Dalam rangka memperingati Hari Literasi Internasional yang jatuh pada tanggal 8 September 2025, Autoimun Indonesia menggandeng beberapa perusahaan, instansi, serta komunitas lainnya menyelenggarakan sebuah seminar bertema “Invisible not Invincible, Stories in Motion”. Pada kesempatan kali ini pula Unit Pengelola Perpustakaan Jakarta dan PDS HB Jassin berkolaborasi serta mendukung acara tersebut dengan menyediakan pojok baca untuk para peserta.
Acara tersebut dilaksanakan pada tanggal 14 September 2025, bertempat di IPMI Institute di daerah Kalibata, Jakarta selatan. Acara ini dihadiri oleh para dokter, penyandang disabilitas, dan juga penyandang autoimun. Dengan dihadiri kurang lebih 100 orang peserta, acara tersebut berlangsung aktif dan seru. Banyak tanya jawab yang para peserta tanyakan serta dijawab oleh beberapa dokter ahli. Para orangtua yang memiliki anak penyandang disabilitas juga “berkonsultasi” dengan para narasumber sehingga jarak antara peserta dan narasumber terasa begitu akrab.
Pada kesempatan kali ini UP Perpustakaan Jakarta dan PDS HB Jassin menyediakan pojok baca berupa Audiobook, buku braile, buku-buku bertema kesehatan dan tentang mereka yang memiliki keterbatasan. Para peserta Tunanetra serta peserta lain juga sangat antusias mencoba berbagai koleksi audiobook serta buku-buku yang tersedia. Mereka mencoba alat audiobook, membaca buku-buku braile dan bertanya tentang koleksi yang dimiliki Perpustakaan Jakarta.
UP Perpustakaan Jakarta dan PDS HB Jassin berupaya untuk menumbuhkan semangat membaca dan berkontribusi mencegah Brain Fog yang ditandai dengan sulitnya berkonsentrasi, sering lupa, lambat berpikir dan lain sebagainya. Dokter Mohammad Kurniawan, Sp.S(K), FICA, M.Sc mengatakan Brain Fog atau kabut otak sendiri bisa dicegah dengan kebiasaan membaca buku fisik. Dengan membaca buku fisik secara rutin, mendengar dongeng ketika kecil, akan menstimulasi kinerja syaraf dalam otak sehingga bisa mencegah kabut otak atau brain fog.
Acara ini di tutup dengan pembacaan sepenggal novel yang ditulis dan dibacakan oleh Asma Nadia, seorang penulis yang telah menerbitkan lebih dari 60 buku. Kemudian penandatangan buku dan foto bersama dengan Asma Nadia oleh para peserta. Tentunya harapan akan meningkatnya minat baca. (Oleh: Rahajeng Gunadi)
In celebration of International Literacy Day on September 14th, 2025, the Inclusion Service team of Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumen Sastra H.B. Jassin took part in a seminar titled Invisible not Invincible: Stories in Motion, organized by Autoimun Indonesia in collaboration with Taman Kreativitas Keluarga Bintang and Yayasan Senyum Anak Indonesia. The event was held at IPMI Institute, Kalibata, Jakarta, also featured Asma Nadia, one of Indonesia’s famous female writers, who led a book discussion on her work that shares common themes with the seminar, and performance by Indonesia’s first blind Saman dance group, under the guidance of Pelita Monas. At this insightful event, the Inclusion Service team was selected to be one of the contributors, setting up a reading corner and bringing along accessible collections from the Inclusion Service division to provide the reading materials. The collections included audiobooks of popular novels, Braille books with tactile illustrations, and conventional titles focusing on disability awareness and autoimmune conditions. The event highlighted an often-overlooked condition of brain fog.
What is brain fog?
The term brain fog has become popular since the COVID-19 pandemic. COVID-19 infection (Long COVID) can lead to a condition where these symptoms cloud the mind. Brain fog can affect someone’s cognitive functions, such as the ability to think clearly, remember, and focus on doing things. According to the experts of the seminar, brain fog is a common challenge for individuals with autoimmune conditions like lupus, multiple sclerosis, and fibromyalgia. It is highlighted that brain fog is mostly caused by problems in the brain. It can also happen to those who have diabetes and low blood sugar levels (hypoglycemia). Furthermore, certain mental health conditions like anxiety and depression can also trigger brain fog.
