DUTA BACA JAKARTA PUSAT AJAK PELAJAR SMKN 34 JAKARTA LEBIH CERDAS MENGHADAPI INFORMASI DIGITAL
Noor Muchyadi Dilihat sebanyak 38x

DUTA BACA JAKARTA PUSAT AJAK PELAJAR SMKN 34 JAKARTA LEBIH CERDAS MENGHADAPI INFORMASI DIGITAL
Sambutan Kepala Seksi Perpustakaan Kota Administrasi Jakarta Pusat
Sambutan Kepala Sekolah SMKN 34 Jakarta
Kak Yudhi Memaparkan Materi “Cerdas Digital”,
Sesi Diskusi Kak Yudhi dan Pelajar
Antusias Pelajar dalam Mendengarkan Kak Yudhi
Pemberian Apresiasi kepada Peserta

Jakarta Pusat, 29 September 2026 – Di tengah banyaknya informasi yang dapat ditemukan hanya dengan membuka layar ponsel, kemampuan untuk memilih dan memahami informasi menjadi hal yang semakin penting. Bagi pelajar, dunia digital tidak hanya menjadi tempat untuk mencari informasi, tetapi juga ruang untuk berkomunikasi, berbagi, dan membentuk kebiasaan sehari-hari. Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan Duta Baca Goes to SMKN 34 Jakarta bersama Duta Baca Jakarta Pusat 2026, Yudhi Bagastian, Selasa (29/9).

Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Duta Baca Jakarta Pusat Tahun 2026 tersebut diselenggarakan oleh Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jakarta Pusat melalui Perpustakaan Jakarta Pusat dalam rangka memperingati Hari Akses Informasi Internasional. Kegiatan dibuka oleh Kepala Seksi Perpustakaan, Noor Muchyadi , dan berlangsung di SMKN 34 Jakarta, Jalan Kramat Raya No. 93, Paseban, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, mulai pukul 08.00 WIB.

Pertemuan antara Duta Baca dan para pelajar kali ini tidak hanya berbicara mengenai kegiatan membaca dalam pengertian yang sederhana. Peserta juga diajak melihat bagaimana kebiasaan memperoleh informasi telah berubah seiring dengan perkembangan teknologi. Berbagai informasi dapat ditemukan dengan cepat, tetapi tidak semuanya dapat langsung dipercaya.

Melalui materi “Cerdas Digital”, Kak Yudhi mengajak para pelajar untuk lebih kritis ketika menemukan informasi di ruang digital. Informasi yang muncul di media sosial maupun internet perlu diperiksa dan dievaluasi terlebih dahulu sebelum dipercaya ataupun disebarkan kembali. Kebiasaan tersebut menjadi penting agar pelajar tidak mudah menerima informasi hanya karena informasi tersebut terlihat menarik atau banyak dibagikan.

Pembahasan kemudian tidak berhenti pada persoalan benar atau salahnya sebuah informasi. Penggunaan ruang digital juga berkaitan dengan keamanan dan privasi. Para pelajar diingatkan untuk lebih memperhatikan data pribadi serta menjaga keamanan ketika melakukan berbagai aktivitas di internet.

Cara berkomunikasi di ruang digital turut menjadi bagian dari pesan yang disampaikan. Kemudahan dalam memberikan komentar, mengunggah sesuatu, maupun membagikan informasi perlu diimbangi dengan tanggung jawab. Setiap aktivitas yang dilakukan di internet dapat meninggalkan jejak digital sehingga penggunaan media sosial perlu dilakukan secara bijak.

Suasana kegiatan juga diarahkan agar para pelajar tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi mampu menggunakan teknologi untuk hal-hal yang memberikan manfaat. Komunikasi positif dan kebiasaan membagikan konten yang bermanfaat menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan digital yang lebih baik.

Kegiatan di SMKN 34 Jakarta ini memperlihatkan bahwa literasi pada saat ini memiliki ruang yang lebih luas. Membaca tidak hanya berkaitan dengan buku, tetapi juga dengan kemampuan memahami informasi yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Ketika informasi datang dari berbagai arah, kemampuan untuk berpikir kritis menjadi bagian penting dari kecakapan literasi.

Melalui kehadiran Duta Baca Jakarta Pusat, kegiatan literasi juga dibawa lebih dekat dengan kehidupan pelajar. Cerdas digital bukan hanya tentang mampu menggunakan teknologi, tetapi juga tentang bagaimana seseorang mencari informasi, menilai kebenarannya, menjaga dirinya di ruang digital, serta menggunakan informasi secara bertanggung jawab.

 

Hapiz Hakil

Mahasiswa Universitas BSI - Magang


Perpustakaan Duta Baca Jakarta Pusat AI Informasi Digital