DISPUSIP JAKARTA, INDONESIA - Dunia sastra Indonesia telah menjadi ladang subur bagi berbagai sosok penting yang telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan kebudayaan bangsa. Salah satu tokoh penting yang patut diacungi jempol adalah Bahrum Rangkuti, seorang penulis dan sastrawan Indonesia yang telah melahirkan karya-karya berharga.
Bahrum Rangkuti lahir di Riau, 20 Mei 1950. Ia tumbuh dalam lingkungan yang kaya akan nilai-nilai kearifan lokal dan budaya tradisional. Sejak muda, Bahrum telah menunjukkan minat dan bakat dalam dunia sastra. Ia gemar menulis puisi dan cerpen. Bakatnya yang luar biasa diakui sebagai salah satu siswa berprestasi di sekolahnya.
Setelah menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah, Bahrum melanjutkan studinya di Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Di perguruan tinggi inilah, ia semakin terpapar pada dunia sastra yang lebih luas dan mendalam. Ia aktif dalam kegiatan organisasi sastra dan sering berpartisipasi dalam diskusi-diskusi tentang sastra dan budaya.
Setelah menamatkan pendidikan di Universitas Indonesia, Bahrum Rangkuti memulai perjalanan karier sastranya. Tahun 1975, ia menerbitkan buku pertamanya yang berjudul "Perempuan Kembang Jepun". Buku ini merupakan kumpulan cerpen yang menarik perhatian pembaca dengan gaya bahasa yang mengalir dan cerita-cerita yang menyentuh. Lewat karyanya, Bahrum mampu menghadirkan potret kehidupan sosial dan budaya masyarakat sekitarnya.
Bahrum Rangkuti memiliki cara unik dalam mengeksplorasi isu-isu sosial dalam karyanya. Ia sering mengangkat cerita-cerita yang berkaitan dengan ketidakadilan, kesenjangan sosial, perjuangan rakyat kecil, dan isu sosial lainnya. Salah satu karyanya yang mencerminkan hal ini adalah novel "Aku Bangga Jadi Anak Petani" yang menceritakan tentang perjuangan seorang anak petani untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
Sebagai seorang sastrawan, Bahrum Rangkuti sangat mencintai dan menghargai budaya lokal. Ia sering mengangkat cerita-cerita yang menggambarkan kearifan lokal dan kehidupan masyarakat pedesaan dalam karyanya. Novel "Rimba Pusaka" adalah salah satu contoh klasik karyanya yang menghadirkan kehidupan masyarakat adat di pedalaman Sumatera.
Konsistensi dan kualitas karya Bahrum Rangkuti tidak luput dari penghargaan dan pengakuan. Tahun 1985, ia menerima Penghargaan Sastra dari Dewan Kesenian Jakarta sebagai bentuk pengakuan atas kontribusinya dalam dunia sastra Indonesia. Beberapa karyanya juga telah diadaptasi menjadi film dan drama panggung, membawa nama sastrawan Indonesia ini lebih dikenal secara nasional.
Selain sebagai seorang penulis produktif, Bahrum Rangkuti juga terlibat aktif dalam berbagai kegiatan sastra. Ia sering memberikan seminar, lokakarya, dan berpartisipasi dalam festival sastra. Lebih dari itu, ia juga membina generasi muda penulis melalui berbagai kegiatan komunitas sastra.
Bahrum dikenal karena kepeduliannya terhadap pendidikan dan literasi. Ia sering berkunjung ke berbagai sekolah dan komunitas untuk berbicara tentang pentingnya membaca dan menulis. Dalam banyak kesempatan, ia memberikan semangat dan inspirasi kepada generasi muda untuk mencintai dan mengembangkan bakat sastra mereka.
Bahrum Rangkuti telah menorehkan jejak berharga dalam dunia sastra Indonesia. Dari latar belakang yang sederhana, ia berhasil menjadi salah satu sastrawan ternama di tanah air. Melalui tulisannya, ia telah memberikan inspirasi, introspeksi, dan pandangan kritis tentang dunia di sekitarnya.
Semangat dan dedikasi dalam mengejar cinta pada sastra harus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mengembangkan potensi dan bakat sastranya dalam menceritakan kisah-kisah yang mempengaruhi kehidupan masyarakat.
Bahrum Rangkuti adalah seorang sastrawan Indonesia yang telah meninggalkan warisan berharga dalam dunia sastra. Dari masa muda hingga kesuksesan karier sastranya, Bahrum telah menunjukkan ketekunan dan semangat dalam mengejar passionnya.
Melalui tulisannya, ia telah mengangkat isu-isu sosial dan kearifan lokal, serta memberikan kontribusi nyata dalam memajukan dunia sastra dan literasi di Indonesia. Semangat dan dedikasinya dalam mengejar cinta pada sastra harus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mengembangkan potensi dan bakat sastranya. Bahrum Rangkuti adalah contoh nyata bahwa melalui karya sastra, kita dapat menyampaikan pesan-pesan inspiratif yang dapat mengubah dunia.
Penulis: Afifa Marwah
Editor: Brilliant Dwi Izzulhaq
DISPUSIP JAKARTA, INDONESIA - Terinspirasi untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, Perpustakaan Jakarta meluncurkan aplikasi Jaklitera sebagai solusi modern dalam menghadirkan akses ke dunia literasi. Aplikasi ini membuka pintu ke seluruh koleksi buku perpustakaan dan beragam layanan literasi dengan lebih mudah dan cepat.
Melalui aplikasi Jaklitera, masyarakat diajak untuk menjadi bagian dari perubahan literasi di era digital dan merasakan sensasi membaca yang berbeda. Mulai dari pencarian buku daring hingga layanan reservasi kunjungan, mari telusuri fitur-fitur unggulannya. Berikut adalah beberapa fitur aplikasi yang tersedia:
Salah satu fitur utama dari Jaklitera adalah akses untuk mengecek koleksi buku yang tersedia di perpustakaan. Pengguna dapat dengan mudah mencari berbagai judul buku, baik buku-buku fiksi maupun non-fiksi, yang tersedia dalam berbagai bahasa dan genre.
