Berita Sudin Pusip Jakarta Pusat
Pencarian Data


Selasa, 29 September 2026 | Noor Muchyadi 38x

Jakarta Pusat, 29 September 2026 – Di tengah banyaknya informasi yang dapat ditemukan hanya dengan membuka layar ponsel, kemampuan untuk memilih dan memahami informasi menjadi hal yang semakin penting. Bagi pelajar, dunia digital tidak hanya menjadi tempat untuk mencari informasi, tetapi juga ruang untuk berkomunikasi, berbagi, dan membentuk kebiasaan sehari-hari. Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan Duta Baca Goes to SMKN 34 Jakarta bersama Duta Baca Jakarta Pusat 2026, Yudhi Bagastian, Selasa (29/9).

Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Duta Baca Jakarta Pusat Tahun 2026 tersebut diselenggarakan oleh Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jakarta Pusat melalui Perpustakaan Jakarta Pusat dalam rangka memperingati Hari Akses Informasi Internasional. Kegiatan dibuka oleh Kepala Seksi Perpustakaan, Noor Muchyadi , dan berlangsung di SMKN 34 Jakarta, Jalan Kramat Raya No. 93, Paseban, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, mulai pukul 08.00 WIB.

Pertemuan antara Duta Baca dan para pelajar kali ini tidak hanya berbicara mengenai kegiatan membaca dalam pengertian yang sederhana. Peserta juga diajak melihat bagaimana kebiasaan memperoleh informasi telah berubah seiring dengan perkembangan teknologi. Berbagai informasi dapat ditemukan dengan cepat, tetapi tidak semuanya dapat langsung dipercaya.

Melalui materi “Cerdas Digital”, Kak Yudhi mengajak para pelajar untuk lebih kritis ketika menemukan informasi di ruang digital. Informasi yang muncul di media sosial maupun internet perlu diperiksa dan dievaluasi terlebih dahulu sebelum dipercaya ataupun disebarkan kembali. Kebiasaan tersebut menjadi penting agar pelajar tidak mudah menerima informasi hanya karena informasi tersebut terlihat menarik atau banyak dibagikan.

Pembahasan kemudian tidak berhenti pada persoalan benar atau salahnya sebuah informasi. Penggunaan ruang digital juga berkaitan dengan keamanan dan privasi. Para pelajar diingatkan untuk lebih memperhatikan data pribadi serta menjaga keamanan ketika melakukan berbagai aktivitas di internet.

Cara berkomunikasi di ruang digital turut menjadi bagian dari pesan yang disampaikan. Kemudahan dalam memberikan komentar, mengunggah sesuatu, maupun membagikan informasi perlu diimbangi dengan tanggung jawab. Setiap aktivitas yang dilakukan di internet dapat meninggalkan jejak digital sehingga penggunaan media sosial perlu dilakukan secara bijak.

Suasana kegiatan juga diarahkan agar para pelajar tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi mampu menggunakan teknologi untuk hal-hal yang memberikan manfaat. Komunikasi positif dan kebiasaan membagikan konten yang bermanfaat menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan digital yang lebih baik.

Kegiatan di SMKN 34 Jakarta ini memperlihatkan bahwa literasi pada saat ini memiliki ruang yang lebih luas. Membaca tidak hanya berkaitan dengan buku, tetapi juga dengan kemampuan memahami informasi yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Ketika informasi datang dari berbagai arah, kemampuan untuk berpikir kritis menjadi bagian penting dari kecakapan literasi.

Melalui kehadiran Duta Baca Jakarta Pusat, kegiatan literasi juga dibawa lebih dekat dengan kehidupan pelajar. Cerdas digital bukan hanya tentang mampu menggunakan teknologi, tetapi juga tentang bagaimana seseorang mencari informasi, menilai kebenarannya, menjaga dirinya di ruang digital, serta menggunakan informasi secara bertanggung jawab.

 

Hapiz Hakil

Mahasiswa Universitas BSI - Magang

Perpustakaan Duta Baca Jakarta Pusat AI Informasi Digital

Kamis, 17 September 2026 | Noor Muchyadi 30x

Jakarta Pusat, 17 September 2026 – Mengenalkan pentingnya makanan bergizi kepada anak-anak dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Pesan tersebut hadir dalam kegiatan  Promosi dan Pembudayaan Kegemaran Membaca Masyarakat bertajuk “Ikan Bergizi, Anak Sehat, Anak Hebat” yang digelar dalam rangka mendukung Safari Kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN), Kamis (17/9).

