Jakarta Pusat, 10 September 2026 — Upaya mempromosikan dan membudayakan kegemaran membaca kepada masyarakat terus dilakukan melalui kegiatan “Mengenal Aksara, Menjelajah Cerita” yang digelar bersama PAUD Melati 02 dan PAUD Edelweis dalam rangkaian Hari Aksara Internasional.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jakarta Pusat melalui Perpustakaan Jakarta Pusat. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis, 10 September 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, dan bertempat di Aula Perpustakaan Jakarta Pusat, Jalan Tanah Abang I No. 1, RT 11/RW 8, Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.
Kegiatan “Mengenal Aksara, Menjelajah Cerita” merupakan bagian dari program Promosi dan Pembudayaan Kegemaran Membaca Masyarakat. Program ini dilaksanakan untuk mengenalkan budaya literasi kepada anak-anak sejak usia dini sekaligus memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan melalui lingkungan perpustakaan.
Dalam pelaksanaannya, peserta dari PAUD Melati 02 dan PAUD Edelweis mengikuti sejumlah rangkaian kegiatan yang dikemas dalam bentuk aktivitas literasi. Beberapa kegiatan tersebut meliputi Jelajah Pustaka, Petualangan Baca, Kreasi Literasi, dan Layar Edukasi.
Melalui Jelajah Pustaka, anak-anak dapat mengenal lingkungan dan berbagai fasilitas yang terdapat di perpustakaan. Sementara itu, Petualangan Baca memberikan pengalaman kepada peserta untuk lebih dekat dengan buku dan cerita. Kegiatan kemudian dilengkapi dengan Kreasi Literasi serta Layar Edukasi sebagai bentuk kegiatan yang menggabungkan unsur pembelajaran dan kreativitas.
Pemilihan tema “Mengenal Aksara, Menjelajah Cerita” menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut karena pengenalan aksara dan cerita dapat menjadi langkah awal dalam menumbuhkan ketertarikan anak terhadap aktivitas membaca. Literasi tidak hanya diperkenalkan melalui buku, tetapi juga melalui kegiatan yang interaktif dan sesuai dengan dunia anak.
Kegiatan ini juga menghadirkan Kak Ara, Kak Taufik, dan Kak Farida sebagai bagian dari rangkaian kegiatan. Kehadiran mereka turut memberikan warna dalam pelaksanaan kegiatan sehingga proses pengenalan literasi dapat berlangsung dengan suasana yang lebih menarik bagi peserta. Perpustakaan Jakarta Pusat juga berupaya menjadikan perpustakaan sebagai ruang yang dekat dengan anak-anak sekaligus sebagai tempat untuk belajar, bermain, berekspresi, dan memperoleh pengetahuan melalui momentum Hari Aksara Internasional yang dimanfaatkan untuk mengajak anak-anak mengenal aksara sekaligus menjadikan membaca sebagai kegiatan yang menarik dan menyenangkan.
Hapiz Hakil
Mahasiswa Universitas BSI - Magang
Central Jakarta’s literacy movement has gained new momentum through the inauguration of the Central Jakarta Reading Ambassador for 2026, held alongside a literacy talk show themed “Driving Literacy, Central Jakarta inspiring” on Tuesday (8/9).
During the event, Yudhi Bagastian was inaugurated as the Central Jakarta Reading Ambassador 2026. His inauguration marks the beginning of his role in encouraging the community, especially the younger generation, to become more engaged with books, knowledge, and various literacy activities.
The Head of the Library and Archives Sub-Department of Central Jakarta, Wahyu Prabowo, emphasized that the inauguration of the Reading Ambassador was not merely a ceremonial event, but also part of an effort to develop a literacy movement that is more closely connected to the community.
“We hope that the newly inaugurated Reading Ambassador can become a driving force and an inspiration for the people of Central Jakarta. Literacy is not simply about encouraging people to read, but about how reading can generate ideas, creativity, creative works, and positive changes in life,” said Wahyu.
Meanwhile, the Mayor of Central Jakarta, Arifin, highlighted the importance of strengthening literacy amid rapid technological developments and the overwhelming flow of information. According to him, people need not only the ability to read, but also the ability to understand, evaluate, and use information appropriately.
