Berita UP Cikini Dan PDS HB Jassin
Pencarian Data


Selasa, 7 Juli 2026 | Thian Wisnu Isnanto 56x

Dispusip-Untuk memenuhi Layanan Perpustakaan yang beriorentasi pada Human-centered public services (responsive, inclusive, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat) Perpustakaan Jakarta di tingkat provinsi maupun di tingkat Kotamadya secara rutin mengadakan Survey Kepuasan Masyarakat.

Survey diadakan setiap triwulan secara independent dengan menggunakan portal yang diberikan oleh Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta  dibawah supervisi dari Biro Organisasi dan Reformasi Birokrasi Sekretariat Daerah Provinsi DKI Jakarta.

Petugas perpustakaan akan memberikan QRcode link survey kepada pemustaka yang sudah mendapatkan layanan, pengukuran SKM dilaksanakan terhadap 9 (sembilan) unsur layanan public, meliputi:

  • 1.       Persyaratan Pelayanan
  • 2.       Produk Layanan
  • 3.       Waktu Layanan
  • 4.       Biaya
  • 5.       Sistem, Mekanisme dan Prosedur
  • 6.       Komptensi Petugas
  • 7.       Perilaku Petugas
  • 8.       Pengananan Pengaduan
  • 9.       Sarana dan Prasaran

Adapun penilaian mutu layanan mapun kinerja pelayanan SKM mengacu pada kriteria yang telah diataur dalam Peraturan Menpan RB Nomor 14 tahun 2017 sebagaimana berikut:

 

Nilai Persepsi

Nilai Interval

Nilai Interval Konversi

Mutu Pelayanan

Kinerja Unit

Pelayanan

1

1,00 - 2,5996

25,00 – 64,99

D

Tidak Baik

2

2,60 – 3,064

65,00 - 64,60

C

Kurang Baik

3

3,064 – 3,532

76,61 – 88,30

B

Baik

4

3,532 – 4,00

88,31 - 100

A

Sangat Baik

 

 

 

 

 

 

Berdasarkan analisis data diperoleh nilai Indeks Kepuasan Masyarakat, Perpustakaan Jakarta di bawah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta pada Triwulan II tahun 2026 sebesar 90,14 (Predikat A atau sangat baik), berikut rincian nilai IKM dari masing-masing Perpustakaan Jakarta dari tingkat Provinsi sampai dengan tingkat 5 Wilayah Kota Administrasi:

No

Jenis Layanan

Jumlah Responden

U1

Persyaratan

U2

Prosedur

U3

Waktu

U4

Biaya

U5

Produk

U6

Kompetensi

U7

Perilaku

U8

Aduan

U9

Sarpras

IKM Per Jenis Layanan

1.

Layanan Perpustakaan Umum UP Perpustakaan Jakarta dan PDS HB Jassin

405

89,01

88,58

87,96

91,85

88,52

88,89

89,75

87,10

87,78

88,83

2.

Layanan Perpustakaan Umum Jakarta Pusat

364

86,81

88,53

88,39

90,59

89,15

89,63

89,97

88,46

88,39

88,88

3.

Layanan Perpustakaan Umum Jakarta Utara

351

90,17

90,10

90,31

91,52

90,60

90,60

90,81

90,31

88,82

90,36

4

Layanan Perpustakaan Umum Jakarta Barat

357

96,99

96,85

96,92

96,99

96,92

96,99

96,99

96,92

96,85

96,93

5

Layanan Perpustakaan Umum Jakarta Selatan

354

84,04

83,47

83,40

89,19

83,05

84,18

85,38

83,26

79,17

83,91

6

Layanan Perpustakaan Umum Jakarta Timur

412

91,99

91,38

91,38

93,02

91,87

91,75

92,60

91,75

91,44

91,91

Rerata IKM Per Unsur

89,84

89,82

89,73

92,20

90,02

90,34

90,92

89,63

88,74

90,14

IKM Unit Layanan

90,14

Mutu Unit Layanan

A (Sangat Baik)

 

Berdasarkan hasil pengumpulan data, jumlah responden penerima layanan yang diperoleh yaitu 2.045 orang responden, dengan rincian sebagai berikut :

No

Karakteristik

Indikator

Jumlah

Persentase

1

Jenis Kelamin

Laki-laki

827

36,87%

Perempuan

1416

63,13%

2

Pendidikan

Tidak / Belum tamat SD

20

0,89%

SD / Sederajat

102

4,55%

SMP / Sederajat

183

8,16%

SMA / Sederajat

785

35,00%

Diploma (D1 / D2 / D3 / D4)

161

7,18%

S1 / Sarjana

938

41,82%

S2 / Magister

50

2,23%

S3 / Doktor

4

0,18%

3

Pekerjaan

Pelajar / Mahasiswa

761

33,93%

Pegawai Swasta

429

19,13%

Buruh Harian / Freelance

71

3,17%

Pegawai Negeri Sipil (PNS) / Pegawai BUMN / Pegawai BUMD / TNI / POLRI

145

6,46%

Tenaga Profesional (Dokter, Guru, Dosen, Chef, dll)