Kegiatan ini berlangsung di Musala Al-Fauz, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, mulai pukul 08.00 WIB. Anak-anak TK/PAUD/SPS di Kecamatan Cempaka Putih mengikuti rangkaian kegiatan edukatif yang memadukan literasi, dongeng, dan kebersamaan.

Kehadiran Camat Kecamatan Cempaka Putih dan Bunda PAUD Kecamatan Cempaka Putih turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan. Dalam sambutannya, keduanya menyampaikan pentingnya membangun kebiasaan hidup sehat sejak usia dini. Anak-anak perlu mendapatkan pengetahuan mengenai makanan bergizi dengan cara yang sesuai dengan dunia mereka, sehingga pesan yang disampaikan dapat lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam keseharian.

Suasana kegiatan semakin meriah dengan hadirnya Kak Eli, pendongeng profesional dan ventriloquist (ahli suara perut) asal Indonesia yang telah aktif sejak 2016. Dongeng dan penampilan interaktif menjadi cara Kak Eli meyampaikan pesan tentang ikan dan makanan bergizi dengan bahasa yang dekat dengan anak-anak.

Cerita yang disampaikan mengajak anak-anak mengenal ikan sebagai salah satu sumber makanan bergizi. Pesan mengenai pentingnya mengonsumsi ikan dikemas secara ringan sehingga mudah dipahami dan dinikmati oleh peserta.

Kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama. Anak-anak mendapatkan kesempatan untuk menikmati makanan sekaligus mengenal kebiasaan mengonsumsi makanan bergizi, termasuk ikan. Momen tersebut juga menciptakan suasana kebersamaan antara anak-anak, pendamping, dan seluruh peserta kegiatan.

Antusiasme anak-anak terlihat dalam sesi tanya jawab berhadiah seputar ikan. Anak-anak diajak menjawab pertanyaan sederhana dan menyebutkan berbagai jenis ikan yang dapat diolah menjadi makanan. Peserta yang mampu menjawab pertanyaan dengan baik mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi sekaligus dorongan untuk berani berpartisipasi.

Rangkaian kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang beragam bagi anak-anak. Mereka tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga menikmati dongeng, mengikuti tanya jawab, makan bersama, serta berinteraksi secara langsung dalam suasana yang menyenangkan.

Safari Kampanye GEMARIKAN menjadi salah satu cara mengenalkan ikan sebagai bagian dari pola konsumsi makanan bergizi sejak usia dini. Pendekatan edukatif yang dipadukan dengan cerita dan aktivitas literasi diharapkan dapat menumbuhkan ketertarikan anak untuk mengenal dan mengonsumsi ikan.

Kevin Hilmi Al Farizi

Mahasiswa Universitas BSI - Magang

Perpustakaan Ikan Bergizi Cempaka Putih

Rabu, 16 September 2026 | Noor Muchyadi 35x

Jakarta Pusat, 15 September 2026 – Setiap anak memiliki mimpi. Ada yang ingin menjadi dokter, guru, atlet, pilot, kreator konten, atau mungkin sesuatu yang belum bisa mereka sebutkan dengan pasti. Di SDN Kebon Kosong 13, mimpi-mimpi itu menjadi bagian dari kegiatan literasi yang dikemas dalam suasana bermain, bercerita, dan berbagi bersama Duta Baca Jakarta Pusat 2026, Kak Yudhi Bagastian, Selasa (15/9).

Kegiatan bertajuk “Duta Baca Goes to SDN Kebon Kosong 13” ini merupakan bagian dari program Pemberdayaan Duta Baca Jakarta Pusat Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat. Diikuti oleh siswa kelas 4, 5, dan 6, kegiatan dimulai pukul 08.30 WIB di Aula SDN Kebon Kosong 13 dan berlangsung secara interaktif.

Kegiatan diawali dengan ice breaking untuk membangun suasana yang lebih cair sekaligus mengajak siswa memusatkan perhatian pada rangkaian acara. Suasana semakin akrab ketika siswa mengikuti sesi “Berkisah: Kisah Si Pemimpi”. Cerita yang dibawakan berdasarkan kisah nyata tersebut menjadi inspirasi bagi anak-anak untuk berani bermimpi dan berani bercerita tentang mimpi dan cita-cita yang mereka miliki.

Setelah itu, Kak Yudhi mengajak siswa melihat bahwa cita-cita dari sisi yang lebih nyata melalui sesi “Duta Baca Bicara: Dari Mimpi Jadi Aksi”. Memiliki mimpi bukan hanya tentang menentukan ingin menjadi apa, tetapi juga tentang usaha dan langkah yang dapat dilakukan untuk mewujudkannya. 

