Angkatan Pujangga Baru

Nama yang diberikan kepada sejumlah pengarang yang memuat karangan mereka dalam sebuah majalah kebudayaan "Poedjangga Barne" yang terbit 29 Juli 1933. Majalah ini mempublikasi tulisan-tulisan berupa puisi, cerita pendek, roman, drama, esei, kritik sastra, di sarnping telaah seni dan kebudayaan umumnya. Para penulisnya adalah golongan terpelajar dan intelektual Indonesia pada waktu itu. Diantara pengarang yang menjadi tokoh Angkatan Pujangga Baru tersebut ialah Sutan Takdir Alisyahbana, Armijn Pane, dan Amir Hamzah. Sanusi Pane, Ali Hasymi, Selasih, Mozasa, dan J.E Tatengkeng juga dapat disebut tokoh pada masa ini. Oleh karena nama majalah kebudayaan itu, angkatan ini disebut pula dengan Angkatan Pujangga Baru.

Beberapa karya yang dapat disebutkan sebagai karya yang mencirikan. angkatan ini adalah Nyanyi Sunyi dan Buah Rindu (kurnpulan puisi) Amir Harnzah, juga novel Layar Torkembang karya Sutan To.kdir Alisyahbana dan novel Belenggu karya Armijn Pane. Hal-hal yang dibicarakan di dalam karya-karya angkatan ini berkisar pada persoalan kebangsaan dan juga persoalan emansipasi wanita.

Biografi Sastrawan Angkatan Pujangga Baru

Amir Hamzah

(1911-1946)

Klik - Biografi

Armijn Pane

(1908-1970)
Klik - Biografi

Asrul Sani

(1926-2003)
Klik - Biografi

Hans Bague Jassin

(1917-2000)
klik- Biografi

Sutan Takdir A.

(1908-1993
klik- Biografi

Sanusi Pane

(1905-1968)
Klik - Biografi

Selasih

(1909-1995)
Klik - Biografi

J.E. Takengkeng

(1907-1968)
Klik - Biografi
Untuk melihat koleksi lebih lengkapnya silahkan berkunjung ke Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin
X