mariana Herlinda 5.     Muhammad Fijar Lazuardi 6.     Rahadian Rundjan   Berkenaan dengan hal tersebut, kami mengundang Saudara untuk hadir pada: Hari/tanggal  : Senin, 27 April 2025 Waktu           : 14.00 s.d. selesai Tempat         : Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Povinsi DKI Jakarta   Jalan Perintis Kemerdekaan, Nomor 1, Pulogadung, Jakarta Timur   Ketentuan: 1.     Peserta hadir tepat waktu dan berpakaian formal. 2.     Seluruh proses penerimaan tidak dipungut biaya dan hasil keputusan penerimaan bersifat mutlak, tidak dapat diganggu gugat.   Adapun pengumuman lebih lengkap dapat diakses pada dokumen terlampir. 

Baca Pengumuman Pengumuman Lainnya

PENGUMUMAN SELEKSI ADMINISTRASI PENERIMAAN TENAGA AHLI PENELUSURAN, PENGOLAHAN DAN PENYAJIAN ARSIP MENJADI INFORMASI


Fitri Juni Astuti Jumat, 24 April 2026

Sehubungan dengan proses rekrutmen Tenaga Ahli Penelusuran Arsip dan Tenaga Ahli Pengolahan Arsip menjadi informasi, berikut ini disampaikan nama-nama peserta yang dinyatakan lulus Seleksi Administrasi: Agil Kurniadi Ausaf Ali Atiyyah Faaqih Irfan Djaelani Mariana Herlinda M. Fijar Lazuardi M. Gilang Rahadian Rundjan Untuk selanjutnya nama-nama yang lolos Seleksi Administrasi agar menghadiri tahapan Seleksi Wawancara yang akan dilaksanakan pada: Tanggal: 24 April 2026 Waktu: 10.00 WIB - Selesai  Lokasi: Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan Provinsi DKI Jakarta. Diharapkan hadir tepat waktu serta membawa perlengkapan yang diperlukan sesuai pada lampiran pengumuman resmi di bawah ini.  Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.

Baca Pengumuman Pengumuman Lainnya

REKRUTMEN TENAGA AHLI PENELUSURAN ARSIP DAN TENAGA AHLI PENGOLAHAN ARSIP MENJADI INFORMASI


Fitri Juni Astuti Kamis, 23 April 2026

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan membuka kesempatan bagi anda yang memiliki latar belakang di bidang Sejarah dan/atau memiliki pengalaman dalam penelitian kesejarahan, penelitian sosial, dan penulisan untuk bergabung sebagai Tenaga Ahli dalam kegiatan Penelusuran Arsip dan Pengolahan Arsip menjadi Informasi.Adapun posisi yang dibutuhkan pada masing-masing kegiatan adalah: 1. Peneliti (1 orang) dengan kualifikasi min. S2 dan pengalaman pada bidang yang relevan minimal 2 tahun untuk Kegiatan Penelusuran Arsip2. Penulis (1 orang) dengan kualifikasi min. S2 dan pengalaman pada bidang yang relevan minimal 2 tahun untuk Kegiatan Penelusuran Arsip 3. Editor (1 orang) dengan kualifikasi min. S1 dan pengalaman pada bidang yang relevan minimal 3 tahun untk kegiatan Penelusuran Arsip 4.  Peneliti (1 orang) dengan kualifikasi min. S2 dan pengalaman pada bidang yang relevan minimal 2 tahun untuk Kegiatan Pengolahan Arsip Menjadi Informasi5. Penulis (1 orang) dengan kualifikasi min. S2 dan pengalaman pada bidang yang relevan minimal 2 tahun untuk Kegiatan Pengolahan Arsip Menjadi Informasi6. Editor (1 orang) dengan kualifikasi min. S1 dan pengalaman pada bidang yang relevan minimal 3 tahun untk kegiatan Pengolahan Arsip Menjadi Informasi Untuk informasi lebih lanjut terkait persyaratan, kualifikasi, dan tata cara rekrutmen, dapat diakses pada dokumen yang terlampir di bawah.