Keseruan berlanjut dengan “Permainan Bola Mimpi”. Pada permainan ini, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok terdiri dari sekitar 10 orang. Perwakilan dari masing-masing kelompok mendapat kesempatan untuk maju serta menceritakan cita-cita serta mimpi mereka di depan teman-temannya. Permainan ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk berlatih berbicara dan berani mengungkapkan apa yang mereka inginkan. Peserta yang mampu menceritakan cita-cita dan mimpinya dengan baik mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi. 

Mimpi yang telah dibicarakan kemudian dituangkan melalui “Jurnal Mimpiku”. Pada jurnal tersebut, siswa diminta menuliskan cita-cita dan harapan yang ingin mereka capai, sehingga dapat memberi mereka kesempatan untuk mengenali dan mengabadikan mimpi tersebut melalui tulisan.

Selain rangkaian kegiatan bersama Duta Baca, MOLI (Mobil Literasi) turut hadir di SDN Kebon Kosong 13. Para siswa dapat melihat berbagai koleksi buku yang tersedia dan memanfaatkannya untuk membaca. Rangkaian kegiatan tersebut memperkenalkan literasi melalui pengalaman yang dekat dengan dunia anak. Membaca, mendengarkan cerita, bermain, berbicara, dan menulis menjadi satu rangkaian yang saling melengkapi. Anak-anak tidak hanya diajak mengenal buku, tetapi diberi ruang untuk mengenal dirinya sendiri, menyampaikan mimpi, dan mulai memikirkan langkah untuk mencapainya. 

“Dari Mimpi Menjadi Aksi” akhirnya bukan sekadar tema kegiatan. Pesan itu menjadi pengingat sederhana bagi anak-anak bahwa setiap mimpi layak diceritakan, dan setiap cita-cita membutuhkan keberanian serta usaha untuk diwujudkan.

Raihan Khalis
Mahasiswa Universitas BSI - Magang

 

Perpustakaan Duta Baca Jakarta Pusat Mimpi Jadi Aksi

Selasa, 15 September 2026 | Noor Muchyadi 30x

Jakarta Pusat, 15 September 2026 – Perpustakaan tidak selalu identik dengan suasana yang tenang dan aktivitas membaca saja. Bagi anak-anak, perpustakaan juga bisa menjadi tempat bermain, berkreasi, bercerita, dan menemukan berbagai hal baru. Suasana itu hadir di Perpustakaan Jakarta Pusat – Petojo Enclek dalam kegiatan wisata literasi bersama SPSN Bale Bermain Bahagia, Selasa (15/9). 

Mengusung tema “Bermain, Membaca, dan Berpetualang di Perpustakaan”, kegiatan yang berlangsung di Ruang Anak Perpustakaan Jakarta Pusat ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Kunjung Perpustakaan. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal perpustakaan melalui berbagai aktivitas literasi yang dikemas secara interaktif, menyenangkan, dan juga edukatif. Mereka tidak hanya diperkenalkan pada buku, tetapi juga diajak melihat perpustakaan sebagai ruang untuk bermain, belajar, berkreasi, dan mendapatkan pengalaman baru.

Kak Zikri, Kak Farid, dan Kak Azka turut mendampingi anak-anak selama rangkaian kegiatan berlangsung. Kehadiran para pendamping membuat suasana semakin hidup dan membantu anak-anak mengikuti aktivitas dengan lebih antusias. Salah satu bagian dari kegiatan wisata literasi ini adalah mengajak anak-anak menjelajahi lingkungan perpustakaan. Mereka melihat langsung berbagai ruang dan fasilitas yang tersedia dan mengenal fungsi perpustakaan sebagai tempat membaca dan belajar di luar lingkungan sekolah.
Anak-anak juga diajak lebih dekat dengan buku dan cerita. Aktivitas membaca dikemas sebagai pengalaman yang menyenangkan, sekaligus memberikan kesempatan bagi mereka untuk menemukan pengetahuan dan hal-hal baru dari buku yang dibaca.

Tidak berhenti pada kegiatan membaca, kegiatan juga memberikan ruang bagi anak-anak untuk bermain dan berkreasi. Dengan aktivitas yang sesuai dengan usia mereka, anak-anak bebas menggunakan imajinasi dan mengekspresikan kreativitas dalam suasana belajar yang menyenangkan. 
Melalui kegiatan ini, anak-anak mendapatkan pengalaman bahwa berkunjung ke perpustakaan tidak harus selalu dilakukan dengan cara yang sama. Ada buku dan cerita untuk dibaca, ruang untuk dijelajahi, teman untuk diajak berinteraksi, serta berbagai kegiatan yang membuat waktu di perpustakaan terasa lebih menyenangkan. 

