Jakarta, 26 September 2025, Karya Raya kembali hadir sebagai perayaan kreativitas anak-anak Indonesia. Mengusung tema yang berbeda setiap tahunnya, tahun ini Karya Raya 2025 mengangkat tema “The Depth of Creativity” untuk menunjukkan betapa dalamnya kreativitas anak-anak yang jika semakin diselami akan ditemukan banyak hal baru, unik, dan indah seperti bakat yang tersembunyi ataupun ekspresi dari hal-hal yang sebelumnya tidak terlihat.
Karya Raya adalah panggung kreativitas bagi anak-anak Indonesia. Inisiatif tahunan dari Bookabook dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta ini mengajak anak-anak mengubah imajinasi mereka menjadi buku bermakna. Semua karya bisa dinikmati di perpustakaan online Bookabook (byme.bookabook.id) dan dipamerkan langsung di Perpustakaan Jakarta. Puncaknya, Perayaan Karya Raya menghadirkan keseruan tanpa batas—dari Tell-a-tale Storytelling Contest hingga Lakukaryaku Booth—memberi anak-anak kesempatan memamerkan dan mempromosikan hasil karya mereka secara langsung.
Rangkaian Karya Raya 2025 dimulai dengan Pameran buku cerita karya anak di Perpustakaan Jakarta, 6 - 25 september 2025 dan dilanjutkan pada Perayaan di tanggal 26–28 September 2025, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Acara seremonial pembukaan Perayaan Karya Raya 2025 pada 26 September 2025 dibuka dan diresmikan oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Ibu Irene Umar bersama Founder Bookabook & Karya Raya Bapak Ernest Junius, dan dihadiri oleh sejumlah pejabat pemerintah antara lain Askesra Setda Provinsi DKI Jakarta Bapak Ali Maulana Hakim, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Bapak Nasruddin Djoko Surjono, Kepala Pusat Perbukuan, Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen Bapak Supriyatno, serta Kepala Perpustakaan Jakarta dan PDS HB Jassin Bapak Diki Lukman Hakim.
Pembukaan Karya Raya 2025 ditandai dengan penyerahan 100 buku pilihan untuk menjadi koleksi permanen perpustakaan kepada perwakilan sekolah, sekaligus penganugerahan MURI “Pameran Buku Karya Anak Terbanyak”.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Ibu Irene Umar menyampaikan, “Kami menyambut baik hadirnya inisiatif seperti Karya Raya yang menyediakan ruang ekspresi kreatif bagi anak-anak. Di tengah maraknya penggunaan gawai sejak usia dini, kegiatan
seperti ini menjadi alternatif yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga bermanfaat bagi tumbuh kembang anak. Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak penyelenggara yang telah menghadirkan program edukatif, kreatif, dan inklusif ini. Harapannya, Karya Raya dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak anak di berbagai daerah, mendorong lahirnya generasi yang imajinatif, percaya diri, dan cinta berkarya.”
Founder Bookabook dan Karya Raya, Bapak Ernest Junius, menambahkan, “Melalui Karya Raya, kami ingin memberikan anak-anak Indonesia panggung untuk menyalurkan imajinasi mereka, belajar menghargai proses berkarya, menemukan bakat mereka, dan membangun percaya diri. Kami bangga bisa menghadirkan Karya Raya bersama berbagai pihak, dari pemerintah hingga sektor swasta, untuk memastikan anak-anak memiliki wadah tepat mengekspresikan kreativitas mereka.”
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta, menekankan pentingnya literasi sejak dini bagi perkembangan anak. “Menumbuhkan literasi sejak kecil adalah kunci bagi anak-anak agar kreatif dan kritis. Karya Raya menjadi contoh nyata bagaimana literasi bisa dikemas secara menyenangkan dan kreatif. Anak-anak tidak hanya belajar membaca dan menulis, tetapi juga memahami nilai dari karya mereka sendiri, membangun percaya diri, dan menumbuhkan cinta pada buku sejak dini,” jelasnya.
