Semarak Kemerdekaan melalui Roadshow Literasi di SDN Petojo Utara 01
Semarak peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tidak hanya dirayakan melalui berbagai kegiatan seremonial, tetapi juga diisi dengan aktivitas yang memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar, berkreasi, dan menumbuhkan semangat kebersamaan. Salah satunya melalui kegiatan Roadshow Literasi yang dilaksanakan oleh Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jakarta Pusat di SDN Petojo Utara 01, Kamis (20/8) pagi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Semarak Kemerdekaan sekaligus upaya menghadirkan literasi secara lebih dekat dengan lingkungan sekolah. Melalui pendekatan yang menyenangkan dan interaktif, para siswa diajak mengenal literasi bukan sebagai kegiatan yang kaku, melainkan sebagai aktivitas yang dapat dilakukan dengan gembira, penuh rasa ingin tahu, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Seksi Perpustakaan Sudin Pusip Jakarta Pusat. Dalam sambutannya, ia mengajak para siswa untuk menjadikan membaca sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari. Menurutnya, membaca bukan hanya tentang memahami tulisan dalam buku, tetapi juga menjadi pintu untuk mengenal dunia yang lebih luas, menemukan pengetahuan baru, membangun imajinasi, serta melatih anak untuk berpikir dan menyampaikan gagasan.
Ia juga mengaitkan semangat membaca dan belajar dengan momentum kemerdekaan. Menurutnya, perjuangan mengisi kemerdekaan pada masa kini dapat dilakukan melalui hal-hal sederhana, salah satunya dengan menjadi anak yang rajin belajar, gemar membaca, memiliki rasa ingin tahu, serta berani mengembangkan potensi diri.
Pesan tersebut kemudian diterjemahkan dalam suasana kegiatan yang lebih cair dan menyenangkan bersama Kak Faqih. Kehadiran Kak Faqih berhasil menciptakan interaksi yang hangat dengan para siswa. Melalui gaya penyampaian yang komunikatif, ekspresif, dan dekat dengan dunia anak, para siswa diajak untuk terlibat secara aktif dalam berbagai aktivitas literasi.
Tidak sekadar menjadi pendengar, siswa diberikan kesempatan untuk berinteraksi, menjawab pertanyaan, menyampaikan pendapat, serta mengekspresikan ide dan imajinasinya. Momen-momen tersebut membuat suasana kegiatan menjadi hidup. Tawa, respons spontan, dan keberanian siswa untuk tampil menjadi bagian dari keceriaan roadshow pagi itu.
Kegiatan bersama Kak Faqih juga menunjukkan bahwa literasi dapat dikemas melalui berbagai pendekatan kreatif. Anak-anak tidak harus selalu duduk diam membaca halaman demi halaman untuk belajar. Mereka dapat belajar melalui cerita, percakapan, permainan, pengalaman, maupun aktivitas kreatif lainnya.
Melalui kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan pada pemahaman bahwa literasi adalah kemampuan untuk menyerap informasi, memahami, berpikir kritis, berkomunikasi, sekaligus mengolah pengetahuan menjadi gagasan dan karya. Dengan demikian, budaya literasi dapat tumbuh secara alami karena anak merasa bahwa membaca dan belajar merupakan aktivitas yang menyenangkan.
Antusiasme siswa SDN Petojo Utara 01 terlihat sejak awal hingga kegiatan berakhir. Mereka mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh perhatian sekaligus keceriaan. Interaksi yang terbangun antara narasumber dan siswa membuat kegiatan terasa seperti ruang bermain dan belajar bersama.
Bagi sekolah, kegiatan seperti ini juga menjadi momentum untuk memperkuat budaya membaca di lingkungan pendidikan. Kehadiran Sudin Pusip Jakarta Pusat di sekolah diharapkan dapat memberikan pengalaman baru bagi siswa sekaligus memperkenalkan bahwa perpustakaan dan berbagai kegiatan literasi merupakan bagian yang dekat dengan kehidupan mereka.
Roadshow literasi juga menjadi salah satu bentuk kolaborasi dalam membangun ekosistem literasi yang dimulai dari lingkungan terdekat anak. Sekolah, keluarga, perpustakaan, pemerintah, komunitas, dan berbagai pihak memiliki peran yang saling melengkapi dalam menciptakan lingkungan yang mendorong anak untuk membaca, belajar, bertanya, dan berkarya.
Momentum HUT Kemerdekaan RI ke-81 menjadi semakin bermakna ketika semangat perjuangan diterjemahkan ke dalam kegiatan yang relevan bagi generasi muda. Jika dahulu para pahlawan berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan, maka generasi saat ini memiliki tugas untuk mengisi kemerdekaan dengan ilmu pengetahuan, kreativitas, karakter, dan karya positif.
Dari lingkungan sekolah, semangat tersebut dapat dimulai dengan membangun kebiasaan sederhana: membaca buku, berani bertanya, mau mencoba hal baru, menghargai pendapat teman, serta tidak takut untuk menuangkan ide menjadi sebuah karya.
Roadshow Literasi di SDN Petojo Utara 01 menjadi pengingat bahwa kemerdekaan juga berarti memiliki kesempatan untuk belajar, bermimpi, dan berkembang. Anak-anak diberikan ruang untuk mengenal dunia melalui buku, mengembangkan imajinasi melalui cerita, serta menemukan keberanian untuk mengekspresikan diri.
Melalui kegiatan ini, Sudin Pusip Jakarta Pusat terus membawa semangat literasi lebih dekat kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Karena membangun budaya literasi tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Ia dapat tumbuh dari satu buku yang dibaca, satu cerita yang didengarkan, satu pertanyaan yang diajukan, dan satu anak yang mulai berani berkata, “Saya ingin tahu lebih banyak.”
Dari membaca tumbuh pengetahuan, dari imajinasi lahir kreativitas, dan dari anak-anak yang gemar belajar, tumbuh generasi Indonesia yang siap mengisi kemerdekaan dengan karya.