Melalui Jaklitera, pengguna dapat mengakses informasi akun mereka, termasuk riwayat peminjaman dan status buku yang sedang dipinjam. Pengguna dapat melacak buku-buku apa saja yang pernah mereka pinjam, tanggal pengembalian, dan jumlah perpanjangan yang telah dilakukan. Fitur ini membantu pengguna dalam mengatur waktu pengembalian buku dan memastikan bahwa mereka dapat memanfaatkan koleksi perpustakaan dengan maksimal.
Untuk para pecinta perpustakaan konvensional, fitur reservasi kunjungan menjadi suatu kemudahan yang tak ternilai. Menariknya, kini melalui aplikasi Jaklitera, pengguna dapat dengan mudah mereservasi kunjungan ke perpustakaan terdekat. Fitur ini mengurangi waktu tunggu dan memastikan pengalaman kunjungan yang lebih efisien dan menyenangkan bagi para pembaca.
Jaklitera menyediakan fitur peminjaman dan perpanjangan buku secara daring. Pengguna dapat dengan mudah meminjam buku yang mereka inginkan melalui platform ini tanpa harus datang ke perpustakaan secara langsung.
Setelah masa peminjaman berakhir, pengguna juga dapat memperpanjang masa peminjaman buku melalui Jaklitera, asalkan tidak ada anggota lain yang telah memesan buku yang sama. Fitur ini sangat memudahkan para pengguna yang memiliki jadwal padat atau berada jauh dari perpustakaan.
Jaklitera dilengkapi dengan fitur pencarian canggih yang memudahkan pengguna dalam menemukan buku atau informasi yang diinginkan. Pencarian dapat dilakukan berdasarkan judul buku, nama penulis, subjek, atau kata kunci tertentu. Selain itu, pengguna juga dapat memanfaatkan filter pencarian untuk menyaring hasil sesuai dengan preferensi mereka. Fitur pencarian yang canggih ini membuat proses mencari informasi menjadi lebih efisien dan akurat.
Jaklitera juga menyediakan fitur daftar keinginan dan penanda buku. Pengguna dapat menandai buku-buku yang menarik minat mereka untuk dibaca nanti melalui fitur daftar keinginan. Selain itu, fitur penanda buku memungkinkan pengguna untuk menandai halaman atau bagian tertentu dalam buku digital yang ingin mereka simpan atau kembali baca di kemudian hari.
Jaklitera juga menyajikan fitur saran buku dan rekomendasi berdasarkan minat dan preferensi pengguna. Fitur ini menggunakan teknologi rekomendasi untuk menganalisis preferensi bacaan pengguna berdasarkan riwayat peminjaman dan penanda buku. Dengan begitu, pengguna dapat menemukan buku-buku yang sesuai dengan minat mereka dengan lebih mudah.
Jaklitera menjadi aplikasi yang inovatif dan efisien yang memberikan kemudahan dalam mengakses dunia literasi bagi pengguna Perpustakaan Jakarta. Fitur-fitur yang menarik seperti pencarian buku daring, peminjaman dan perpanjangan buku secara daring, pemberitahuan pengingat, dan artikel terkini menjadikan Jaklitera sebagai teman setia para pecinta buku.
Melalui Jaklitera, perpustakaan menjadi lebih mudah diakses, dan para pengunjung dapat menikmati beragam layanan perpustakaan dengan praktis dan efisien. Jaklitera telah membuktikan bahwa saat ini literasi di Ibukota menjadi selangkah lebih maju.
Penulis: Afifa Marwah
Editor: Brilliant Dwi Izzulhaq
DISPUSIP JAKARTA, INDONESIA - Perpustakaan menjadi tempat yang sarat dengan ilmu dan pengetahuan. Tempat di mana imajinasi merajut cerita, dan tempat untuk mengeksplorasi dunia tanpa batas. Jakarta sebagai Ibu Kota Indonesia tidak hanya kaya akan kebudayaan, tapi juga terdapat banyak fasilitas perpustakaan yang modern dan menarik.
Mari menggali pesona Perpustakaan Jakarta yang menakjubkan, mulai dari area baca, bilik bermain, hingga ruang multifungsi yang memikat para pengunjung.
Pengunjung dapat menikmati kenyamanan dalam area baca yang dirancang dengan baik. Meja dan kursi yang ergonomis memastikan para pemustaka dapat duduk dengan nyaman sambil menikmati bacaan pilihan mereka.
Selain itu, ada juga sofa yang disediakan untuk memberikan kenyamanan ekstra bagi mereka yang ingin membaca dalam posisi santai. Atmosfer yang tenang dan nyaman di area ini menciptakan lingkungan yang ideal untuk fokus dan mendalami pengetahuan dari berbagai buku yang tersedia.
Perpustakaan Jakarta juga menyediakan ruang multimedia bagi para pengunjung yang ingin menjelajahi dunia digital dan mengakses berbagai sumber informasi secara online. Ruang ini dilengkapi dengan komputer-komputer modern yang nyaman digunakan.
Pengunjung dapat dengan mudah mencari informasi, mengakses jurnal-jurnal akademik, atau bahkan mengikuti kursus secara daring di sana. Keberadaan ruang multimedia ini menjadi sarana tambahan untuk mendukung pembelajaran dan penelitian bagi para pemustaka.
Tak hanya menyasar para pembaca dewasa, Perpustakaan Jakarta juga memberikan perhatian khusus pada generasi muda dengan menyediakan ruang anak yang menyenangkan dan mendidik. Di ruang ini, anak-anak diajak untuk belajar sambil bermain, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan menarik bagi mereka.
Fasilitas yang mendukung kreativitas anak, seperti mainan edukatif, buku cerita bergambar, dan media pembelajaran interaktif, tersedia untuk membantu anak-anak mengembangkan minat baca dan pengetahuan secara lebih menyenangkan.
Perpustakaan Jakarta berkomitmen untuk menjadi tempat yang ramah dan inklusif bagi semua lapisan masyarakat, termasuk para penyandang disabilitas. Itulah sebabnya, ada ruang inklusi yang dikhususkan bagi mereka.
Ruang ini dilengkapi dengan fasilitas khusus, seperti audio book dan perangkat bantu lainnya, yang dapat membantu para penyandang disabilitas memahami isi buku dengan lebih baik. Penggunaan teknologi dan fasilitas khusus ini menjadi sarana penting untuk menghilangkan hambatan akses bagi mereka dalam menikmati dunia literasi.