Selama tiga hari pelaksanaan Perayaan Karya Raya 2025, para pengunjung dapat menikmati beragam hasil karya anak Indonesia sekaligus mengikuti aktivitas dan workshop yang seru dan edukatif. Beberapa di antaranya:
● Pameran 1.800 buku cerita karya anak, memecahkan rekor MURI
● Storytelling, menampilkan ratusan anak berekspresi melalui cerita
● Lakukaryaku Booth, di mana anak-anak bisa berjualan karya mereka dan memahami nilai dari karyanya
● Awarding Ceremony dengan kategori unik
● Graduation Day, bagi anak-anak yang berhasil menyelesaikan karyanya
● Beragam kegiatan edukatif dan menghibur, termasuk games, workshop, offi cial merchandise, hingga stamp-rally dengan claw-machine berhadiah
Awarding ceremony akan digelar pada Hari Sabtu, 27 September 2025 dengan berbagai kategori unik antara lain Creative Canvas Award, Giggle-licious Tale Award, Inspiration Spark Award, Imagination Wizard Award, Comic Champ Award, Character Crush Award, Serial Storyteller Award, dan Special Spotlight Award.
Hari terakhir, Minggu, 28 September, menandai puncak perayaan Graduation Day, di mana anak-anak yang berhasil menyelesaikan bukunya diundang ke panggung untuk menerima sertifi kat dan buku karya mereka sendiri.
Karya Raya 2025 didukung oleh Pusat Perbukuan Kemendikdasmen, Canva, OCBC, Toys Kingdom, Chupa Chups, Living English, Nestle, Jungle Juice dan masih banyak lagi. Acara semakin meriah dengan penampilan dari Quinn Salman, Glitter, dan Sogi Indra Dhuaja.
Partisipasi ribuan kreator cilik yang menemukan wadah berekspresi sekaligus mendapat apresiasi publik mempertegas pentingnya dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan sektor swasta. Karya Raya membuktikan bahwa kreativitas anak Indonesia merupakan aset berharga yang patut dirayakan.
Tentang Bookabook.id
Didirikan sejak 2017, Bookabook.id merupakan pelopor revolusi literasi anak Indonesia berbasis teknologi, yang menghadirkan personalisasi buku dan aplikasi edukatif. Misi kami adalah untuk mendukung anak-anak Indonesia melalui berbagai platform-buku, acara, dan sumber daya digital. Mendorong ekosistem inklusif yang bertujuan untuk memberdayakan anak-anak dengan alat yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan hari ini dan menjadi pemimpin inovatif di masa depan. Bookabook.id percaya bahwa membaca bukan sekadar kemampuan teknis. Generasi mendatang harus menjadi pembaca yang antusias dan kritis. Di bookabook.id, kami selalu berkomitmen untuk menciptakan buku anak-anak berkualitas, karena kami percaya bahwa minat baca harus dipupuk sejak dini. (M. Arief)
Jakarta, 7 Februari 2026 – Perpustakaan Cikini Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin bekerja sama dengan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Universitas Diponegoro menghadirkan kegiatan membaca nyaring dengan sasaran anak-anak bertajuk Little Stories, Big Dream. Suasana hangat dan penuh semangat mewarnai kegiatan ini yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 7 Februari 2026 di Bilik Cerita Anak Lantai 4, Perpustakaan Jakarta Cikini.
Acara ini menghadirkan Imran Laha sebagai narasumber, seorang editor sekaligus penulis buku anak yang memandu sesi membaca nyaring secara interaktif bersama anak-anak. Alur cerita disampaikan dengan ekspresif. Mereka pun diajak berpartisipasi aktif dalam diskusi singkat terkait isi cerita fabel dan pesan karakter yang terkandung di dalamnya. Usai kegiatan membaca nyaring selesai, Kak Imran Laha memberikan 20 buku anak-anak secara gratis kepada peserta sebagai bentuk dukungan literasi sejak dini. Pembagian buku ini disambut dengan penuh antusias oleh para peserta.
Di sela kegiatan acara, panitia juga mengadakan permainan "Mendekat, Menjauh, Kau Kutangkap" yang dirancang meriah dengan membentuk kelompok kecil beranggotakan dua orang, sebagai upaya melatih fokus dan bertujuan agar anak-anak dapat berinteraksi antara satu sama lain. Peserta yang aktif dalam permainan juga mendapatkan hadiah dari panitia.