Meanwhile, on a daily basis, brain fog can happen because of poor nutrition and lack of sleep. Brain fog can significantly interrupt daily activities. It affects work performance, learning, and even conversations. This may create misunderstandings that often lead to frustration, as those who experience brain fog can sometimes be labeled as distracted or careless. As stated in the official website of Cleveland Clinic, someone who suffers from brain fog needs a longer time to process information and often faces trouble paying attention. On the other hand, brain fog has no exact duration of how long it will last. It may be different for different people who experience the symptoms. It can happen in a few days or weeks, even months or years for some cases. In the worst condition, brain fog may cause demensia.
How to get rid of brain fog?
One of the ways to get rid of brain fog is by living a healthy lifestyle in order to boost the immune system. There are some tips to improve a healthy lifestyle, such as eating nutritious meals, trying to get 30 minutes of physical activity every day, improving sleep quality by getting enough time to rest at night, and taking short breaks of around 30 minutes throughout the day to relax the brain and prevent overwork. If these tips do not work, individuals with brain fog symptoms may see a doctor to get further treatments and specific medications.
In conclusion, brain fog can happen to anyone, regardless of age, gender, or physical condition. Even the younger generation can suffer from the symptoms of brain fog. Therefore, it is highly essential to maintain a balance lifestyle, including adequate vitamin intake, proper sleep, regular exercise, and a healthy state of mind, to help reduce the risk of brain fog. (Written by: Khairunnisa Rahayu)
References
Cleveland Clinic. (N.D.) Brain fog: What it is, causes, symptoms & treatment. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/brain-fog
Alodokter. (2024). Sering lupa sesaat? Mungkin kamu mengalami brain fog. Alodokter. https://www.alodokter.com/sering-lupa-sesaat-mungkin-kamu-mengalami-brain-fog
Jakarta Utara - Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jakarta Utara menggelar Talkshow "Jakarta Connect: 500 Tahun Jejaring Budaya" pada Kamis, 18 September 2025, pukul 09.00-12.00 WIB di Aula Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jakarta Utara.
Acara diselenggarakan oleh Seksi Kearsipan dalam rangka Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip untuk meningkatkan kesadaran masyarakat maupaun instansi pemerintah di lingkungan Kota Administrasi Jakarta Utara tentang pentingnya arsip dan menyambut 500 tahun Jakarta pada 2027. Kegiatan dilaksanakan melalui talkshow dengan narasumber ahli, pemberian penghargaan, dan dialog interaktif .
Peserta terdiri dari UKPD, kecamatan, kelurahan, dan mahasiswa Universitas YARSI. Acara dibuka tarian Jali-Jali, dipandu host Indah Hijrianawati dan moderator Ayu Pratiwi, dengan narasumber Asep Kambali (Sejarawan dan Pendiri Komunitas Historia Indonesia) dan Yahya Andi Saputra (Budayawan Betawi).
Laporan Kepala Seksi Kearsipan: "Jakarta sejak abad ke-16 menjadi pintu gerbang interaksi global. Jejak tersebut tersimpan dalam arsip yang merekam perjalanan kota dan bangsa."
Sambutan Kepala Suku Dinas: "Arsip bukan sekadar dokumen lama, melainkan fondasi pengetahuan yang harus kita rawat bersama. Melalui GNSTA, kita wujudkan tata kelola arsip yang profesional dan akuntabel."
Penghargaan kepada pemenang pengelolaan arsip terbaik dalam tiga kategori:
Acara berhasil menguatkan sinergi akademisi, komunitas, dan lembaga kearsipan dalam mewujudkan tata kelola arsip profesional menuju Jakarta 500 tahun.
Jakarta Utara, 11 September 2025 – Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Utara telah menyelenggarakan Lomba Perpustakaan Tingkat Sekolah Menengah Pertama pada tanggal 9 hingga 11 September 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu layanan perpustakaan sekolah sekaligus mendukung budaya literasi serta penumbuhan minat baca di wilayah Jakarta Utara.
Sebanyak lima sekolah terpilih mengikuti visitasi lomba perpustakaan, yaitu SMPN 122 Jakarta, SMPK 6 Penabur, SMPN 151 Jakarta, SMPK Calvin, dan SMPN 162 Jakarta. Tim penilai melakukan kunjungan langsung ke masing-masing sekolah untuk meninjau sarana prasarana, layanan yang diberikan, hingga berbagai inovasi literasi yang dijalankan.
