Berita DISPUSIP DKI Jakarta
Pencarian Data


Senin, 21 Agustus 2023 | Thian Wisnu Isnanto 20x

DISPUSIP JAKARTA, INDONESIA - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DISPUSIP) Provinsi DKI Jakarta menggelar acara istimewa untuk menerima penyerahan koleksi buku dan karya yang dimiliki oleh tokoh Betawi terkemuka, Ridwan Saidi pada Jumat (11/08/2023). Acara ini diselenggarakan oleh Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumen Sastra (PDS) HB Jassin sebagai bagian dari upaya melestarikan warisan budaya yang berharga.

“Babe” Ridwan Saidi adalah sosok yang telah meninggalkan jejak mendalam dalam sejarah dan budaya Betawi. Sebagai seorang budayawan ulung, Babe Ridwan memiliki berbagai kemampuan, termasuk dalam bidang politik, sejarah, dan seni. Pengaruhnya yang luas dan beragam telah memberikan kontribusi signifikan dalam membangun sejarah dan identitas budaya kota Jakarta.

Ketika perjalanan hidupnya mencapai akhir, Babe Ridwan meninggalkan warisan yang tak ternilai. Karya-karya dan koleksi yang telah beliau hasilkan memiliki nilai penting dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Indonesia, khususnya warga Jakarta yang merupakan bagian dari komunitas Betawi.

Rangkaian acara penyerahan koleksi ini berlangsung di kediaman Babe Ridwan. Tim Perpustakaan Jakarta dan PDS HB Jassin diwakili oleh Nurcahyo Yudi Hermawan (Kepala Pengolah dan Pelayanan Dokumen serta Naskah PDS HB Jassin) dan Adinda Nur Aqlia (ASN Perpustakaan Jakarta). 

Penyerahan koleksi ini merupakan tindakan simbolis yang dilakukan oleh ahli waris yang diwakili oleh pihak keluarga, diantaranya ialah lima putra dan putri Babe Ridwan, yaitu Syarifah Jihan Marina, Syarif Razvi Sobirin, Rifat Najmi, Ferhat Afkar, dan Shahin Maulana. Turut hadir dalam kegiatan ini Yahma Wisnani (Istri Ridwan Saidi) serta Iwan Aswan (Sahabat Ridwan Saidi).

“Semoga pemikiran beliau, semangat beliau, kecintaan beliau terhadap negara Indonesia juga, terhadap budaya Betawi salah satunya juga, itu bisa terus berlanjut dalam peninggalan, yaitu (melalui) buku-buku beliau,” ucap Shahin Maulana, putra bungsu Ridwan Saidi (11/08/2023).

Pernyataan atas harapan ini juga dilontarkan oleh putra beliau yang lain. Seperti dari Rifat Najmi yang berharap agar suku Betawi bangga akan kebetawiannya.

Visi ini juga diperkuat oleh sahabat Ridwan Saidi, Iwan Aswan, yang mendapatkan amanah dari beliau memiliki untuk menjaga dan mewariskan koleksi ini kepada masyarakat luas melalui pembentukan "Ridwan Saidi Center", atau melalui perlindungan dan pemeliharaan yang dilakukan oleh pemerintah, terutama melalui Dinas Kebudayaan serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta. Ini adalah langkah penting dalam menjaga dan memelihara warisan budaya yang memiliki nilai yang tak ternilai bagi masyarakat Jakarta dan Indonesia pada umumnya.

“Kalau nanti ane (Ridwan Saidi) tidak ada umur nih, mudah-mudah apa yang dia punya ini bisa dimiliki oleh masyarakat, artinya sebagai ilmu pengetahuan, yang mungkin nantinya bisa menjadi Ridwan Saidi Center atau mungkin di HB Jassin atau ada di dinas, yang penting karya-karya ini (bisa) terselamatkan dan teridentifikasi sebagai pemikiran-pemikiran almarhum, sebagai budayawan dan sejarawan Ridwan Saidi kepada generasi penerus, baik Betawi maupun Indonesia,” kata Iwan, sahabat dari Ridwan Saidi. 

Dengan serah terima ini, berakhirlah sebuah bab yang berharga dalam perjalanan budaya Betawi dari seorang tokoh. Warisan intelektual dan karya-karya Ridwan Saidi akan terus dijaga dengan cermat dan dipelihara oleh Perpustakaan Jakarta dan PDS HB Jassin, sebagai penghormatan terhadap dedikasi beliau dalam memperkaya kehidupan intelektual masyarakat.