Kegiatan wisata literasi bersama SPSN Bale Bermain Bahagia menjadi bagian dari upaya Perpustakaan Jakarta Pusat memperkenalkan perpustakaan kepada anak-anak sejak dini sekaligus menumbuhkan pengalaman positif terhadap kegiatan membaca. Dengan pendekatan yang dekat dengan dunia anak, perpustakaan diharapkan dapat menjadi tempat yang membuat mereka ingin datang kembali—bukan karena harus, tetapi karena senang berada di sana.

Kevin Hilmi Al Farizi
Mahasiswa Universitas BSI - Magang

Perpustakaan Literasi Wisata Literasi

Selasa, 15 September 2026 | Noor Muchyadi 42x

Jakarta Pusat, 14 September 2026 – Perpustakaan bisa menjadi tempat yang menyenangkan untuk mengenal cerita, bermain, berkreasi, sekaligus menemukan hal-hal baru. Suasana itulah yang coba dihadirkan Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat melalui kegiatan Wisata Literasi bersama anak-anak TKN Gambir 01 dalam rangka memeringati Hari Kunjung Perpustakaan yang jatuh pada tanggal 14 September.

Mengusung tema “Jelajah Cerita, Temukan Dunia: Serunya Wisata Literasi di Perpustakaan”, kegiatan yang berlangung di Ruang Anak Perpustakaan Jakarta Pusat – Petojo Enclek mulai pukul 8.30 WIB ini mengajak anak-anak mengenal perpustakaan dengan cara yang lebih dekat dan menyenangkan.

Didampingi oleh Kak Hana, Kak Taufik, dan Kak Rifa, anak-anak mengikuti rangkaian kegiatan yang terdiri dari Jelajah Pustaka, Petualangan Baca, Kreasi Literasi, dan Layar Edukasi.

Kegiatan ini dimulai dengan Jelajah Pustaka. Anak-anak diajak berkeliling untuk mengenal lingkungan perpustakaan secara langsung, termasuk berbagai ruang yang dapat digunakan untuk membaca dan belajar. Bagi sebagian peserta, kunjungan ini menjadi pengalaman baru karena mereka dapat melihat dan merasakan suasana perpustakaan di luar lingkungan sekolah.

Perjalanan kemudian berlanjut melalui Petualangan Baca. Anak-anak diajak lebih dekat dengan buku dan cerita, sekaligus menemukan bahwa membaca tidak selalu identik dengan kegiatan belajar di kelas. Buku juga bisa menjadi teman untuk menikmati cerita dan menemukan berbagai hal baru.

Setelah membaca, anak-anak diberi ruang untuk berkreasi melalui Kreasi Literasi. Kegiatan mewarnai menjadi bagian dari sesi ini, memberikan kesempatan kepada peserta untuk menuangkan imajinasi dan kreativitasnya dengan cara yang sederhana dan menyenangkan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan Layar Edukasi, melalui tayangan film edukasi yang diputar di Ruang Teater Lantai 1 Perpustakaan Jakarta Pusat – Petojo Enclek, membuat pengalaman belajar anak menjadi lebih beragam dan tidak monoton.

Selama berada di perpustakaan, anak-anak mendapatkan pengalaman yang beragam—mulai dari mengenal ruang perpustakaan, membaca dan menikmati cerita, mewarnai, hingga belajar melalui tayangan edukasi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Hari Kunjung Perputsakaan di Perpustakaan Jakarta Pusat. Momentum tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan perpustakaan sejak usia dini sebagai ruang yang tidak hanya menyediakan buku, tetapi juga tempat untuk belajar, bereksplorasi, dan melakukan berbagai kegiatan yang menyenangkan. Harapannya, anak-anak semakin akrab dengan perpustakaan dan tumbuh dengan pandangan bahwa membaca adalah kegiatan yang menyenangkan sekaligus membuka pintu menuju dunia yang lebih luas.

 

Raihan Khalis

Mahasiswa Universitas BSI - Magang

 

Perpustakaan Wisata Literasi

Senin, 14 September 2026 | Noor Muchyadi 37x

Jakarta Pusat, 10 September 2026 — Kegiatan membaca tidak berhenti saat halaman terakhir sebuah buku ditutup. Bagi anak-anak, cerita yang dibaca bisa menjadi awal untuk berimajinasi, bercerita, dan belajar menyampaikan apa yang ada di pikirannya. Semangat inilah yang dibawa oleh Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat dalam penyelenggaraan Roadshow Workshop Membaca di SDN Cempaka Putih Barat 05.

