Jakarta — Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Sudin Pusip) Jakarta Barat menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Perpustakaan Sekolah bagi pengelola perpustakaan jenjang SD dan SMP se-Jakarta Barat. Kegiatan yang berlangsung pada 4–7 Agustus 2026 tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan mengacu pada Standar Nasional Perpustakaan (SNP).
Kegiatan Bimtek diikuti oleh sebanyak 230 pengelola perpustakaan sekolah dari jenjang SD dan SMP. Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi dua tahap, yaitu pada 4–5 Agustus 2026 bagi pengelola perpustakaan SD dan 6–7 Agustus 2026 bagi pengelola perpustakaan SMP.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Seksi Perpustakaan Sudin Pusip Jakarta Barat, Suhaena. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa perpustakaan sekolah tidak sekadar menjadi tempat penyimpanan koleksi buku, tetapi juga berperan sebagai pusat pembelajaran, pusat informasi, serta ruang tumbuhnya budaya literasi di lingkungan sekolah.
“Peran pengelola perpustakaan sangat strategis dalam menciptakan layanan yang menarik dan inovatif, serta mampu mendorong peserta didik untuk gemar membaca, berpikir kritis, dan memiliki kemampuan literasi yang baik,” ujar Suhaena.
Bimtek menghadirkan empat narasumber yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang perpustakaan dan literasi. Narasumber pertama, Desi Mardianingsih, Pustakawan Ahli Madya Perpustakaan Nasional RI, menyampaikan materi mengenai Akreditasi Perpustakaan Sekolah/Madrasah.
Selanjutnya, Destiya Puji Prabowo, Pustakawan Ahli Madya Perpustakaan Nasional RI, memberikan materi tentang Pengelolaan Koleksi Perpustakaan.
Materi berikutnya disampaikan oleh Mohachamad Ariyo Faridh Zidni, pustakawan sekaligus praktisi dongeng Indonesia, yang membawakan materi mengenai Inovasi dan Program Perpustakaan Sekolah.
Sementara itu, Fifi Meilani, Pranata Komputer dari Perpustakaan Nasional RI, menyampaikan materi mengenai Sistem Otomasi Perpustakaan, khususnya pemanfaatan aplikasi INLISLite dalam mendukung pengelolaan perpustakaan.
Melalui kegiatan Bimtek ini, para pengelola perpustakaan sekolah di lingkungan Kota Administrasi Jakarta Barat diharapkan semakin memahami tata kelola perpustakaan sesuai standar yang berlaku. Selain itu, perpustakaan sekolah diharapkan mampu terus mengembangkan potensi sebagai sumber belajar dan pusat kegiatan literasi bagi seluruh warga sekolah.
Upaya memajukan perpustakaan sekolah membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak, tidak hanya pengelola perpustakaan, tetapi juga kepala sekolah, guru, komite sekolah, serta seluruh warga sekolah. Dengan pengelolaan yang baik dan inovatif, perpustakaan diharapkan semakin mampu mendukung terwujudnya budaya literasi dan pembelajaran sepanjang hayat di lingkungan sekolah. (NT)