Perpustakaan Jakarta dan PDS HB Jassin bertekad untuk tetap menjadi tempat yang aman bagi penghargaan terhadap intelektualitas dan kreasi budaya, serta memberikan akses yang terbuka bagi masyarakat luas untuk menjelajahi karya-karya yang telah ditinggalkan oleh Babe Ridwan Saidi.

Perpustakaan Jakarta dan PDS HB Jassin juga mengucapkan terima kasih kepada pihak keluarga, sahabat, dan semua yang terlibat dalam proses penyerahan ini. Semangat Babe Ridwan akan terus menyala dalam setiap lembaran karya yang tersimpan, membawa kita untuk merenung, memahami, dan meneruskan nilai-nilai yang beliau bawakan bagi peradaban kita. 

Seperti kata Ridwan Saidi, "Sejarah adalah logika, kalau tidak logis bukan sejarah." Melalui warisan  ini, Perpustakaan dan PDS HB Jassin menyambut sejarah bangsa ini melalui masa depan yang penuh dengan inspirasi dan wawasan, berlandaskan pada warisan berharga yang telah beliau tinggalkan.

 

Reporter: Azhiim Pontoh

Editor: Brilliant Dwi Izzulhaq


Jumat, 18 Agustus 2023 | Administrator 15x

Halo SobatPusip

Hari Konstitusi Republik Indonesia, bukan sekadar peringatan, tetapi sebuah momentum refleksi atas komitmen kita terhadap nilai-nilai dasar negara. Konstitusi adalah fondasi hukum kita yang teguh, pelindung hak-hak rakyat, dan lambang dari cita-cita luhur bangsa Indonesia.

Dalam setiap barisnya terkandung semangat keadilan, kedaulatan rakyat, serta pembangunan yang berkesinambungan. Sebagai warga negara, mari kita terus berupaya menginternalisasi dan mengaktualisasikan prinsip-prinsip konstitusi dalam kehidupan sehari-hari, demi Indonesia yang lebih adil, maju, dan sejahtera.

Selamat Hari Konstitusi Republik Indonesia

#DKIJakarta
#DISPUSIPDKIJakarta
#HariKonstitusiRepublikIndonesia


Kamis, 17 Agustus 2023 | Administrator 6x

Halo SobatPusip, Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang Ke-78!

Dalam semangat kemerdekaan, mari kita terus berjuang, berkarya serta berinovasi. Merdeka!

Terus Melaju Untuk Indonesia Maju!

#DirhagayuRepublikIndonesia
#TerusMelajuUntukIndonesiaMaju
#DKIJakarta
#DISPUSIPDKIJakarta


Senin, 14 Agustus 2023 | Burhan 13x

DISPUSIP JAKARTA, INDONESIA - Pameran ini bercerita kisah tentang ulang alik hubungan perkembangan jalan dan ruang kota yang membentang dari awal abad 20 hingga hari ini. Pameran dibagi ke dalam lima klaster periode, yang dimulai dari masa awal pemindahan pusat pemerintahan hingga perkembangan kota Jakarta sebagai kota metropolitan.

Melihat hubungan antara jalan dan kota dari masa ke masa. Berkendara di jalanan Ibukota yang sibuk, atau berjalan di trotoar yang bising deru sepeda motor dan mobil, yang pada akhirnya jalanan dapat dipahami tidak sebatas sebagai sarana infrastruktur semata.  Tetapi juga sebagai ruang persilangan budaya tradisional dan modern, pertarungan ideologi, dan demokratisasi akses terhadap kota.
 
Jangan lupa untuk datang pada tanggal 10-20 Agustus 2023 bertempat di Stasiun MRT Bundaran HI.
 
 
Editor : Tim Publikasi Kearsipan
Kearsipan

Minggu, 13 Agustus 2023 | Thian Wisnu Isnanto 96x

DISPUSIP JAKARTA, INDONESIA - Perkembangan teknologi membuka peluang untuk memajukan inklusi sosial. Hal ini terbukti dengan peluncuran Peta Netra, sebuah aplikasi yang dirancang khusus untuk mendukung tunanetra dalam melakukan navigasi secara mandiri di ruang publik. Melalui penggunaan teknologi Augmented Reality (AR), aplikasi ini diresmikan pertama kali pada Sabtu (05/08/2023) di Aula Pusat Dokumen Sastra (PDS) HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat. Kehadiran Peta Netra di lingkungan Perpustakaan Jakarta dan PDS HB Jassin telah mengubah tempat ini menjadi pusat yang modern dan inklusif.