Baca Pengumuman Pengumuman Lainnya

Bimtek Pengelola Perpustakaan Sekolah Jakarta Pusat Tingkatkan Kompetensi dan Kesiapan Akreditasi


Noor Muchyadi Jumat, 12 Juni 2026

Bimtek Pengelola Perpustakaan Sekolah Jakarta Pusat Tingkatkan Kompetensi dan Kesiapan Akreditasi Jakarta Pusat – Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelola Perpustakaan Sekolah Tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan kapasitas pengelola perpustakaan sekolah dalam mewujudkan layanan perpustakaan yang berkualitas, profesional, dan sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan (SNP). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini dilaksanakan pada Rabu, 10 Juni 2026 untuk pengelola perpustakaan jenjang SD/MI dan Kamis, 11 Juni 2026 untuk pengelola perpustakaan jenjang SMP/MTs. Kegiatan diikuti oleh para pengelola perpustakaan sekolah di wilayah Kota Administrasi Jakarta Pusat dengan antusiasme yang tinggi. Bimtek menghadirkan narasumber dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang berkompeten di bidang pengelolaan dan akreditasi perpustakaan, yaitu Renda Khris Ardhi Artha, selaku Pustakawan Ahli Madya dan Ketua Kelompok Kerja Akreditasi Perpustakaan Nasional RI, serta Zeinia Maulida, selaku Pustakawan Ahli Muda Perpustakaan Nasional RI. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penguatan materi mengenai pengelolaan perpustakaan sekolah berdasarkan Standar Nasional Perpustakaan, strategi peningkatan mutu layanan perpustakaan, serta persiapan menghadapi proses akreditasi perpustakaan sebagai salah satu indikator kualitas penyelenggaraan layanan perpustakaan sekolah. Kepala Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat dalam sambutannya menyampaikan bahwa perpustakaan saat ini memiliki peran yang semakin strategis di tengah perkembangan teknologi informasi yang berlangsung sangat cepat. Perpustakaan tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi bacaan, melainkan telah berkembang menjadi pusat pembelajaran, sumber pengetahuan, ruang kreativitas, serta sarana pengembangan budaya literasi bagi peserta didik. Perubahan tersebut menuntut pengelola perpustakaan untuk terus meningkatkan kompetensi dan kemampuan adaptasi. Keterampilan belajar sepanjang hayat (learning skills), kecakapan literasi (literacy skills), serta keterampilan hidup (life skills) menjadi bekal penting agar perpustakaan mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia pendidikan yang terus berkembang. Melalui bimbingan teknis ini, para peserta diharapkan mampu memperkuat pemahaman dan keterampilan dalam mengelola perpustakaan sekolah sesuai standar yang berlaku, sekaligus meningkatkan kesiapan perpustakaan sekolah dalam mengikuti akreditasi. Akreditasi tidak hanya instrumen penilaian semata, tetapi juga menjadi sarana evaluasi dan peningkatan mutu layanan perpustakaan secara berkelanjutan. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat dalam melaksanakan amanat Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Perpustakaan yang menegaskan pentingnya pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia perpustakaan. Dengan pengelolaan yang baik dan didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten, perpustakaan sekolah diharapkan dapat menjadi ruang yang nyaman, menyenangkan, dan inspiratif bagi peserta didik untuk membaca, belajar, berkreasi, serta mengembangkan potensi dirinya. Pada akhirnya, upaya tersebut akan berkontribusi pada tumbuhnya budaya gemar membaca dan peningkatan kualitas literasi masyarakat. Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para narasumber dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia atas ilmu, pengalaman, dan praktik baik yang telah dibagikan kepada para peserta. Ucapan terima kasih juga diberikan kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan sekolah di Jakarta Pusat.   Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi: Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat 📧 dispusip.jakarta.go.id IG: @perpusjkt_pusat

Baca Berita Berita Lainnya

Literasi Pemulihan Pascabencana: Perpustakaan Jakarta Pusat Hadirkan Ruang Cerita dan Harapan bagi Anak-Anak Johar Baru