Salah satu momen terbaik dari kegiatan acara ini adalah anak-anak mulai menuliskan mimpi dan harapan mereka pada kertas berbentuk buah apel dan lemon menggunakan spidol warna-warni yang telah disediakan, lalu menempelkannya pada Pohon Harapan. Selanjutnya, panitia mengajak anak-anak untuk secara sukarela berani menyampaikan cita-cita mereka di hadapan peserta lain.
Salah satu peserta, Adeva, mengungkapkan alasannya, “Aku bercita-cita jadi guru dan artis. Jadi guru karena ingin membuat orang lain pintar, sedangkan menjadi artis hanya karena keinginan pribadi.” Beberapa anak lainnya juga menyebutkan cita-cita seperti menjadi dokter anak, astronot, karyawan swasta, dan berbagai profesi lainnya.
Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan keberanian serta meningkatkan rasa percaya diri anak-anak dalam menyampaikan impian mereka di masa depan, sekaligus menjadi simbol motivasi untuk terus giat belajar. Ide kreatif ini digagas oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Universitas Diponegoro, yaitu Nikita Catriona, Rafie Budiansyah Ramadhan, Ade Muhammad Fawwaz, dan Alya Fazila.
Pada puncak penutup kegiatan, panitia menyerahkan plakat penghargaan kepada Kak Imran sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya dalam mendukung literasi anak, kemudian dilanjutkan dengan dokumentasi bersama seluruh peserta yang hadir. Melalui kegiatan Little Stories, Big Dream, menunjukkan peran perpustakaan menjadi ruang belajar yang ramah dan kreativitas tanpa batas secara inklusif bagi anak-anak.
Editor:Nikita Catriona
Dalam rangka memperingati Hari Literasi Internasional yang jatuh pada tanggal 8 September 2025, Autoimun Indonesia menggandeng beberapa perusahaan, instansi, serta komunitas lainnya menyelenggarakan sebuah seminar bertema “Invisible not Invincible, Stories in Motion”. Pada kesempatan kali ini pula Unit Pengelola Perpustakaan Jakarta dan PDS HB Jassin berkolaborasi serta mendukung acara tersebut dengan menyediakan pojok baca untuk para peserta.
Acara tersebut dilaksanakan pada tanggal 14 September 2025, bertempat di IPMI Institute di daerah Kalibata, Jakarta selatan. Acara ini dihadiri oleh para dokter, penyandang disabilitas, dan juga penyandang autoimun. Dengan dihadiri kurang lebih 100 orang peserta, acara tersebut berlangsung aktif dan seru. Banyak tanya jawab yang para peserta tanyakan serta dijawab oleh beberapa dokter ahli. Para orangtua yang memiliki anak penyandang disabilitas juga “berkonsultasi” dengan para narasumber sehingga jarak antara peserta dan narasumber terasa begitu akrab.
Pada kesempatan kali ini UP Perpustakaan Jakarta dan PDS HB Jassin menyediakan pojok baca berupa Audiobook, buku braile, buku-buku bertema kesehatan dan tentang mereka yang memiliki keterbatasan. Para peserta Tunanetra serta peserta lain juga sangat antusias mencoba berbagai koleksi audiobook serta buku-buku yang tersedia. Mereka mencoba alat audiobook, membaca buku-buku braile dan bertanya tentang koleksi yang dimiliki Perpustakaan Jakarta.
UP Perpustakaan Jakarta dan PDS HB Jassin berupaya untuk menumbuhkan semangat membaca dan berkontribusi mencegah Brain Fog yang ditandai dengan sulitnya berkonsentrasi, sering lupa, lambat berpikir dan lain sebagainya. Dokter Mohammad Kurniawan, Sp.S(K), FICA, M.Sc mengatakan Brain Fog atau kabut otak sendiri bisa dicegah dengan kebiasaan membaca buku fisik. Dengan membaca buku fisik secara rutin, mendengar dongeng ketika kecil, akan menstimulasi kinerja syaraf dalam otak sehingga bisa mencegah kabut otak atau brain fog.