Acara Grand Launching Peta Netra ini menjadi tonggak penting dalam upaya menciptakan lingkungan yang lebih inklusif bagi semua kalangan masyarakat. Pembawa acara, Kristel (Tim Peta Netra) memandu narasumber-narasumber hebat seperti Abi Marutama (Aparatur Sipil Negara Kementerian Hukum dan HAM), Grace Gabrielle (CEO Peta Netra). Acara yang mengangkat tema "Menghadirkan Kemudahan dalam Setiap Langkah: Aksesibilitas bagi Tunanetra di Era Modern” ini dihadiri oleh peserta dari beragam kalangan.

Agatha Febriany, perwakilan dari Perpustakaan Jakarta dan PDS HB Jassin, dalam sambutannya mengungkapkan apresiasi atas inovasi Peta Netra yang telah menciptakan konsep kota inklusif yang patut dibanggakan.

“Satu hal yang penting yang dicatat di sini dalam pertemuan kita kali ini adalah bahwa sudah ada harapan baru di generasi muda Indonesia yang sudah mulai memikirkan satu konsep kota yang inklusif untuk semua dan kita patut mengapresiasi sekali untuk teman-teman Peta Netra,” ucap Agatha.

Sementara itu, Grace Gabrielle (CEO Peta Netra) dalam sambutannya menjelaskan bahwa aplikasi ini memiliki tiga fitur utama: Onboarding, deteksi lokasi, dan navigasi akurat. Melalui teknologi Augmented Reality (AR), Peta Netra memberikan penandaan berupa tempat, halangan, rintangan, dan tindakan yang membantu tunanetra berinteraksi dengan lingkungan sekitar secara lebih efektif.

“Aplikasi Peta Netra memiliki tiga fitur utama yang bisa diakses dan digunakan oleh teman-teman yaitu fitur onboarding, lokasi deteksi, dan navigasi yang akurat berdasarkan pada teknologi Augmented Reality (AR) dan empat poin yang utama sebagai penanda dari Peta Netra yaitu tempat, halangan, rintangan dan action,” terang Grace (05/08/2023).

Aplikasi ini tak hanya menjadi solusi bagi para tunanetra, tetapi juga mendapat sambutan positif dari mereka yang menghadiri acara tersebut. Uji coba penggunaan aplikasi ini dilakukan di lokasi lantai 4, 5, dan 6 Perpustakaan Jakarta. 

Terlihat antusiasme tinggi dari para peserta, termasuk dari Merlin dan Angga, yang berbagi pengalaman mereka dalam mengakses aplikasi ini. Meski demikian, beberapa peserta mencatat adanya tantangan dalam menggunakan aplikasi ini pada perangkat Android, yang memerlukan sentuhan atau gerakan jari sebelum penggunaan.

“Penggunaan aplikasi di Iphone sudah sangat mudah diakses dan digunakan, namun untuk android mungkin masih ada sedikit kesulitan karena harus disentuh atau digerakkan oleh jari dulu sebelum digunakan,” ujar Angga, peserta asal Depok. 

Adapun pendapat lainnya datang dari Merlin, peserta asal Jagakarsa yang juga turut memeriahkan launching Peta Netra.

“Saat mencoba aplikasinya sudah cukup bagus, ya. Walau masih ada kelemahan saat ini mulai pertama kali atau starting point yang mungkin agak sedikit sulit saat mencarinya, ya,” ucap Merlin.

Lebih dari itu, staf disabilitas dari Perpustakaan Jakarta dan PDS HB Jassin turut ambil bagian dalam uji coba, memberikan tanggapan positif terhadap aplikasi ini. Nissa, seorang staf disabilitas, menilai bahwa meski masih ada beberapa perbaikan yang perlu dilakukan, secara keseluruhan, Peta Netra telah memberikan kontribusi yang berarti dalam menciptakan lingkungan yang lebih inklusif.

