Menghalau Kabut Otak dengan Membaca
Thian Wisnu Isnanto Dilihat sebanyak 26x

Menghalau Kabut Otak dengan Membaca

Dalam rangka memperingati Hari Literasi Internasional yang jatuh pada tanggal 8 September 2025, Autoimun Indonesia menggandeng beberapa perusahaan, instansi, serta komunitas lainnya menyelenggarakan sebuah seminar bertema “Invisible not Invincible, Stories in Motion”. Pada kesempatan kali ini pula Unit Pengelola Perpustakaan Jakarta dan PDS HB Jassin berkolaborasi serta mendukung acara tersebut dengan menyediakan pojok baca untuk para peserta.

Acara tersebut dilaksanakan pada tanggal 14 September 2025, bertempat di IPMI Institute di daerah Kalibata, Jakarta selatan. Acara ini dihadiri oleh para dokter, penyandang disabilitas, dan juga penyandang autoimun. Dengan dihadiri kurang lebih 100 orang peserta, acara tersebut berlangsung aktif dan seru. Banyak tanya jawab yang para peserta tanyakan serta dijawab oleh beberapa dokter ahli. Para orangtua yang memiliki anak penyandang disabilitas juga “berkonsultasi” dengan para narasumber sehingga jarak antara peserta dan narasumber terasa begitu akrab.

Pada kesempatan kali ini UP Perpustakaan Jakarta dan PDS HB Jassin menyediakan pojok baca berupa Audiobook, buku braile, buku-buku bertema kesehatan dan tentang mereka yang memiliki keterbatasan. Para peserta Tunanetra serta peserta lain juga sangat antusias mencoba berbagai koleksi audiobook serta buku-buku yang tersedia. Mereka mencoba alat audiobook, membaca buku-buku braile dan bertanya tentang koleksi yang dimiliki Perpustakaan Jakarta.

UP Perpustakaan Jakarta dan PDS HB Jassin berupaya untuk menumbuhkan semangat membaca dan berkontribusi mencegah Brain Fog yang ditandai dengan sulitnya berkonsentrasi, sering lupa, lambat berpikir dan lain sebagainya. Dokter Mohammad Kurniawan, Sp.S(K), FICA, M.Sc mengatakan Brain Fog atau kabut otak sendiri bisa dicegah dengan kebiasaan membaca buku fisik. Dengan membaca buku fisik secara rutin, mendengar dongeng ketika kecil, akan menstimulasi kinerja syaraf dalam otak sehingga bisa mencegah kabut otak atau brain fog.

Acara ini di tutup dengan pembacaan sepenggal novel yang ditulis dan dibacakan oleh Asma Nadia, seorang penulis yang telah menerbitkan lebih dari 60 buku. Kemudian penandatangan buku dan foto bersama dengan Asma Nadia oleh para peserta. Tentunya harapan akan meningkatnya minat baca. (Oleh: Rahajeng Gunadi)


Perpustakaan Literasi akses disabilitas