Merangkai Kembali Harapan Lewat Buku dan Cerita, Perpustakaan Jakarta Pusat Hadirkan Aktivitas Literasi Pascabencana bagi Anak-Anak Korban Kebakaran Kemayoran
Noor Muchyadi Dilihat sebanyak 55x

Merangkai Kembali Harapan Lewat Buku dan Cerita, Perpustakaan Jakarta Pusat Hadirkan Aktivitas Literasi Pascabencana bagi Anak-Anak Korban Kebakaran Kemayoran
Antusias Anak - Anak dalam Mendengar Dongeng Literasi bersama Kak Izul
Antusias Anak - Anak dalam Mendengar Dongeng Literasi bersama Kak Izul
Antusias Anak - Anak dalam Mendengar Dongeng Literasi bersama Kak Izul
Peserta Mengikuti LiterAksi: Mewarnai Bersama tim Moli dan Kak Izul
Apresiasi yang diberikan kepada peserta terpilih
Kegiatan Baca Seru bersama Mobil Literasi (MOLI)

Merangkai Kembali Harapan Lewat Buku dan Cerita, Perpustakaan Jakarta Pusat Hadirkan Aktivitas Literasi Pascabencana bagi Anak-Anak Korban Kebakaran Kemayoran


Dalam rangka mendukung pemulihan psikososial pascabencana, Perpustakaan Jakarta Pusat menggelar Roadshow Workshop Membaca bertema “Merangkai Kembali Harapan Lewat Buku dan Cerita” bagi anak-anak terdampak kebakaran di kawasan Pasar Jiung, Kecamatan Kemayoran pada Rabu (3/6). Kegiatan yang dilaksanakan di area pengungsian Lapangan Jusuf Hamka ini menghadirkan berbagai aktivitas literasi yang edukatif dan menghibur bersama Kak Izul serta Tim Mobil Literasi (MOLI) Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat.
Program ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang aman dan menenangkan bagi anak-anak di tengah situasi pascabencana. Melalui pendekatan literasi yang interaktif, peserta diajak untuk kembali membangun semangat, harapan, dan keceriaan melalui buku dan cerita.
Kegiatan diawali dengan Dongeng Literasi bersama Kak Izul yang menyuguhkan cerita inspiratif penuh nilai positif. Dengan gaya bercerita yang hangat dan komunikatif, Kak Izul berhasil menghidupkan suasana pengungsian menjadi lebih ceria. Anak-anak tampak antusias mengikuti jalannya cerita, berinteraksi dengan pendongeng, serta menyampaikan pendapat dan imajinasi mereka. Dongeng yang disampaikan tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pesan tentang ketangguhan dan pentingnya menjaga semangat dalam menghadapi berbagai tantangan.
Setelah sesi dongeng, peserta mengikuti LiterAksi: Mewarnai Bersama tim Moli dan Kak Izul. Kegiatan ini menjadi sarana bagi anak-anak untuk mengekspresikan perasaan dan kreativitas mereka melalui warna-warna yang dituangkan pada berbagai gambar menarik. Suasana penuh semangat dan keceriaan terlihat ketika peserta saling menunjukkan hasil karya mereka kepada teman-teman dan pendamping. Apresiasi yang diberikan kepada peserta terpilih juga turut menghidupkan keceriaan pada suasana Roadshow kali ini. 
Keseruan berlanjut melalui kegiatan Baca Seru bersama Mobil Literasi (MOLI). Beragam koleksi buku anak yang dibawa MOLI menarik perhatian peserta untuk membaca dan mengeksplorasi berbagai cerita serta pengetahuan baru. Kehadiran perpustakaan bergerak ini memberikan akses bacaan yang mudah dijangkau sekaligus menghadirkan pengalaman membaca yang menyenangkan di lingkungan pengungsian.

Kepala Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat, Wahyu Prabowo menyampaikan bahwa kegiatan Roadshow Workshop Membaca bertema “Merangkai Kembali Harapan Lewat Buku dan Cerita” merupakan wujud kepedulian Perpustakaan Jakarta Pusat terhadap anak-anak yang terdampak musibah kebakaran di kawasan Pasar Jiung, Kemayoran.

“Kami berharap kehadiran perpustakaan di tengah situasi pascabencana tidak hanya memberikan akses bacaan, tetapi juga menjadi sarana pemulihan psikososial bagi anak-anak. Melalui kegiatan mendongeng, mewarnai, dan membaca bersama, kami ingin menghadirkan suasana yang menyenangkan, membangkitkan semangat, serta membantu mereka kembali menemukan rasa aman dan percaya diri,” ujarnya.

Menurutnya, literasi memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar meningkatkan minat baca. Buku dan cerita dapat menjadi media yang efektif untuk menumbuhkan optimisme, memperkuat daya tahan mental, serta membantu anak-anak mengekspresikan perasaan mereka setelah mengalami peristiwa yang tidak mudah.

“Kami melihat antusiasme yang luar biasa dari anak-anak selama kegiatan berlangsung. Hal ini menunjukkan bahwa ruang-ruang literasi yang hangat dan inklusif sangat dibutuhkan, terutama dalam kondisi darurat atau pascabencana. Karena itu, kami akan terus berupaya menghadirkan layanan literasi yang dekat dengan masyarakat melalui Mobil Literasi dan berbagai program perpustakaan lainnya,” tambahnya.

Ia juga berharap kegiatan ini dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak dan keluarga terdampak untuk terus menatap masa depan dengan penuh harapan. “Sejalan dengan tema kegiatan, kami percaya bahwa melalui buku, cerita, dan kebersamaan, harapan dapat dirangkai kembali dan tumbuh menjadi kekuatan untuk bangkit menghadapi berbagai tantangan,” tutupnya.


Perpustakaan Kemayoran Roadshow Workshop Membaca Aktivitas Literasi Pascabencana LiterAksi