“Keseluruhnya sudah cukup baik saat saya pertama kali mencobanya di lokasi Perpustakaan Jakarta. Padahal saya mencobanya sebelum launching saat ini. Walau saat itu masih ada beberapa kekurangan yang harus diperbaiki, namun secara keseluruhan sudah baik,” kata Nissa (05/08/2023).

Grand Launching Aplikasi Peta Netra membuktikan komitmen untuk menjadikan teknologi sebagai sarana inklusi sosial. Dengan menggabungkan teknologi Augmented Reality dan perhatian terhadap kebutuhan tunanetra, aplikasi ini telah menciptakan peluang baru dalam mendukung kemandirian dan partisipasi mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Perpustakaan Jakarta dan PDS HB Jassin telah dan akan terus berkomitmen untuk mengembangkan ruang publik yang inklusif bagi semua pengunjung. Dukungan dan kolaborasi dengan Peta Netra menjadi langkah konkret dalam mewujudkan visi ini. Melalui inovasi ini, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat untuk mengakses informasi, tetapi juga menjadi wadah untuk membangun masyarakat yang lebih sensitif dan mendukung keberagaman

 

Perpustakaan Literasi layanan inklusi inklusi sosial

Minggu, 13 Agustus 2023 | Thian Wisnu Isnanto 17x

DISPUSIP JAKARTA, INDONESIA - Berkolaborasi dengan Gagas Media, Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumen Sastra (PDS) HB Jassin menyelenggarakan diskusi bertema “The Power of Storytelling” di Aula PDS HB Jassin, Jakarta pada Sabtu (05/08/2023). Acara ini memberikan ruang bagi penikmat literasi dan penulis pemula untuk bersama-sama merayakan keajaiban storytelling. Dipandu oleh Valen, editor Gagas Media, acara ini diikuti oleh peserta yang terdiri dari masyarakat umum dan penulis-penulis pemula.

Berlangsung hangat dan inspiratif, acara ini menghadirkan empat pembicara ternama, yaitu antara lain Adhitya Mulya (Penulis buku "Sabtu Bersama Bapak" dan "Jomblo"), Henry Manampiring (Penulis buku "Filosofi Teras" dan "Hitam 2045"), Halimah (Penulis buku "Setiap Luka Akan Pulih"), serta Lilsunhc66 (Penulis buku "City of Ours").

Saat berlangsungnya acara, terdapat sorotan menarik yang ditujukan kepada Nabhan, seorang penulis pemula berusia delapan tahun, yang juga hadir dalam acara tersebut. Nabhan mendapat kesempatan untuk bertanya kepada narasumber tentang tips dan saran dalam menyelesaikan tulisannya. Kendala yang dia hadapi adalah dalam mengelola perasaan dan suasana hati ketika menulis, yang seringkali mengakibatkan banyak karyanya tidak selesai.

Kisah Nabhan menarik perhatian Adhitya Mulya (Penulis buku "Sabtu Bersama Bapak" dan "Jomblo") yang kemudian berbicara tentang rasa ingin tahunya terhadap metode pengasuhan orang tua Nabhan. Adhitya mengajukan pertanyaan kepada orang tua Nabhan mengenai bagaimana mereka mendidik anak mereka sehingga dalam usia yang begitu muda, Nabhan memiliki pola pikir yang baik dan gairah untuk mengejar dunia storytelling.

“Pengunjung dan penontonnya bagus, ya. Ada satu anak kecil yang bernama Nabhan yang sangat antusias untuk menulis dan saya sangat hargai beliau (Nabhan),” ucap Adhitya.

Sesi tanya jawab ini menginspirasi para peserta, terutama Nabhan, untuk terus semangat dalam mengejar dunia menulis. Adhitya Mulya berharap agar Nabhan dapat terus menulis dengan semangat, mungkin bahkan menjadi penulis besar yang menakjubkan di masa depan.

Tak kalah menarik, Henry Manampiring melihat acara ini sebagai jembatan antara penulis dengan pembaca dan penulis pemula yang akan berkontribusi pada peningkatan literasi di Indonesia.

“Saya sangat senang sekali berada di acara ini, ketemu teman-teman pembaca dan terutama para peminat literasi banyak yang berminat untuk menulis juga. Saya pikir itu adalah keinginan yang harus didukung karena Indonesia masih perlu banyak lagi karya-karya penulisan (Sastra),” kata penulis buku Filosofi Teras (05/08/2023).