Mengangkat tema “Read Aloud dan Pelatihan Public Speaking”, kegiatan ini dikemas secara interaktif agar siswa dapat menikmati pengalaman membaca sekaligus belajar menyampaikan kembali cerita dan gagasan dengan percaya diri.

Kegiatan diawali dengan Read Aloud bersama Kak Dela. Dengan permainan intonasi, ekspresi, dan cara bercerita yang menarik, siswa diajak menikmati cerita dengan cara yang lebih hidup. Bagi anak-anak, membaca pun terasa tidak lagi sekadar duduk dan membuka buku, tetapi menjadi pengalaman yang menyenangkan dan melibatkan mereka secara langsung.

Keseruan dilanjutkan dengan kegiatan LiterAksi, berupa pelatihan public speaking. Para siswa mendapat kesempatan untuk tampil dan berbicara di depan teman-temannya. Melalui aktivitas ini, mereka belajar bahwa keberanian berbicara dapat dibangun sedikit demi sedikit – mulai dari berani menyampaikan pendapat, bercerita, hingga tampil di hadapan orang lain.

Kemampuan tersebut menjadi bagian penting dari pengalaman literasi anak. Literasi bukan hanya soal mampu membaca, tetapi juga memahami informasi, mengolahnya, kemudian menyampaikan kembali dengan cara yang baik. Kemampuan bercerita dan berkomunikasi menjadi bekal yang akan terus mereka gunakan, baik di sekolah maupun di kehidupan sehari-hari.

Suasana kegiatan semakin menarik dengan hadirnya Mobil Literasi (MOLI). Para siswa dapat mengenal dan memilih berbagai bahan bacaan sambil menikmati pengalaman membaca dalam suasana yang berbeda dari biasanya. Kehadiran MOLI menjadi salah satu cara membawa buku lebih dekat dengan anak-anak dan memperkenalkan bahwa membaca bisa menjadi aktivitas yang santai dan menyenangkan.

Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak melihat aktivitas membaca dari sudut pandang yang lebih luas. Dari sebuah cerita, mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan dan imajinasi, tetapi juga belajar berpikir, berbicara, dan berani tampil. Harapannya, pengalaman sederhana ini dapat menjadi salah satu langkah untuk menumbuhkan kedekatan anak dengan buku sekaligus membangun kepercayaan diri mereka sejak dini.

Bayu Pratama

Mahasiswa Universitas BSI - Magang

Perpustakaan Roadshow Membaca Berani Bicara

Jumat, 11 September 2026 | Noor Muchyadi 37x

Jakarta Pusat, 10 September 2026 — Upaya mempromosikan dan membudayakan kegemaran membaca kepada masyarakat terus dilakukan melalui kegiatan “Mengenal Aksara, Menjelajah Cerita” yang digelar bersama PAUD Melati 02 dan PAUD Edelweis dalam rangkaian Hari Aksara Internasional.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jakarta Pusat melalui Perpustakaan Jakarta Pusat. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis, 10 September 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, dan bertempat di Aula Perpustakaan Jakarta Pusat, Jalan Tanah Abang I No. 1, RT 11/RW 8, Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.

Kegiatan “Mengenal Aksara, Menjelajah Cerita” merupakan bagian dari program Promosi dan Pembudayaan Kegemaran Membaca Masyarakat. Program ini dilaksanakan untuk mengenalkan budaya literasi kepada anak-anak sejak usia dini sekaligus memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan melalui lingkungan perpustakaan.

Dalam pelaksanaannya, peserta dari PAUD Melati 02 dan PAUD Edelweis mengikuti sejumlah rangkaian kegiatan yang dikemas dalam bentuk aktivitas literasi. Beberapa kegiatan tersebut meliputi Jelajah Pustaka, Petualangan Baca, Kreasi Literasi, dan Layar Edukasi.

Melalui Jelajah Pustaka, anak-anak dapat mengenal lingkungan dan berbagai fasilitas yang terdapat di perpustakaan. Sementara itu, Petualangan Baca memberikan pengalaman kepada peserta untuk lebih dekat dengan buku dan cerita. Kegiatan kemudian dilengkapi dengan Kreasi Literasi serta Layar Edukasi sebagai bentuk kegiatan yang menggabungkan unsur pembelajaran dan kreativitas.

Pemilihan tema “Mengenal Aksara, Menjelajah Cerita” menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut karena pengenalan aksara dan cerita dapat menjadi langkah awal dalam menumbuhkan ketertarikan anak terhadap aktivitas membaca. Literasi tidak hanya diperkenalkan melalui buku, tetapi juga melalui kegiatan yang interaktif dan sesuai dengan dunia anak.