Bagi pengunjung yang memiliki minat dalam produksi konten audio, Perpustakaan Jakarta menyediakan ruang podcast yang lengkap dengan peralatan rekaman dan penyuntingan suara. Ruang ini dapat diakses oleh pengunjung dengan izin khusus dari pihak perpustakaan.
Fasilitas ini memberikan kesempatan bagi para kreator konten untuk menciptakan podcast yang menarik dan bermanfaat, serta menjadi wadah untuk berbagi gagasan dan cerita dengan khalayak yang lebih luas.
Perpustakaan Jakarta juga menyediakan ruang khusus yang dapat disewa oleh para pengunjung untuk melaksanakan rapat atau kegiatan lainnya. Dengan mengakses ruang rapat ini, para pemustaka memiliki kesempatan untuk mengadakan kegiatan berbagai acara atau pertemuan dengan suasana yang kondusif dan mendukung.
Tidak hanya itu, masih banyak fasilitas lain yang mendukung kenyamanan pengunjung seperti bilik laktasi, mushola, dan aula yang sering digunakan untuk kegiatan umum. Dengan fasilitas-fasilitas yang lengkap dan ramah pengguna ini, Perpustakaan Jakarta menjelma menjadi ruang yang nyaman dan inklusif bagi masyarakat untuk mengembangkan minat baca dan pengetahuan.
Setiap fasilitas tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman literasi yang lebih menyenangkan dan memperkaya bagi semua lapisan masyarakat. Melalui fasilitas yang dimiliki, Perpustakaan Jakarta terus membangun komitmen untuk menjadi rumah yang inklusif bagi masyarakat. Tempat berkumpulnya segala elemen dengan beragam kalangan, menjadi “Rumah Ketiga” untuk seluruh orang. Semoga perpustakaan terus menjadi pusat pengetahuan dan inspirasi bagi warga Jakarta dan pengunjung dari berbagai kalangan.
Penulis: Afifa Marwah
Editor: Brilliant Dwi Izzulhaq
DISPUSIP JAKARTA, INDONESIA - Hans Bague (HB) Jassin, atau lebih dikenal dengan sebutan "Pak Jassin," merupakan salah satu tokoh sastra Indonesia yang paling dihormati dan diakui. Hari lahirnya yang bersejarah pada 31 Juli menginspirasi kita untuk merayakan warisan luar biasa yang telah ia tinggalkan dalam dunia sastra Indonesia.
Dalam rangka memperingati hari lahir HB Jassin, kami ingin merekomendasikan lima karyanya yang berpengaruh dan tak ternilai harganya: "Angkatan 45," "Tifa Penyair dan Daerahnya," "Kesusasteraan Indonesia Modern dalam Kritik dan Esai Jilid I—IV," "Kesusastraan Dunia dalam Terjemahan Indonesia," dan "Heboh Sastra 1968: Suatu Pertanggungjawaban."
Buku "Angkatan 45" oleh HB Jassin adalah karya monumental yang menyoroti perkembangan sastra Indonesia pada periode penting Angkatan 45. Buku ini menjadi referensi utama bagi para peneliti dan penggemar sastra yang tertarik untuk memahami perjalanan Angkatan 45 dan perannya dalam membangun identitas sastra Indonesia pasca-kemerdekaan. HB Jassin menggambarkan dengan indah semangat dan semangat perjuangan para penulis dan penyair pada masa itu, serta peran penting mereka dalam membentuk sastra nasional.
"Tifa Penyair dan Daerahnya" (1952)
Melalui karyanya yang satu ini, HB Jassin mengeksplorasi berbagai tradisi dan corak sastra yang ada di berbagai daerah di Indonesia. Melalui buku ini, Pak Jassin membuktikan keahliannya sebagai peneliti sastra yang mendalam dan cermat. Ia memberikan sorotan pada kekayaan khas sastra di setiap daerah, memperkenalkan kita pada keindahan puisi dan cerita-cerita yang beragam dari seluruh penjuru nusantara.
Karya ini merupakan kompilasi dari esai dan kritik sastra HB Jassin tentang karya-karya sastra Indonesia modern. Dalam empat jilid karya ini, Pak Jassin membedah karya-karya sastra yang ikonik dan membahas perkembangan sastra Indonesia dari berbagai aspek. Melalui analisisnya yang tajam dan wawasan mendalam, ia membantu membuka wawasan pembaca tentang sastra modern Indonesia dan memperdalam apresiasi terhadap karya-karya tersebut.
"Kesusastraan Dunia dalam Terjemahan Indonesia" adalah salah satu karya penting lainnya dari HB Jassin. Buku ini membantu membuka akses bagi pembaca Indonesia untuk mengenal sastra dunia melalui terjemahan yang cermat dan jelas. Dengan membaca karya-karya sastra dari berbagai belahan dunia, pembaca dapat memperluas wawasan mereka dan memahami pandangan serta gagasan yang berbeda dalam kemasan sastra yang menarik.
"Heboh Sastra 1968" adalah kumpulan esai kritis yang berani dan kontroversial yang ditulis oleh HB Jassin. Buku ini merekam berbagai peristiwa penting dalam dunia sastra Indonesia pada tahun 1968, termasuk perkembangan kontroversial yang mungkin tidak disebutkan oleh sumber-sumber resmi. HB Jassin memberikan perspektif uniknya dan memberikan suatu pertanggungjawaban atas apa yang telah terjadi, baik di dalam maupun di luar dunia sastra.
Hari lahir HB Jassin adalah momen yang tepat untuk merayakan dan menghormati warisannya yang tak ternilai dalam dunia sastra Indonesia. Karya-karya beliau telah mengilhami generasi sastrawan, peneliti, dan penggemar sastra di seluruh Indonesia.
Dari "Angkatan 45" hingga "Heboh Sastra 1968," HB Jassin terus memperkaya dan membuka wawasan kita tentang sastra dan budaya Indonesia. Semoga rekomendasi karya ini dapat menginspirasi Anda untuk menjelajahi dan memahami lebih dalam tentang kekayaan sastra Indonesia yang dipelopori oleh sosok yang mengagumkan ini.