Acara ini di tutup dengan pembacaan sepenggal novel yang ditulis dan dibacakan oleh Asma Nadia, seorang penulis yang telah menerbitkan lebih dari 60 buku. Kemudian penandatangan buku dan foto bersama dengan Asma Nadia oleh para peserta. Tentunya harapan akan meningkatnya minat baca. (Oleh: Rahajeng Gunadi)
In celebration of International Literacy Day on September 14th, 2025, the Inclusion Service team of Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumen Sastra H.B. Jassin took part in a seminar titled Invisible not Invincible: Stories in Motion, organized by Autoimun Indonesia in collaboration with Taman Kreativitas Keluarga Bintang and Yayasan Senyum Anak Indonesia. The event was held at IPMI Institute, Kalibata, Jakarta, also featured Asma Nadia, one of Indonesia’s famous female writers, who led a book discussion on her work that shares common themes with the seminar, and performance by Indonesia’s first blind Saman dance group, under the guidance of Pelita Monas. At this insightful event, the Inclusion Service team was selected to be one of the contributors, setting up a reading corner and bringing along accessible collections from the Inclusion Service division to provide the reading materials. The collections included audiobooks of popular novels, Braille books with tactile illustrations, and conventional titles focusing on disability awareness and autoimmune conditions. The event highlighted an often-overlooked condition of brain fog.
What is brain fog?
The term brain fog has become popular since the COVID-19 pandemic. COVID-19 infection (Long COVID) can lead to a condition where these symptoms cloud the mind. Brain fog can affect someone’s cognitive functions, such as the ability to think clearly, remember, and focus on doing things. According to the experts of the seminar, brain fog is a common challenge for individuals with autoimmune conditions like lupus, multiple sclerosis, and fibromyalgia. It is highlighted that brain fog is mostly caused by problems in the brain. It can also happen to those who have diabetes and low blood sugar levels (hypoglycemia). Furthermore, certain mental health conditions like anxiety and depression can also trigger brain fog.
Meanwhile, on a daily basis, brain fog can happen because of poor nutrition and lack of sleep. Brain fog can significantly interrupt daily activities. It affects work performance, learning, and even conversations. This may create misunderstandings that often lead to frustration, as those who experience brain fog can sometimes be labeled as distracted or careless. As stated in the official website of Cleveland Clinic, someone who suffers from brain fog needs a longer time to process information and often faces trouble paying attention. On the other hand, brain fog has no exact duration of how long it will last. It may be different for different people who experience the symptoms. It can happen in a few days or weeks, even months or years for some cases. In the worst condition, brain fog may cause demensia.
How to get rid of brain fog?
One of the ways to get rid of brain fog is by living a healthy lifestyle in order to boost the immune system. There are some tips to improve a healthy lifestyle, such as eating nutritious meals, trying to get 30 minutes of physical activity every day, improving sleep quality by getting enough time to rest at night, and taking short breaks of around 30 minutes throughout the day to relax the brain and prevent overwork. If these tips do not work, individuals with brain fog symptoms may see a doctor to get further treatments and specific medications.
In conclusion, brain fog can happen to anyone, regardless of age, gender, or physical condition. Even the younger generation can suffer from the symptoms of brain fog. Therefore, it is highly essential to maintain a balance lifestyle, including adequate vitamin intake, proper sleep, regular exercise, and a healthy state of mind, to help reduce the risk of brain fog. (Written by: Khairunnisa Rahayu)
References
Cleveland Clinic. (N.D.) Brain fog: What it is, causes, symptoms & treatment. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/brain-fog
Alodokter. (2024). Sering lupa sesaat? Mungkin kamu mengalami brain fog. Alodokter. https://www.alodokter.com/sering-lupa-sesaat-mungkin-kamu-mengalami-brain-fog
Jakarta--Unit Pengelola Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumen Sastra HB Jassin dengan bangga menggelar acara Senara (Senandung Aksara). Sebuah panggung ekspresi aksara yang menggabungkan sastra dengan irama musik yang membuat pengalaman membekas dan tidak terlupakan untuk kawan perpus dan kawula sastra . Acara ini di selenggarakan dengan menggabungkan berbagai genre musik, pembacaan puisi, musikalisasi puisi, dan ditutup dengan hiburan Band atau penyanyi kekinian.