Noor Muchyadi Jumat, 5 Juni 2026

Literasi Pemulihan Pascabencana: Perpustakaan Jakarta Pusat Hadirkan Ruang Cerita dan Harapan bagi Anak-Anak Johar Baru   Jakarta Pusat, 5 Juni 2026 - Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat melalui Perpustakaan Jakarta Pusat - Petojo Enclek kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan literasi yang tanggap dengan kebutuhan masyarakat melalui kegiatan Promosi dan Pemberdayaan Kegemaran Membaca Masyarakat dalam rangka Program Literasi Pemulihan Pascabencana  yang bertajuk “Merangkai Kembali Harapan Lewat Buku dan Cerita” di Masjid Al-Ittidaiyah, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (5/6).  Kegiatan ini merupakan bentuk respons cepat dan kepedulian Perpustakaan Jakarta Pusat terhadap warga yang terdampak kebakaran di Jalan Tanah Tinggi X, Kelurahan Tanah Tinggi, yang terjadi pada Kamis dini hari (4/6). Sebagian warga yang terdampak untuk sementara mengungsi di Masjid Al-Ittidaiyah. Sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana, Perpustakaan Jakarta Pusat menghadirkan berbagai aktivitas literasi yang menyenangkan untuk membantu menghibur anak-anak sekaligus memberikan dukungan psikososial melalui kegiatan membaca, mendongeng, bermain, dan berkreasi. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Bunda Literasi Jakarta Pusat, Ibu Witri Yenny Arifin, yang menyapa para pengungsi dan memberikan semangat kepada anak-anak serta keluarga terdampak. Kehadiran beliau di tengah-tengah warga menjadi bentuk perhatian dan dukungan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat terhadap proses pemulihan masyarakat pascabencana. Kepala Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat, Wahyu Prabowo, menyampaikan bahwa perpustakaan tidak hanya hadir sebagai penyedia bahan bacaan, tetapi juga sebagai ruang berbagi, belajar, dan menguatkan masyarakat dalam situasi sulit. “Dalam situasi bencana, masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan fisik, tetapi juga dukungan moral dan psikologis. Melalui kegiatan literasi, kami ingin menghadirkan ruang yang menyenangkan bagi anak-anak agar mereka tetap dapat tersenyum, bermain, dan belajar di tengah kondisi yang sedang dihadapi,” ujarnya. Keceriaan anak-anak tampak sejak kegiatan dimulai dengan sesi Dongeng Literasi bersama Kak Palupi. Melalui kisah seekor kura-kura yang sarat pesan tentang kesabaran, ketekunan, dan semangat pantang menyerah, anak-anak diajak belajar bahwa setiap tantangan dapat dihadapi dengan keberanian dan optimisme. Suasana semakin hidup ketika Kak Izul memandu permainan interaktif menggunakan boneka. Gelak tawa dan antusiasme peserta memenuhi lokasi kegiatan saat anak-anak berinteraksi langsung dengan karakter boneka yang menghibur sekaligus mengajak mereka berkomunikasi dan berimajinasi. Tidak kalah menarik, tim Perpustakaan Jakarta Pusat mengajak peserta mewarnai gambar ondel-ondel, ikon budaya khas Jakarta. Dengan penuh semangat, anak-anak menuangkan kreativitas mereka melalui beragam warna, menghasilkan karya yang unik sekaligus memperkenalkan budaya lokal dengan cara yang menyenangkan. Layanan Mobil Literasi (MOLI) turut hadir membawa berbagai koleksi buku bacaan anak yang dapat dinikmati selama kegiatan berlangsung. Kehadiran MOLI menjadi sarana untuk menghadirkan kegembiraan sekaligus menumbuhkan minat baca di tengah situasi pengungsian. Melalui kegiatan Literasi Pemulihan Pascabencana ini, Perpustakaan Jakarta Pusat berharap dapat memberikan dukungan psikososial yang positif bagi anak-anak dan keluarga terdampak kebakaran. Di tengah kehilangan dan tantangan yang dihadapi, buku, cerita, permainan, dan kreativitas diharapkan dapat menjadi jembatan untuk membangun kembali semangat, optimisme, dan harapan menuju kehidupan yang lebih baik.   Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi: Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat 📧 dispusip.jakarta.go.id IG: @perpusjkt_pusat

Baca Berita Berita Lainnya

Merangkai Kembali Harapan Lewat Buku dan Cerita, Perpustakaan Jakarta Pusat Hadirkan Aktivitas Literasi Pascabencana bagi Anak-Anak Korban Kebakaran Kemayoran


