Beranda Sudin Pusip Jakarta Utara
Turut Berduka Cita Kereta Api
Hari PMI
Hari Pendidikan Nasional
Hari Buruh
Hari Puisi Nasional
Layanan Kearsipan Depot Arsip Jakarta Utara
Layanan Kearsipan Depot Arsip Jakarta Utara

Jl. Logistik Raya No. 2 Kelurahan Tugu Selatan Kecamatan Koja Jakarta Utara

Senin - Jumat: 08.00 - 17.00 WIB

Agenda Literasi

Temukan beragam agenda kegiatan literasi dan kearsipan yang diselenggarakan untuk meningkatkan wawasan, keterampilan, dan partisipasi masyarakat dalam membangun budaya baca dan pengelolaan informasi yang baik.


Jadwal Agenda Literasi -
Semua Agenda
Semua Agenda

Pengumuman Hasil Seleksi Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) pada Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Utara Tahun 2026


Fajar Andi Nugroho Rabu, 4 Maret 2026

Berdasarkan hasil pelaksanaan seleksi tes tulis dan wawancara penerimaan Pegawai Penyedia Jasa Lainnya Perseorangan (PJLP) di lingkungan Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Utara Tahun Anggaran 2026, dengan ini disampaikan bahwa peserta yang dinyatakan lulus seleksi dapat dilihat pada lampiran pengumuman ini. Demikian pengumuman ini disampaikan untuk diketahui. Atas perhatian dan partisipasinya, kami ucapkan terima kasih. 📅 Jakarta, 4 Maret 2026Suku Dinas Perpustakaan dan KearsipanKota Administrasi Jakarta Utara

Baca Pengumuman Pengumuman Lainnya

Hasil Seleksi Administrasi PJLP Pelayanan Perpustakaan Jakarta Utara


Fajar Andi Nugroho Senin, 23 Februari 2026

Diumumkan kepada seluruh pelamar PJLP Pelayanan Perpustakaan Jakarta Utara bahwa peserta yang lulus seleksi administrasi diharapkan hadir untuk mengikuti Tes Tertulis dan Wawancara yang akan dilaksanakan pada: 📅 Hari/Tanggal: Rabu, 25 Februari 2026🕘 Waktu: Pukul 09.00 WIB – selesai📍 Tempat: Ruang Aula Kantor Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Utara Adapun nama-nama peserta yang lulus seleksi administrasi terlampir pada surat pengumuman ini.Diharapkan para peserta hadir tepat waktu serta membawa perlengkapan yang diperlukan. Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih. Suku Dinas Perpustakaan dan KearsipanKota Administrasi Jakarta Utara

Baca Pengumuman Pengumuman Lainnya

PENERIMAAN PENYEDIA JASA LAINNYA PERORANGAN (PJLP) PETUGAS PERPUSTAKAAN SUKU DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KOTA ADMINISTRASI JAKARTA UTARA TAHUN 2026


Fajar Andi Nugroho Jumat, 13 Februari 2026

Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Utara membuka penerimaan Penyedia Jasa Layanan Perorangan (PJLP) Petugas Perpustakaan. Pendaftaran dibuka secara daring pada tanggal 13 s.d 19 Februari 2026. Adapun persyaratan umum yang harus dipenuhi antara lain: Warga Negara Indonesia berusia minimal 18 tahun dan maksimal 56 tahun; dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP), diutamakan KTP DKI Jakarta; Memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan status aktif sebagai wajib pajak; Membuat dan menandatangani Surat Lamaran sebagaimana format pada tautan pendaftaran; Membuat dan menandatangani Surat Pernyataan bermaterai Rp10.000, sebagaimana format pada tautan pendaftaran; Membuat dan menandatangani daftar riwayat hidup, sebagaimana format pada tautan pendaftaran.; Tidak sedang dalam perikatan kerja dengan pihak manapun; Masa kerja untuk tahun anggaran 2026. Melakukan pendaftaran melalui https://bit.ly/PenerimaanPJLP_SUDINPUSIPJU2026 Untuk melihat informasi terkait penerimaan penyedia jasa layanan perorangan (PJLP) Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Utara dapat mengunduh lampiran yang terdapat dalam pengumuman ini.