Senara (Senandung Aksara) di gelar di Pelataran Gedung Ali Sadikin Perpustakaan Jakarta pada 8 – 9 Agustus 2025. Semua orang berkesempatan untuk hadir untuk menyaksikan maupun ikut berdendang secara gratis. Selama dua hari pertunjukan antusiasme masyarakat, kawan perpus serta kawula sastra sangat bersemangat dan menyenangkan. Interaksi yang terjalin menghangatkan suasana sore hari menjelang petang di Taman Ismail Marzuki.
Senara (Senandung Aksara) menampilkan berbagai pengisi acara yang menarik dan unik. Sebagai pembuka di hari pertama tanggal 8 Agustus 2025 terdapat penampilan dari Tarrarin, yang mendendang bersama gitar akustiknya. Kemudian persembahan pembacaan puisi dari ibu Dharmawanita Persatuan Dispusip, Ibu Maskani Rambe, serta Zeezee Shahab. Tidak kalah seru penampilan musikalisasi puisi SMA 68 menambah warna juga kesan yang baik untuk acara ini. Kemudian di momen special sekaligus sebagai penutup acara di hari pertama Senara (Senandung Aksara), penampilan dari Wijaya 80 berhasil membuat semua yang hadir ikut berdendang bersama.
Pada hari kedua Senara di tanggal 9 Agustus 2025 pun tidak kalah serunya. Masih tetap bertabur pengisi acara yang menarik acara dibuka dengan penampilan Band Hursa. Kemudian penampilan adik-adik Teater Tanah Air yang dibawah bimbingan sastrawan Jose Rizal Manua yang penuh tarian dan pesan tersembunyi tentang Indonesia.
Musikalisasi puisi SMA 12 Jakarta pun mendendangkan puisi tentang Indonesia dengan suara merdu dan alunan musik yang kompak. Jodhie Yudono serta Devie Matahari adalah penampil yang magis seakan menyihir kawan perpus dan kawula sastra dengan penampilan dramatikal puisi dan musikalisasi puisi. Tepat menjelang petang dimana matahari hamper terbenam Donne Maula menutup acara dengan suara merdu khasnya yang membuat seluruh peserta acara bernyanyi bersama.
Senara dilaksanakan beberapa kali dalam setahun. Nantikan Senara selanjutnya dengan kejutan pengisi acara yang menghibur dan memberi kesan! (Oleh: Rahajeng Gunadi)
Jakarta--Dalam rangka memperingati 108 tahun H.B. Jassin dan untuk menghormati karya serta kiprah sang sastrawan, Unit Pengelola Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumen Sastra HB Jassin menggelar acara “Diskusi Peringatan 108 Tahun H.B. Jassin dan Pembukaan Pameran Ruang Sastra”. Acara ini diselenggarakan di selasar lantai 3 Gedung Ali Sadikin, Kamis, 31 Juli 2025, di Taman Ismail Marzuki. Dengan dihadiri oleh lebih dari 50 orang peserta diskusi. Acara dibuka oleh dua narasumber yaitu Ayu Utami selaku aktivis, jurnalis, serta penulis, dan Yusuf Susilo yang merupakan penyair, wartawan, serta penulis.
Diskusi tersebut membahas tentang kenal lebih dekat sosok H.B. Jassin dalam perspektif kedua narasumber. Mengangkat tema “Peran dan eksistensi H.B Jassin Seorang Sastrawan dan Redaktur Media Masa”. Seperti yang dikutip oleh Ayu Utami bahwa H.B Jassin adalah “sumber mata air sastra” yang mampu menurunkan semangat intelektualnya kepada angkatan-angkatan di bawahnya.
Kemudian acara dilanjutkan dengan pembukaan pameran “Ruang Bicara Sastra” yang dilaksanakan di lantai 4 Perpustakaan PDS HB Jassin. Pembukaan pameran tersebut diawali oleh pemotongan pita oleh Dr. Nasruddin Djoko Surjono, SIP, S.T, MBA selaku Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta. Didampingi oleh Diki Lukman Hakim, S.Sos, M.M selaku kepala Unit Pengelola Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumen Sastra HB Jassin.
