Jakarta Pusat – Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya literasi melalui penyelenggaraan Pelatihan Menulis yang dilaksanakan secara virtual pada Kamis (30/7). Mengusung tema "Dari Gagasan dan Coretan: Tips dan Trik Jadi Novel Bergambar", kegiatan ini diikuti oleh siswa dan siswi dari berbagai jenjang pendidikan di wilayah Jakarta Pusat serta masyarakat umum yang memiliki minat dalam dunia kepenulisan.
Pelatihan ini menjadi salah satu wadah bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan menulis secara kreatif dengan memadukan kekuatan cerita dan ilustrasi. Novel bergambar dipilih sebagai tema karena mampu menjadi media yang menarik untuk menyampaikan ide, membangun imajinasi, sekaligus menumbuhkan minat baca dan menulis di kalangan anak-anak dan remaja.
Dalam kegiatan yang berlangsung interaktif ini, peserta memperoleh wawasan langsung dari para narasumber yang merupakan praktisi sekaligus juri Lomba Menulis Tingkat Kota Administrasi Jakarta Pusat Tahun 2026 jenjang SMP/MTs, yaitu Kak Aio, Kak Dewitrik, dan Kak Aisha Habir. Ketiganya merupakan sosok yang berpengalaman dan profesional di bidang literasi, kepenulisan, serta pengembangan kreativitas anak dan remaja. Melalui pengalaman mereka sebagai penulis, pegiat literasi, dan dewan juri, para narasumber membagikan berbagai tips dan trik dalam menemukan ide cerita, membangun karakter, menyusun alur yang menarik, hingga mengombinasikan kekuatan narasi dengan ilustrasi agar menghasilkan novel bergambar yang inspiratif dan berkesan.
Kepala Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat, Wahyu Prabowo, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari strategi pembinaan literasi yang dilakukan secara berkelanjutan untuk melahirkan generasi yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu menghasilkan karya-karya kreatif.
"Melalui pelatihan menulis ini, kami ingin memberikan ruang bagi anak-anak, remaja, dan masyarakat untuk mengembangkan potensi serta keberanian dalam menuangkan gagasan menjadi sebuah karya," ujar Wahyu Prabowo.
Ia juga menambahkan bahwa pelatihan menulis ini merupakan salah satu upaya nyata Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat dalam mendukung lahirnya generasi muda yang kreatif, ekspresif, dan memiliki budaya literasi yang kuat. Menulis tidak sekadar merangkai kata, tetapi juga menjadi sarana untuk menuangkan gagasan, menyampaikan perasaan, mengasah kemampuan berpikir kritis, serta membangun dunia melalui cerita yang inspiratif.
Kolaborasi antara narasi dan ilustrasi dalam novel bergambar juga membuka ruang yang lebih luas bagi peserta untuk mengeksplorasi kreativitas. Perpaduan keduanya mampu menghadirkan pengalaman membaca yang lebih menarik, membantu menyampaikan pesan secara lebih efektif, serta mendorong peserta berani mengekspresikan ide-ide mereka melalui karya yang orisinal.
Penyelenggaraan pelatihan ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat dalam meningkatkan kualitas literasi masyarakat. Setelah menghadirkan para juri lomba menulis jenjang SMP/MTs sebagai narasumber pada sesi kali ini, pelatihan menulis dengan tema-tema menarik lainnya akan terus dilaksanakan pada kesempatan mendatang dengan melibatkan para dewan juri dari jenjang lainnya. Melalui kolaborasi tersebut, peserta diharapkan dapat memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai dunia kepenulisan sesuai karakteristik setiap jenjang usia, sekaligus mendapatkan inspirasi langsung dari para praktisi literasi yang kompeten di bidangnya.
Ke depan, Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat akan terus menghadirkan berbagai program literasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sehingga perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi ruang belajar, berkarya, berkolaborasi, dan melahirkan penulis-penulis muda yang siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui karya-karya terbaiknya. Melalui kegiatan-kegiatan seperti ini, diharapkan semakin banyak generasi muda yang terdorong untuk berani menuangkan ide, mengasah kreativitas, serta menjadikan menulis sebagai budaya yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan sehari-hari.