Penulis: Afifa Marwah
Editor: Brilliant Dwi Izzulhaq
DISPUSIP JAKARTA, INDONESIA - Setiap tanggal 26 Juli, Indonesia memperingati dua peristiwa bersejarah yang tak terpisahkan dalam dunia sastra, yaitu Hari Puisi Indonesia dan Hari Lahir Chairil Anwar. Kedua momen ini menjadi perayaan bagi para pecinta puisi dan penggemar karya-karya sang maestro sastra, Chairil Anwar.
Hari Puisi Indonesia, ditetapkan oleh kelompok penyair Indonesia dan dideklarasikan oleh Sutardji Calzoum Bachri pada tanggal 22 November 2012. Perayaan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kekayaan puisi Indonesia dan mengenang peran penting puisi dalam kehidupan bangsa.
Puisi, sebagai bentuk karya sastra yang penuh makna dan emosi, mampu menjadi sarana ekspresi dan refleksi dalam menyampaikan gagasan, perasaan, serta pemikiran seseorang. Melalui puisi, pengarang bisa menggambarkan dunia secara lebih dalam dan menyentuh hati pembacanya dengan keindahan kata-kata yang dipilihnya.
Saat perayaan Hari Puisi ini, berbagai acara dan kegiatan diadakan di seluruh penjuru tanah air. Mulai dari lomba baca puisi, seminar sastra, diskusi puisi, hingga pertunjukan seni, semuanya dirancang untuk memperlihatkan pesona puisi sebagai karya seni yang menginspirasi dan memperkaya kehidupan manusia. Selain itu, momentum ini juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan karya-karya sastrawan besar Indonesia kepada generasi muda agar mereka semakin tergugah untuk mengeksplorasi dan menciptakan puisi yang berkualitas.
Namun, perayaan Hari Puisi bukan hanya sekadar seremoni formal semata. Di balik peringatan ini, ada sejarah dan tokoh besar sastra Indonesia yang turut diperingati. Salah satunya adalah Chairil Anwar, penyair ternama yang dilahirkan pada tanggal 26 Juli 1922. Chairil Anwar dikenal sebagai "Bapak Puisi Indonesia" karena kontribusinya yang besar dalam memperkenalkan gaya puisi modern yang autentik dan revolusioner.
Karya-karya Chairil Anwar menggambarkan suasana sosial dan pribadi pada masanya dengan sangat lugas dan tajam. Puisi-puisinya mengandung keteguhan jiwa, kegelisahan, serta semangat perubahan. Melalui bahasa yang sederhana namun sarat makna, ia menggambarkan keindahan dan kepiluan hidup dengan begitu jujur dan menyentuh hati pembaca. Salah satu puisi paling ikoniknya adalah "Aku" yang mampu mencerminkan identitas seorang bangsa dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Chairil Anwar bukan hanya seorang penyair hebat, tetapi juga sosok yang berani menyuarakan pendapatnya. Ia terlibat aktif dalam dunia pers dan gerakan kemerdekaan, yang pada saat itu merupakan periode yang penuh perjuangan bagi Indonesia. Meskipun meninggal dunia pada usia yang relatif muda, 27 tahun, karya-karyanya tetap abadi dan memberikan pengaruh besar dalam perkembangan sastra Indonesia hingga saat ini.
Pentingnya perayaan Hari Lahir Chairil Anwar dalam Hari Puisi Indonesia adalah untuk mengenang jasa dan sumbangsih sang penyair dalam menciptakan puisi-puisi yang menginspirasi dan mengubah paradigma sastra Indonesia. Ia berhasil mengguncangkan dunia sastra dengan menghadirkan gaya baru yang mematahkan norma-norma konvensional dan menciptakan arus kebaruan. Kecanggihan bahasa dan isi puisi-puisi Chairil Anwar telah menjadikannya sebagai ikon sastra Indonesia yang tak tergantikan.
Di era digital seperti sekarang ini, peringatan Hari Puisi dan Hari Lahir Chairil Anwar bisa semakin diapresiasi dengan lebih luas. Media sosial, blog, dan platform daring lainnya menjadi sarana efektif untuk menyebarkan puisi-puisi indah dan menyajikan karya-karya sastra dalam bentuk yang menarik bagi generasi milenial. Hal ini penting untuk menarik minat mereka terhadap puisi dan memastikan bahwa warisan sastra Indonesia tetap hidup dan berkembang.
Perayaan Hari Puisi Indonesia yang bertepatan dengan Hari Lahir Chairil Anwar adalah momentum yang tepat untuk menghargai dan merayakan keindahan puisi serta mengenang jasa sang maestro sastra, Chairil Anwar.
Melalui peringatan ini kami mengajak semua orang untuk lebih mencintai puisi, menghargai karya-karya sastra Indonesia, dan menginspirasi generasi muda untuk terus mengeksplorasi dan menciptakan karya yang dapat memberi makna dan perubahan bagi kehidupan bangsa. Puisi adalah seni yang abadi, dan semangat Chairil Anwar akan selalu membimbing kita dalam menggali makna kehidupan dan menyuarakannya melalui bait-bait kata yang indah.
Penulis: Afifa Marwah
Editor: Brilliant Dwi Izzulhaq
DISPUSIP JAKARTA, INDONESIA - Era digital kini kian berkembang. Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita. Salah satunya adalah Instagram, platform berbagi foto yang kini menjadi tempat populer bagi pengguna untuk berbagi momen dan ekspresi kreatif. Di tengah tren ini, banyak destinasi yang dirancang dengan cantik untuk menjadi spot foto Instagramable, dan tak terkecuali perpustakaan.
Perpustakaan Jakarta, sebagai tempat pengetahuan dan kreativitas masyarakat, menawarkan berbagai spot menarik untuk berfoto yang menggambarkan pesona dunia buku dengan gaya yang kreatif. Berikut ini adalah lima spot foto Instagramable di Perpustakaan Jakarta yang sayang untuk dilewatkan!
Lorong rak buku adalah simbol utama perpustakaan, dan tak bisa dipungkiri, tempat ini menawarkan spot foto yang penuh pesona. Deretan rak buku yang tertata rapi, dengan beragam warna dan genre, menciptakan latar belakang yang sempurna untuk foto Instagram.