“The challenges of literacy today have become increasingly broad. We are not only talking about how many books people read, but also about how they can understand information, think critically, also distinguish reliable information from misinformation and then transform that knowledge into something beneficial,” he explained.
This spirit was further strengthened through the literacy talk show, which featured the Central Jakarta Literacy Mother, Witri Yenny Arifin; the Central Jakarta Reading Ambassador 2026, Yudhi Bagastian; and Reading Bugs Founder, Roosie Setiawan, with Dela Criesmayanti serving as the moderator.
The three speakers shared their perspectives on the importance of building a reading culture from the community closest to us, making literacy more creative and relevant to the younger generation, and encouraging children to develop a love for books from an early age. The discussion also emphasized that literacy movements can be carried out through various approaches and require collaboration among different stakeholders.
In 2026, the role of Witri Yenny Arifin as the Central Jakarta Literacy Mother continued as it did in the previous year, so no new inauguration was held for her. This continuity supports the literacy movement in Central Jakarta, which is now strengthened by the presence of a new Reading Ambassador.
The inauguration of Yudhi Bagastian as the Central Jakarta Reading Ambassador 2026 is expected to help expand the literacy movement through collaboration with libraries, schools, communities, literacy activists, families, and various elements of society.
More than just a title, being a Reading Ambassador is a responsibility to inspire and encourage others. From reading comes knowledge, from knowledge grows ideas, and when ideas are transformed into action, change is born.
Alifiya Rahmatika
Sastra Inggris Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya - Magang
Jakarta Pusat, 2026 — Gerakan literasi di Jakarta Pusat kembali mendapat energi baru melalui Pengukuhan Duta Baca Kota Administrasi Jakarta Pusat Tahun 2026, yang dirangkaikan dengan talkshow literasi bertema “Menggerakkan Literasi, Jakarta Pusat Menginspirasi” pada Selasa (8/9).
Dalam kegiatan tersebut, Yudhi Bagastian dikukuhkan sebagai Duta Baca Kota Administrasi Jakarta Pusat Tahun 2026. Pengukuhan ini menjadi langkah awal bagi Yudhi untuk mengambil peran dalam mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk semakin dekat dengan buku, pengetahuan, dan berbagai aktivitas literasi.
Kepala Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat, Wahyu Prabowo, menyampaikan bahwa pengukuhan Duta Baca bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun gerakan literasi yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Kami berharap Duta Baca yang telah dikukuhkan dapat menjadi penggerak dan inspirator bagi masyarakat Jakarta Pusat. Literasi tidak cukup hanya dengan mengajak orang membaca, tetapi bagaimana membaca dapat melahirkan gagasan, kreativitas, karya, dan perubahan dalam kehidupan,” ujar Wahyu.
Sementara itu, Walikota Kota Administrasi Jakarta Pusat, Arifin, menekankan pentingnya penguatan literasi di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi. Menurutnya, masyarakat tidak hanya membutuhkan kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan memahami, memilah, dan menggunakan informasi secara tepat.
“Tantangan literasi hari ini sudah semakin luas. Kita tidak hanya berbicara tentang seberapa banyak buku yang dibaca, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu memahami informasi, berpikir kritis, memilah informasi yang benar, dan kemudian mengubah pengetahuan tersebut menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ungkapnya.
Semangat tersebut kemudian diperkuat melalui talkshow literasi yang menghadirkan Bunda Literasi Kota Administrasi Jakarta Pusat, Ibu Witri Yenny Arifin; Duta Baca Jakarta Pusat Tahun 2026, Yudhi Bagastian; serta Founder Reading Bugs, Roosie Setiawan, dengan Dela Criesmayanti sebagai moderator.
Ketiga narasumber berbagi perspektif mengenai pentingnya membangun budaya baca dari lingkungan terdekat, menjadikan literasi lebih kreatif dan relevan bagi generasi muda, serta menumbuhkan kecintaan terhadap buku sejak dini. Diskusi juga menegaskan bahwa gerakan literasi dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan dan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.
