Dari Mimpi Jadi Aksi: Duta Baca Jakarta Pusat Ajak Siswa SDN Kebon Kosong 13 Berani Bercerita Tentang Cita-Cita
Noor Muchyadi Dilihat sebanyak 35x

Dari Mimpi Jadi Aksi: Duta Baca Jakarta Pusat Ajak Siswa SDN Kebon Kosong 13 Berani Bercerita Tentang Cita-Cita
Kak Yudhi Bagastian Duta Baca Bicara: Dari Mimpi Jadi Aksi
Kak Yudhi Bagastian Duta Baca Bicara: Dari Mimpi Jadi Aksi
Antusias Anak - Anak dalam Mendengar Kak Yudhi Bagastian
Apresiasi yang diberikan kepada peserta terpilih
Apresiasi yang diberikan kepada peserta terpilih

Jakarta Pusat, 15 September 2026 – Setiap anak memiliki mimpi. Ada yang ingin menjadi dokter, guru, atlet, pilot, kreator konten, atau mungkin sesuatu yang belum bisa mereka sebutkan dengan pasti. Di SDN Kebon Kosong 13, mimpi-mimpi itu menjadi bagian dari kegiatan literasi yang dikemas dalam suasana bermain, bercerita, dan berbagi bersama Duta Baca Jakarta Pusat 2026, Kak Yudhi Bagastian, Selasa (15/9).

Kegiatan bertajuk “Duta Baca Goes to SDN Kebon Kosong 13” ini merupakan bagian dari program Pemberdayaan Duta Baca Jakarta Pusat Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat. Diikuti oleh siswa kelas 4, 5, dan 6, kegiatan dimulai pukul 08.30 WIB di Aula SDN Kebon Kosong 13 dan berlangsung secara interaktif.

Kegiatan diawali dengan ice breaking untuk membangun suasana yang lebih cair sekaligus mengajak siswa memusatkan perhatian pada rangkaian acara. Suasana semakin akrab ketika siswa mengikuti sesi “Berkisah: Kisah Si Pemimpi”. Cerita yang dibawakan berdasarkan kisah nyata tersebut menjadi inspirasi bagi anak-anak untuk berani bermimpi dan berani bercerita tentang mimpi dan cita-cita yang mereka miliki.

Setelah itu, Kak Yudhi mengajak siswa melihat bahwa cita-cita dari sisi yang lebih nyata melalui sesi “Duta Baca Bicara: Dari Mimpi Jadi Aksi”. Memiliki mimpi bukan hanya tentang menentukan ingin menjadi apa, tetapi juga tentang usaha dan langkah yang dapat dilakukan untuk mewujudkannya. 

Keseruan berlanjut dengan “Permainan Bola Mimpi”. Pada permainan ini, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok terdiri dari sekitar 10 orang. Perwakilan dari masing-masing kelompok mendapat kesempatan untuk maju serta menceritakan cita-cita serta mimpi mereka di depan teman-temannya. Permainan ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk berlatih berbicara dan berani mengungkapkan apa yang mereka inginkan. Peserta yang mampu menceritakan cita-cita dan mimpinya dengan baik mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi. 

Mimpi yang telah dibicarakan kemudian dituangkan melalui “Jurnal Mimpiku”. Pada jurnal tersebut, siswa diminta menuliskan cita-cita dan harapan yang ingin mereka capai, sehingga dapat memberi mereka kesempatan untuk mengenali dan mengabadikan mimpi tersebut melalui tulisan.

Selain rangkaian kegiatan bersama Duta Baca, MOLI (Mobil Literasi) turut hadir di SDN Kebon Kosong 13. Para siswa dapat melihat berbagai koleksi buku yang tersedia dan memanfaatkannya untuk membaca. Rangkaian kegiatan tersebut memperkenalkan literasi melalui pengalaman yang dekat dengan dunia anak. Membaca, mendengarkan cerita, bermain, berbicara, dan menulis menjadi satu rangkaian yang saling melengkapi. Anak-anak tidak hanya diajak mengenal buku, tetapi diberi ruang untuk mengenal dirinya sendiri, menyampaikan mimpi, dan mulai memikirkan langkah untuk mencapainya. 

“Dari Mimpi Menjadi Aksi” akhirnya bukan sekadar tema kegiatan. Pesan itu menjadi pengingat sederhana bagi anak-anak bahwa setiap mimpi layak diceritakan, dan setiap cita-cita membutuhkan keberanian serta usaha untuk diwujudkan.

Raihan Khalis
Mahasiswa Universitas BSI - Magang

 


Perpustakaan Duta Baca Jakarta Pusat Mimpi Jadi Aksi