Proses penilaian dilakukan oleh dewan juri yang berasal dari lembaga nasional dan akademik, yakni Nadya Mentari, S.Hum. dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Suci Wulandari, S.Sos., M.Si. dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Laylatul Munaroh, S.IP., M.A. dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Kehadiran para juri ini diharapkan dapat memberikan penilaian yang objektif, sekaligus menjadi masukan bagi sekolah dalam mengembangkan perpustakaan agar lebih inovatif dan bermanfaat.
Terima kasih kepada seluruh sekolah yang sudah berpartisipasi dan memberikan pelayanan dan inovasi terbaik, semoga dengan pelaksanaan lomba ini, perpustakaan sekolah diharapkan mampu berkembang menjadi pusat pembelajaran yang aktif, kreatif, dan inspiratif bagi para siswa.
Jakarta Utara (11/09/2025) — Dalam rangka upaya meningkatkan kesadaran literasi pada anak usia dini terus dilakukan melalui berbagai pendekatan kreatif. Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Utara yang diberi amanah oleh Wali Kota Jakarta Utara untuk setiap pekan menyelenggarakan Pentas Literasi pada kamis, 11 September 2025 bertema “Senam Anak Sehat” yang bertempat di Kantor Wali Kota Jakarta Utara tepatnya Saung Belakang mulai pukul 08.00 hingga 10.00 pagi.
Kegiatan ini dilaksanakan di ruang terbuka dan dihadiri oleh 40 peserta anak usia dini dari Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Kota Administrasi Jakarta Utara dan Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Kota Administrasi Jakarta Utara, yaitu TK Santa Maria I, TPAN BB Yos Sudarso, dan TPAN Bina Tunas Jaya XV. Kegiatan diawali dengan mengenal ruang baca anak, buku, koleksi buku cerita bergambar, serta cara meminjam buku sebagai aktivitas yang positif dan menyenangkan. Pengenalan ini bertujuan untuk membangun keterikatan awal antara anak-anak dengan perpustakaan sebagai ruang belajar yang terbuka, ramah, dan asik.
Pada kesempatan ini, bekerja sama dengan Suku Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Administrasi Jakarta Utara yang diwakili langsung oleh Ibu May yang bertugas sebagai instruktur senam anak dengan penuh semangat memandu anak-anak mengikuti gerakan senam yang menyenangkan dengan penuh antusias, diiringi dengan lagu-lagu anak yang edukatif untuk membentuk karakter anak yang sehat, aktif, dan bersemangat dalam belajar.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia juga memberikan hadiah menarik kepada beberapa peserta yang aktif selama kegiatan berlangsung, serta kepada anak-anak yang mampu menjawab pertanyaan seputar perpustakaan dengan benar. Sesi apresiasi hadiah menjadi cara menyenangkan untuk mengukur sejauh mana anak-anak mengenal perpustakaan dan manfaatnya. Dapat menjadi perhatian terhadap kebutuhan gizi anak, seluruh peserta menerima makanan ringan, susu, dan biskuit guna menunjang kebugaran setelah mengikuti aktivitas berolahraga.
Hal ini menjadi ajakan terbuka bagi orang tua dan guru pendamping untuk mengajak anak-anak berkunjung ke perpustakaan secara rutin. Dengan memanfaatkan layanan yang tersedia dalam menunjang aktivitas, keluarga dapat menjadikan membaca sebagai bagian dari kegiatan bersama di luar sekolah.
Melalui kolaborasi lintas sektor seperti ini, diharapkan budaya literasi dapat tumbuh secara lebih merata dan berkelanjutan, dengan perpustakaan sebagai ruang ketiga yakni belajar, bertumbuh, berkarya yang menyenangkan dan terbuka untuk semua kalangan.
Jakarta terus bertransformasi menuju predikat kota global, sebuah capaian yang tidak hanya ditopang oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga memerlukan penguatan kualitas sumber daya manusia, di mana literasi menjadi salah satu pilar utamanya. Melalui momentum Hari Anak Jakarta Membaca (HANJABA) yang diperingati setiap tanggal 24 Agustus berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 213 Tahun 2007, anak-anak sejak dini diajak untuk mencintai aktivitas literasi dan menumbuhkan budaya membaca, sehingga kelak lahir generasi tangguh yang siap menghadapi tantangan dan dinamika zaman.