Pada tahun 2026, peran Bunda Literasi Kota Administrasi Jakarta Pusat, Ibu Witri Yenny Arifin, tetap berlanjut sebagaimana tahun sebelumnya sehingga tidak dilakukan pengukuhan kembali. Keberlanjutan tersebut menjadi bagian dari kesinambungan gerakan literasi di Jakarta Pusat yang kini diperkuat dengan hadirnya Duta Baca baru.
Pengukuhan Yudhi Bagastian sebagai Duta Baca Jakarta Pusat Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperluas gerakan pembudayaan kegemaran membaca melalui kolaborasi dengan perpustakaan, sekolah, komunitas, pegiat literasi, keluarga, serta berbagai unsur masyarakat.
Lebih dari sekadar gelar, Duta Baca adalah amanah untuk menginspirasi dan mengajak. Dari membaca lahir pengetahuan, dari pengetahuan tumbuh gagasan, dan dari gagasan yang diwujudkan dalam aksi, lahir perubahan.
JAKARTA – Sebanyak 12 wakil Jakarta Barat berhasil menorehkan prestasi pada ajang Lomba Literasi Hari Anak Jakarta Membaca (HANJABA) dan Lomba Menulis Tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Provinsi DKI Jakarta. Penghargaan kepada para pemenang diserahkan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam acara yang berlangsung di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis, 3 September 2026.
Ajang literasi tersebut diikuti sebanyak 1.640 pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK/MA dari seluruh wilayah DKI Jakarta. Tahun ini, kegiatan mengangkat tema “Jakarta dalam Ingatan dan Harapan”, sebagai bagian dari rangkaian menyambut 500 tahun Jakarta. Prestasi para pelajar Jakarta Barat tersebar di sejumlah kategori lomba, mulai dari menggambar, bertutur, pantun, komik strip, fotografi, pidato bahasa Inggris, hingga lomba menulis pada berbagai jenjang pendidikan.
Pada kategori Lomba Menggambar, Adinda Shaqueena Humaira S. dari MI Tarbiyah Al Islamiyah berhasil meraih Juara 2. Sementara itu, pada Lomba Bertutur, Jakarta Barat berhasil meraih posisi tertinggi melalui Claudia Bianca Zooey dari SDS Hati Kudus yang keluar sebagai Juara 1. Prestasi juga diraih dalam Lomba Pantun. Nur Akmal Al-Fajri dari SMPN 229 Jakarta berhasil mendapatkan Juara Harapan 1.
Capaian yang cukup menonjol terlihat pada kategori Lomba Komik Strip. Tiga pelajar Jakarta Barat sekaligus berhasil menempati posisi juara, yakni:
· Vania Kara Safindra dari SMPN 229 Jakarta – Juara 1
· Rienjani Elmira Margono dari SMPN 271 Jakarta – Juara 2
· Razita Harsyah S. dari SMPN 45 Jakarta – Juara 3
Pada kategori Lomba Fotografi, Muhamad Rizky Ramadhan dari SMKN 42 Jakarta berhasil mengukir prestasi sebagai Juara 1. Sementara pada Lomba Pidato Bahasa Inggris, dua pelajar Jakarta Barat turut meraih penghargaan. Wellison Lie dari SMA Santo Kristoforus II meraih Juara 3, sedangkan Alejandra Serenity Athanasios dari SMA Cinta Kasih Tzu Chi memperoleh Juara Harapan 2.
Selain Lomba Literasi HANJABA, wakil Jakarta Barat juga menunjukkan kemampuan dalam Lomba Menulis Tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026. Pada jenjang SD/MI, Gracelyn Emily Halim dari SD Notre Dame berhasil meraih Juara 3. Kemudian, pada jenjang SMP/MTs, SMPN 215 Jakarta memperoleh Juara Harapan 2. Sedangkan pada jenjang SMA/SMK/MA, MAN 16 Jakarta berhasil meraih Juara Harapan 1.