Noor Muchyadi Kamis, 4 Juni 2026

Merangkai Kembali Harapan Lewat Buku dan Cerita, Perpustakaan Jakarta Pusat Hadirkan Aktivitas Literasi Pascabencana bagi Anak-Anak Korban Kebakaran Kemayoran Dalam rangka mendukung pemulihan psikososial pascabencana, Perpustakaan Jakarta Pusat menggelar Roadshow Workshop Membaca bertema “Merangkai Kembali Harapan Lewat Buku dan Cerita” bagi anak-anak terdampak kebakaran di kawasan Pasar Jiung, Kecamatan Kemayoran pada Rabu (3/6). Kegiatan yang dilaksanakan di area pengungsian Lapangan Jusuf Hamka ini menghadirkan berbagai aktivitas literasi yang edukatif dan menghibur bersama Kak Izul serta Tim Mobil Literasi (MOLI) Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat.Program ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang aman dan menenangkan bagi anak-anak di tengah situasi pascabencana. Melalui pendekatan literasi yang interaktif, peserta diajak untuk kembali membangun semangat, harapan, dan keceriaan melalui buku dan cerita.Kegiatan diawali dengan Dongeng Literasi bersama Kak Izul yang menyuguhkan cerita inspiratif penuh nilai positif. Dengan gaya bercerita yang hangat dan komunikatif, Kak Izul berhasil menghidupkan suasana pengungsian menjadi lebih ceria. Anak-anak tampak antusias mengikuti jalannya cerita, berinteraksi dengan pendongeng, serta menyampaikan pendapat dan imajinasi mereka. Dongeng yang disampaikan tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pesan tentang ketangguhan dan pentingnya menjaga semangat dalam menghadapi berbagai tantangan.Setelah sesi dongeng, peserta mengikuti LiterAksi: Mewarnai Bersama tim Moli dan Kak Izul. Kegiatan ini menjadi sarana bagi anak-anak untuk mengekspresikan perasaan dan kreativitas mereka melalui warna-warna yang dituangkan pada berbagai gambar menarik. Suasana penuh semangat dan keceriaan terlihat ketika peserta saling menunjukkan hasil karya mereka kepada teman-teman dan pendamping. Apresiasi yang diberikan kepada peserta terpilih juga turut menghidupkan keceriaan pada suasana Roadshow kali ini. Keseruan berlanjut melalui kegiatan Baca Seru bersama Mobil Literasi (MOLI). Beragam koleksi buku anak yang dibawa MOLI menarik perhatian peserta untuk membaca dan mengeksplorasi berbagai cerita serta pengetahuan baru. Kehadiran perpustakaan bergerak ini memberikan akses bacaan yang mudah dijangkau sekaligus menghadirkan pengalaman membaca yang menyenangkan di lingkungan pengungsian. Kepala Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat, Wahyu Prabowo menyampaikan bahwa kegiatan Roadshow Workshop Membaca bertema “Merangkai Kembali Harapan Lewat Buku dan Cerita” merupakan wujud kepedulian Perpustakaan Jakarta Pusat terhadap anak-anak yang terdampak musibah kebakaran di kawasan Pasar Jiung, Kemayoran. “Kami berharap kehadiran perpustakaan di tengah situasi pascabencana tidak hanya memberikan akses bacaan, tetapi juga menjadi sarana pemulihan psikososial bagi anak-anak. Melalui kegiatan mendongeng, mewarnai, dan membaca bersama, kami ingin menghadirkan suasana yang menyenangkan, membangkitkan semangat, serta membantu mereka kembali menemukan rasa aman dan percaya diri,” ujarnya. Menurutnya, literasi memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar meningkatkan minat baca. Buku dan cerita dapat menjadi media yang efektif untuk menumbuhkan optimisme, memperkuat daya tahan mental, serta membantu anak-anak mengekspresikan perasaan mereka setelah mengalami peristiwa yang tidak mudah. “Kami melihat antusiasme yang luar biasa dari anak-anak selama kegiatan berlangsung. Hal ini menunjukkan bahwa ruang-ruang literasi yang hangat dan inklusif sangat dibutuhkan, terutama dalam kondisi darurat atau pascabencana. Karena itu, kami akan terus berupaya menghadirkan layanan literasi yang dekat dengan masyarakat melalui Mobil Literasi dan berbagai program perpustakaan lainnya,” tambahnya. Ia juga berharap kegiatan ini dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak dan keluarga terdampak untuk terus menatap masa depan dengan penuh harapan. “Sejalan dengan tema kegiatan, kami percaya bahwa melalui buku, cerita, dan kebersamaan, harapan dapat dirangkai kembali dan tumbuh menjadi kekuatan untuk bangkit menghadapi berbagai tantangan,” tutupnya.