Melalui lingkungan keluarga dan sekolah, kebiasaan membaca mulai ditanamkan. Dari sinilah benih budaya literasi tumbuh. Untuk memperkuat hal tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta kembali menyelenggarakan Lomba Literasi Berjenjang Hari Anak Jakarta Membaca (HANJABA) Tahun 2025. Kegiatan ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk menyalurkan kreativitas sekaligus meningkatkan keterampilan literasi, dengan dukungan penuh dari orang tua dan sekolah.
Sejak pertama kali digelar pada tahun 2018, Lomba HANJABA konsisten menjadi ajang literasi yang memberi ruang bagi tumbuhnya minat baca dan berkarya di kalangan anak-anak. Tahun ini, rangkaian Lomba Literasi Berjenjang HANJABA Tingkat Provinsi dilaksanakan pada tanggal 27 Agustus 2025, sementara pengumuman para pemenang disampaikan pada puncak acara HANJABA tanggal 28 Agustus 2025. Di tingkat provinsi, perlombaan ini menghadirkan 7 (tujuh) cabang lomba yang diikuti oleh 126 peserta yang merupakan para juara 1, 2, dan 3 terbaik di tiap wilayah kota/kabupaten dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA. Dengan jumlah 18 peserta di setiap lombanya, dewan juri akan menilai dan menentukan Juara 1, Juara 2, Juara 3 serta Harapan 1 dan Harapan 2.
Jenis perlombaan yang digelar pada HANJABA 2025 cukup beragam, meliputi:
Sebagai momentum perayaan literasi, tahun ini juga dihadirkan pengumuman pemenang Lomba Menulis Tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2025. Lomba ini merupakan kegiatan terpisah, namun hasilnya diumumkan bersamaan dengan Perayaan Lomba HANJABA untuk memperkuat semangat berliterasi di kalangan generasi muda.
Lomba Menulis diikuti oleh 36 peserta yang merupakan perwakilan juara 1 dari setiap kota/kabupaten dari tiga kategori: SD/MI (perorangan), SMP/MTs (berkelompok), dan SMA/SMK/MA (berkelompok). Dari masing-masing kategori ditetapkan tiga pemenang utama, yakni Juara 1, Juara 2, dan Juara 3.
Hadir dalam acara pengumuman pemenang, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan apresiasi kepada pemenang lomba HANJABA dan Lomba Menulis 2025. Dalam keterangannya pada media, Pramono menyampaikan optimismenya pada masa depan Jakarta dengan melihat semangat literasi yang kuat dari anak-anak. "Antusiasme yang luas biasa dari anak-anak ini membuktikan bahwa Jakarta memang pantas disebut sebagai Kota Layak Anak. Semoga semangat ini terus tertanam pada anak-anak kita, sehingga memberi dampak yang positif bagi kemajuan dan masa depan Jakarta." ujarnya.
Melalui penyelenggaraan HANJABA dan Lomba Menulis Tahun 2025 ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta bertujuan untuk mencetak generasi yang kreatif, inovatif, dan memiliki kesadaran literasi sejak dini. Dengan mengusung tema “Dari Baca Jadi Karya Untuk Jakarta”, kegiatan ini diharapkan mampu memantik lahirnya ide-ide baru dan kecintaan generasi penerus pada dunia literasi.
Sebagai bentuk penghargaan, seluruh pemenang HANJABA dan Lomba Menulis dari tiap kategori memperoleh apresiasi hadiah menarik dan sertifikat. Para juara ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak lainnya untuk terus berprestasi melalui kegiatan literasi, sekaligus menjadi bagian dari perjalanan Jakarta menuju kota global.
Jakarta Utara (12/8/2025) – Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Utara menggelar pembukaan lomba Lomba Komik Strip, tepat setelah pembukaan Lomba Hari Anak Jakarta Membaca. Waktu yang diberikan kepada para peserta untuk membuat karya terbaik mereka adalah 180 menit. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Kantor Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Utara.
