Artikel DISPUSIP DKI Jakarta
Pencarian Data


Rabu, 20 Maret 2024 | Burhan 122x

DISPUSIP JAKARTA, INDONESIA Dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta oleh Presiden Jokowi untuk masa jabatan 15 Juni hingga 15 Oktober 2017. Djarot Saiful Hidayat, atau akrab disapa dengan nama Djarot, menimba ilmu di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (UB) Malang dan lulus pada tahun 1986. Lalu melanjutkan pendidikannya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta hingga memperoleh gelar Magister (S2) pada tahun 1991.

 

 

Dalam kepemimpinannya Ia berjanji akan menuntaskan program-program yang sudah diletakkan oleh Gubernur sebelumnya Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Dan memprioritaskan tingkat kepuasan pelayanan masyarakat dan menyelesaikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P). Demikian pula dengan program pembangunan fisik yang perlu diselesaikan yakni, Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), Jak Grosir di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur serta pembangunan rumah susun (rusun).

 

 

Pada akhir masa jabatannya beliau menyampaikan permohonan maaf  atas nama Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang juga pernah menjabat Gubernur Jakarta pada periode yang sama dan mengucapkan rasa terima kasih kepada seluruh warga Jakarta.

 

 

Periode masa jabatan Gubernur Djarot Saiful Hidayat adalah yang terpendek, karena belum pernah ada sebelumnya Gubernur DKI Jakarta yang menjabat sesingkat ini yakni 4 bulan.

 

Kearsipan Jakarta Tempoe Doeloe Gubernur

Rabu, 20 Maret 2024 | Burhan 202x

DISPUSIP JAKARTA, INDONESIA Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. (EYD: Basuki Cahaya Purnama) dengan nama Tionghoa: Zhong Wanxue, lahir di Manggar, Belitung Timur 29 Juni 1966, ia lebih dikenal dengan nama panggilan Hakka Ahok, merupakan seorang pejabat Wakil Gubernur sekaligus Gubernur menggantikan Jokowi yang terpilih menjadi Presiden RI tahun 2014.

Basuki merupakan putra pertama dari Alm. Indra Tjahaja Purnama (Tjoeng Klem Nam) dan Buniarti Ningsih. Basuki memiliki empat orang adik, yaitu Basuri Tjahaja Purnama, Fifi Lety, Harry Basuki, dan Frans yang meninggal dunia saat remaja. Keluarganya adalah keturunan Tionghoa-Indonesia dari suku Hakka (Keija). Masa kecil Basuki lebih banyak dihabiskan di Desa Gantung, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, hingga selesai menamatkan pendidikan sekolah menengah tingkat pertama. Setamat dari sekolah, ia melanjutkan pendidikan ke Universitas Trisakti dengan Jurusan Teknik Geologi di Fakultas Teknik Mineral.

 

Gambar 1.1Pelantikan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara tahun 2014

 

Basuki merupakan warga negara Indonesia dari etnis Tionghoa dan pemeluk agama Kristen Protestan pertama yang menjadi Gubernur DKI Jakarta. Sebelumnya, gubernur DKI Jakarta yang pernah dijabat oleh pemeluk agama Katolik, Henk Ngantung pada periode 1964-1965. Sebelumnya, Basuki merupakan anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat periode 2009-2014 dari Partai Golkar. Ia juga pernah menjabat sebagai Bupati Belitung Timur periode 2005-2006, dan merupakan etnis Tionghoa pertama yang menjadi Bupati Kabupaten Belitung Timur.

Sebelumnya Basuki merupakan Wakil Gubernur DKI Jakarta mendampingi Joko Widodo. Setelah Jokowi mundur karena terpilih menjadi presiden, Ahok secara otomatis menjadi Gubernur pengganti dengan sisa masa tugas dua tahun. Selama memimpin Jakarta, Ahok telah menunjukkan ketegasan terhadap birokrat yang tidak kompeten dan terlibat dalam penyimpangan anggaran, lalu di tangannya, Jakarta diberikan kemudahan dalam mengakses beragam fasilitas diantaranya berupa perangkat, pendanaan, sumbangan keadilan teknis, dan berbagai sumber daya lainnya. Semua itu dimaksudkan untuk membangun ketahanan kota dalam menghadapi tantangan era abad ke-21. Di akhir tugasnya, Ahok tersandung masalah penistaan agama dan divonis dua tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

 

 

Penulis & Editor : Tim Publikasi Kearsipan

Sumber :

Sopandi, Andi. Triono. Hamluddin. (2019). Profil Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta dari Masa Ke Masa. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta.