Penyelenggaraan HANJABA 2026 menjadi salah satu upaya untuk mendorong tumbuhnya budaya membaca dan berkarya di kalangan anak dan pelajar Jakarta. Tema “Jakarta dalam Ingatan dan Harapan” juga memberikan ruang bagi peserta untuk mengenal Jakarta melalui perspektif sejarah, pengalaman, sekaligus gagasan mengenai masa depan ibu kota. Dengan jumlah peserta mencapai 1.640 pelajar, kegiatan ini sekaligus menjadi wadah bagi generasi muda untuk berkompetisi secara positif dan menunjukkan kreativitas mereka melalui berbagai bentuk karya literasi. Keberhasilan 12 wakil Jakarta Barat dalam ajang tingkat provinsi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para pelajar lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan membaca, menulis, berbicara, menggambar, memotret, serta menghasilkan karya kreatif.Prestasi tersebut juga menjadi bagian penting dalam perjalanan menyambut 500 tahun Jakarta, dengan menempatkan generasi muda sebagai bagian dari upaya menjaga ingatan tentang kota sekaligus menyampaikan harapan untuk Jakarta di masa mendatang. (NT)
Jakarta Utara (31/08/2026) — Dalam rangka meningkatkan kualitas generasi muda yang siap terjun ke dunia kerja, maka pemerintah hadir untuk berupaya menjembatani melalui kesadaran literasi. Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Utara yang diberi amanah oleh Wali Kota Jakarta Utara dalam setiap pekan menyelenggarakan Pentas Literasi pada Senin, 31 Agustus 2026 bertema “Menghijaukan Kota, Meningkatkan Kualitas Hidup” berkolaborasi dengan Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Sudin Tamhut) Kota Administrasi Jakarta Utara diikuti oleh 30 Pelajar SMP yang bertempat di Kantor Walikota Jakarta Utara tepatnya Pojok Baca Digital (POCADI) mulai pukul jam 08.00 sampai jam 10.00 WIB.
Kegiatan diawali dengan pengenalan Layanan Perpustakaan baik Perpustakaan Kota atau Perpustakaan Keliling, serta tata cara peminjaman buku dan berbagai agenda seru yang bisa diikuti pelajar. Aktivitas ini menjadi pintu masuk untuk mengenalkan perpustakaan sebagai ruang yang positif, menyenangkan, dan terbuka untuk bagi siapapun. Adapun guna menanamkan kecintaan terhadap buku sekaligus memperluas wawasan ekosistem hutan bagi generasi muda melalui pendekatan luar ruang yang inspiratif.
Memasuki sesi materi, narasumber memberikan paparan tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup, baik mengenai jenis-jenis vegetasi penyaring polusi yang digunakan sehari-hari. Karena itu, diharapkan peserta dapat mengaplikasikan wawasan ekologis tersebut di lingkungan sekolah, maupun memberikan inspirasi positif kepada sesama rekan sebaya. Sehingga gerakan menghijaukan kota ini dapat terwujud secara nyata lewat aksi kolektif yang dilakukan.
Selain membahas ekosistem hutan dan pelestarian alam, peserta diajak memahami pentingnya literasi bacaan anak lainnya perlu dipertimbangkan untuk memperkaya wawasan pengetahuan umum. Peserta diingatkan untuk terus merawat minat baca buku dan membiasakan diri mendalami literatur bertema lingkungan sejak dini demi masa depan perkotaan yang lebih lestari.
Sesi selanjutnya yakni kuis edukatif yang menjadi momen paling menarik dan ditunggu bagi peserta. Pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan materi sebelumnya cukup ringan dan interaktif sehingga suasana semakin hidup dan penuh antusiasme. Melalui kuis ini, peserta dapat belajar menguji pemahaman materi sekaligus menumbuhkan jiwa kompetitif yang sehat dalam menyerap nilai-nilai edukasi lingkungan.
Di akhir kegiatan, seluruhnya melakukan foto bersama antara peserta, narasumber, dan panitia sebagai dokumentasi sekaligus penanda berakhirnya acara dalam mendukung peningkatan literasi di Jakarta Utara.
JAKARTA UTARA – Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Sudin Pusip) Jakarta Utara kembali menghadirkan keceriaan bagi pelajar melalui program inovatif bertajuk KAREDOK (Kreasi, Aksi, Rekreasi, Dongeng Keliling). Kegiatan ini berlangsung meriah di SDN 04 Tanjung Priok pada Kamis (27/08/2026). Acara yang digelar di halaman sekolah yang berlokasi di Jl. Bahari A 13 No.7 7, RT.7/RW.6, Tj. Priok, Kec. Tj. Priok, Jakarta Utara diikuti sebanyak 250 peserta terdiri dari anak TK dan SD. Sejak pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, langkah ini diambil untuk membuktikan bahwa menumbuhkan minat baca tidak harus selalu dilakukan di dalam ruangan yang kaku, melainkan bisa melalui cara-cara yang lebih dekat, santai, dan menyenangkan bagi mereka.