Baca Berita Berita Lainnya

Bilik Perpus Podcast: Bincang Perpustakaan antara Gen Milenial vs Gen Z


Suhaena Selasa, 24 Februari 2026

Perpustakaan Jakarta Barat kembali menghadirkan inovasi literasi melalui program podcast bertema “Bincang Perpustakaan antar Generasi: Gen Milenial vs Gen Z”. Program ini menjadi ruang diskusi yang mempertemukan pengalaman lintas generasi dalam melihat peran dan perkembangan perpustakaan dari masa ke masa. Podcast ini menghadirkan dua narasumber inspiratif yang telah lama berkecimpung dalam dunia literasi dan dongeng, yaitu Kak Palupi Mutiasih dan Kak Tuti Setiawaty. Kak Palupi Mutiasih dikenal sebagai pegiat literasi yang aktif mengembangkan budaya baca melalui kegiatan mendongeng. Ia merupakan Co-Founder Fun Garden of Literacy (FGL), sebuah komunitas yang berfokus pada penguatan literasi anak melalui pendekatan kreatif dan menyenangkan. Selain itu, beliau juga berprofesi sebagai dosen, kerap dipercaya menjadi juri dalam berbagai lomba di bidang literasi, serta produktif menulis buku dan lagu anak yang menghadirkan pesan pembelajaran dan penguatan karakter. Sementara itu, Kak Tuti Setiawaty merupakan pendongeng sekaligus guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang aktif dalam berbagai komunitas penggiat literasi. Melalui pengalaman mengajarnya, ia konsisten mendorong minat baca dan keterampilan bercerita pada peserta didik serta terlibat aktif dalam berbagai komunitas yang dapat meningkatkan literasi di masyarakat. Kehadiran keduanya dalam podcast ini menjadi istimewa karena mereka mewakili dua generasi yang berbeda. Perbedaan latar belakang pengalaman dan perjalanan literasi tersebut menghadirkan beragam pandangan mengenai peran dan perkembangan perpustakaan dari masa ke masa. Dialog yang terbangun pun menjadi lebih dinamis, reflektif, dan kaya perspektif, sehingga mampu memberikan gambaran yang lebih luas tentang bagaimana perpustakaan dimaknai oleh tiap generasi.   Perpustakaan dalam Lintasan Generasi Dalam diskusi tersebut, para narasumber berbagi cerita tentang pengalaman mereka berinteraksi dengan perpustakaan sejak masa sekolah hingga saat ini. Mereka juga membahas bagaimana perubahan zaman, teknologi, serta kebiasaan membaca memengaruhi cara generasi berbeda memanfaatkan perpustakaan. Tidak hanya membahas nostalgia, podcast ini juga menyoroti pentingnya perpustakaan sebagai ruang literasi yang adaptif terhadap kebutuhan generasi muda. Perpustakaan kini tidak hanya menyediakan koleksi bacaan, tetapi juga menghadirkan berbagai program kreatif yang terbuka bagi masyarakat. Ruang Diskusi Literasi di Era Digital Podcast ini dipublikasikan melalui kanal resmi YouTube Perpustakaan Jakarta Barat sebagai bentuk pemanfaatan media digital untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Melalui platform ini, perpustakaan berharap dapat menghadirkan konten literasi yang relevan, inspiratif, dan mudah diakses oleh berbagai kalangan. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa perpustakaan terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Dengan menghadirkan dialog lintas generasi, Perpustakaan Jakarta Barat berupaya memperkuat perannya sebagai ruang belajar, ruang berbagi cerita, sekaligus ruang tumbuh bagi seluruh lapisan masyarakat.   Penulis : Putra Ananda Rajagukguk, Luse Dotrika Aruan, Evlin Nehemia HarianjaEditor : Norma Tridiana

Baca Artikel Artikel Lainnya

Perpustakaan Jakarta Barat Kenalkan Literasi Melalui Program KECAPI (Kreasi, Eksplorasi, dan Cakap Berliterasi)