Dengan cahaya alami yang memancar dari jendela, suasana di lorong rak buku perpustakaan akan memberikan nuansa yang indah dalam foto. Kawan Perpus wajib untuk foto di sini!
Reading nook atau area baca sofa di Perpustakaan Jakarta adalah spot yang nyaman dan menyenangkan. Dikelilingi oleh buku-buku menarik, tempat ini menjadi surga bagi para pecinta literatur.
Dengan latar belakang kursi empuk dan hiasan dinding yang artistik, tempat ini cocok untuk foto selfie yang santai atau momen menikmati buku favorit. Berfoto di reading nook pasti membuat foto Kawan Perpus lebih keren!
Meja baca adalah tempat yang paling produktif di perpustakaan, di mana para pembaca bisa tenggelam dalam dunia cerita dan pengetahuan. Tempat ini juga bisa menjadi spot foto Instagramable yang menarik.
Menikmati buku favorit di spot meja baca akan memberikan kesan elegan dan kasual. Selain dapat menikmati buku favorit, berfoto di meja baca menawarkan sudut pandang yang menarik yang Kawan Perpus dan Kawula Sastra harus coba!
Ruang kaca di Perpustakaan Jakarta menawarkan pemandangan yang unik. Dinding-dinding kaca yang transparan memungkinkan cahaya matahari menyinari seluruh ruangan, menciptakan nuansa yang terang dan hangat. Foto dengan latar belakang ruang kaca akan memberikan kesan modern dan futuristik pada profile Instagram Anda. Manfaatkan pencahayaan alami untuk hasil foto yang cantik.
Rak tangga di perpustakaan tak hanya berfungsi sebagai akses ke lantai yang berbeda, tetapi juga bisa menjadi spot foto menarik. Dengan pegangan tangga dan anak tangga yang tertata apik, tempat ini menciptakan latar belakang yang unik dan estetik. Rak tangga Perpustakaan Jakarta juga menjadi ikon yang paling populer dengan koleksi buku khusus.
Sebelum berburu foto Instagramable di Perpustakaan Jakarta, pastikan untuk mematuhi aturan perpustakaan dan menghormati pengunjung lainnya. Hindari mengganggu ketenangan dan kesunyian perpustakaan, serta pastikan tidak merusak koleksi buku atau fasilitas lainnya. Saat berfoto, berusahalah untuk menciptakan foto yang menarik, tetapi tetap menghargai lingkungan di sekitar.
Tak dapat dipungkiri, perpustakaan adalah tempat yang sarat dengan pesona dan kekayaan ilmu pengetahuan. Melalui foto-foto yang kreatif dan inspiratif di spot-spot Instagramable di Perpustakaan Jakarta, Anda bisa menyebarkan pesan kecintaan pada literatur dan semangat belajar kepada pengikut di media sosial. Selamat mengeksplorasi!
Penulis: Afifa Marwah
Editor: Brilliant Dwi Izzulhaq
Indonesia memiliki banyak tokoh yang telah memberikan sumbangsih luar biasa dalam dunia sastra. Salah satu sosok yang tak terlupakan adalah Hans Bague (HB) Jassin, seorang kritikus sastra yang memiliki pengaruh yang kuat dalam perkembangan sastra Indonesia. Bulan Juli adalah bulan kelahiran HB Jassin yang telah meninggalkan warisan berharga bagi sastra Indonesia.
Hans Bague (HB) Jassin lahir pada 31 Juli 1917 di Gorontalo, Sulawesi. Sejak muda, ia telah menunjukkan minat yang besar dalam sastra dan tulisan. Ia memulai karirnya sebagai seorang guru, tetapi cintanya terhadap sastra mengantarnya pada jalan yang berbeda. Dikenal sebagai seorang intelektual yang gigih dan cerdas, HB Jassin memiliki pengaruh yang kuat dalam mengubah wajah sastra Indonesia.
HB Jassin telah memberikan banyak kontribusi dalam dunia sastra Indonesia. Ia adalah salah satu pendiri majalah sastra terkenal, "Poedjangga Baroe", yang menjadi tempat bagi penulis dan penyair terkenal pada masa itu. Ia juga terlibat dalam pengeditan beberapa majalah sastra lainnya seperti "Drama" dan "Dunia Sastra".
Tak hanya itu, HB Jassin juga merupakan seorang kritikus sastra yang vokal dan tajam. Ia memiliki kepekaan yang tinggi terhadap karya sastra Indonesia dan berani mengkritik secara konstruktif. Kritik-kritiknya yang berbobot membantu mengangkat kualitas sastra Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi. Ia juga menjadi salah satu orang pertama yang mengakui dan menganalisis pentingnya kesusastraan Indonesia modern.
Kontribusi HB Jassin dalam Membangun Kesadaran Sastra Bangsa
HB Jassin tidak hanya berkontribusi dalam memajukan sastra Indonesia secara langsung, tetapi juga dalam membangun kesadaran akan pentingnya sastra bagi bangsa. Ia percaya bahwa sastra adalah cerminan budaya dan identitas suatu bangsa.
Dalam tulisan-tulisannya, HB Jassin menekankan pentingnya menghargai dan melestarikan karya sastra Indonesia. Ia memperjuangkan pengakuan dan penghargaan terhadap para penulis dan penyair Indonesia.
Melewati berbagai perjuangan dan kontribusi luar biasa dalam dunia sastra Indonesia, HB Jassin meninggalkan warisan yang tak ternilai harganya. Karyanya dan pemikirannya telah menjadi pijakan bagi generasi penulis dan penyair Indonesia. Buku-buku dan tulisan-tulisannya yang mendalam terus menjadi rujukan dalam studi sastra Indonesia.
Warisan HB Jassin Bagi Dunia Sastra Indonesia
Warisan HB Jassin telah menjadi bagian dari aset dan sejarah Sastra Indonesia. Melalui kritik-kritiknya yang tajam dan analisis yang mendalam, ia membantu mengembangkan standar sastra Indonesia dan mendorong penulis dan penyair untuk lebih berani bereksperimen dan menghasilkan karya-karya orisinal.