269

11,99%

Ibu Rumah Tangga

110

4,90%

Wiraswasta / Wirausaha (Pedagang, Pengusaha, dll)

97

4,32%

Lainnya

43

1,92%

Tenaga Kontrak Pemerintahan (Tenaga Ahli / PPSU / LKMD / Dasawisma / Jumantik, dll)

245

10,92%

Tidak Bekerja

47

2,10%

Tenaga Kerja Asing

3

0,13%

Sopir (layanan online / angkutan umum/pribadi/perusahaan)

17

0,76%

Pensiunan

4

0,18%

Petani dan Nelayan

2

0,09%

4

Rentang Usia

Di bawah 17 tahun

261

11,64%

17 - 25 tahun

751

33,48%

26 - 35 tahun

725

32,32%

36 - 45 tahun

350

15,60%

46 - 55 tahun

141

6,29%

56 - 65 tahun

11

0,49%

Di atas 65 tahun

4

0,18%

5

Frekuensi

1 Kali

108

4,81%

2 Kali

75

3,34%

3 Kali

27

1,20%

Lebih dari 3 kali

195

8,69%

6

Kategorisasi Pengguna Layanan

Non Disabilitas

2226

99,24%

Disabilitas

17

0,76%

7

Kategorisasi Jenis Disabilitas

Disabilitas Fisik

8

0,36%

Disabilitas Ganda

4

0,18%

Disabilitas Sensorik

2

0,09%

Disabilitas Mental

2

0,09%

Disabilitas Intelektual

1

0,04%

 

Layanan perpustakaan Jakarta memang belum sempurna, perlu adanya partisipasi dari masyarakat berupa masukan sehingga layanan Perpustakaan Jakarta terus berbenah diri dan melakukan perbaikan yang berkelanjutan (Thian)

Perpustakaan Survey Kepuasan Masyarakat Indek Kepuasan Masyarakat

Rabu, 1 Juli 2026 | Thian Wisnu Isnanto 55x

Empowering Young generations through Inclusive Collaborations (Perpustakaan Jakarta X Bimbingan Belajar Lentera Inklusif)

Written by Khairunnisa Rahayu

On Sunday, June 14th, 2026,Perpustakaan Jakarta welcomed a special visit from Bimbingan Belajar Lentera Inklusif for an exciting and educational field trip held at the Bilik Bercerita on the 4th floor. This event was attended by the Founder of Lentera Rumah Inklusif Foundation and Bimbingan Belajar Lentera Inklusif, Sofyan Sukmana, S.Pd., the chairman of Lentera Rumah Inklusif Foundation, Abizard Giffari Nasir, S.Sos., and the team of dedicated teachers. The main participants were 30 children who actively study in Bimbingan Lentera Inklusif, ranging age from 5 to 15. A particularly inspiring highlight of this report is that the founder, the chairman, and some teachers of Bimbingan Lentera Inklusif are visually impaired, and one of the young participants is also partially sighted.

The event was opened by the chairman of Lentera Rumah Inklusif, Abizard Giffari Nasir, S.Sos. through his friendly opening speech. He emphasized that visiting and learning together in Perpustakaan Jakarta was a valuable experience for the children. “Through this field trip activity, participants have the opportunity to know further library facilities to broaden their knowledge, and the process supports the lifelong learning through literacy.” the chairman stated. He added that this inclusive collaboration was proof that access to knowledge can open up more opportunities for each individual to grow and achieve their dreams.

The main activity featured a workshop on making bag charm using colorful straps. This engaging activity was led by a moderator, Ainun Nushratillah Al-Falah and a presenter, Indah Harianin, S.E. Before demonstrating the crafting steps, all children were invited to play an interactive game. They were given the materials of creating bag charms, and the presenter asked the children to find items matching the ones shown on the slideshow. The children looked very excited and enthusiastic following the steps by steps.

The workshop was then followed by a library tour. The children were taken on an encouraging library tour, exploring various spots in Perpustakaan Jakarta guided by the staff. The most memorable experience was when the children visited the Immersive Studio, where they explored Betawi cultural heritage through interactive, immersive technology. The children were incredibly excited during their time in the studio and enjoyed all facilities.

During his visit to Immersive Studio of Perpustakaan Jakarta, the Founder of Lentera Rumah Inklusif and Bimbingan Lentera Inklusif, Sofyan Sukmana, S.Pd. shared his thoughts, "It is such a wonderful  experience to bring the children here and introduce Betawi culture alongside the brief history of Jakarta through this advanced technology.” He smiled. However, he also added for future recommendations, “It would be much better if the facilities at this immersive studio were more accessible, such as the use of embossed textures on smart walls and audio description in every technological device, so it could be fully enjoyed by everyone, including visitors with various kinds of disabilities, such as the visually impaired.”

