Jakarta Utara (21/09/2026) — Dalam rangka mengoptimalisasikan kualitas layanan publik khususnya dalam menumbuhkan budaya gemar membaca, pemerintah hadir melalui berbagai langkah strategis untuk memperkuat kesadaran literasi. Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Utara yang diberi amanah oleh Wali Kota Jakarta Utara dalam setiap pekan menyelenggarakan Pentas Literasi tepatnya pada Senin, 21 September 2026 bertema “Jakpreneur dan Kewirausahaan” berkolaborasi dengan Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Administrasi Jakarta Utara diikuti oleh 30 Pelajar SMA/SMK yang bertempat di Kantor Walikota Jakarta Utara, Pojok Baca Digital (POCADI) mulai pukul jam 08.00 sampai jam 10.30 WIB.
Kegiatan diawali dengan pengenalan Layanan Perpustakaan baik Perpustakaan Stationary atau Perpustakaan Keliling, serta tata cara peminjaman buku dan berbagai agenda seru mencakup Baca Jakarta, Lomba Menulis, Bookcamp dan lainnya yang bisa diikuti pelajar. Aktivitas ini menjadi pintu masuk dalam mengenalkan perpustakaan sebagai ruang tumbuh kembang, fasilitas yang memadai, dan akses terbuka bagi siapapun.
Memasuki sesi materi, narasumber memberikan paparan inspiratif tentang kewirausahaan, mulai dari strategi membangun pola pikir wirausaha (mindset), pentingnya kreativitas menciptakan produk, hingga peluang terbuka luas bagi generasi muda di era digital saat ini. Peserta diajak memahami bahwa jiwa bisnis memiliki peran signifikan dalam menciptakan kemandirian ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan baru. Melalui pemaparan tersebut, peserta juga memperoleh wawasan teoretis serta termotivasi untuk berani mengambil langkah awal menjadi wirausahawan tangguh yang siap bersaing.
Selain membahas konsep dasar bisnis, peserta diajak memahami secara komprehensif 7 tahapan program pembinaan Jakpreneur yang siap mendampingi perjalanan usaha mereka dari nol. Hal ini dijelaskan sebagai berikut tahap Pendaftaran, Pelatihan, Pendampingan Usaha, pengurusan Perizinan resmi, strategi Pemasaran digital, dasar Pelaporan Keuangan, hingga akses Fasilitas Permodalan. Pembicaraan makin seru ketika narasumber mengulas studi kasus bisnis sukses yang dijalankan oleh para pemula di perkotaan contohnya dari Jakarta Utara. Dari sini, para peserta mendapatkan point of view dan menyadari saat merintis usaha bukan suatu hal yang rumit, melainkan sebuah proses terstruktur yang bisa mereka mulai dimanapun dan kapan saja.
Sesi selanjutnya yakni kuis edukatif menyedot perhatian seluruh peserta. Jauh dari kesan kaku layaknya ujian sekolah, kuis ini justru berubah menjadi ajang "siapa cepat dia dapat" yang diwarnai gelak tawa dan teriakan antusias khas pelajar SMA/SMK saat mencoba menebak pertanyaan seputar materi yang disampaikan.
Di akhir kegiatan, seluruhnya melakukan foto bersama antara peserta, narasumber, dan panitia sebagai dokumentasi sekaligus penanda berakhirnya acara dalam mendukung peningkatan literasi di Jakarta Utara.