Antusias para peserta yang berpartisipasi dalam lomba membuat komik strip adalah Siswa dan Siswi jenjang SMP/MTs yang sebelumnya telah mendaftar dan melalui proses verifikasi berkas sehingga dapat berpartisipasi dalam lomba tersebut. Sedangkan juri pada lomba komik strip tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Susunan juri pada lomba komik strip tahun ini antara lain:
Para peserta duduk rapih di depan meja lipat yang telah mereka bawa. Tim perpustakaan yang bertindak sebagai panitia menginstruksikan para peserta untuk duduk sejajar sehingga ruang yang digunakan cukup untuk menampung seluruh peserta. Setelah para peserta memadati ruang perlombaan, Tim Perpustakaan membacakan tata tertib yang harus diikuti oleh seluruh peserta lomba. Tepat pada pukul 09.00 WIB lomba membuat komik strip pun dimulai, para peserta berkonsentrasi pada kertas gambar yang berada di depan mereka. Durasi lomba yakni 180 menit. Suasana di dalam ruangan begitu sepi karena para peserta sangat fokus pada karya yang ingin mereka buat.
Berbagai kreativitas tertuang dalam karya-karya peserta lomba Komik Strip. berbagai macam teknik menggambar dan referensi yang dipakai oleh para peserta sangat bervariatif.
Jakarta Utara (12/8/2025) – Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Utara menggelar lomba pantun yang merupakan rangkaian perlombaan dalam rangka memperingati Hari Anak Jakarta Membaca (HANJABA). Pelaksanaan lomba tersebut berlangsung seru dan menarik. Lomba pantun diadakan pada tanggal 12 Agustus 2025, pada pukul 13.00 WIB dengan ketentuan waktu yang diberikan kepada para peserta untuk membuat pantun terbaik. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Kantor Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Utara.
Para peserta yang berpartisipasi dalam lomba pantun adalah Siswa dan Siswi jenjang SMP/MTs yang sebelumnya telah mendaftar dan melalui proses verifikasi berkas sehingga dapat berpartisipasi dalam lomba tersebut. Sedangkan juri pada lomba komik strip tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Susunan juri pada lomba komik strip tahun ini antara lain:
Mereka adalah para pemerhati budaya Betawi yang sudah sangat berpengalaman di bidangnya.
Lomba dimulai pukul 13.15 WIB, tepat setelah panitia membacakan tata tertib yang harus diikuti oleh semua peserta. Para peserta diberikan waktu 30 menit untuk membuat dua buah pantun dengan tema ”Literasi” dan ”Kota Jakarta”. Ruang Auditorium menjadi hening ketika waktu pembuatan pantun dimulai. Para peserta berkonsentrasi untuk membuat pantun terbaik mereka. Setelah waktu pembuatan pantun selesai, karya yang dibuat kemudian dikumpulkan ke panitia. Setelah itu waktunya para peserta membacakan pantun yang telah mereka buat. Para peserta menunggu giliran untuk tampil sambil menyaksikan para peserta lainnya yang sedang membawakan pantunnya di panggung. Ada pula para peserta yang lebih fokus untuk berlatih cara membawakan pantunnya ketika nanti tampil. Lomba pantun berlangsung seru dan menarik, terkadang para juri tidak segan untuk memberikan tips kepada para peserta yang sudah tampil.
Walaupun hanya diberikan waktu 30 menit untuk membuat pantun, namun karya yang dibuat sangat baik, para peserta sangat paham bagaimana cara membuat pantun yang berkualitas, mengaitkan rima di setiap barisnya, dan menyisipkan isi yang bermakna pada setiap arti pantun.
Jakarta--Unit Pengelola Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumen Sastra HB Jassin dengan bangga menggelar acara Senara (Senandung Aksara). Sebuah panggung ekspresi aksara yang menggabungkan sastra dengan irama musik yang membuat pengalaman membekas dan tidak terlupakan untuk kawan perpus dan kawula sastra . Acara ini di selenggarakan dengan menggabungkan berbagai genre musik, pembacaan puisi, musikalisasi puisi, dan ditutup dengan hiburan Band atau penyanyi kekinian.
Senara (Senandung Aksara) di gelar di Pelataran Gedung Ali Sadikin Perpustakaan Jakarta pada 8 – 9 Agustus 2025. Semua orang berkesempatan untuk hadir untuk menyaksikan maupun ikut berdendang secara gratis. Selama dua hari pertunjukan antusiasme masyarakat, kawan perpus serta kawula sastra sangat bersemangat dan menyenangkan. Interaksi yang terjalin menghangatkan suasana sore hari menjelang petang di Taman Ismail Marzuki.