 

How an Accessible Immersive Studio should be

 

The recommendations suggested by the founder align with the concept of an Accessible Immersive Studio, an universal design framework that strips away physical and technical barriers to achieve access equality in public spaces. In a truly accessible studio, inclusivity is directly built into the infrastructure. This is achieved through simple yet highly effective adjustments, such as implementing zero-obstacle layouts with secure floor cable ducts and avoiding the use of thick carpets to protect wheelchair users, adding tactile 3D-printed objects displayed through the screen to create more realistic experience, placing basic Braille or textured stickers that symbolize certain meanings on the objects displayed and critical equipment buttons, and utilizing QR codes that instantly play audio descriptions when scanned with a smartphone. The audio system is integrated with wireless headphone, so that the sound will not disturb other people. By shaping multi-sensory physical environments, an immersive studio provides high-tech educational contents that can be accessed by everyone.

 

Before ending the whole activity, the founder gave a closing statement, "We hope that today’s activity can improve the creativity of the children and become a business opportunity in the future.” The founder hoped that the Lentera Rumah Inklusif Foundation alongside Bimbingan Belajar Lentera Inklusif, and Perpustakaan Jakarta will continue the partnership to build and develop the potential of young generations, so that they are able to be empowered through literacy to live equally and independently in society.

To sum up, the field trip was not only seen as a visit, but also a reminder that literacy belongs to everyone. This field trip demonstrated that barriers disappear as long as knowledge is made accessible for all. It proves that every child, regardless of physical ability, has the similar opportunity to learn and grow.

Perpustakaan layanan inklusi

Selasa, 10 Februari 2026 | Thian Wisnu Isnanto 95x

Jakarta, 26 September 2025, Karya Raya kembali hadir sebagai perayaan kreativitas anak-anak Indonesia. Mengusung tema yang berbeda setiap tahunnya, tahun ini Karya Raya 2025 mengangkat tema “The Depth of Creativity” untuk menunjukkan betapa dalamnya kreativitas anak-anak yang jika semakin diselami akan ditemukan banyak hal baru, unik, dan indah seperti bakat yang tersembunyi ataupun ekspresi dari hal-hal yang sebelumnya tidak terlihat.


Karya Raya adalah panggung kreativitas bagi anak-anak Indonesia. Inisiatif tahunan dari Bookabook dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta ini mengajak anak-anak mengubah imajinasi mereka menjadi buku bermakna. Semua karya bisa dinikmati di perpustakaan online Bookabook (byme.bookabook.id) dan dipamerkan langsung di Perpustakaan Jakarta. Puncaknya, Perayaan Karya Raya menghadirkan keseruan tanpa batas—dari Tell-a-tale Storytelling Contest hingga Lakukaryaku Booth—memberi anak-anak kesempatan memamerkan dan mempromosikan hasil karya mereka secara langsung.
Rangkaian Karya Raya 2025 dimulai dengan Pameran buku cerita karya anak di Perpustakaan Jakarta, 6 - 25 september 2025 dan dilanjutkan pada Perayaan di tanggal 26–28 September 2025, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.


Acara seremonial pembukaan Perayaan Karya Raya 2025 pada 26 September 2025 dibuka dan diresmikan oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Ibu Irene Umar bersama Founder Bookabook & Karya Raya Bapak Ernest Junius, dan dihadiri oleh sejumlah pejabat pemerintah antara lain Askesra Setda Provinsi DKI Jakarta Bapak Ali Maulana Hakim, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Bapak Nasruddin Djoko Surjono, Kepala Pusat Perbukuan, Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen Bapak Supriyatno, serta Kepala Perpustakaan Jakarta dan PDS HB Jassin Bapak Diki Lukman Hakim.
Pembukaan Karya Raya 2025 ditandai dengan penyerahan 100 buku pilihan untuk menjadi koleksi permanen perpustakaan kepada perwakilan sekolah, sekaligus penganugerahan MURI “Pameran Buku Karya Anak Terbanyak”.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Ibu Irene Umar menyampaikan, “Kami menyambut baik hadirnya inisiatif seperti Karya Raya yang menyediakan ruang ekspresi kreatif bagi anak-anak. Di tengah maraknya penggunaan gawai sejak usia dini, kegiatan
seperti ini menjadi alternatif yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga bermanfaat bagi tumbuh kembang anak. Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak penyelenggara yang telah menghadirkan program edukatif, kreatif, dan inklusif ini. Harapannya, Karya Raya dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak anak di berbagai daerah, mendorong lahirnya generasi yang imajinatif, percaya diri, dan cinta berkarya.”


Founder Bookabook dan Karya Raya, Bapak Ernest Junius, menambahkan, “Melalui Karya Raya, kami ingin memberikan anak-anak Indonesia panggung untuk menyalurkan imajinasi mereka, belajar menghargai proses berkarya, menemukan bakat mereka, dan membangun percaya diri. Kami bangga bisa menghadirkan Karya Raya bersama berbagai pihak, dari pemerintah hingga sektor swasta, untuk memastikan anak-anak memiliki wadah tepat mengekspresikan kreativitas mereka.”


Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta, menekankan pentingnya literasi sejak dini bagi perkembangan anak. “Menumbuhkan literasi sejak kecil adalah kunci bagi anak-anak agar kreatif dan kritis. Karya Raya menjadi contoh nyata bagaimana literasi bisa dikemas secara menyenangkan dan kreatif. Anak-anak tidak hanya belajar membaca dan menulis, tetapi juga memahami nilai dari karya mereka sendiri, membangun percaya diri, dan menumbuhkan cinta pada buku sejak dini,” jelasnya.

Selama tiga hari pelaksanaan Perayaan Karya Raya 2025, para pengunjung dapat menikmati beragam hasil karya anak Indonesia sekaligus mengikuti aktivitas dan workshop yang seru dan edukatif. Beberapa di antaranya:
● Pameran 1.800 buku cerita karya anak, memecahkan rekor MURI
● Storytelling, menampilkan ratusan anak berekspresi melalui cerita
● Lakukaryaku Booth, di mana anak-anak bisa berjualan karya mereka dan memahami nilai dari karyanya
● Awarding Ceremony dengan kategori unik
● Graduation Day, bagi anak-anak yang berhasil menyelesaikan karyanya
● Beragam kegiatan edukatif dan menghibur, termasuk games, workshop, offi cial merchandise, hingga stamp-rally dengan claw-machine berhadiah

Awarding ceremony akan digelar pada Hari Sabtu, 27 September 2025 dengan berbagai kategori unik antara lain Creative Canvas Award, Giggle-licious Tale Award, Inspiration Spark Award, Imagination Wizard Award, Comic Champ Award, Character Crush Award, Serial Storyteller Award, dan Special Spotlight Award.
Hari terakhir, Minggu, 28 September, menandai puncak perayaan Graduation Day, di mana anak-anak yang berhasil menyelesaikan bukunya diundang ke panggung untuk menerima sertifi kat dan buku karya mereka sendiri.
Karya Raya 2025 didukung oleh Pusat Perbukuan Kemendikdasmen, Canva, OCBC, Toys Kingdom, Chupa Chups, Living English, Nestle, Jungle Juice dan masih banyak lagi. Acara semakin meriah dengan penampilan dari Quinn Salman, Glitter, dan Sogi Indra Dhuaja.
Partisipasi ribuan kreator cilik yang menemukan wadah berekspresi sekaligus mendapat apresiasi publik mempertegas pentingnya dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan sektor swasta. Karya Raya membuktikan bahwa kreativitas anak Indonesia merupakan aset berharga yang patut dirayakan.

 

Tentang Bookabook.id

Didirikan sejak 2017, Bookabook.id merupakan pelopor revolusi literasi anak Indonesia berbasis teknologi, yang menghadirkan personalisasi buku dan aplikasi edukatif. Misi kami adalah untuk mendukung anak-anak Indonesia melalui berbagai platform-buku, acara, dan sumber daya digital. Mendorong ekosistem inklusif yang bertujuan untuk memberdayakan anak-anak dengan alat yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan hari ini dan menjadi pemimpin inovatif di masa depan. Bookabook.id percaya bahwa membaca bukan sekadar kemampuan teknis. Generasi mendatang harus menjadi pembaca yang antusias dan kritis. Di bookabook.id, kami selalu berkomitmen untuk menciptakan buku anak-anak berkualitas, karena kami percaya bahwa minat baca harus dipupuk sejak dini. (M. Arief)

Perpustakaan Literasi

Selasa, 10 Februari 2026 | Thian Wisnu Isnanto 193x

Jakarta, 7 Februari 2026 – Perpustakaan Cikini Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin bekerja sama dengan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Universitas Diponegoro menghadirkan kegiatan membaca nyaring dengan sasaran anak-anak bertajuk Little Stories, Big Dream. Suasana hangat dan penuh semangat mewarnai kegiatan ini yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 7 Februari 2026 di Bilik Cerita Anak Lantai 4, Perpustakaan Jakarta Cikini.

 Acara ini menghadirkan Imran Laha sebagai narasumber, seorang editor sekaligus penulis buku anak yang memandu sesi membaca nyaring secara interaktif bersama anak-anak. Alur cerita disampaikan dengan ekspresif. Mereka pun diajak berpartisipasi aktif dalam diskusi singkat terkait isi cerita fabel dan pesan karakter yang terkandung di dalamnya. Usai kegiatan membaca nyaring selesai, Kak Imran Laha memberikan 20 buku anak-anak secara gratis kepada peserta sebagai bentuk dukungan literasi sejak dini. Pembagian buku ini disambut dengan penuh antusias oleh para peserta.

Di sela kegiatan acara, panitia juga mengadakan permainan "Mendekat, Menjauh, Kau Kutangkap" yang dirancang meriah dengan membentuk kelompok kecil beranggotakan dua orang, sebagai upaya melatih fokus dan bertujuan agar anak-anak dapat berinteraksi antara satu sama lain. Peserta yang aktif dalam permainan juga mendapatkan hadiah dari panitia.

