Jakarta Utara (28/09/2026) — Dalam rangka mengoptimalisasikan kualitas layanan publik khususnya dalam menumbuhkan budaya gemar membaca, pemerintah hadir melalui berbagai langkah strategis untuk memperkuat kesadaran literasi. Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Utara yang diberi amanah oleh Wali Kota Jakarta Utara dalam setiap pekan menyelenggarakan Pentas Literasi tepatnya pada Senin, 28 September 2026 bertema “Bantuan Sosial di Kalangan Pelajar” berkolaborasi dengan Suku Dinas Sosial Kota Administrasi Jakarta Utara diikuti oleh 30 Pelajar SMPN 277 yang bertempat di Kantor Walikota Jakarta Utara, Pojok Baca Digital (POCADI) mulai pukul jam 08.00 sampai jam 11.00 WIB.
Kegiatan diawali dengan pengenalan Layanan Perpustakaan baik Perpustakaan Stationary atau Perpustakaan Keliling, serta tata cara peminjaman buku dan berbagai agenda seru mencakup Roadshow Workshop Membaca, Baca Jakarta, Lomba Menulis, Hanjaba dan lainnya yang bisa diikuti pelajar. Aktivitas ini menjadi pintu masuk dalam mengenalkan perpustakaan sebagai ruang tumbuh kembang, fasilitas yang memadai, dan akses terbuka bagi siapapun.
Memasuki sesi materi, narasumber Tim Penyuluh Sosial diantaranya yang paling vokal Ibu Gus memberikan paparan mengenai program Bantuan Sosial (Bansos), mencakup dua skema utama dari Pusat dan Pemda. Khusus di Jakarta, terdapat program unggulan Bansos Pemenuhan Kebutuhan Dasar (PKD) yang mencakup Kartu Anak Jakarta (KAJ), Kartu Lansia Jakarta (KLJ), serta Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ) bagi warga yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) golongan 1 sampai 4. Narasumber menjelaskan bahwa setiap program memiliki kriteria ketat, seperti batasan usia anak 0 hingga 6 tahun untuk KAJ, usia minimal 60 tahun tanpa status pensiunan PNS untuk KLJ, serta kriteria keterbatasan fisik atau mental bagi penerima KPDJ yang berdomisili di DKI Jakarta.
Selain mengenalkan program bansos PKD, peserta juga diberikan pemahaman mengenai perbedaan bantuan yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan, termasuk manfaatnya bagi pelajar dan keluarga. Bantuan Dinas Sosial berfokus pada jaring pengaman sosial makro untuk meringankan beban ekonomi keluarga prasejahtera, sementara Dinas Pendidikan berfokus secara spesifik untuk menjamin akses belajar dan mencegah anak putus sekolah melalui program bantuan pendidikan. Sinergi lintas instansi ini diharapkan mampu memastikan segala bantuan yang telah diberikan tepat sasaran sehingga para pelajar dapat terus mengenyam pendidikan yang berkualitas tanpa terkendala faktor ekonomi keluarga. Melalui kegiatan ini, pelajar diharapkan dapat memahami informasi bantuan pemerintah secara tepat dan dapat menyebarluaskan informasi yang sesuai kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
Sesi selanjutnya diisi dengan kuis edukatif yang menjadi bagian dari rangkaian akhir acara. Peserta diajak menguji pemahaman terkait materi bantuan sosial yang telah disampaikan. Kemudian peserta yang dapat menjawab dengan tepat memperoleh souvenir sebagai bentuk apresiasi. Kegiatan ini berlangsung secara interaktif dan memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengingat kembali informasi yang telah diperoleh selama kegiatan.
Di akhir kegiatan, peserta, narasumber, dan panitia melakukan foto bersama sebagai dokumentasi sekaligus penanda berakhirnya acara dalam mendukung peningkatan literasi di Jakarta Utara.