Sebelum berbentuk lembaga, Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) H.B. Jassin awalnya adalah dokumentasi sastra milik Hans Bague Jassin pribadi, yang bermula dari kegiatan hobi Jassin sejak tahun yang dengan tekun mengumpulkan antara lain: buku harian, tulisan-tulisan beliau dalam media massa, maupun surat-surat dan foto pribadi. Kemudian di masa penjajahan Belanda dan Jepang, kesenangannya bertambah yaitu mendokumentasikan majalah ataupun surat kabar yang terbit pada masa tersebut. Kegiatan pengguntingan artikel dalam surat kabar dan majalah (kliping) mulai beliau lakukan.
Kegemarannya dalam mendokumentasi semakin gigih sejak H.B. Jassin bekerja di Balai Pustaka (sekitar tahun 1940-an) sebagai pengulas buku, yang secara teratur mengumpulkan karya-karya sastra, baik berupa naskah atau tulisan tangan para pengarang maupun buku-buku sastra. Dokumentasi sastra milik H.B. Jassin mulai banyak digunakan sejak beliau bekerja sebagai dosen di Universitas Indonesia dan di Lembaga Bahasa dan Budaya (sekarang Badan Pengembangan & Pembinaan Bahasa & Sastra), koleksi dokumentasi sastra milik beliau.
Atas prakarsa Ajip Rosidi dan beberapa tokoh lainnya yang difasilitasi oleh Letjen Ali Sadikin (Gubernur DKI saat itu), dibentuklah Yayasan Dokumentasi Sastra H.B. Jassin pada tanggal 28 Juni 1976; kemudian pada tanggal 30 Mei 1977, Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin diresmikan oleh Letjen Ali Sadikin. Mulai saat itulah, semua dokumen sastra H.B. Jassin yang berada di berbagai tempat disimpan dan dikumpulkan pada satu tempat yang berlokasi di Taman Ismail Marzuki dan dikelola oleh Yayasan Dokumentasi Sastra H.B. Jassin yang lebih dikenal dengan sebutan PDS H.B. Jassin.
X