Baca Pengumuman Pengumuman Lainnya

Tumbuhkan Minat Baca Sejak Dini, Sudin Pusip Jakarta Utara Gelar Layanan "Bercerita" di BKB Paud Rosella


Fajar Andi Nugroho Kamis, 2 April 2026

JAKARTA UTARA – Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Sudin Pusip) Kota Administrasi Jakarta Utara terus berinovasi dalam mendekatkan literasi kepada anak-anak. Melalui layanan "Jemput Bola", Sudin Pusip menyelenggarakan kegiatan Read Aloud dan Dongeng bagi para murid di BKB Paud Rosella, Semper Timur, pada Jumat (06/03/2026). Kegiatan edukatif ini dilaksanakan langsung di lingkungan sekolah yang beralamat di Jl. Kebantenan 2, RT.11/RW.5, Semper Timur, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Sebanyak 25 murid tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Kolaborasi Strategis Demi Literasi Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi nyata antara satuan pendidikan dan Sudin Pusip Jakarta Utara. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan minat baca dan kecintaan terhadap dunia literasi sejak usia sedini mungkin. Dengan menghadirkan suasana belajar yang berbeda, diharapkan anak-anak tidak hanya mengenal buku sebagai kewajiban, tetapi sebagai jendela dunia yang menyenangkan. Keseruan Bersama Kak Ali Bagaimana jalannya kegiatan tersebut? Pihak sekolah memanfaatkan layanan "Storytelling" dengan mengundang tim pendongeng profesional dari Sudin Pusip. Pada kesempatan kali ini, Kak Ali hadir sebagai sosok sentral yang memandu jalannya acara. Dengan teknik Read Aloud (membacakan nyaring) dan metode mendongeng yang interaktif, Kak Ali berhasil menghidupkan suasana. Cerita-cerita yang dibawakan tidak hanya menarik secara visual dan auditori, tetapi juga disisipi dengan pesan-pesan moral yang mudah dipahami oleh anak-anak usia dini. Para peserta diajak berinteraksi aktif, menjawab pertanyaan, dan tertawa bersama mengikuti alur cerita yang inspiratif. Dampak Positif Bagi Siswa Melalui kegiatan ini, pihak BKB Paud Rosella berharap para siswa mendapatkan pengalaman literasi yang berkesan. Kehadiran tim perpustakaan langsung ke sekolah membuktikan bahwa akses terhadap ilmu pengetahuan dan hiburan edukatif kini semakin mudah dijangkau oleh masyarakat.

Baca Berita Berita Lainnya

Semarak Ramadan di MI Ar-Rasyidiyyah: 220 Siswa Antusias Ikuti Dongeng Literasi Kak Ali