Adapun narasumber lainnya, Halimah dan Lilsunhc66, dua penulis perempuan ini juga memberikan pandangan mereka. Mereka mengapresiasi semangat peserta dalam dunia literasi dan menemukan acara ini sangat bermakna bagi para penulis pemula, bahkan yang paling muda sekalipun.

“Acara hari ini seru banget, kita banyak cerita-cerita tentang kepenulisan, pesertanya ramai banget dan bahkan masih ada yang kecil tapi semangat literasinya luar biasa sekali,” ucap Halimah.

Terutama bagi Lilsunhc66, acara ini merupakan perdana baginya menjadi narasumber di acara sastra sebesar ini. Ia mengungkapkan bahwa acara diskusi storytelling yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Jakarta dan PDS HB Jassin ini berlangsung seru sebab itu adalah pertama kali bagi Lilsunhc66 untuk tampil di depan umum dan menceritakan isi dari bukunya.

Pentingnya acara ini juga disoroti oleh Resita, yang mewakili Gagas Media sebagai penyelenggara acara. Resita berterima kasih kepada Perpustakaan Jakarta dan PDS HB Jassin atas acara Festival Literasi Sastra yang berhasil menginspirasi dan menghubungkan penulis dengan pembacanya. Dia juga mengakui bahwa acara semacam ini membantu buku-buku dari Gagas Media menjadi lebih dikenal dan berbagi cerita kepada masyarakat yang lebih luas.

“Sebagai Penerbit kami juga senang karena buku-buku kami jadi bisa lebih banyak dikenal oleh banyak orang. Jadi kita juga bisa berbagi banyak cerita juga,” ucap Resita selaku editor buku dari penerbit Gagas Media.

Dengan semangat dan antusiasme yang terpancar dari acara ini, diskusi storytelling kali ini telah membuka pintu bagi para penulis muda untuk meraih inspirasi dan semangat baru dalam mengejar kisah-kisah yang menakjubkan.

 

Reporter: Azhiim Pontoh

Editor: Brilliant Dwi Izzulhaq

Perpustakaan Wisata Literasi story telling

Rabu, 9 Agustus 2023 | Administrator 5x

Halo #SobatPusip

Selamat Hari Masyarakat Adat! Di hari ini, kita menghormati masyarakat yang telah menjaga warisan dan kearifan selama ribuan tahun. Di setiap sudut bumi, mereka adalah saksi sejarah, pelindung tradisi, dan penjaga alam. Mereka mengajarkan kita tentang keseimbangan, harmoni dengan alam, dan pentingnya memahami akar kita.

Dalam kepesatan dunia modern, masyarakat adat adalah ingatan kita tentang nilai-nilai dasar dan kebenaran sederhana: bahwa alam bukan hanya sumber daya, tetapi adalah rumah, guru, dan teman. Kearifan mereka bukan sekedar cerita, tetapi pedoman hidup yang berharga.

Mari kita rayakan dan dukung keberlanjutan hidup mereka, hak-hak mereka, dan warisan budaya yang kaya. Karena tanpa mereka, kita akan kehilangan bagian penting dari tapestri kehidupan dunia. Hari ini, kita bersyukur, belajar, dan berkomitmen untuk bersama masyarakat adat dalam perjalanan ke depan.

#DKIJakarta
#DISPUSIPDKIJakarta
#HariMasyarakatAdat


Selasa, 8 Agustus 2023 | Thian Wisnu Isnanto 9x

DISPUSIP JAKARTA, INDONESIA - Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumen Sastra (PDS) HB Jassin sukses menggelar kegiatan Yoga & Journaling pada Selasa (25/07/2023) di Bilik Bermain, Gedung Ali Sadikin, Perpustakaan Jakarta. Kegiatan yang dihadiri oleh 20 peserta ini dipandu oleh Novi Sri, seorang instruktur yoga yang juga turut memandu sesi journaling.

Yoga & Journaling ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Festival Literasi dan Sastra 2023 yang mengangkat tema "Lintasi Ruang dan Makna." Kegiatan ini telah berlangsung sejak Selasa (18/07/2023) dan akan berlanjut hingga akhir Agustus 2023.