Suasana pagi itu makin hidup berkat dukungan penuh dari Kepala Sekolah SDN 04 Tanjung Priok, Nur Asiah Jamil, yang bareng para guru ikut mendampingi anak-anak dari awal sampai akhir. Begitupun yang diutarakan Pustakawan Pak Rolin untuk memperkenalkan ragam fasilitas perpustakaan kepada para siswa. Dengan gaya bertutur yang akrab dan ramah, ia menjelaskan betapa mudahnya mengakses berbagai koleksi buku menarik serta mengajak anak-anak agar tidak ragu memanfaatkan layanan perpustakaan untuk memperluas wawasan mereka sehari-hari.
Para siswa sempat unjuk gigi dalam penampilan karate, seru-seruan nyanyi bareng Akustik Literasi (Aksi), ikutan edugames yang memacu ketangkasan, sampai heboh ketika baca buku yang ada di mobil Perpustakaan Keliling. Puncak acaranya pas Kak Hendra naik ke panggung buat mendongeng, sukses bikin ratusan anak-anak terhipnotis lewat cerita sarat pesan moral yang dibawain dengan gaya super kocak dan interaktif.
Keberhasilan acara penuh warna ini diharapkan mampu meninggalkan kesan mendalam bagi para pelajar sekaligus menjadi langkah awal yang baik dalam menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap dunia literasi. Besar harapan melalui kegiatan yang menyenangkan ini, semangat membangun literasi sejak dini dapat terus tertanam kuat guna melahirkan generasi muda yang cerdas, kreatif, dan cinta membaca.
Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Pusip) Kota Administrasi Jakarta Utara menggelar kegiatan dongeng keliling bertema kerajaan hewan yang dibawakan secara interaktif oleh Kak Tuti selaku Pendoneng yang diselenggarakan di PAUD Edelwis, Rusun Nagrak, Jakarta Utara, pada Kamis, 27 Agustus 2026, guna menyemarakkan Hari Anak Nasional sekaligus menumbuhkan minat baca sejak usia dini.
Inisiatif strategis ini dihadirkan untuk menjawab kebutuhan ruang edukasi yang menyenangkan di kawasan permukiman vertikal, di mana pendekatan cerita satwa terbukti efektif dalam merangsang imajinasi, membangun kecerdasan emosional, serta menanamkan nilai-nilai moral luhur kepada anak-anak secara humanis. Para siswa pun tampak antusias mengikuti jalannya cerita dari awal hingga akhir tanpa bergeser dari tempat duduk mereka.
Pelaksanaan program berlangsung meriah ketika para siswa mengikuti alur cerita kerajaan hewan yang disajikan dengan ekspresi hidup, suara penokohan yang unik, serta interaksi langsung yang membuat seluruh anak taman kanak-kanak terhanyut dalam suasana gembira. Kegiatan mendongeng tersebut pada akhirnya memang menjadi salah satu sarana efektif untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter sekaligus menumbuhkan kecintaan anak terhadap buku dan dunia literasi sejak dini.
