Jakarta Pusat – Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat melalui Perpustakaan Jakarta Pusat menyelenggarakan Roadshow Workshop Membaca bertajuk “Menulis Esai yang Asik” sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Semarak Peringatan Kemerdekaan. Kegiatan ini berlangsung di SMAN 77 Jakarta, pada Rabu (12/8), dengan melibatkan 75 orang siswa sebagai peserta.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan minat baca sekaligus mendorong kemampuan literasi tulis di kalangan pelajar. Melalui workshop, peserta tidak hanya diajak untuk membaca, tetapi juga memahami bagaimana gagasan, pengalaman, dan pandangan terhadap berbagai persoalan dapat dituangkan menjadi tulisan esai yang menarik.
Roadshow Workshop Membaca dibuka oleh Kepala Seksi Perpustakaan Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat, Noor Muchyadi yang hadir mewakili Kepala Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat. Dalam sambutannya disampaikan bahwa kemampuan membaca dan menulis merupakan bagian penting dari keterampilan literasi yang perlu terus dikembangkan, khususnya di kalangan generasi muda.
“Menulis bukan hanya tentang merangkai kata, tetapi juga bagaimana kita menyampaikan gagasan dan sudut pandang. Karena itu, melalui kegiatan seperti ini diharapkan para pelajar semakin percaya diri untuk membaca, berpikir kritis, dan menuangkan pemikirannya dalam bentuk tulisan,” ujar Noor Muchyadi dalam sambutannya.
Workshop ini menghadirkan tiga narasumber yang memiliki pengalaman di bidang kepenulisan dan literasi, yaitu Graece Tanus dan Stebby Julionatan, yang merupakan penulis dan pegiat literasi dari Komunitas RuangMenulis.ID. Ketiganya memberikan materi dan berbagi pengalaman mengenai proses menulis esai, mulai dari menemukan ide, membangun sudut pandang, menyusun gagasan, hingga menghasilkan tulisan yang menarik.
Dengan mengusung tema “Menulis Esai yang Asik”, materi disampaikan secara interaktif agar peserta dapat melihat bahwa menulis esai tidak harus menjadi aktivitas yang rumit atau membosankan. Peserta diajak mengenali berbagai hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sebagai sumber ide tulisan serta memahami pentingnya memiliki pendapat dan sudut pandang dalam sebuah tulisan.
Antusiasme peserta terlihat selama berlangsungnya kegiatan. Para siswa mengikuti pemaparan narasumber, berdiskusi, serta mendapatkan kesempatan untuk menggali lebih jauh mengenai dunia kepenulisan dan literasi.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran perpustakaan sebagai ruang belajar yang tidak hanya menyediakan bahan bacaan, tetapi juga menjadi tempat bertumbuhnya kreativitas, pengetahuan, dan kemampuan masyarakat dalam mengolah informasi. Melalui program roadshow workshop membaca, Perpustakaan Jakarta Pusat berupaya mendekatkan kegiatan literasi kepada masyarakat, khususnya pelajar di berbagai satuan pendidikan di wilayah Jakarta Pusat.