Kegiatan ini juga menghadirkan Kak Ara, Kak Taufik, dan Kak Farida sebagai bagian dari rangkaian kegiatan. Kehadiran mereka turut memberikan warna dalam pelaksanaan kegiatan sehingga proses pengenalan literasi dapat berlangsung dengan suasana yang lebih menarik bagi peserta. Perpustakaan Jakarta Pusat juga berupaya menjadikan perpustakaan sebagai ruang yang dekat dengan anak-anak sekaligus sebagai tempat untuk belajar, bermain, berekspresi, dan memperoleh pengetahuan melalui momentum Hari Aksara Internasional yang dimanfaatkan untuk mengajak anak-anak mengenal aksara sekaligus menjadikan membaca sebagai kegiatan yang menarik dan menyenangkan.

Hapiz Hakil
Mahasiswa Universitas BSI - Magang

Perpustakaan Literasi Aksara

Kamis, 10 September 2026 | Noor Muchyadi 44x


Central Jakarta’s literacy movement has gained new momentum through the inauguration of the Central Jakarta Reading Ambassador for 2026, held alongside a literacy talk show themed “Driving Literacy, Central Jakarta inspiring” on Tuesday (8/9).

During the event, Yudhi Bagastian was inaugurated as the Central Jakarta Reading Ambassador 2026. His inauguration marks the beginning of his role in encouraging the community, especially the younger generation, to become more engaged with books, knowledge, and various literacy activities.

The Head of the Library and Archives Sub-Department of Central Jakarta, Wahyu Prabowo, emphasized that the inauguration of the Reading Ambassador was not merely a ceremonial event, but also part of an effort to develop a literacy movement that is more closely connected to the community.

“We hope that the newly inaugurated Reading Ambassador can become a driving force and an inspiration for the people of Central Jakarta. Literacy is not simply about encouraging people to read, but about how reading can generate ideas, creativity, creative works, and positive changes in life,” said Wahyu. 

Meanwhile, the Mayor of Central Jakarta, Arifin, highlighted the importance of strengthening literacy amid rapid technological developments and the overwhelming flow of information. According to him, people need not only the ability to read, but also the ability to understand, evaluate, and use information appropriately.

“The challenges of literacy today have become increasingly broad. We are not only talking about how many books people read, but also about how they can understand information, think critically, also distinguish reliable information from misinformation and then transform that knowledge into something beneficial,” he explained.

This spirit was further strengthened through the literacy talk show, which featured the Central Jakarta Literacy Mother, Witri Yenny Arifin; the Central Jakarta Reading Ambassador 2026, Yudhi Bagastian; and Reading Bugs Founder, Roosie Setiawan, with Dela Criesmayanti serving as the moderator.

The three speakers shared their perspectives on the importance of building a reading culture from the community closest to us, making literacy more creative and relevant to the younger generation, and encouraging children to develop a love for books from an early age. The discussion also emphasized that literacy movements can be carried out through various approaches and require collaboration among different stakeholders.

In 2026, the role of Witri Yenny Arifin as the Central Jakarta Literacy Mother continued as it did in the previous year, so no new inauguration was held for her. This continuity supports the literacy movement in Central Jakarta, which is now strengthened by the presence of a new Reading Ambassador.

The inauguration of Yudhi Bagastian as the Central Jakarta Reading Ambassador 2026 is expected to help expand the literacy movement through collaboration with libraries, schools, communities, literacy activists, families, and various elements of society.

More than just a title, being a Reading Ambassador is a responsibility to inspire and encourage others. From reading comes knowledge, from knowledge grows ideas, and when ideas are transformed into action, change is born.

Alifiya Rahmatika
Sastra Inggris Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya - Magang

2026 Inauguration Central Jakarta Reading Ambassador Inspiration Action

Selasa, 8 September 2026 | Noor Muchyadi 63x

Jakarta Pusat, 2026 — Gerakan literasi di Jakarta Pusat kembali mendapat energi baru melalui Pengukuhan Duta Baca Kota Administrasi Jakarta Pusat Tahun 2026, yang dirangkaikan dengan talkshow literasi bertema “Menggerakkan Literasi, Jakarta Pusat Menginspirasi” pada Selasa (8/9).

Dalam kegiatan tersebut, Yudhi Bagastian dikukuhkan sebagai Duta Baca Kota Administrasi Jakarta Pusat Tahun 2026. Pengukuhan ini menjadi langkah awal bagi Yudhi untuk mengambil peran dalam mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk semakin dekat dengan buku, pengetahuan, dan berbagai aktivitas literasi.