Selaras dengan tema “Lintasi Ruang dan Makna”, melalui Yoga dan Journaling ini peserta tidak hanya diajak untuk melihat perpustakaan sebagai wahana menambah pengetahuan, tetapi juga diajak untuk melihat perpustakaan sebagai sarana untuk menenangkan diri dan melatih kesehatan jasmani dan rohani.

Dipandu oleh Nova Sri, peserta melakukan gerakan yoga dengan aliran lambat atau slow vinyasa yoga. Adapun setelah sesi yoga, peserta kemudian diminta untuk melakukan journaling, di mana setiap peserta menuliskan makna bersyukur menurut pandangan mereka masing-masing.

Yoga dan journaling memiliki banyak manfaat bagi kesehatan fisik dan mental. Yoga dapat membantu peserta untuk meningkatkan fleksibilitas, keseimbangan, dan mengurangi stres, sementara journaling dapat membantu meningkatkan kreativitas, dan memperkuat keterampilan komunikasi. Keduanya dapat membantu meningkatkan kesadaran diri, pengelolaan emosi, dan mencapai tujuan pribadi, serta saling melengkapi dalam menciptakan kedamaian batin dan pemahaman diri yang lebih dalam.

Setelahnya, peserta diajak untuk mengikuti rangkaian menarik lainnya yaitu penarikan kartu yoga secara acak yang kartu-kartu ini menggambarkan karakter diri peserta. Peserta mengikuti kegiatan ini secara antusias dan mendapat tema-tema seperti feminisme, transformasi, dan lainnya.


Berhasil terselenggaranya kegiatan Yoga & Journaling ini tidak lepas dari peran penting Festival Literasi dan Sastra 2023 yang digelar oleh Perpustakaan Jakarta dan PDS HB Jassin. Kegiatan ini telah berhasil menyuguhkan beragam rangkaian menarik bagi masyarakat, termasuk kegiatan Yoga & Journaling kali ini. Melalui rangkaian-rangkaiannya, Festival Literasi dan Sastra 2023 mencoba mengajak masyarakat untuk memaknai perpustakaan sebagai “Ruang Ketiga”, tempat berkumpulnya beragam komunitas dan masyarakat untuk melakukan kegiatan menarik di dalamnya.

Reporter: Azhiim Pontoh

Editor: Brilliant Dwi Izzulhaq

Perpustakaan Wisata Literasi

Selasa, 8 Agustus 2023 | Administrator 4x

Focus Group Discussion Probis Pengelolaan Arsip

Pada hari Jum’at, (4/8/2023) telah dilaksanakan Focus Group Discussion Probis Pengelolaan Arsip yang dihadiri oleh Arsiparis dari Dinas PMPTSP, DisDukcapil, Disdik, Bidang Lansip, Binwas dan Bidang TI DISPUSIP DKI Jakarta di Ruang Rapat Lt.3 Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta.


Selasa, 1 Agustus 2023 | Administrator 0x

Halo #SobatPusip

Menyusui bukan hanya memberi makan, tetapi juga menanamkan kehidupan, cinta, dan ikatan yang kuat antara ibu dan anak. Pada peringatan Hari ASI Sedunia ini, kita merayakan keajaiban ini - memberikan yang terbaik untuk anak-anak kita melalui cairan alami yang paling sempurna, ASI. Setiap tetes menunjukkan pengorbanan, kekuatan, dan cinta seorang ibu. 

Hari ini adalah hari untuk merayakan dan mendukung semua ibu di dunia. Memberikan ASI bukanlah tugas yang mudah; itu membutuhkan komitmen, ketekunan, dan kadang-kadang, berjuang melawan berbagai tantangan. Kepada semua ibu yang menyusui dan yang telah melalui perjalanan menyusui, terima kasih atas keberanian dan pengorbanan Anda. Anda adalah pahlawan sejati. 

Kita juga harus menyadari betapa pentingnya ASI dan hak setiap ibu untuk menyusui. Masyarakat kita harus mendukung dan memberikan ruang yang aman dan nyaman untuk ibu-ibu menyusui. Tidak ada yang harus merasa malu atau ditekan saat melakukan tugas yang paling alami dan indah ini. 

Selamat Hari ASI Sedunia. Terus berikan yang terbaik untuk anak-anak kita, karena di dalam setiap tetesan ASI terdapat cinta dan kehidupan. 🎉💖

#DKIJakarta

#DISPUSIPDKIJakarta

#HariASISedunia

#ASIAdalahCinta