Jakarta Utara (31/08/2026) — Dalam rangka Pemberdayaan Bunda Literasi dan Duta Baca, maka pemerintah hadir untuk berupaya menjembatani melalui kesadaran literasi. Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Utara dalam setiap bulan menyelenggarakan Narasi Utara pada Kamis, 27 Agustus 2026 bertema “Literasi untuk Kehidupan, Cerita untuk Perubahan” berkolaborasi dengan Jago Akademi diikuti oleh 50 Peserta dari berbagai lapisan masyarakat Kelurahan Pejagalan yang bertempat di Aula Kelurahan Pejagalan mulai pukul jam 09.00 pagi sampa jam 12.00 siang.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari perwakilan Kelurahan Pejagalan yang menilai kemampuan literasi digital semakin dibutuhkan mengingat perkembangan teknologi yang semakin cepat turut menuntut masyarakat memiliki keterampilan dalam memilah informasi dan memanfaatkannya sesuai kebutuhan. Hal ini senada dengan yang disampaikan Pustakawan, Bapak Azkain bahwa ekosistem literasi saat ini perlu berkembang melampaui kemampuan baca dan tulis, dengan mencakup kecakapan digital yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Dalam kegiatan tersebut, Duta Baca Jakarta Utara, Kak Zum, membahas pentingnya kemampuan literasi dalam membantu masyarakat memilah informasi yang valid, memperluas wawasan, dan mengambil keputusan secara tepat.
Sementara pemateri selanjutnya dari Jago Akademi, memamparkan affiliate marketing, mulai dari pentingnya cara komunikasi persuasif, memahami konsumen, menyaring informasi produk, membangun personal branding, hingga memanfaatkan media sosial dan platform digital untuk menciptakan peluang penghasilan. Hal ini menjadi semangat terkait antusiasme tanya jawab dalam menyikapi peserta menggunakan media sosial untuk promosi, menyusun pesan yang menarik, menganalisa kebutuhan konsumen, memilih informasi produk, dan menerapkan personal branding sebagai bagian dari upaya membuka peluang penghasilan.
Peserta mengikuti materi dan praktik secara interaktif dengan mengaitkan literasi digital pada aktivitas yang dekat dengan keseharian. Kegiatan ditutup dengan foto bersama peserta, panitia, dan pemateri. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin cermat dalam menerima informasi dan mampu memanfaatkan teknologi untuk kegiatan yang positif serta produktif.
Jakarta Utara (26/08/2026) — Dalam rangka Pemberdayaan Bunda Literasi dan Duta Baca, maka pemerintah hadir untuk berupaya menjembatani melalui kesadaran literasi. Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Utara dalam setiap bulan menyelenggarakan Narasi Utara pada Rabu, 26 Juli 2026 bertema “Literasi untuk Kehidupan, Cerita untuk Perubahan” berkolaborasi dengan Jago Akademi diikuti oleh 50 Peserta dari berbagai lapisan masyarakat Kelurahan Sunter Jaya yang bertempat di Aula Kelurahan Sunter Jaya mulai pukul jam 09.00 pagi sampa jam 12.00 siang WIB.
Kegiatan dibuka dengan sambutan perwakilan dari pejabat Lurah Sunter jaya. ia mengatakan "Pemerintah khususnya Wilayah Sunter Jaya akan terus memberikan dukungan yang bertujuan kapasitas masyarakat dalam mengasah keterampilan digital." ujarnya
Hal ini selaras dengan Pak Irawan selaku Kepala Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jakarta Utara yang menyampaikan "Wilayah Sunter Jaya dikategorikan memiliki tingkat ekonomi menengah ke bawah. Melalui program ini, kami ingin berkontribusi dalam upaya penangan kemiskinan dengan memberikan keterampilan bagi warga agar dapat mandiri secara ekonomi." ungkapnya
Menurutnya, saat ini banyak tekanan ekonomi yang semakin kompleks. Perubahan atau fluktuasi harga kebutuhan pokok menjadi salah satu faktor yang turut menambah beban pengeluaran masyarakat.
Bunda Literasi Jakarta Utara, Fida Hendra mengapresiasi kegiatan ini terutama, pelatihan affiliate marketing dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperoleh penghasilan tambahan tanpa membutuhkan modal besar maupun stok barang. Melalui pemanfaatan kuota internet dengan membagikan tautan produk kepada calon konsumen, warga berkesempatan mendapatkan komisi dari setiap transaksi yang berhasil dilakukan dari berbagai peluang yang tersedia.
