Berita
Tiga Finalis Tampilkan Gagasan Literasi pada Tahap Akhir Pemilihan Duta Baca Jakarta Pusat Tahun 2026
Noor Muchyadi
•
Kamis, 9 Juli 2026
Jakarta Pusat – Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat menyelenggarakan tahap akhir Pemilihan Duta Baca Jakarta Pusat Tahun 2026 sebagai upaya menghadirkan figur inspiratif yang mampu menjadi penggerak budaya literasi di tengah masyarakat pada Rabu (8/7). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan budaya gemar membaca serta mendorong pemanfaatan perpustakaan sebagai pusat belajar, berkarya, dan berkolaborasi.
Kepala Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat, Wahyu Prabowo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemilihan Duta Baca bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah untuk menemukan sosok yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan literasi serta mampu menginspirasi masyarakat, khususnya generasi muda.
"Duta Baca diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan komunikasi yang baik, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan-gagasan inovatif, memiliki kepedulian terhadap pengembangan literasi, serta menjadi penggerak dalam menumbuhkan budaya gemar membaca di lingkungan masyarakat," ujarnya.
Pada tahap akhir seleksi, tiga finalis terbaik, yaitu Hendra, Syakilah, dan Yudhi, mengikuti rangkaian presentasi program literasi dan wawancara di hadapan dewan juri. Ketiganya merupakan peserta yang berhasil melewati tahapan seleksi administrasi dan penilaian awal hingga berhak melaju ke babak final.
Penilaian peserta dilakukan secara komprehensif berdasarkan tiga komponen utama, yaitu penilaian esai, presentasi gagasan dan program literasi, serta wawancara. Melalui ketiga tahapan tersebut, dewan juri menilai kualitas pemikiran peserta dalam menyusun gagasan yang inovatif dan aplikatif, kemampuan menyampaikan ide secara komunikatif, serta karakter, wawasan, kreativitas, kepemimpinan, dan komitmen dalam mengembangkan budaya literasi di Jakarta Pusat.
Proses penilaian dilakukan secara objektif dan profesional oleh tiga dewan juri yang memiliki kompetensi di bidang literasi, pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia. Dewan juri terdiri atas Agung Cahya Karyadi atau yang akrab disapa Kak Cahyo, Dosen Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Trilogi Jakarta sekaligus Duta Baca Jakarta Pusat Periode 2023–2025; Palupi Mutiasih, Akademisi, Pegiat Literasi, dan Founder Komunitas Literasi Fun Garden Literacy (FGL); serta Hanina Maulidha, Psikolog Pendidikan, Konselor, Master of Ceremony (MC), dan Founder @SpeakUpNow.
Dalam sambutannya, Wahyu Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh finalis atas dedikasi dan komitmen yang telah ditunjukkan hingga mencapai babak final. Ia berharap seluruh peserta dapat menampilkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas serta menjadikan proses seleksi sebagai kesempatan untuk terus belajar, mengembangkan kapasitas diri, dan memperluas kontribusi bagi kemajuan literasi.
Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada para dewan juri yang telah meluangkan waktu dan berbagi keahlian dalam memberikan penilaian secara objektif. Dengan latar belakang keilmuan dan pengalaman yang dimiliki, dewan juri diharapkan mampu memilih figur Duta Baca Jakarta Pusat yang tidak hanya unggul dalam kemampuan komunikasi, tetapi juga memiliki kepemimpinan, integritas, dan kepedulian tinggi terhadap pengembangan literasi masyarakat.
Melalui rangkaian seleksi tersebut, diharapkan terpilih Duta Baca Jakarta Pusat Tahun 2026 yang mampu menjadi mitra strategis Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat dalam mengampanyekan budaya gemar membaca, memperkuat kecakapan literasi, serta mendorong masyarakat untuk semakin aktif memanfaatkan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran sepanjang hayat.
Pemenang Pemilihan Duta Baca Jakarta Pusat Tahun 2026 akan diumumkan melalui akun Instagram resmi Perpustakaan Jakarta Pusat – Petojo Enclek @perpusjkt_pusat. Pemilihan Duta Baca Jakarta Pusat Tahun 2026 diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem literasi di Jakarta Pusat sekaligus melahirkan agen perubahan yang mampu menggerakkan masyarakat menuju budaya membaca yang lebih baik, inklusif, dan berkelanjutan.
Baca Berita
Berita Lainnya