Fajar Andi Nugroho Kamis, 2 April 2026

JAKARTA UTARA – Memasuki bulan suci Ramadan, semangat literasi tetap menyala di lingkungan pendidikan Jakarta Utara. Pada Jumat (13/03/2026), sebanyak 220 murid dari MI Ar-Rasyidiyyah berkumpul untuk mengikuti kegiatan bertajuk "Read Aloud/Dongeng Ramadan Ceria". Kegiatan ini dilaksanakan langsung di lingkungan sekolah yang beralamat di Jl. Mualim Rasyid No.34RT, RT.1/RW.5, Tugu Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Acara dimulai sejak pukul 09.00 hingga 12.00 WIB dengan suasana yang penuh keceriaan. Kolaborasi Strategis di Bulan Suci Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi nyata antara MI Ar-Rasyidiyyah dan Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Sudin Pusip) Kota Administrasi Jakarta Utara. Tujuan utamanya adalah untuk menumbuhkan minat baca dan menanamkan kecintaan terhadap literasi sejak dini bagi para siswa. Melalui momen Ramadan, pihak sekolah ingin memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan menyenangkan. Keseruan Storytelling Bersama Kak Ali Bagaimana jalannya acara tersebut? Pihak sekolah memanfaatkan layanan unggulan "Storytelling" dari Sudin Pusip dengan menghadirkan pendongeng profesional, yaitu Kak Ali. Dalam sesi tersebut, Kak Ali membawakan cerita-cerita edukatif yang dikemas secara interaktif dan menarik. Sebanyak 220 siswa tampak terkesima mengikuti alur cerita yang penuh dengan pesan moral. Kak Ali tidak hanya bercerita secara searah, tetapi juga mengajak para siswa berinteraksi aktif melalui teknik Read Aloud (membacakan nyaring) yang menghidupkan suasana di lingkungan sekolah. Akses Literasi yang Lebih Dekat Kehadiran tim perpustakaan melalui layanan storytelling ini membuktikan komitmen Sudin Pusip Jakarta Utara dalam memperluas jangkauan literasi. Dengan mendatangi langsung satuan pendidikan, hambatan jarak bukan lagi menjadi penghalang bagi anak-anak untuk mendapatkan edukasi yang menghibur dan berkualitas. Pihak MI Ar-Rasyidiyyah berharap kegiatan Ramadan Ceria ini dapat meninggalkan kesan mendalam bagi para siswa, sehingga membaca buku menjadi kegemaran yang terus berlanjut bahkan setelah bulan Ramadan usai.

Baca Berita Berita Lainnya

Ngabuburit Berfaedah: 180 Siswa SDIT Al-Ikhwan Ikuti Dongeng Ramadan Ceria Bersama Sudin Pusip Jakarta Utara


Fajar Andi Nugroho Kamis, 2 April 2026

JAKARTA UTARA – Mengisi waktu luang di bulan suci dengan kegiatan yang mengedukasi, sebanyak 180 murid SDIT Al-Ikhwan mengikuti kegiatan bertajuk "Read Aloud/Dongeng Ramadan Ceria" pada Jumat (13/03/2026). Acara ini menjadi momen spesial bagi para siswa untuk memperdalam kecintaan mereka pada dunia literasi sembari menantikan waktu berbuka puasa. Kegiatan ini dilaksanakan langsung di lingkungan sekolah SDIT Al-Ikhwan yang beralamat di Jl. Sungai Kendal No.21, RT.8/RW.5, Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Berbeda dari kegiatan biasanya, acara kali ini dilangsungkan pada sore hari, mulai pukul 15.00 hingga 18.00 WIB. Kolaborasi Literasi di Bulan Ramadan Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi nyata antara pihak SDIT Al-Ikhwan dan Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Sudin Pusip) Kota Administrasi Jakarta Utara. Tujuan utamanya adalah untuk menumbuhkan minat baca dan menanamkan nilai-nilai karakter melalui literasi sejak dini. Dengan suasana Ramadan, sekolah ingin menghadirkan media pembelajaran yang interaktif dan tidak membosankan bagi para siswa. Keseruan Storytelling Bersama Kak Athir Bagaimana rangkaian kegiatan ini berlangsung? Melalui layanan unggulan "Storytelling", Sudin Pusip Jakarta Utara menghadirkan pendongeng profesional, yaitu Kak Athir, untuk menghibur sekaligus mendidik 180 siswa yang hadir. Selama tiga jam, Kak Athir membawakan berbagai cerita edukatif dengan teknik Read Aloud (membacakan nyaring) yang sangat menarik. Cerita yang dibawakan dikemas secara interaktif, sehingga para siswa tidak hanya menjadi pendengar pasif, tetapi juga terlibat aktif dalam alur cerita. Setiap kisah yang disampaikan disisipi dengan pesan-pesan moral yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, membuat suasana sore di lingkungan sekolah menjadi penuh tawa dan ilmu. Layanan Literasi Tanpa Batas Kehadiran tim perpustakaan melalui layanan storytelling ini membuktikan komitmen Sudin Pusip Jakarta Utara dalam menjangkau anak-anak di seluruh wilayah, termasuk Marunda. Dengan mendatangi langsung sekolah-sekolah, akses terhadap literasi yang berkualitas menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Pihak SDIT Al-Ikhwan berharap kegiatan Ramadan Ceria ini dapat memicu semangat para siswa untuk lebih rajin membaca buku, sekaligus menjadikan perpustakaan sebagai sahabat dalam mencari ilmu pengetahuan.