HB Jassin juga memberikan kontribusi besar dalam memperkenalkan sastra Indonesia kepada dunia internasional. Penerjemahan karyanya ke dalam bahasa Inggris dan bahasa-bahasa lain telah membantu memperluas cakrawala sastra Indonesia dan meningkatkan apresiasi global terhadap karya-karya sastrawan Indonesia.
Warisan HB Jassin juga dapat dilihat dalam sumbangsihnya sebagai seorang sejarawan sastra. Ia telah meneliti dan mendokumentasikan perkembangan sastra Indonesia dari masa ke masa, mengabadikan karya-karya dan peristiwa penting dalam sejarah sastra Indonesia. Tulisan-tulisannya menjadi sumber berharga bagi para akademisi, peneliti, dan pecinta sastra untuk memahami dan mengapresiasi perjalanan sastra Indonesia.
HB Jassin menjadi salah satu tokoh paling penting dalam perkembangan sastra Indonesia. Dalam perjalanannya, ia telah mengubah wajah sastra Indonesia, membangun kesadaran sastra bangsa, dan meninggalkan warisan yang tak tergantikan.
Pada ulang tahunnya yang kebetulan jatuh pada bulan Juli ini, kita menghormati dan merayakan jasa-jasanya yang luar biasa. Semoga keberadaan dan warisan HB Jassin akan terus menginspirasi generasi muda dalam menjaga kelestarian dan pengembangan sastra Indonesia.
Penulis: Afifa Marwah
Editor: Brilliant Dwi Izzulhaq
DISPUSIP JAKARTA, INDONESIA - Sastra kontemporer Indonesia semakin mendapatkan perhatian yang tinggi. Terutama di kalangan muda dan pecinta sastra. Karya-karya sastra yang lahir dalam era ini mencerminkan dinamika sosial, budaya, dan kehidupan modern yang semakin kompleks. Di sinilah peran dimana Perpustakaan Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin menjadi sangat penting.
Tidak hanya mengoleksi karya-karya klasik, PDS HB Jassin melalui beragam aktivitas dan kegiatan-kegiatan di dalamnya turut memberi perhatian pada karya sastra masa kini dengan isu-isu kontemporer yang melekat disekitarnya.
PDS HB Jassin memiliki peran penting dalam mengangkat potensi sastra kontemporer di Indonesia. Koleksi sastra kontemporer yang dimiliki oleh perpustakaan ini mencakup berbagai genre dan aliran sastra. Dari kumpulan puisi hingga novel, karya-karya sastra terkini dari penulis-penulis muda dan terkini terdapat di perpustakaan ini.
Koleksi sastra kontemporer yang beragam di PDS HB Jassin menyajikan karya-karya yang segar, berani, dan inovatif. Karya-karya ini merefleksikan perubahan sosial, budaya, dan pemikiran dalam masyarakat Indonesia saat ini. Melalui koleksi sastra kontemporer ini, pengunjung perpustakaan dapat menjelajahi, menikmati, dan mengapresiasi kekayaan sastra Indonesia yang terkini.
Sastra kontemporer Indonesia menjadi wadah bagi penulis untuk mengapresiasi kebebasan berekspresi dan inovasi dalam dunia sastra. Para penulis sastra kontemporer tidak terikat oleh aturan dan konvensi yang kaku, sehingga mereka memiliki kebebasan untuk mengeksplorasi bentuk sastra yang baru, bahasa yang inovatif, dan struktur naratif yang tidak konvensional.
Karya-karya sastra kontemporer seringkali menghadirkan sudut pandang yang segar dan inovatif, mencerminkan perubahan sosial dan budaya yang terjadi di sekitar kita. Penulis muda sering kali berani mengeksplorasi berbagai tema yang aktual dan relevan, memicu pemikiran kritis, menggugah emosi, dan mendorong perdebatan dalam masyarakat.
Kebebasan dan inovasi dalam sastra kontemporer Indonesia mencerminkan semangat dan dinamika kreativitas penulis dalam menghadapi tantangan zaman.
PDS HB Jassin, sebagai perpustakaan dan pusat dokumentasi sastra, memiliki peran penting dalam meningkatkan minat baca melalui sastra kontemporer. Dalam era digital yang terus berkembang, perpustakaan ini menjadi tempat yang penting dalam membangun budaya literasi dan membantu masyarakat mengembangkan minat baca yang luas.
Melalui kegiatan literasi seperti workshop, diskusi buku, dan pembacaan puisi, PDS HB Jassin mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam meresapi dan mendiskusikan karya sastra kontemporer. Program-program literasi yang diadakan oleh perpustakaan ini juga berperan dalam memberikan akses mudah kepada masyarakat untuk membaca dan meminjam karya-karya sastra terkini.
Diharapkan bahwa melalui penelusuran karya sastra kontemporer, minat baca dan apresiasi terhadap karya sastra akan semakin tumbuh di kalangan masyarakat. Sastra kontemporer menjadi sarana yang kuat dalam membangun kecintaan terhadap literasi, memicu pemikiran kritis, dan menginspirasi imajinasi pembaca.
Dalam koleksi sastra kontemporer yang ada di PDS HB Jassin, pengunjung dapat menemukan kekayaan dan keragaman sastra Indonesia masa kini. Dari novel-novel yang menggugah emosi hingga puisi-puisi yang menyentuh hati, karya-karya sastra terkini menawarkan pengalaman membaca yang memperkaya pengetahuan dan emosi pembaca.
PDS HB Jassin menjadi jendela yang memungkinkan kita untuk menjelajahi dunia sastra kontemporer, memahami perkembangan sastra Indonesia, dan menghargai karya-karya yang dihasilkan oleh penulis-penulis kreatif di negeri ini. Dengan begitu, perpustakaan PDS HB Jassin memainkan peran yang penting dalam menghubungkan masyarakat dengan sastra kontemporer Indonesia, mendorong minat baca, dan memperkuat keberlanjutan budaya literasi di tanah air.
Penulis: Afifa Marwah
Editor: Brilliant Dwi Izzulhaq
Tidak punya rencana untuk mengisi akhir pekan ini? Kenapa tidak mencoba mengajak si Kecil ke perpustakaan? Selain memberikan pengalaman baru, kegiatan ini juga menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan kecintaannya membaca buku.
Ada beberapa peraturan yang harus diikuti sebelum pergi ke perpustakaan. Ajari si Kecil hal-hal yang tidak boleh dilakukan di perpustakaan ya.