"Saya berharap ilmu ini langsung diimplementasikan. Jangan malu bertanya dan jangan ragu memulai. Semoga pintu rezeki warga Sunter Jaya semakin terbuka lebar dan mengalir lancar." terangnya
Dalam sesi selanjutnya Duta Baca Jakarta Utara yakni Kak Zum menjelaskan tentang pentingnya literasi dalam mendukung rutinitas keseharian. Menurutnya, kemampuan literasi yang kuat memberikan dampak yang sangat signifikan, baik dalam hal mencerna informasi yang valid maupun sekadar memperkaya sudut pandang dalam mengambil keputusan dalam kehidupan, bahkan peluang itu perlu dimanfaatkan secara bijak dan konsisten sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
Kemudian sesi materi dengan Konten Tik Tok dari Jago Akademi, membahas topik yaitu peran literasi dalam dunia affiliate marketing ditekankan bahwa kemampuan literasi seperti merangkai kata yang persuasif, memahami psikologi konsumen, menyaring informasi produk secara akurat yang menjadi kunci utama bagi para kreator maupun pemasar untuk sukses meraup peluang cuan di era digital. peserta diajak mengenal lebih dekat dunia Affiliate Marketing dimulai dari membangun personal branding, memanfaatkan media sosial, bahkan melihat peluang untuk menambah penghasilan di era digital. Melalui sesi yang interaktif, peserta diajak memahami bagaimana memanfaatkan media sosial dan platform digital untuk menciptakan peluang, membangun personal branding, hingga meningkatkan potensi pendapatan melalui pemasaran afiliasi.
Jakarta Utara (26/08/2026) — Dalam rangka meningkatkan kualitas generasi muda yang siap terjun ke dunia kerja, maka pemerintah hadir untuk berupaya menjembatani melalui kesadaran literasi. Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Utara yang diberi amanah oleh Wali Kota Jakarta Utara dalam setiap pekan menyelenggarakan Pentas Literasi pada Senin, 24 Agustus 2026 bertema “Internet dan Jejak Digital” berkolaborasi dengan Suku Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kota Administrasi Jakarta Utara diikuti oleh 30 Pelajar SMP yang bertempat di Kantor Walikota Jakarta Utara tepatnya Pojok Baca Digital (POCADI) mulai pukul jam 08.00 sampai jam 10.00 WIB.
Kegiatan diawali dengan pengenalan Layanan Perpustakaan baik Perpustakaan Kota atau Perpustakaan Keliling, serta tata cara peminjaman buku dan berbagai agenda seru yang bisa diikuti pelajar. Aktivitas ini menjadi pintu masuk untuk mengenalkan perpustakaan sebagai ruang yang positif, menyenangkan, dan terbuka untuk bagi siapapun.
Memasuki sesi materi, narasumber memberikan paparan tentang Berselancar di Internet dan Jejak Digital mulai dari berbagai informasi baik mengenai diri sendiri maupun orang lain dapat ditemukan dan tersebar melalui perangkat yang digunakan sehari-hari. Karena itu, diharapkan peserta untuk lebih berhati-hati dalam membagikan informasi, mengunggah konten, maupun memberikan respon terhadap komentar di media sosial dan berbagai platform digital. Sehingga penggunaan internet perlu diiringi dengan sikap bijak, bertanggung jawab, serta kesadaran terhadap dampak dari setiap aktivitas yang dilakukan.
Selain membahas keamanan dan etika digital, peserta diajak memahami pentingnya menjaga privasi. Informasi seperti identitas pribadi, foto, lokasi, maupun data lainnya perlu dipertimbangkan sebelum dibagikan kepada publik. Peserta tidak luput juga diingatkan untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di internet dan membiasakan diri melakukan pengecekan sebelum menyebarkan kembali suatu informasi.
Sesi selanjutnya yakni kuis edukatif yang menjadi momen paling menarik dan ditunggu bagi peserta. Pertanyaan-pertanyaan seputar materi disampaikan secara ringan dan interaktif, menjadikan suasana kegiatan semakin hidup dan penuh antusiasme. Melalui kuis ini, peserta belajar dan mempraktikan apa yang pernah dialami secara langsung menjadikannya lebih kritis dalam menyikapi informasi yang ditemui di internet dalam memahami pentingnya menjaga keamanan dan privasi di ruang digital.
Di akhir kegiatan, seluruhnya melakukan foto bersama antara peserta, narasumber, dan panitia sebagai dokumentasi sekaligus penanda berakhirnya acara dalam mendukung peningkatan literasi di Jakarta Utara.