Pameran Ruang Bicara Sastra akan selalu ada setiap hari sejak 31 Juli 2025 sampai dengan 24 Agustus 2025. Harapannya pameran ini dapat membuka wawasan serta mengenal sosok sastrawan Indonesia yang karyanya akan selalu dikenang. Yuk kawan perpus dan kawula sastra luangkan waktu kalian untuk berkunjung ke Pameran Ruang Bicara Sastra di lantai 4 Perpustakaan PDS HB Jassin. Sampai bertemu disini! (Oleh: Rahajeng Gunadi)
Jakarta, 31 Januari 2025 – Perpustakaan Cikini Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin melakukan program edukatif bagi mahasiswa dengan menggelar Workshop Mendeley: Skill Sitasi Mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam mengelola referensi dan sitasi secara cepat dan efisien menggunakan aplikasi Mendeley.
Dalam dunia akademik, sitasi yang baik dan benar merupakan elemen penting dalam penulisan karya ilmiah. Sayangnya, masih banyak mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam mengelola referensi dan menyusun daftar pustaka secara sistematis. Oleh karena itu, workshop ini hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan memberikan panduan praktis dalam menggunakan Mendeley, salah satu perangkat lunak manajemen referensi yang populer di kalangan akademisi.
Belajar Kelola Referensi dengan Mudah
Peserta workshop dibimbing secara langsung oleh mahasiswa magang program studi Ilmu Perpustakaan Universitas Diponegoro berpengalaman yang akan memberikan materi mulai dari dasar-dasar pengenalan Mendeley, cara mengimpor referensi, hingga bagaimana mengintegrasikannya dengan Microsoft Word untuk menyusun daftar pustaka secara otomatis. Dengan metode pembelajaran yang interaktif, mahasiswa dapat langsung mempraktikkan setiap langkah, sehingga mereka lebih mudah memahami penggunaan Mendeley dalam penelitian akademik.
Menambah Softskill Akademik Mahasiswa
Kegiatan ini tidak hanya membantu mahasiswa yang berkunjung di Perpustakaan Cikini Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin. Ini menghemat waktu dalam penulisan akademik, tetapi juga meningkatkan softskill mereka dalam mengelola informasi dan referensi ilmiah. Dengan menguasai Mendeley, mahasiswa dapat lebih percaya diri dalam menyusun tugas akhir, skripsi, maupun artikel ilmiah tanpa khawatir mengalami kesalahan dalam penyusunan sitasi.
Perpustakaan sebagai tempat inovasi dan pendidikan digital
Di tengah arus transformasi digital yang begitu cepat, peran perpustakaan tidak lagi terbatas sebagai tempat penyimpanan buku dan referensi cetak semata. Perpustakaan kini telah berevolusi menjadi pusat inovasi dan pendidikan digital yang mendukung kemajuan akademik dan literasi informasi. Melalui integrasi teknologi dan pendekatan pembelajaran yang inovatif, perpustakaan berkomitmen untuk menjawab tantangan zaman dengan menyediakan berbagai program yang relevan dan aplikatif.
Salah satu inisiatif terbaru yang telah diimplementasikan adalah Workshop Mendeley. Kegiatan ini dirancang sebagai program berkelanjutan yang tidak hanya memberikan pengetahuan tentang pengelolaan referensi digital, tetapi juga membuka peluang bagi mahasiswa dan peneliti untuk mengasah keterampilan praktis dalam riset dan penulisan ilmiah. Dengan memanfaatkan Mendeley, peserta dapat belajar cara mengorganisasi, menyimpan, dan menyusun referensi secara sistematis, sekaligus memanfaatkan fitur otomatisasi untuk mempermudah penyusunan daftar pustaka dalam berbagai format sitasi.
Editor: Vemas Bagas
Published: Thian Wisnu
Jakarta--Selama hampir dua pekan, Unit Pengelola Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumen Sastra H. B. Jassin menyelenggarakan Pelatihan Preservasi dan Konservasi Koleksi Sastra bagi 30 orang ASN dan PJLP. Pelatihan ini melibatkan MANASSA (Masyarakat Pernaskahan Nusantara) yang merupakan organisasi profesi (keilmuan) guna menghimpun peneliti, peminat, dan pencinta pernaskahan. MANASSA sendiri telah melaksanakan kegiatan pengajaran, penelitian, dan kegiatan lain bagi pengembangan pengetahuan tentang pernaskahan sebagai sumbangan pada kebudayaan bangsa.