Kepala Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat, Wahyu Prabowo, menyampaikan bahwa pengukuhan Duta Baca bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun gerakan literasi yang lebih dekat dengan masyarakat.

“Kami berharap Duta Baca yang telah dikukuhkan dapat menjadi penggerak dan inspirator bagi masyarakat Jakarta Pusat. Literasi tidak cukup hanya dengan mengajak orang membaca, tetapi bagaimana membaca dapat melahirkan gagasan, kreativitas, karya, dan perubahan dalam kehidupan,” ujar Wahyu.

Sementara itu, Walikota Kota Administrasi Jakarta Pusat, Arifin, menekankan pentingnya penguatan literasi di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi. Menurutnya, masyarakat tidak hanya membutuhkan kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan memahami, memilah, dan menggunakan informasi secara tepat.

“Tantangan literasi hari ini sudah semakin luas. Kita tidak hanya berbicara tentang seberapa banyak buku yang dibaca, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu memahami informasi, berpikir kritis, memilah informasi yang benar, dan kemudian mengubah pengetahuan tersebut menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ungkapnya.

Semangat tersebut kemudian diperkuat melalui talkshow literasi yang menghadirkan Bunda Literasi Kota Administrasi Jakarta Pusat, Ibu Witri Yenny Arifin; Duta Baca Jakarta Pusat Tahun 2026, Yudhi Bagastian; serta Founder Reading Bugs, Roosie Setiawan, dengan Dela Criesmayanti sebagai moderator.

Ketiga narasumber berbagi perspektif mengenai pentingnya membangun budaya baca dari lingkungan terdekat, menjadikan literasi lebih kreatif dan relevan bagi generasi muda, serta menumbuhkan kecintaan terhadap buku sejak dini. Diskusi juga menegaskan bahwa gerakan literasi dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan dan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

Pada tahun 2026, peran Bunda Literasi Kota Administrasi Jakarta Pusat, Ibu Witri Yenny Arifin, tetap berlanjut sebagaimana tahun sebelumnya sehingga tidak dilakukan pengukuhan kembali. Keberlanjutan tersebut menjadi bagian dari kesinambungan gerakan literasi di Jakarta Pusat yang kini diperkuat dengan hadirnya Duta Baca baru.

Pengukuhan Yudhi Bagastian sebagai Duta Baca Jakarta Pusat Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperluas gerakan pembudayaan kegemaran membaca melalui kolaborasi dengan perpustakaan, sekolah, komunitas, pegiat literasi, keluarga, serta berbagai unsur masyarakat.

Lebih dari sekadar gelar, Duta Baca adalah amanah untuk menginspirasi dan mengajak. Dari membaca lahir pengetahuan, dari pengetahuan tumbuh gagasan, dan dari gagasan yang diwujudkan dalam aksi, lahir perubahan.

Perpustakaan Duta Baca Jakarta Pusat 2026

Senin, 24 Agustus 2026 | Noor Muchyadi 24x

Semarak Kemerdekaan melalui Roadshow Literasi di SDN Petojo Utara 01

Semarak peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tidak hanya dirayakan melalui berbagai kegiatan seremonial, tetapi juga diisi dengan aktivitas yang memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar, berkreasi, dan menumbuhkan semangat kebersamaan. Salah satunya melalui kegiatan Roadshow Literasi yang dilaksanakan oleh Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jakarta Pusat di SDN Petojo Utara 01, Kamis (20/8) pagi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Semarak Kemerdekaan sekaligus upaya menghadirkan literasi secara lebih dekat dengan lingkungan sekolah. Melalui pendekatan yang menyenangkan dan interaktif, para siswa diajak mengenal literasi bukan sebagai kegiatan yang kaku, melainkan sebagai aktivitas yang dapat dilakukan dengan gembira, penuh rasa ingin tahu, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Seksi Perpustakaan Sudin Pusip Jakarta Pusat. Dalam sambutannya, ia mengajak para siswa untuk menjadikan membaca sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari. Menurutnya, membaca bukan hanya tentang memahami tulisan dalam buku, tetapi juga menjadi pintu untuk mengenal dunia yang lebih luas, menemukan pengetahuan baru, membangun imajinasi, serta melatih anak untuk berpikir dan menyampaikan gagasan.