Salah satu momen terbaik dari kegiatan acara ini adalah anak-anak mulai menuliskan mimpi dan harapan mereka pada kertas berbentuk buah apel dan lemon menggunakan spidol warna-warni yang telah disediakan, lalu menempelkannya pada Pohon Harapan. Selanjutnya, panitia mengajak anak-anak untuk secara sukarela berani menyampaikan cita-cita mereka di hadapan peserta lain.

Salah satu peserta, Adeva, mengungkapkan alasannya, “Aku bercita-cita jadi guru dan artis. Jadi guru karena ingin membuat orang lain pintar, sedangkan menjadi artis hanya karena keinginan pribadi.” Beberapa anak lainnya juga menyebutkan cita-cita seperti menjadi dokter anak, astronot, karyawan swasta, dan berbagai profesi lainnya.

Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan keberanian serta meningkatkan rasa percaya diri anak-anak dalam menyampaikan impian mereka di masa depan, sekaligus menjadi simbol motivasi untuk terus giat belajar. Ide kreatif ini digagas oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Universitas Diponegoro, yaitu Nikita Catriona, Rafie Budiansyah Ramadhan, Ade Muhammad Fawwaz, dan Alya Fazila.

Pada puncak penutup kegiatan, panitia menyerahkan plakat penghargaan kepada Kak Imran sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya dalam mendukung literasi anak, kemudian dilanjutkan dengan dokumentasi bersama seluruh peserta yang hadir. Melalui kegiatan Little Stories, Big Dream, menunjukkan peran perpustakaan menjadi ruang belajar yang ramah dan kreativitas tanpa batas secara inklusif bagi anak-anak.

 

 Editor:Nikita Catriona

 

 

Perpustakaan

Jumat, 19 September 2025 | Thian Wisnu Isnanto 80x

Dalam rangka memperingati Hari Literasi Internasional yang jatuh pada tanggal 8 September 2025, Autoimun Indonesia menggandeng beberapa perusahaan, instansi, serta komunitas lainnya menyelenggarakan sebuah seminar bertema “Invisible not Invincible, Stories in Motion”. Pada kesempatan kali ini pula Unit Pengelola Perpustakaan Jakarta dan PDS HB Jassin berkolaborasi serta mendukung acara tersebut dengan menyediakan pojok baca untuk para peserta.

Acara tersebut dilaksanakan pada tanggal 14 September 2025, bertempat di IPMI Institute di daerah Kalibata, Jakarta selatan. Acara ini dihadiri oleh para dokter, penyandang disabilitas, dan juga penyandang autoimun. Dengan dihadiri kurang lebih 100 orang peserta, acara tersebut berlangsung aktif dan seru. Banyak tanya jawab yang para peserta tanyakan serta dijawab oleh beberapa dokter ahli. Para orangtua yang memiliki anak penyandang disabilitas juga “berkonsultasi” dengan para narasumber sehingga jarak antara peserta dan narasumber terasa begitu akrab.

Pada kesempatan kali ini UP Perpustakaan Jakarta dan PDS HB Jassin menyediakan pojok baca berupa Audiobook, buku braile, buku-buku bertema kesehatan dan tentang mereka yang memiliki keterbatasan. Para peserta Tunanetra serta peserta lain juga sangat antusias mencoba berbagai koleksi audiobook serta buku-buku yang tersedia. Mereka mencoba alat audiobook, membaca buku-buku braile dan bertanya tentang koleksi yang dimiliki Perpustakaan Jakarta.

UP Perpustakaan Jakarta dan PDS HB Jassin berupaya untuk menumbuhkan semangat membaca dan berkontribusi mencegah Brain Fog yang ditandai dengan sulitnya berkonsentrasi, sering lupa, lambat berpikir dan lain sebagainya. Dokter Mohammad Kurniawan, Sp.S(K), FICA, M.Sc mengatakan Brain Fog atau kabut otak sendiri bisa dicegah dengan kebiasaan membaca buku fisik. Dengan membaca buku fisik secara rutin, mendengar dongeng ketika kecil, akan menstimulasi kinerja syaraf dalam otak sehingga bisa mencegah kabut otak atau brain fog.