Suhaena Selasa, 24 Februari 2026

Perpustakaan Jakarta Barat menghadirkan program wisata literasi bertajuk KECAPI (Kreasi, Eksplorasi, dan Cakap Berliterasi) sebagai upaya menumbuhkan minat baca dan kreativitas anak sejak dini. Program ini dirancang sebagai kegiatan edukatif yang menyenangkan, sekaligus memperkenalkan perpustakaan sebagai ruang belajar yang ramah dan inspiratif bagi masyarakat. KECAPI menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengenal dunia literasi melalui berbagai aktivitas interaktif. Tidak hanya sekadar membaca, peserta diajak untuk memahami bahwa literasi dapat dikembangkan melalui pengalaman yang menyenangkan dan penuh eksplorasi. KECAPI dapat diikuti oleh siswa jenjang TK/PAUD, SD, SMP dan SMA di Jakarta Barat.    Mengenal Perpustakaan dengan Cara yang Seru Kegiatan diawali dengan pengenalan layanan dan fasilitas Perpustakaan Jakarta Barat. Anak-anak diajak untuk mengenal koleksi buku, ruang baca, serta layanan yang ada di Perpustakaan Jakarta Barat. Salah satu koleksi spesial yang dimiliki Perpustakaan Jakarta Barat adalah buku pop up dan koleksi braille (buku untuk tuna netra). Melalui sesi ini, anak-anak diharapkan semakin dekat dengan perpustakaan dan menjadikannya sebagai tempat belajar yang menyenangkan dan ramah untuk disabilitas.  Salah satu kegiatan yang paling dinantikan adalah sesi read aloud dan mendongeng. Dalam suasana yang hangat dan interaktif, peserta mendengarkan cerita yang dibacakan dengan ekspresif, kemudian diajak berdiskusi ringan tentang pesan moral dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Metode ini tidak hanya melatih kemampuan menyimak, tetapi juga membangun imajinasi dan keberanian anak untuk berpendapat.   Kreasi dan Eksplorasi Literasi Sesuai dengan namanya, KECAPI juga menghadirkan berbagai kegiatan kreatif seperti mewarnai bersama, membuat jurnal membaca, serta aktivitas kreasi lainnya yang mendorong anak mengekspresikan pemahamannya terhadap buku yang telah dibaca. Kegiatan ini membantu anak mengembangkan keterampilan motorik halus sekaligus memperkuat daya ingat terhadap isi bacaan. Pada sesi eksplorasi literasi, peserta diberikan kesempatan untuk memilih dan membaca buku koleksi Perpustakaan Jakarta Barat secara mandiri. Dengan pendampingan yang tepat, anak-anak belajar menemukan buku sesuai minatnya, sehingga kegiatan membaca terasa lebih personal dan menyenangkan.   Perpustakaan sebagai Ruang Tumbuh Literasi Melalui program KECAPI, Perpustakaan Jakarta Barat menegaskan perannya sebagai pusat pembelajaran yang adaptif di tengah perkembangan zaman. Perpustakaan tidak lagi hanya menjadi tempat meminjam buku, tetapi juga ruang tumbuh yang mendorong kreativitas, eksplorasi, dan kecakapan berliterasi sejak usia dini. Program ini diharapkan dapat menjadi agenda berkelanjutan yang memperkuat budaya baca di masyarakat, sekaligus menciptakan pengalaman literasi yang berkesan bagi setiap peserta yang berkunjung.Penulis : Putra Ananda Rajagukguk, Luse Dotrika Aruan, Evlin Nehemia HarianjaEditor : Norma Tridiana