Tidak Berlarian
Anak-anak cenderung merasa bersemangat dan penuh energi saat akan bepergian ke tempat yang baru. Sebelum menuju perpustakaan, ceritakan sedikit tentang tempat tersebut agar ia mempunyai pandangan akan apa yang akan dihadapi. Beritahukan rencana Anda saat berada di perpustakaan, misalnya membaca buku bersama dengan tenang, meminjam buku tertentu, atau mendengarkan pertunjukan boneka. Sesampainya di perpustakaan, ingatkan tujuan yang ingin dilakukan, sehingga si Kecil tidak perlu berlarian untuk mencari apa yang diinginkannya.
Tidak Berisik
Sebelum pergi ke perpustakaan, bicarakan tentang bagaimana tempat tersebut mempunyai aturan khusus. Salah satu yang paling penting adalah menjaga volume suara tetap rendah. Latihlah terlebih dahulu dengan bergantian berbisik satu sama lain, hingga mendapatkan suara yang pas. Saat berada di perpustakaan, ingatkan apa yang sudah dilatih, apabila si Kecil mulai berisik.
Memperlakukan Buku-Buku dengan Baik
Sebelum melangkahkan kaki ke perpustakaan, beritahukan pada si Kecil untuk memperlakukan buku-buku dengan baik, misalnya membuka halaman buku dengan lembut dan tidak berisik, tidak makan atau minum di dekatnya, dan merusaknya dengan menggambari atau melipatnya. Hal ini juga jadi kesempatan emas untuk mengajarinya bersimpati terhadap orang lain. Ingatkan bahwa buku tersebut nantinya juga akan dibaca oleh orang lain, sehingga harus dijaga dengan baik.
Ajak ke Bagian Khusus Anak-Anak
Biasanya perpustakaan dibagi menjadi beberapa bagian yang memisahkan jenis-jenis buku. Bawa si kecil ke rak-rak yang menyimpan buku khusus anak-anak, agar ia tahu apa yang dicari dan tidak mengganggu pengunjung lainnya. Dampingi saat memilih buku agar sesuai dengan kemampuan membaca dan usianya. Ajak ke ruang khusus untuk membaca bersama atau tanyakan apakah ingin membawa pulang buku tersebut.
Supaya tidak mengganggu pengunjung yang lain, kenalkan peraturan-peraturan di atas sebelum mengunjungi perpustakaan (Sumber : sahabatnestle.co.id)
Disruption: Perpustakaan Masa kini
Oleh : Ari Imansyah
Istilah masa kini lekat dengan kekinian, keterbaharuan, dan sesuatu yang trend. Dihasilkan dengan daya yang sedikit namun meghasilkan dampak yang masif. Kondisi saat ini yang sama-sama kita rasakan bernama : Disruption.
Dalam bukunya Disruption (2017), Prof. Rhenald Kasali mendefinisikan Disruption sebagai “perubahan cepat”. Secara intrinsik perubahan cepat ini membuat orang terkaget-kaget, tidak siap, bahkan menanggap ini sebagai bentuk ketidakadilan.
Kenyataannya Disruption terjadi dimana-mana dan menjadi suatu hal yang tak terelakan. Prof. Rhenald Kasali menyebutkan di bidang perpustakaan, profesi pustakawan akan menjadi salah satu profesi yang terancam hilang. Hilang karena kemampuan profesi ini tergantikan oleh mesin atau kecerdasan pustakawan tergantikan oleh kecerdasan buatan “artificial intellengence” mesin-mesin yang hasilnya lebih presisi.
Perpustakaan menjadi institusi yang terancam tidak lagi relevan dengan kebutuhan masyarakat. Anggapan kaum millennial yang kini sudah berjumlah 40% dari populasi tidak mengangap perpustakaan menjadi tempat yang lagi ideal untuk memenuhi kebutuhan informasi. Mereka lebih senang berselancar di internet dan langsung menuliskan pemikiran mereka di komputer dan mengirimkan kembali apa yang mereka telah kerjakan melalui email. Disana tidak ada sama sekali kehadiran buku dalam proses pemecahan masalah saat ini. Padahal buku sampai saat ini masih menjadi bahan baku utama institusi perpustakaan. Habit atau kebiasaan orang masa kini berubah dan millennial merupakan pangsa pasar mayoritas saat ini.
Secara perlahan institusi perpustakaan akan hilang jika tidak melakukan adaptasi atas apa yang namanya Disruption. Kunci utama dalam menghadapi Disruption bagi bidang perpustakaan adalah dengan memperbaiki 4 (empat) hal yakni memperbaiki bussines model (cara berbisnis), memperbaiki bussines procces (proses berbisnis), memperbaiki product offering (cara penawaran jasa/servis) dan memperbaiki Delivery (cara menyampaikan produk).
Bussiness model
Saat ini perpustakaan masih menjadikan buku tercetak sebagai komoditas utama bisnis modelnya. Ada ruangan atau gedung, disiapkan jajaran rak dan fasilitas pendukung lainnya, lalu diisi oleh buku-buku dengan subjek tertentu. Selanjutnya, bisnis model sebagai sayap ekspansi dari layanan utama adalah melakukan kegiatan-kegiatan, promosi dan publikasi dan serangkaian kerjasama dengan institusi atau kelompok tertentu. Setelah semua itu dilakukan berharap akan ada dampak balik (feedback) atas apa yang dianggap sebagai aksi untuk mendapatkan reaksi dalam bentuk kunjungan ke perpustakaan, peningkatan keanggotaan perpustakaan, dan yang lebih besar lagi kebiasaan budaya baca meningkat.
Proses bisnis ini yang sekiranya perlu dipikirkan kembali oleh para pelaku di bidang perpustakaan. Pertanyaan dimana Disruption diantisipasi oleh perpustakaan? Perlukah perubahan atas bisnis model yang telah dilakukan? Perlukan perubahan atas apa yang telah dilakukan dalam bisnis model yang hingga saat ini terus dilakukan?
