Pengukuhan Duta Baca Jakarta Pusat 2026: Dari Inspirasi Jadi Aksi
Noor Muchyadi Dilihat sebanyak 63x

Pengukuhan Duta Baca Jakarta Pusat 2026: Dari Inspirasi Jadi Aksi
Sambutan Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat
Sambutan Bunda PAUD Kota Administrasi Jakarta Pusat
Laporan Kepala Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat
Yudhi Bagastian dikukuhkan sebagai Duta Baca Kota Administrasi Jakarta Pusat Tahun 2026
Talkshow Literasi yang menghadirkan Bunda Literasi Kota Administrasi Jakarta Pusat, Ibu Witri Yenny Arifin; Duta Baca Jakarta Pusat Tahun 2026, Yudhi Bagastian; serta Founder Reading Bugs, Roosie Setiawan, dengan Dela Criesmayanti sebagai moderator.
Foto Bersama Pengukuhan Duta Baca Jakarta Pusat 2026 bersama Peserta Talkshow Literasi

Jakarta Pusat, 2026 — Gerakan literasi di Jakarta Pusat kembali mendapat energi baru melalui Pengukuhan Duta Baca Kota Administrasi Jakarta Pusat Tahun 2026, yang dirangkaikan dengan talkshow literasi bertema “Menggerakkan Literasi, Jakarta Pusat Menginspirasi” pada Selasa (8/9).

Dalam kegiatan tersebut, Yudhi Bagastian dikukuhkan sebagai Duta Baca Kota Administrasi Jakarta Pusat Tahun 2026. Pengukuhan ini menjadi langkah awal bagi Yudhi untuk mengambil peran dalam mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk semakin dekat dengan buku, pengetahuan, dan berbagai aktivitas literasi.

Kepala Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat, Wahyu Prabowo, menyampaikan bahwa pengukuhan Duta Baca bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun gerakan literasi yang lebih dekat dengan masyarakat.

“Kami berharap Duta Baca yang telah dikukuhkan dapat menjadi penggerak dan inspirator bagi masyarakat Jakarta Pusat. Literasi tidak cukup hanya dengan mengajak orang membaca, tetapi bagaimana membaca dapat melahirkan gagasan, kreativitas, karya, dan perubahan dalam kehidupan,” ujar Wahyu.

Sementara itu, Walikota Kota Administrasi Jakarta Pusat, Arifin, menekankan pentingnya penguatan literasi di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi. Menurutnya, masyarakat tidak hanya membutuhkan kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan memahami, memilah, dan menggunakan informasi secara tepat.

“Tantangan literasi hari ini sudah semakin luas. Kita tidak hanya berbicara tentang seberapa banyak buku yang dibaca, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu memahami informasi, berpikir kritis, memilah informasi yang benar, dan kemudian mengubah pengetahuan tersebut menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ungkapnya.

Semangat tersebut kemudian diperkuat melalui talkshow literasi yang menghadirkan Bunda Literasi Kota Administrasi Jakarta Pusat, Ibu Witri Yenny Arifin; Duta Baca Jakarta Pusat Tahun 2026, Yudhi Bagastian; serta Founder Reading Bugs, Roosie Setiawan, dengan Dela Criesmayanti sebagai moderator.

Ketiga narasumber berbagi perspektif mengenai pentingnya membangun budaya baca dari lingkungan terdekat, menjadikan literasi lebih kreatif dan relevan bagi generasi muda, serta menumbuhkan kecintaan terhadap buku sejak dini. Diskusi juga menegaskan bahwa gerakan literasi dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan dan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

Pada tahun 2026, peran Bunda Literasi Kota Administrasi Jakarta Pusat, Ibu Witri Yenny Arifin, tetap berlanjut sebagaimana tahun sebelumnya sehingga tidak dilakukan pengukuhan kembali. Keberlanjutan tersebut menjadi bagian dari kesinambungan gerakan literasi di Jakarta Pusat yang kini diperkuat dengan hadirnya Duta Baca baru.

Pengukuhan Yudhi Bagastian sebagai Duta Baca Jakarta Pusat Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperluas gerakan pembudayaan kegemaran membaca melalui kolaborasi dengan perpustakaan, sekolah, komunitas, pegiat literasi, keluarga, serta berbagai unsur masyarakat.

Lebih dari sekadar gelar, Duta Baca adalah amanah untuk menginspirasi dan mengajak. Dari membaca lahir pengetahuan, dari pengetahuan tumbuh gagasan, dan dari gagasan yang diwujudkan dalam aksi, lahir perubahan.


Perpustakaan Duta Baca Jakarta Pusat 2026