Baca Berita Berita Lainnya

Para Tokoh Sumpah Pemuda dan Kiprah Mereka dalam Sejarah Indonesia


Etty sufianti Selasa, 28 Oktober 2025

Peristiwa Sumpah Pemuda tahun 1928 merupakan salah satu tonggak penting dalam perjalanan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan. Melalui ikrar yang lahir dari semangat persatuan dan cinta tanah air, para pemuda dari berbagai daerah bertekad untuk bersatu di bawah satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa  Indonesia. Di balik momentum bersejarah ini, terdapat sejumlah tokoh penting yang berperan besar dalam merumuskan, menggerakkan, dan menjaga semangat persatuan tersebut. 1. Muhammad Yamin Muhammad Yamin dikenal sebagai sastrawan, sejarawan, budayawan, politikus, sekaligus ahli hukum yang disegani. Ia turut menyumbangkan gagasan besar dalam Kongres Pemuda II serta dipercaya merumuskan butir-butir penting dalam teks Sumpah Pemuda. Dedikasinya terhadap bahasa dan persatuan bangsa menjadikannya salah satu pilar kebangkitan nasional. 2. Soegondo Djojopoespito Sebagai aktivis Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI), Soegondo Djojopoespito berperan penting sebagai Ketua Kongres Pemuda II. Di bawah kepemimpinannya, berbagai organisasi pemuda dari latar belakang yang berbeda berhasil duduk bersama dan melahirkan satu kesepakatan besar: Sumpah Pemuda. 3. Djoko Marsaid (Tirtodiningrat) Djoko Marsaid, atau yang dikenal dengan Tirtodiningrat, menjabat sebagai Wakil Ketua Kongres Pemuda II dan juga Ketua organisasi Jong Java. Ia menjadi penghubung antara berbagai kelompok pemuda serta berperan dalam menjaga jalannya kongres dengan penuh semangat dan kedisiplinan. 4. Wage Rudolf Supratman Nama Wage Rudolf Supratman atau W.R. Supratman tentu tak asing lagi. Ia menyalurkan semangat kebangsaan melalui musik dengan menciptakan lagu “Indonesia Raya”, yang pertama kali diperdengarkan di Kongres Pemuda II. Lagu ini kemudian menjadi lambang perjuangan dan resmi ditetapkan sebagai lagu kebangsaan Indonesia. 5. Soenario Sastrowardoyo Soenario aktif dalam pergerakan nasional dan turut berjuang di kancah internasional. Saat berada di Belanda, ia menjadi Sekretaris II Perhimpunan Indonesia dan turut menyusun Manifesto Politik 1925 yang menegaskan cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia di mata dunia. 6. Amir Syarifuddin Harahap Sebagai perwakilan dari Jong Batak, Amir Syarifuddin berperan sebagai bendahara dalam Kongres Pemuda II. Selain mengelola kebutuhan organisasi, ia juga dikenal sebagai pemikir progresif yang turut menyumbangkan ide-ide penting dalam perumusan naskah Sumpah Pemuda. 7. Sarmidi Mangunsarkoro Sarmidi Mangunsarkoro adalah tokoh pendidikan nasional yang meyakini bahwa semangat persatuan harus ditanamkan melalui pendidikan. Ia kemudian diangkat menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1949–1950 dan terus memperjuangkan sistem pendidikan nasional yang berakar pada nilai kebangsaan. 8. Sie Kong Liong Peran Sie Kong Liong mungkin tak seterkenal nama-nama lainnya, namun jasanya sangat besar. Ia dengan sukarela menyediakan rumahnya di Jalan Kramat Raya No. 106, Jakarta Pusat, sebagai tempat berlangsungnya Kongres Pemuda II. Kini, rumah tersebut dikenal sebagai Museum Sumpah Pemuda, tempat saksi sejarah lahirnya ikrar kebangsaan. 9. Kartosuwiryo Kartosuwiryo merupakan salah satu tokoh yang turut berpartisipasi dalam Sumpah Pemuda. Di kemudian hari, ia dikenal sebagai pemimpin gerakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) yang muncul pada masa awal kemerdekaan. Meskipun perjalanannya kemudian berbeda arah, kiprahnya tetap menjadi bagian dari sejarah panjang perjuangan bangsa. Sumpah Pemuda bukan hanya peristiwa sejarah, tetapi juga cerminan kekuatan kolaborasi antar generasi muda Indonesia. Melalui tekad dan semangat para tokoh ini, lahirlah fondasi persatuan yang menjadi dasar berdirinya negara Indonesia. Kini, tugas generasi penerus adalah menjaga semangat tersebut agar tetap hidup—sebagai pengingat bahwa kemerdekaan dan persatuan bangsa berawal dari semangat para pemuda yang percaya pada masa depan Indonesia. Source : https://www.geniora.com/article/tokoh-penting-sumpah-pemuda-dan-perannya/

