DISPUSIP JAKARTA, INDONESIA - Salah satu kegiatan unik dalam rangkaian Festival Literasi dan Sastra 2023 ialah Blind Date with a Book (Kencan Buta dengan Buku). Kegiatan yang diselenggarakan di Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumen Sastra (PDS) HB Jassin pada Selasa dan Jumat (18 dan 21/07/2023) ini merupakan hasil kolaborasi Perpustakaan Jakarta dan PDS HB Jassin dengan Komunitas Kargobaca. Blind Date with a Book membawa pengalaman tersendiri bagi para pengunjung perpustakaan sebab kegiatan ini memperbolehkan pemustaka untuk memiliki satu buku dengan cara menemukan buku-buku yang tersembunyi yang tersebar di beberapa titik di Perpustakaan Jakarta dan PDS HB Jassin.
Sebagai bentuk apresiasi kepada pemustaka yang sudah menjadi bagian penting dari Perpustakaan Jakarta dan PDS HB Jassin, terhitung terdapat 30 buku sudah menjadi teman Kawan Perpus dan Kawula Sastra. Salah satu pemustaka beruntung tersebut, Maharani, pengunjung asal Tangerang Selatan memberikan kesan dan pesannya.
“Acaranya bermanfaat, terus unik juga. Semoga ke depannya bisa dipertahankan acara-acara seperti ini dan mungkin bisa ditambah dengan event-event baru lagi yang lebih berdampak kepada anak-anak muda,” jelas Maharani.
Menutup pesan tersebut, Maharani menuturkan, “Keren sih acaranya.”
Sementara itu, pendapat lain datang dari Adelia, salah seorang pengunjung perpustakaan. Ia mengaku mengetahui kegiatan Blind Date with a Book dan Festival Literasi dan Sastra 2023 dari sosial media Instagram.
Adelia menyatakan bahwa kegiatan Blind Date with a Book ini menambah minat masyarakat untuk berkunjung ke perpustakaan.
“Seru, sih. Nambah minat untuk ke Perpustakaan. Semoga ke depannya bisa menjangkau masyarakat lebih banyak, menarik minat literasi anak muda,” tutup Adelia.
Blind Date with a Book merupakan bagian dari Festival Literasi dan Sastra 2023 yang mengangkat tema “Lintasi Ruang dan Makna”. Kegiatan Festival Literasi dan Sastra 2023 itu sendiri memiliki tujuan untuk memperkenalkan perpustakaan sebagai "Ruang Ketiga" yang terbuka bagi semua kalangan masyarakat, menyadarkan serta menumbuhkan semangat literasi dan sastra dengan cara yang lebih menarik, serta membangun kreatifitas dan hubungan yang solid antar komunitas.
Melalui tema “Lintasi Ruang dan Makna”, Perpustakaan Jakarta dan PDS HB Jassin membuktikan bahwa kolaborasi dan kegiatan-kegiatan yang telah terlaksana dalam satu tahun terakhir di perpustakaan tidak terpaku oleh makna perpustakaan secara harfiah, tetapi lebih dari itu, perpustakaan adalah ruang inklusif yang terbuka untuk semua kalangan masyarakat.