Literasi Pemulihan Pascabencana: Perpustakaan Jakarta Pusat Hadirkan Ruang Cerita dan Harapan bagi Anak-Anak Johar Baru
Jakarta Pusat, 5 Juni 2026 - Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat melalui Perpustakaan Jakarta Pusat - Petojo Enclek kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan literasi yang tanggap dengan kebutuhan masyarakat melalui kegiatan Promosi dan Pemberdayaan Kegemaran Membaca Masyarakat dalam rangka Program Literasi Pemulihan Pascabencana yang bertajuk “Merangkai Kembali Harapan Lewat Buku dan Cerita” di Masjid Al-Ittidaiyah, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (5/6).
Kegiatan ini merupakan bentuk respons cepat dan kepedulian Perpustakaan Jakarta Pusat terhadap warga yang terdampak kebakaran di Jalan Tanah Tinggi X, Kelurahan Tanah Tinggi, yang terjadi pada Kamis dini hari (4/6). Sebagian warga yang terdampak untuk sementara mengungsi di Masjid Al-Ittidaiyah.
Sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana, Perpustakaan Jakarta Pusat menghadirkan berbagai aktivitas literasi yang menyenangkan untuk membantu menghibur anak-anak sekaligus memberikan dukungan psikososial melalui kegiatan membaca, mendongeng, bermain, dan berkreasi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Bunda Literasi Jakarta Pusat, Ibu Witri Yenny Arifin, yang menyapa para pengungsi dan memberikan semangat kepada anak-anak serta keluarga terdampak. Kehadiran beliau di tengah-tengah warga menjadi bentuk perhatian dan dukungan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat terhadap proses pemulihan masyarakat pascabencana.
Kepala Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat, Wahyu Prabowo, menyampaikan bahwa perpustakaan tidak hanya hadir sebagai penyedia bahan bacaan, tetapi juga sebagai ruang berbagi, belajar, dan menguatkan masyarakat dalam situasi sulit.
“Dalam situasi bencana, masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan fisik, tetapi juga dukungan moral dan psikologis. Melalui kegiatan literasi, kami ingin menghadirkan ruang yang menyenangkan bagi anak-anak agar mereka tetap dapat tersenyum, bermain, dan belajar di tengah kondisi yang sedang dihadapi,” ujarnya.
Keceriaan anak-anak tampak sejak kegiatan dimulai dengan sesi Dongeng Literasi bersama Kak Palupi. Melalui kisah seekor kura-kura yang sarat pesan tentang kesabaran, ketekunan, dan semangat pantang menyerah, anak-anak diajak belajar bahwa setiap tantangan dapat dihadapi dengan keberanian dan optimisme.
Suasana semakin hidup ketika Kak Izul memandu permainan interaktif menggunakan boneka. Gelak tawa dan antusiasme peserta memenuhi lokasi kegiatan saat anak-anak berinteraksi langsung dengan karakter boneka yang menghibur sekaligus mengajak mereka berkomunikasi dan berimajinasi.
Tidak kalah menarik, tim Perpustakaan Jakarta Pusat mengajak peserta mewarnai gambar ondel-ondel, ikon budaya khas Jakarta. Dengan penuh semangat, anak-anak menuangkan kreativitas mereka melalui beragam warna, menghasilkan karya yang unik sekaligus memperkenalkan budaya lokal dengan cara yang menyenangkan.
Layanan Mobil Literasi (MOLI) turut hadir membawa berbagai koleksi buku bacaan anak yang dapat dinikmati selama kegiatan berlangsung. Kehadiran MOLI menjadi sarana untuk menghadirkan kegembiraan sekaligus menumbuhkan minat baca di tengah situasi pengungsian.
Melalui kegiatan Literasi Pemulihan Pascabencana ini, Perpustakaan Jakarta Pusat berharap dapat memberikan dukungan psikososial yang positif bagi anak-anak dan keluarga terdampak kebakaran. Di tengah kehilangan dan tantangan yang dihadapi, buku, cerita, permainan, dan kreativitas diharapkan dapat menjadi jembatan untuk membangun kembali semangat, optimisme, dan harapan menuju kehidupan yang lebih baik.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat
📧 dispusip.jakarta.go.id
IG: @perpusjkt_pusat