Senara (Senandung Aksara) menampilkan berbagai pengisi acara yang menarik dan unik. Sebagai pembuka di hari pertama tanggal 8 Agustus 2025 terdapat penampilan dari Tarrarin, yang mendendang bersama gitar akustiknya. Kemudian persembahan pembacaan puisi dari ibu Dharmawanita Persatuan Dispusip, Ibu Maskani Rambe, serta Zeezee Shahab. Tidak kalah seru penampilan musikalisasi puisi SMA 68 menambah warna juga kesan yang baik untuk acara ini. Kemudian di momen special sekaligus sebagai penutup acara di hari pertama Senara (Senandung Aksara), penampilan dari Wijaya 80 berhasil membuat semua yang hadir ikut berdendang bersama.
Pada hari kedua Senara di tanggal 9 Agustus 2025 pun tidak kalah serunya. Masih tetap bertabur pengisi acara yang menarik acara dibuka dengan penampilan Band Hursa. Kemudian penampilan adik-adik Teater Tanah Air yang dibawah bimbingan sastrawan Jose Rizal Manua yang penuh tarian dan pesan tersembunyi tentang Indonesia.
Musikalisasi puisi SMA 12 Jakarta pun mendendangkan puisi tentang Indonesia dengan suara merdu dan alunan musik yang kompak. Jodhie Yudono serta Devie Matahari adalah penampil yang magis seakan menyihir kawan perpus dan kawula sastra dengan penampilan dramatikal puisi dan musikalisasi puisi. Tepat menjelang petang dimana matahari hamper terbenam Donne Maula menutup acara dengan suara merdu khasnya yang membuat seluruh peserta acara bernyanyi bersama.
Senara dilaksanakan beberapa kali dalam setahun. Nantikan Senara selanjutnya dengan kejutan pengisi acara yang menghibur dan memberi kesan! (Oleh: Rahajeng Gunadi)
Jakarta--Dalam rangka memperingati 108 tahun H.B. Jassin dan untuk menghormati karya serta kiprah sang sastrawan, Unit Pengelola Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumen Sastra HB Jassin menggelar acara “Diskusi Peringatan 108 Tahun H.B. Jassin dan Pembukaan Pameran Ruang Sastra”. Acara ini diselenggarakan di selasar lantai 3 Gedung Ali Sadikin, Kamis, 31 Juli 2025, di Taman Ismail Marzuki. Dengan dihadiri oleh lebih dari 50 orang peserta diskusi. Acara dibuka oleh dua narasumber yaitu Ayu Utami selaku aktivis, jurnalis, serta penulis, dan Yusuf Susilo yang merupakan penyair, wartawan, serta penulis.
Diskusi tersebut membahas tentang kenal lebih dekat sosok H.B. Jassin dalam perspektif kedua narasumber. Mengangkat tema “Peran dan eksistensi H.B Jassin Seorang Sastrawan dan Redaktur Media Masa”. Seperti yang dikutip oleh Ayu Utami bahwa H.B Jassin adalah “sumber mata air sastra” yang mampu menurunkan semangat intelektualnya kepada angkatan-angkatan di bawahnya.
Kemudian acara dilanjutkan dengan pembukaan pameran “Ruang Bicara Sastra” yang dilaksanakan di lantai 4 Perpustakaan PDS HB Jassin. Pembukaan pameran tersebut diawali oleh pemotongan pita oleh Dr. Nasruddin Djoko Surjono, SIP, S.T, MBA selaku Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta. Didampingi oleh Diki Lukman Hakim, S.Sos, M.M selaku kepala Unit Pengelola Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumen Sastra HB Jassin.
Pameran Ruang Bicara Sastra akan selalu ada setiap hari sejak 31 Juli 2025 sampai dengan 24 Agustus 2025. Harapannya pameran ini dapat membuka wawasan serta mengenal sosok sastrawan Indonesia yang karyanya akan selalu dikenang. Yuk kawan perpus dan kawula sastra luangkan waktu kalian untuk berkunjung ke Pameran Ruang Bicara Sastra di lantai 4 Perpustakaan PDS HB Jassin. Sampai bertemu disini! (Oleh: Rahajeng Gunadi)