Dalam rangka mendukung implementasi Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber, Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat bersama Kelurahan Bendungan Hilir menyelenggarakan kegiatan Roadshow Workshop Membaca bertema “Sampahku Tanggung Jawabku” di RPTRA Melati 04. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya edukatif untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini melalui pendekatan literasi yang interaktif dan menyenangkan.
Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan anak-anak dan masyarakat sekitar RPTRA Melati 04 dalam berbagai aktivitas literasi bertema lingkungan. Acara dibuka secara resmi oleh Lurah Bendungan Hilir, Agung Suryansyah Noor, serta Kepala Seksi Perpustakaan, Noor Muchyadi, yang hadir mewakili Kepala Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat.
Dalam sambutannya disampaikan bahwa gerakan pemilahan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Melalui kegiatan literasi seperti workshop membaca ini, diharapkan pesan tentang pentingnya menjaga lingkungan dapat diterima dengan lebih mudah dan menyenangkan oleh anak-anak maupun keluarga.
Kegiatan diawali dengan dongeng literasi pemilahan sampah bersama Kak Palupi dari Komunitas FGL yang mengajak peserta memahami pentingnya memilah sampah organik dan anorganik melalui cerita yang komunikatif dan interaktif. Suasana semakin semarak ketika peserta diajak berdiskusi dan menjawab pertanyaan seputar kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan di rumah maupun di sekolah.
Selanjutnya, peserta mengikuti sesi “Literaksi”, yakni edukasi pemilahan dan pengolahan sampah bersama RPTRA Melati 04. Dalam sesi ini, peserta dikenalkan pada langkah sederhana pengelolaan sampah dari sumber, mulai dari memilah sampah rumah tangga hingga memahami manfaat pengolahan sampah yang tepat bagi lingkungan sekitar.
Kegiatan juga diramaikan dengan “Baca Seru Bersama Mobil Literasi” yang menghadirkan beragam koleksi bacaan anak dan edukasi lingkungan. Kehadiran layanan mobil literasi menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta untuk membaca, belajar, dan mengeksplorasi pengetahuan baru dengan suasana yang menyenangkan.