Baca Artikel Artikel Lainnya

Asal Usul Papanggo, Jejak Sejarah Orang Filipina di Jakarta Utara


Fajar Andi Nugroho Senin, 27 Oktober 2025

Tahukah kamu? Nama Papanggo di Jakarta Utara ternyata berasal dari kata De Papangers — sebutan bagi orang Pampanga dari Filipina yang pernah tinggal di Batavia pada masa kolonial. Simak kisah sejarah uniknya di sini!   Papanggo merupakan salah satu kelurahan yang terletak di Kecamatan Tanjung Priok, Kota Administrasi Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta. Wilayah ini memiliki posisi yang strategis dan menjadi bagian penting dari kawasan utara Jakarta yang berkembang pesat. Namun, di balik nama “Papanggo” tersimpan kisah sejarah panjang yang menarik dan jarang diketahui masyarakat luas. Nama “Papanggo” berasal dari istilah Belanda “De Papangers”, yang berarti “orang Pampanga”. Pampanga sendiri adalah sebuah wilayah di Pulau Luzon, Filipina. Menurut catatan sejarah, pada masa kolonial Hindia Belanda, sekelompok orang dari Pampanga didatangkan ke Batavia sebagai serdadu atau pekerja pendukung pemerintah kolonial. Mereka kemudian ditempatkan di wilayah Tanjung Priok, dan daerah tempat mereka bermukim disebut dengan istilah “Papangers”. Seiring berjalannya waktu, istilah tersebut berubah dalam pengucapan lokal menjadi “Papanggo”. Pada masa itu, kawasan Papanggo dikenal sebagai tempat tinggal para serdadu dan keluarganya yang berasal dari Filipina. Mereka hidup berdampingan dengan masyarakat lokal dan lambat laun berbaur menjadi bagian dari penduduk Batavia. Nama “Papanggo” pun menjadi penanda sejarah pertemuan budaya antara Belanda, Filipina, dan masyarakat pribumi di wilayah Jakarta Utara. Kini, Papanggo dikenal sebagai kawasan padat penduduk yang juga menjadi lokasi berdirinya Jakarta International Stadium (JIS), salah satu ikon baru Jakarta Utara. Meski telah modern, jejak sejarah Papanggo sebagai kampung para serdadu Filipina masih menjadi bagian penting dari identitas wilayah ini. Mengetahui asal usul nama Papanggo tidak hanya memperkaya wawasan sejarah lokal, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga terhadap keberagaman budaya yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan Jakarta. Kisah Papanggo mengingatkan kita bahwa setiap nama tempat memiliki sejarah dan makna yang membentuk identitas kota. Dari “De Papangers” hingga “Papanggo”, wilayah ini menjadi bukti nyata bagaimana perjalanan sejarah dan percampuran budaya meninggalkan jejak yang abadi di tengah modernisasi Jakarta Utara.   (Sumber: Akurat.co, Historia.id, Wikipedia, Katalogika.com, Republika – Kurusetra)

Baca Artikel Artikel Lainnya
Belum Ada Postingan

Tetap terhubung untuk mendapatkan postingan terbaru dari kami.