Acara ini di tutup dengan pembacaan sepenggal novel yang ditulis dan dibacakan oleh Asma Nadia, seorang penulis yang telah menerbitkan lebih dari 60 buku. Kemudian penandatangan buku dan foto bersama dengan Asma Nadia oleh para peserta. Tentunya harapan akan meningkatnya minat baca. (Oleh: Rahajeng Gunadi)

Perpustakaan Literasi akses disabilitas

Jumat, 19 September 2025 | Thian Wisnu Isnanto 71x

In celebration of International Literacy Day on September 14th, 2025, the Inclusion Service team of Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumen Sastra H.B. Jassin took part in a seminar titled Invisible not Invincible: Stories in Motion, organized by Autoimun Indonesia in collaboration with Taman Kreativitas Keluarga Bintang and Yayasan Senyum Anak Indonesia. The event was held at IPMI Institute, Kalibata, Jakarta, also featured Asma Nadia, one of Indonesia’s famous female writers, who led a book discussion on her work that shares common themes with the seminar, and performance by Indonesia’s first blind Saman dance group, under the guidance of Pelita Monas.  At this insightful event, the Inclusion Service team was selected to be one of the contributors, setting up a reading corner and bringing along accessible collections from the Inclusion Service division to provide the reading materials. The collections included audiobooks of popular novels, Braille books with tactile illustrations, and conventional titles focusing on disability awareness and autoimmune conditions. The event highlighted an often-overlooked condition of brain fog.

 

What is brain fog?

The term brain fog has become popular since the COVID-19 pandemic. COVID-19 infection (Long COVID) can lead to a condition where these symptoms cloud the mind. Brain fog can affect someone’s cognitive functions, such as the ability to think clearly, remember, and focus on doing things. According to the experts of the seminar, brain fog is a common challenge for individuals with autoimmune conditions like lupus, multiple sclerosis, and fibromyalgia. It is highlighted that brain fog is mostly caused by problems in the brain. It can also happen to those who have diabetes and low blood sugar levels (hypoglycemia). Furthermore, certain mental health conditions like anxiety and depression can also trigger brain fog.

Meanwhile, on a daily basis, brain fog can happen because of poor nutrition and lack of sleep. Brain fog can significantly interrupt daily activities. It affects work performance, learning, and even conversations. This may create misunderstandings that often lead to frustration, as those who experience brain fog can sometimes be labeled as distracted or careless. As stated in the official website of Cleveland Clinic, someone who suffers from brain fog needs a longer time to process information and often faces trouble paying attention. On the other hand, brain fog has no exact duration of how long it will last. It may be different for different people who experience the symptoms. It can happen in a few days or weeks, even months or years for some cases. In the worst condition, brain fog may cause demensia.

 

How to get rid of brain fog?

One of the ways to get rid of brain fog is by living a healthy lifestyle in order to boost the immune system. There are some tips to improve a healthy lifestyle, such as eating nutritious meals, trying to get 30 minutes of physical activity every day, improving sleep quality by getting enough time to rest at night, and taking short breaks of around 30 minutes throughout the day to relax the brain and prevent overwork. If these tips do not work, individuals with brain fog symptoms may see a doctor to get further treatments and specific medications.

 

In conclusion, brain fog can happen to anyone, regardless of age, gender, or physical condition. Even the younger generation can suffer from the symptoms of brain fog. Therefore, it is highly essential to maintain a balance lifestyle, including adequate vitamin intake, proper sleep, regular exercise, and a healthy state of mind, to help reduce the risk of brain fog. (Written by: Khairunnisa Rahayu)

 

References

Cleveland Clinic. (N.D.) Brain fog: What it is, causes, symptoms & treatment. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/brain-fog

Alodokter. (2024). Sering lupa sesaat? Mungkin kamu mengalami brain fog. Alodokter. https://www.alodokter.com/sering-lupa-sesaat-mungkin-kamu-mengalami-brain-fog

Perpustakaan Literasi akses disabilitas

Selasa, 12 Agustus 2025 | Thian Wisnu Isnanto 78x

Jakarta--Unit Pengelola Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumen Sastra HB Jassin dengan bangga menggelar acara Senara (Senandung Aksara). Sebuah panggung ekspresi aksara yang menggabungkan sastra dengan irama musik yang membuat pengalaman membekas dan tidak terlupakan untuk kawan perpus dan kawula sastra . Acara ini di selenggarakan dengan menggabungkan berbagai genre musik, pembacaan puisi, musikalisasi puisi, dan ditutup dengan hiburan Band atau penyanyi kekinian. 

Senara (Senandung Aksara) di gelar di Pelataran Gedung Ali Sadikin Perpustakaan Jakarta pada 8 – 9 Agustus 2025. Semua orang berkesempatan untuk hadir untuk menyaksikan maupun ikut berdendang secara gratis. Selama dua hari pertunjukan antusiasme masyarakat, kawan perpus serta kawula sastra sangat bersemangat dan menyenangkan. Interaksi yang terjalin menghangatkan suasana sore hari menjelang petang di Taman Ismail Marzuki.

Senara (Senandung Aksara) menampilkan berbagai pengisi acara yang menarik dan unik. Sebagai pembuka di hari pertama tanggal 8 Agustus 2025 terdapat penampilan dari Tarrarin, yang mendendang bersama gitar akustiknya. Kemudian persembahan pembacaan puisi dari ibu Dharmawanita Persatuan Dispusip, Ibu Maskani Rambe, serta Zeezee Shahab. Tidak kalah seru penampilan musikalisasi puisi SMA 68 menambah warna juga kesan yang baik untuk acara ini. Kemudian di momen special sekaligus sebagai penutup acara di hari pertama Senara (Senandung Aksara), penampilan dari Wijaya 80 berhasil membuat semua yang hadir ikut berdendang bersama.