Jawabanya adalah digital. Digital menjadi opsi mutlak atas bisnis model perpustakaan yang ada. Digital harus di serap dengan tepat oleh perpustakaan agar tidak tergerus dengan bisnis model internet. Perpustakaan harus menyerap digital dalam bisnis modelnya dengan tepat dan presisi sesuai kebutuhan dan kecenderungan (need&trend) millennial saat ini. Digital menjadi bisnis model utama dan kegiatan yang menjadi sayap kegiatan perpustakan saat ini berganti posisi menjadi pelengkap. Digital menjadi mutlak bagi perpustakaan.
Bussines Procces
Proses berbisnis perpustakaan saat ini masih bertumpu pada layanan. Peminjaman buku, keanggotaan, layanan baca di tempat, dan layanan internet di gedung perpustakaan menjadi bisnis proses yang hingga saat ini menjadi bisnis proses utama. Padahal kebutuhan dan kecenderungan (need&trend) kaummillennial berubah, habbit atau kebiasaan para millennial telah berganti, dan paradigma yang dulu ada telah banyak berubah. Seperti contoh di Jakarta dahulu kawasan Sudirman, kawasan Mega Kuningan, Kawasan Monas bisa dikatakan sebagai lokasi strategis. Namun, dalam kontek pemenuhan kebutuhan informasi kata “strategis” mengalami perubahan arti. Strategis dapat diartikan dekat dengan tempat tinggal maka berjamurnya toko serba ada di kawasan pemukiman mengakibatkan banyak seller besar yang ada di mall tutup secara sendirinya. Kini strategis bagi banyak orang adalah dekat dengan rumah atau tempat tinggal.
Perpustakaan harus memperbaiki bisnis prosesnya dalam melayani penggunaannya. Buat special previllage bagi anggotanya, buat kemewahan akses, perbedaan kualitas layanan antara anggota perpustakaan dengan bukan anggota perpustakaan, berikan tawaran-tawaran menarik melalui pesan singkat (SMS), email, atau media sosial pengguna untuk di undang secara kehusus ke perpustakaan, berikan jaringan akses tanpa batas ke berbagai media online berbayar yang diperoleh ketika orang berselancar di perpustakaan, cukupkan layanan baca yang di dukung oleh kebebasan untuk makan, minum, berdiskusi atau bahkan tidur di perpustakaan sehingga pengunjung perpustakaan berlama-lama di perpustakaan. Jadikan perpustakaan sebagai institusi ter”keren” dan menjadi rujukan utama kebebasan bagi pemenuhan hak asupan intelektual. Secara alami jika hal ini dilakukan perpustakaan akan menjadi institusi yang percaya diri untuk mengatakan Disruption is here “disiinilah tempat perubahan”.
Product Offering
Perpustakaan merupakan institusi yang secara tradisonal masih mempertahankan bentuk penawaran atas jasanya. Gedung menjadi epicentrum utama perpustakaan dalam menawarkan layanan dan jasa. Sedikit perpustakaan yang berani menawarkan produk dan jasa diluar kebiasaan. Mobil keliling dan motor keliling menjadi cara perpanjangan tangan menawakan produk layanan. Layanan keliling akan masuk ke gang-gang sempit, ke jalan-jalan yang berjauhan dengan layanan perpustakaan. Tapi pertanyaannya apakah layanan keliling ini cukup “keren” untuk pengguna perpustakaan saat ini. Jika dibandingakan jumlah pengguna layanan keliling dengan game center atau cafe yang menawarkan akses free internet sepertinya penggunaan layanan keliling masih kalah ramai. Padahal di game center atau cafe pengguna diwajibkan untuk berbayar minimal membayar atas jasa internet aray harus memesan makanan atau minuman untuk memperoleh akses layanan cafe. Kini “keren” dan “tidak Keren” menjadi faktor utama dalam mementukan produk mana yang memberikan penawaran terbaik dan dipilih oleh masyarakat.
Delivery
Disruption terlihat nyata dalam cara menyampaikan produk jasa/barang. Kini suatu keanehan jika kita harus ke suatu gerai/ toko untuk memperoleh suatu barang. Kini, melalui smart phone, buka aplikasi, lalu klik dan jasa/barang yang dikehendaki akan dikirimkan segera oleh penyedia. Kemudahaan ini menjadi suatu keniscayaan termasuk penyampaian produk perpustakaan.
Perpustrakaan harus mendiversifikasi buku-buku dan rak yang berjajar di gedung perpustakaan ke banyak tempat. Dekatkan akses atas buku dengan design rak yang menarik di lokasi-lokasi strategis. Bangun perpustakaan mini di berbagai tempat, di stasiun sehingga orang sambil menunggu menghabiskan atau membuka-buku buku perpustakaan, di stasiun jarak jauh, di bandara dan banyak tempat lainnya untuk memangkas kehadiran perpustakaan dekat dengan calon penggunanya. Jangan harapkan lagi orang meng-agendakan kegiatan secara khusus untuk berkunjung ke perpustakaan. Karena orang dengan agenda khusus seperti ini tidak lebih dari mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir atau peneliti yang benar-benar membutuhkan buku tercetak ke perpustakaan. Jumlahnya pun tidak banyak.
Perpustakaan harus mampu menjadi agenda sisipan diantara agenda-agenda utama. Menjadi pemantik untuk bisa menghadirkan eksistensi layanan dengan hadir di mana-mana. Kehadiran perpustakaan ini harus memenuhi unsur utama yakni memenuhi kebutuhan dan kecenderungan (need&trend) masa kini.
Perpustakaan-perpustakaan kecil harus muncul di berbagai tempat dengan membangun keterikatan “enggagement” dengan pengelola utama kawasan. Misalnya layanan perpustakaan mini ada di suatu cafe. Perpustakaan mini ini menjadi tanggung jawab pengelola untuk merawat dan menjaga. Pelaku perpustakaan memiliki peran pengontrol dan peng-update secara konsisten atas koleksi baru atau sarana pendukung yang ada. Kolaborasi ini menjadi keharusan mutlak untuk perpustakaan hadir berhasil men-deliver produk dari pola tersentralisasi menjadi terdesentralisasi.
Membangun sebuah institusi yang cukup adaptif dengan Disruption merupakan tantangan tersendiri dari para pelaku di perpustakaan. Namun disruptive mindset merupakan syarat mutlak para pelaku perpustakaan untuk mengenal Disruption lebih dekat. Mari berdiskusi!