“Selama ini SDM (petugas) kita mempelajari preservasi koleksi dari pengalaman dan warisan kebiasaan semata, sehingga pengetahuan mereka masih sangat terbatas. Dalam analisis yang saya lakukan, Optimalisasi terhadap kapasitas SDM ini bisa menjadi langkah penting untuk memperbanyak koleksi sastra yang siap dilayangkan bagi masyarakat. Pengalaman MANASSA di bidang preservasi cukup komprehensif menjawab kebutuhan kita, baik dari sisi perpustakaan maupun kearsipan.”, terang Diki Lukman Hakim, Kepala Unit Pengelola Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumen Sastra H. B. Jassin, saat dikonfirmasi mengenai keterlibatan MANASSA.
Pelatihan yang berlangsung 14 – 24 Oktober 2024 ini memuat materi tentang Konsep dan Prinsip Preservasi, Pengenalan tentang Komposisi Kertas dan Tinta, Faktor Penyebab Rusaknya Koleksi, Standar Sarana dan Prasarana dalam Preservasi, Ragam dan Teknik Penjilidan, Praktik Penjilidan, Tahapan dalam Sensus Koleksi, Praktik Melakukan Survei terhadap Koleksi, Tahapan dan Teknik Digitalisasi, Praktik Digitalisasi Koleksi, Teknik dan Praktik Konservasi Fisik, Kendala dalam Konservasi Fisik dan Non-Fisik, serta Etika dalam Pelestarian Koleksi.
“Harapannya, kelak Pusat Dokumen Sastra H. B. Jassin bisa menjadi pusat sastra nasional. Melalui pelatihan ini, kita bisa belajar banyak dari para narasumber yang berpengalaman, termasuk mengenai sarana dan prasarana preservasi yang perlu kita lengkapi. Bertahap, berangkat dari hal yang mungkin bisa dikerjakan terlebih dahulu.”, pungkas Pak Diki yakin. (Agatha Febriany)
Kolaborasi menciptakan inspirasi. Sebuah hal mendasar bahwa Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumen Sastra HB Jassin membuka seluas-luasnya kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mengisi dan membangun literasi di Jakarta. Salah satu kolaborasi yang saat ini sedang berlangsung dan menjadi pusat perhatian adalah Pameran Buku Anak “Karya Raya”.
Karya raya mulai digagas pertama kali pada tahun 2022 oleh penerbit Bookabook yang akhirnya berhasil direalisasikan pada tahun 2023 bersama dengan Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumen Sastra HB Jassin. Konsep dari Karya Raya adalah memberikan wadah untuk anak-anak dalam berekspresi dan berkarya dalam bentuk cerita dan gambar, dimana hasil dari karya ini dikemas dan direalisasikan dalam sebuah eksibisi / pameran.
Pada tahun 2023, sebanyak 638 peserta dan 386 karya yang dipamerkan di Perpustakaan Jakarta selama kurang lebih 3 minggu. Rasa bangga dan bahagia anak-anak serta orangtua sangat jelas terlihat saat hasil karyanya dipamerkan di Perpustakaan Jakarta. Ernest Junius selaku founder mengatakan “Tidak mudah sejak awal kami memperkenalkan konsep Karya Raya ini. Itulah sebabnya kami melakukan penyebaran informasi melalui media sosial, kelas keliling gratis seperti di mall, komunitas, sekolah, dll. Tantangan utama dalam kegiatan ini adalah mengumpulkan karya dalam jumlah besar tentu membutuhkan tenaga pengajar berkeliling dan memakan waktu yang cukup lama. Sayangnya, literasi masih belum popular untuk dilirik jika kita mencari dukungan terselenggaranya acara ini. Namun kami bersyukur masih banyak yang turut serta termasuk dukungan paling besar dari Perpustakaan Jakarta”.