Pada hari kedua Senara di tanggal 9 Agustus 2025 pun tidak kalah serunya. Masih tetap bertabur pengisi acara yang menarik acara dibuka dengan penampilan Band Hursa. Kemudian penampilan adik-adik Teater Tanah Air yang dibawah bimbingan sastrawan Jose Rizal Manua yang penuh tarian dan pesan tersembunyi tentang Indonesia.

Musikalisasi puisi SMA 12 Jakarta pun mendendangkan puisi tentang Indonesia dengan suara merdu dan alunan musik yang kompak. Jodhie Yudono serta Devie Matahari adalah penampil yang magis seakan menyihir kawan perpus dan kawula sastra dengan penampilan dramatikal puisi dan musikalisasi puisi. Tepat menjelang petang dimana matahari hamper terbenam Donne Maula menutup acara dengan suara merdu khasnya yang membuat seluruh peserta acara bernyanyi bersama.

Senara dilaksanakan beberapa kali dalam setahun. Nantikan Senara selanjutnya dengan kejutan pengisi acara yang menghibur dan memberi kesan! (Oleh: Rahajeng Gunadi)

sastra perpustakaan jakarta PDS HB Jassin Senara

Selasa, 12 Agustus 2025 | Thian Wisnu Isnanto 71x

Jakarta--Dalam rangka memperingati 108 tahun H.B. Jassin dan untuk menghormati karya serta kiprah sang sastrawan, Unit Pengelola Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumen Sastra HB Jassin menggelar acara “Diskusi Peringatan 108 Tahun H.B. Jassin dan Pembukaan Pameran Ruang Sastra”. Acara ini diselenggarakan di selasar lantai 3 Gedung Ali Sadikin, Kamis, 31 Juli 2025, di Taman Ismail Marzuki. Dengan dihadiri oleh lebih dari 50 orang peserta diskusi. Acara dibuka oleh dua narasumber yaitu  Ayu Utami selaku aktivis, jurnalis, serta penulis, dan Yusuf Susilo yang merupakan penyair, wartawan, serta penulis.

Diskusi tersebut membahas tentang kenal lebih dekat sosok H.B. Jassin dalam perspektif kedua narasumber. Mengangkat tema “Peran dan eksistensi H.B Jassin Seorang Sastrawan dan Redaktur Media Masa”. Seperti yang dikutip oleh Ayu Utami bahwa H.B Jassin adalah “sumber mata air sastra” yang mampu menurunkan semangat intelektualnya kepada angkatan-angkatan di bawahnya.

Kemudian acara dilanjutkan dengan pembukaan pameran “Ruang Bicara Sastra” yang dilaksanakan di lantai 4 Perpustakaan PDS HB Jassin. Pembukaan pameran tersebut diawali oleh pemotongan pita oleh Dr. Nasruddin Djoko Surjono, SIP, S.T, MBA selaku Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta. Didampingi oleh Diki Lukman Hakim, S.Sos, M.M selaku kepala Unit Pengelola Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumen Sastra HB Jassin.

Pameran Ruang Bicara Sastra akan selalu ada setiap hari sejak 31 Juli 2025 sampai dengan 24 Agustus 2025. Harapannya pameran ini dapat membuka wawasan serta mengenal sosok sastrawan Indonesia yang karyanya akan selalu dikenang. Yuk kawan perpus dan kawula sastra luangkan waktu kalian untuk berkunjung ke  Pameran Ruang Bicara Sastra di lantai 4 Perpustakaan PDS HB Jassin. Sampai bertemu disini! (Oleh: Rahajeng Gunadi)

sastra perpustakaan jakarta PDS HB Jassin

Kamis, 6 Februari 2025 | Thian Wisnu Isnanto 361x

Jakarta, 31 Januari 2025 – Perpustakaan Cikini Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin melakukan program edukatif bagi mahasiswa dengan menggelar Workshop Mendeley: Skill Sitasi Mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam mengelola referensi dan sitasi secara cepat dan efisien menggunakan aplikasi Mendeley.

Dalam dunia akademik, sitasi yang baik dan benar merupakan elemen penting dalam penulisan karya ilmiah. Sayangnya, masih banyak mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam mengelola referensi dan menyusun daftar pustaka secara sistematis. Oleh karena itu, workshop ini hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan memberikan panduan praktis dalam menggunakan Mendeley, salah satu perangkat lunak manajemen referensi yang populer di kalangan akademisi.

Belajar Kelola Referensi dengan Mudah

Peserta workshop dibimbing secara langsung oleh mahasiswa magang program studi Ilmu Perpustakaan Universitas Diponegoro berpengalaman yang akan memberikan materi mulai dari dasar-dasar pengenalan Mendeley, cara mengimpor referensi, hingga bagaimana mengintegrasikannya dengan Microsoft Word untuk menyusun daftar pustaka secara otomatis. Dengan metode pembelajaran yang interaktif, mahasiswa dapat langsung mempraktikkan setiap langkah, sehingga mereka lebih mudah memahami penggunaan Mendeley dalam penelitian akademik.