Baca Artikel Artikel Lainnya

1 dari 12 Warga Jakarta Senang Membaca


Administrator Kamis, 29 Januari 2026

Hasil pengukuran Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) Provinsi DKI Jakarta yang dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta menunjukkan bahwa 82,26% warga DKI Jakarta merasa senang saat membaca buku. Hal ini selaras dengan kecenderungan 89,99% responden yang mengaku bahwa mereka membaca atas kemauan pribadi tanpa ada paksaan dari pihak lain.   Sumber: Laporan Akhir Hasil Pengukuran Tingkat Kegemaran Membaca Tahun 2025   Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta kembali melakukan pengukuran Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) dan terus mencatat peningkatan indeks literasi dari tahun ke tahun. Secara keseluruhan, tingkat kegemaran membaca di DKI Jakarta memperoleh skor 73,26 atau meningkat 0,33 poin dari tahun sebelumnya yaitu 72,93. Angka tersebut mencerminkan kuatnya budaya literasi dan partisipasi aktif masyarakat dalam aktivitas membaca. Dari 2.538 responden yang menjadi sampel, 82,26% responden merasa senang saat membaca buku dan mengaku bahwa aktivitas tersebut dilakukan atas kemauan pribadi tanpa ada paksaan dari pihak lain. Kesenangan akan membaca ini dapat menjadi fondasi terciptanya budaya literasi masyarakat. Pengukuran TKM kali ini mengacu pada Peraturan Perpusnas RI Nomor 9 Tahun 2025 tentang Pedoman Pengukuran Tingkat Kegemaran Membaca. Berdasarkan peraturan tersebut, terdapat perubahan signifikan terhadap dimensi yang membentuk tingkat kegemaran membaca masyarakat. Sebelumnya, pengukuran dilakukan dengan menggunakan 5 dimensi yaitu frekuensi membaca, durasi membaca, jumlah bahan bacaan, frekuensi akses internet, dan durasi akses internet. Tahun ini, pengukuran dilakukan dengan 3 dimensi saja, yaitu fase pra membaca, fase saat membaca, dan fase pasca membaca. Masing-masing dimensi tersebut terdiri dari berbagai variabel dan indikator yang dibentuk untuk memberi gambaran kegemaran membaca masyarakat secara lebih komprehensif.   Aktivitas Membaca Buku di Taman Menteng dalam Kegiatan Kolaborasi Dispusip bersama Baca Bareng SBC Jakarta   Dimensi pra membaca terbentuk dari 4 varibel yaitu motivasi membaca, model akses dan kebiasaan membaca, pembelajaran sosial, serta konsep budaya literasi. Dimensi ini berusaha menangkap ketersediaan akses dan dorongan masyarakat sebelum melakukan aktivitas membaca. Dengan skor 65,05, dimensi ini menunjukkan bahwa masyarakat DKI Jakarta memiliki dorongan membaca yang tinggi dengan akses buku dan lingkungan membaca yang mendukung. Dimensi selanjutnya, saat membaca, memperoleh skor yang lebih tinggi yaitu 71,24 yang terbentuk dari 2 variabel yaitu perilaku membaca dan literasi sosial. Fase ini berupaya menangkap perilaku membaca masyarakat, termasuk pola interaksi untuk memahami bacaan. Interaksi yang dimaksud tidak terbatas pada interaksi terhadap bacaan, namun juga interaksi dengan masyarakat sekitarnya dalam rangka pengembangan pemahaman. Fase terakhir diukur dalam dimensi setelah membaca yang terdiri dari dampak membaca dan nilai tambah yang diharapkan. Dimensi ini mencoba menangkap hasil yang diperoleh masyarakat setelah aktivitas membaca. Berdasarkan hasil pengukuran TKM dengan 79,67 poin, masyarakat memperoleh dampak yang signifikan dari aktivitas membaca. Mulai dari bertambahnya pengetahuan, meningkatnya kemampuan membaca dan komunikasi, hingga perasaan senang dan bahagia usai membaca.   Seorang Ayah tampak membacakan buku saat mengikuti Piknik Baca dalam Festival Literasi Jakarta 2025 di Taman Ismail Marzuki. Dari sekian indikator yang membentuk variabel pengukuran TKM, beberapa indikator nampak memperlihatkan peran penting lingkungan sekitar dalam membentuk kesenangan membaca. Dimensi pra membaca menggambarkan adanya dorongan yang signifikan dari tokoh keluarga, tokoh publik, dan teman dalam membentuk kegemaran membaca. 60,15% responden menyatakan terinspirasi untuk membaca karena sering melihat anggota keluarga membaca. Hal itu didukung dengan adanya rekomendasi buku dari teman (65,01%) dan tokoh publik (57,21%) seperti penulis, influencer, akademisi, atau figur di media sosial.   Aktivitas Membaca di Perpustakaan Jakarta Cikini Dimensi saat membaca juga menunjukkan hal serupa. Terbukti dari 76,74% responden menyatakan bahwa mereka cenderung tertarik untuk berdiskusi dengan orang lain tentang isi sebuah buku. Berakhir pada 90,45% responden yang mengaku dapat berkomunikasi dengan lebih baik dalam dimensi setelah membaca, sekaligus adanya peningkatan perasaan senang dan bahagia usai membaca (89,15 responden). Kesenangan masyarakat akan membaca ini tentu menjadi fondasi yang kokoh untuk pengembangan literasi kota. Kondisi tersebut perlu diperkuat dengan membentuk ekosistem literasi yang terdiri dari pemerintah, akademisi, komunitas, dan dunia usaha yang saling bersinergi dalam berbagai kegiatan literasi.

Baca Artikel Artikel Lainnya
Belum Ada Postingan

Tetap terhubung untuk mendapatkan postingan terbaru dari kami.