Wikipedia.com. 16 Februari 2024. Basuki Tjahaja Purnama. Diakses pada 13 Maret 2024, dari https://id.wikipedia.org/wiki/Basuki_Tjahaja_Purnama

Kearsipan Jakarta Tempoe Doeloe Gubernur

Rabu, 20 Maret 2024 | Burhan 31x

DISPUSIP JAKARTA, INDONESIA Ir. H. Joko Widodo atau Jokowi, lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 21 Juni 1961 dari pasangan Noto Miharjo dan Sudijatmi. Ia merupakan anak sulung dari empat bersaudara, memiliki 3 orang adik perempuan bernama Iit Sriyantini, Ida Yanti, dan Titik Relawati. Ia sebenarnya memiliki seorang adik laki-laki bernama Joko Lukito, namun meninggal saat persalinan. Sebelum berganti nama, Joko Widodo memiliki nama kecil Mulyono.

Masa kecilnya kurang beruntung, rumah orang tuanya terkena penggusuran sebanyak 3 kali. Untuk memenuhi keperluan sekolah dan uang jajan sehari-hari, ia terpaksa berdagang, ojek paying, dan jadi kuli panggul. Setelah ia lulus SD, ia melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Surakarta, setelah ia lulus SMP, ia sempat ingin masuk ke SMA Negeri 1 Surakarta, namun gagal sehingga pada akhirnya ia masuk ke SMA Negeri 6 Surakarta. Meski begitu, ia mampu menyelesaikan pendidikannya hingga lulus dari Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada.

Setelah lulus kuliah, ia bekerja di BUMN PT Kertas Kraft Aceh, dan ditempatkan di area Hutan Pinus Merkusi di dataran tinggi Gayo, Aceh Tengah. Ia merasa tidak betah dan pulang menyusul istrinya yang sedang hamil tujuh bulan. Jokowi menikah dengan Iriana pada tahun 1986 dan dikaruniai 3 orang anak, yaitu Gibran Rakabuming Raka, Kahiyang Ayu, dan Kaesaang Pangarap. Ia bertekad berbisnis di bidang kayu dan bekerja di usaha milik pamannya, Miyono, di bawah bendera CV Roda Jati. Pada tahun 1988, ia memberanikan diri untuk membuka usaha sendiri dengan nama CV Rakabu, yang diambil dari nama anak pertamanya.

Usaha ini membawanya bertemu dengan Micl Romaknan, yang akhirnya memberinya panggilan yang popular hingga kini, “Jokowi”. Ia mendapat kepercayaan dan bisa berkeliling Eropa yang membuka matanya melihat pengaturan serta tata kota yang baik, menjadi inspirasinya untuk menerapkan juga di Solo dan ini merupakan cikal bakal ia memasuki dunia politik.

 

Gambar 1.1Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Joko Widodo dan Basuki Tjahaja purnama saat dilantik tahun 2012

 

Karir politiknya dimulai dengan menjadi Walikota Solo, Jawa Tengah tahun 2005. Namanya mulai dikenal setelah dianggap berhasil mengubah wajah Kota Surakarta menjadi kota pariwisata, kota budaya, kota batik. Atas prestasi tersebut, Jusuf Kalla meminta langsung kepada Jokowi untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta pada Pilgub DKI tahun 2012. Sebagai wakilnya, Basuki Tjahaja Purnama yang saat itu menjadi anggota DPR dicalonkan mendampingi Jokowi dengan pindah ke Gerindra karena Golkar telah sepakat mendukung Alex Noerdin sebagai Calon Gubernur.

Dan akhirnya pada 29 September 2012, KPUD DKI Jakarta menetapkan pasangan Jokowi-Ahok sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI untuk masa bakti 2012-2017 manggantikan Fauzi Bowo-Prijanto. Di awal menjabat, dia mendahulukan program bantuan sosial melalui Kartu Jakarta Sehat dan Kartu Jakarta Pintar, dan setelah mendapat kendali atas APBD, menjalankan pembenahan saluran air di DKI Jakarta melalui program JEDI. Ia juga bekonsentrasi kepada transportasi massal MRT Jakarta, penambahan armada Transjakarta, dan peremajaan bus kecil. Ia juga mengupayakan pengambialihan pengelolaan Sumber Daya Air melalui akuisisi Aetra dan Palyja.