Ia juga mengaitkan semangat membaca dan belajar dengan momentum kemerdekaan. Menurutnya, perjuangan mengisi kemerdekaan pada masa kini dapat dilakukan melalui hal-hal sederhana, salah satunya dengan menjadi anak yang rajin belajar, gemar membaca, memiliki rasa ingin tahu, serta berani mengembangkan potensi diri.

Pesan tersebut kemudian diterjemahkan dalam suasana kegiatan yang lebih cair dan menyenangkan bersama Kak Faqih. Kehadiran Kak Faqih berhasil menciptakan interaksi yang hangat dengan para siswa. Melalui gaya penyampaian yang komunikatif, ekspresif, dan dekat dengan dunia anak, para siswa diajak untuk terlibat secara aktif dalam berbagai aktivitas literasi.

Tidak sekadar menjadi pendengar, siswa diberikan kesempatan untuk berinteraksi, menjawab pertanyaan, menyampaikan pendapat, serta mengekspresikan ide dan imajinasinya. Momen-momen tersebut membuat suasana kegiatan menjadi hidup. Tawa, respons spontan, dan keberanian siswa untuk tampil menjadi bagian dari keceriaan roadshow pagi itu.

Kegiatan bersama Kak Faqih juga menunjukkan bahwa literasi dapat dikemas melalui berbagai pendekatan kreatif. Anak-anak tidak harus selalu duduk diam membaca halaman demi halaman untuk belajar. Mereka dapat belajar melalui cerita, percakapan, permainan, pengalaman, maupun aktivitas kreatif lainnya.

Melalui kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan pada pemahaman bahwa literasi adalah kemampuan untuk menyerap informasi, memahami, berpikir kritis, berkomunikasi, sekaligus mengolah pengetahuan menjadi gagasan dan karya. Dengan demikian, budaya literasi dapat tumbuh secara alami karena anak merasa bahwa membaca dan belajar merupakan aktivitas yang menyenangkan.

Antusiasme siswa SDN Petojo Utara 01 terlihat sejak awal hingga kegiatan berakhir. Mereka mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh perhatian sekaligus keceriaan. Interaksi yang terbangun antara narasumber dan siswa membuat kegiatan terasa seperti ruang bermain dan belajar bersama.

Bagi sekolah, kegiatan seperti ini juga menjadi momentum untuk memperkuat budaya membaca di lingkungan pendidikan. Kehadiran Sudin Pusip Jakarta Pusat di sekolah diharapkan dapat memberikan pengalaman baru bagi siswa sekaligus memperkenalkan bahwa perpustakaan dan berbagai kegiatan literasi merupakan bagian yang dekat dengan kehidupan mereka.

Roadshow literasi juga menjadi salah satu bentuk kolaborasi dalam membangun ekosistem literasi yang dimulai dari lingkungan terdekat anak. Sekolah, keluarga, perpustakaan, pemerintah, komunitas, dan berbagai pihak memiliki peran yang saling melengkapi dalam menciptakan lingkungan yang mendorong anak untuk membaca, belajar, bertanya, dan berkarya.

Momentum HUT Kemerdekaan RI ke-81 menjadi semakin bermakna ketika semangat perjuangan diterjemahkan ke dalam kegiatan yang relevan bagi generasi muda. Jika dahulu para pahlawan berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan, maka generasi saat ini memiliki tugas untuk mengisi kemerdekaan dengan ilmu pengetahuan, kreativitas, karakter, dan karya positif.

Dari lingkungan sekolah, semangat tersebut dapat dimulai dengan membangun kebiasaan sederhana: membaca buku, berani bertanya, mau mencoba hal baru, menghargai pendapat teman, serta tidak takut untuk menuangkan ide menjadi sebuah karya.

Roadshow Literasi di SDN Petojo Utara 01 menjadi pengingat bahwa kemerdekaan juga berarti memiliki kesempatan untuk belajar, bermimpi, dan berkembang. Anak-anak diberikan ruang untuk mengenal dunia melalui buku, mengembangkan imajinasi melalui cerita, serta menemukan keberanian untuk mengekspresikan diri.

Melalui kegiatan ini, Sudin Pusip Jakarta Pusat terus membawa semangat literasi lebih dekat kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Karena membangun budaya literasi tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Ia dapat tumbuh dari satu buku yang dibaca, satu cerita yang didengarkan, satu pertanyaan yang diajukan, dan satu anak yang mulai berani berkata, “Saya ingin tahu lebih banyak.”

Dari membaca tumbuh pengetahuan, dari imajinasi lahir kreativitas, dan dari anak-anak yang gemar belajar, tumbuh generasi Indonesia yang siap mengisi kemerdekaan dengan karya.

Perpustakaan Literasi Roadshow Kemerdekaan