Menambah Softskill Akademik Mahasiswa

Kegiatan ini tidak hanya membantu mahasiswa yang berkunjung di Perpustakaan Cikini Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin. Ini menghemat waktu dalam penulisan akademik, tetapi juga meningkatkan softskill mereka dalam mengelola informasi dan referensi ilmiah. Dengan menguasai Mendeley, mahasiswa dapat lebih percaya diri dalam menyusun tugas akhir, skripsi, maupun artikel ilmiah tanpa khawatir mengalami kesalahan dalam penyusunan sitasi.

Perpustakaan sebagai tempat inovasi dan pendidikan digital

Di tengah arus transformasi digital yang begitu cepat, peran perpustakaan tidak lagi terbatas sebagai tempat penyimpanan buku dan referensi cetak semata. Perpustakaan kini telah berevolusi menjadi pusat inovasi dan pendidikan digital yang mendukung kemajuan akademik dan literasi informasi. Melalui integrasi teknologi dan pendekatan pembelajaran yang inovatif, perpustakaan berkomitmen untuk menjawab tantangan zaman dengan menyediakan berbagai program yang relevan dan aplikatif.

Salah satu inisiatif terbaru yang telah diimplementasikan adalah Workshop Mendeley. Kegiatan ini dirancang sebagai program berkelanjutan yang tidak hanya memberikan pengetahuan tentang pengelolaan referensi digital, tetapi juga membuka peluang bagi mahasiswa dan peneliti untuk mengasah keterampilan praktis dalam riset dan penulisan ilmiah. Dengan memanfaatkan Mendeley, peserta dapat belajar cara mengorganisasi, menyimpan, dan menyusun referensi secara sistematis, sekaligus memanfaatkan fitur otomatisasi untuk mempermudah penyusunan daftar pustaka dalam berbagai format sitasi.

Editor: Vemas Bagas

Published: Thian Wisnu

Perpustakaan Wisata Literasi Workshop

Rabu, 30 Oktober 2024 | Thian Wisnu Isnanto 89x

Jakarta--Selama hampir dua pekan, Unit Pengelola Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumen Sastra H.  B. Jassin menyelenggarakan Pelatihan Preservasi dan Konservasi Koleksi Sastra bagi 30 orang ASN dan PJLP. Pelatihan ini melibatkan MANASSA (Masyarakat Pernaskahan Nusantara) yang merupakan organisasi profesi (keilmuan) guna menghimpun peneliti, peminat, dan pencinta pernaskahan. MANASSA sendiri telah melaksanakan kegiatan pengajaran, penelitian, dan kegiatan lain bagi pengembangan pengetahuan tentang pernaskahan sebagai sumbangan pada kebudayaan bangsa.

“Selama ini SDM (petugas) kita mempelajari preservasi koleksi dari pengalaman dan warisan kebiasaan semata, sehingga pengetahuan mereka masih sangat terbatas. Dalam analisis yang saya lakukan, Optimalisasi terhadap kapasitas SDM ini bisa menjadi langkah penting untuk memperbanyak koleksi sastra yang siap dilayangkan bagi masyarakat. Pengalaman MANASSA di bidang preservasi cukup komprehensif menjawab kebutuhan kita, baik dari sisi perpustakaan maupun kearsipan.”, terang Diki Lukman Hakim, Kepala Unit Pengelola Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumen Sastra H. B. Jassin, saat dikonfirmasi mengenai keterlibatan MANASSA.

            Pelatihan yang berlangsung 14 – 24 Oktober 2024 ini memuat materi tentang Konsep dan Prinsip Preservasi, Pengenalan tentang Komposisi Kertas dan Tinta, Faktor Penyebab Rusaknya Koleksi, Standar Sarana dan Prasarana dalam Preservasi, Ragam dan Teknik Penjilidan, Praktik Penjilidan, Tahapan dalam Sensus Koleksi, Praktik Melakukan Survei terhadap Koleksi, Tahapan dan Teknik Digitalisasi, Praktik Digitalisasi Koleksi, Teknik dan Praktik Konservasi Fisik, Kendala dalam Konservasi Fisik dan Non-Fisik, serta Etika dalam Pelestarian Koleksi.

           “Harapannya, kelak Pusat Dokumen Sastra H. B. Jassin bisa menjadi pusat sastra nasional. Melalui pelatihan ini, kita bisa belajar banyak dari para narasumber yang berpengalaman, termasuk mengenai sarana dan prasarana preservasi yang perlu kita lengkapi. Bertahap, berangkat dari hal yang mungkin bisa dikerjakan terlebih dahulu.”, pungkas Pak Diki yakin. (Agatha Febriany)

PDS HB Jassin preservasi konservasi