Pada tahun 2023, Karya Raya mendapat apresiasi dari MURI dengan pencatatan rekor Pameran Buku Karya Anak Terbanyak. Hasil ini menjadi jalan terang untuk membuktikan bahwa literasi bisa sama-sama kita perjuangkan dengan memberikan wadah yang tepat bagi anak-anak untuk menumbuhkan budaya membaca.
Tahun 2024 ini, Karya Raya Kembali digelar. Dengan jumlah lebih dari 1.000 peserta dan 610 karya anak berhasil dipamerkan di Perpustakaan Jakarta pada tanggal 7 – 26 September 2024. Rangkaian kegiatan Karya Raya tidak hanya terbatas pada pameran, tetapi juga diisi dengan berbagai aktivitas yang bisa diikuti anak-anak setiap hari Sabtu dan Minggu. Read Aloud, Donut Decorating, Art Decorating, dan Sushi Making, adalah kegiatan rutin yang bisa diikuti oleh seluruh anak selama eksibisi ini berlangsung. (Fenty Afriyeni)
Jakarta--Masih banyak pertanyaan apakah ke Perpustakaan Jakarta dan PDS HB Jassin masih perlu reservasi? jawabannya tidak. Jika kita bertolak ke dua tahun silam, Perpustakaan Jakarta dan HB Jassin menerapkan reservasi karena dampak dari covid-19. Sehingga perlu dilakukan pembatasan untuk pengunjung di dalam Perpustakaan dengan batas maksimal 600 orang.
Namun seiring berjalannya waktu, dengan animo yang begitu besar dari masyarakat, dan sudah berakhirnya masa pandemi Covid-19, Perpustakaan Jakarta dan PDS HB Jassin ingin memberikan kemudahan bagi masyarakat Jakarta dengan tidak membatasi kunjungan dengan tanpa reservasi.
Kepala UP Perpustakaan Jakarta dan PDS HB Jassin, Diki Lukman Hakim mengatakan hal ini merupakan bentuk keterbukaan Perpustakaan Jakarta dalam menyerap aspirasi dan kebutuhan masyarakat. Beberapa kebijakan lainnya seperti diperbolehkan air mineral untuk dibawa masuk juga salah satu diskresi dari kebijakan sebelumnya. Melihat banyaknya pengunjung yang kesulitan harus kembali ke loker jika ingin minum. “Kami sudah menambahkan beberapa dispenser di beberapa spot,” tambahnya.
Tombol reservasi yang masih ada di Aplikasi Jaklitera digunakan untuk Event besar yang membutuhkan pembatasan kunjungan, salah satunya yang paling digandrungi dan masih menjadi acara yang selalu dinanti para anggota perpustakaan adalah Night at The Library. Kegiatan yang mengemas konser musik, standup comedy, dan booktalk menjadi satu.
Dengan dihapusnya aturan reservasi ini, kunjungan perpustakaan meningkat drastis, tercatat kunjungan menembus angka 3500 orang dalam satu hari, tepatnya di hari Sabtu. “Puncak kunjungan sering terjadi di Jumat, Sabtu dan Minggu, karena di 3 hari ini kami memperpanjang jam layanan hingga pukul 20.00,” kata Fenty, selaku Pustakawan Perpustakaan Jakarta dan PDS HB Jassin.
Namun, dengan bertambahnya kunjungan, dampak negatifnya adalah sulit untuk menemukan bangku kosong. Berdasarkan data yang kami dapat, jumlah bangku yang tersedia di area baca hanya 450, diluar area lesehan. Tak jarang kita melihat pemandangan para pengunjung yang duduk-duduk asyik melantai (lesehan-Red) sambil membaca atau mengerjakan tugas tanpa terganggu dengan keadaan mereka.
Pihak Perpustakan Jakarta dan PDS HB Jassin sudah berupaya dengan menambahkan beberapa bangku dari Dispusip dan beberapa spot-spot kosong digelar karpet puzzle untuk menambah area baca, namun tetap saja, tidak dapat mengcover semua pengunjung. Ini membuktikan bahwa Perpustakaan Jakarta dan PDS HB Jassin telah berhasil menjadikan dirinya sebagai ruang ketiga dan sesuai dengan hastagnya yakni #sedekatItu (Thian)