DISPUSIP JAKARTA, INDONESIA – Soediro, dengan nama lengkap Raden Soediro Hardjodisastro lahir pada tanggal 24 april 1911 di dusun Ledok Ratmakan, Yogyakarta, merupakan seorang pendidik dan politisi pemerintahan Indonesia. Ia dikenal sebagai Gubernur Sulawesi pada periode 1951-1953 dan Walikota Jakarta (setara dengan Gubernur) untuk periode tahun 1953-1960 sekaligus sebagai anggota konstituante RI hasil pemilu tahun 1955 mewakili Partai Nasional Indonesia (PNI).
Karir Soediro dalam dunia pendidikan dimulai sebagai Direktur Mulo-Kweekschool Boedi Oetomo (1931-1933), Ketua Taman Siswa Madiun (1936), Guru Ksatriaan Institut Cianjur (1936-1937), Kepala HIS Gubernemen Curup (1937-1940), Kepala HIS Plaju, Palembang (1940-1942), Inspektur Sekolah-sekolah Balatentara Jepang di Plaju Sungai Gerong (1942-1944), Pemimpin Barisan Pelopor Jawa Hooko Kai Jakarta (1944-1945).
Sedangkan dalam dunia politik dimulai sejak ia menjabat sebagai anggota KNIP (1945-1947), Wakil Presiden Surakarta (1946-1947), Residen Koordinator Solo-Madiun, Semarang, dan Pati (1948-1949), Residen Madiun (1950-1951), Gubernur Sulawesi (1951-1953), dan Walikota Jakarta (1953-1960), dan Anggota Dewan Pertimbangan Agung RI (1978-1983).
| Gambar 1.1 – Walikota Raden Soediro Hardjodisastro Sebagai Ketua Umum "Dana Perjuangan Irian Barat" (Dapib) Sedang Pidato untuk Mencari Dana |
Soediro aktif dalam kegiatan keorganisasian, seperti Jong Java cabang Yogyakarta (1925-1929), Ketua cabang Indonesia Muda (IM) Magelang (1929-1931), Ketua Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI) cabang Magelang (1929-1931), PB Partindo (1931-1935), Wakil Pemerintah Umum Barisan Banteng (1945-1948), Ketua Umum Sarekat Kerja Kementerian Dalam Negeri (1947-1959), Ketua Umum Dana Perjuangan Irian Barat (1957-1962), Ketua 1 Persatuan Wredatama Republik Indonesia (1977).
Soediro merupakan tokoh yang memprakarsai pembentukan Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Kampung (RK) yang kemudian menjadi Rukun Warga (RW) dengan mengumpulkan lebih dari 3.000 pemuka masyarakat untuk melakukan musyawarah selama 3 hari. Beliau pun juga membuat kebijakan yang fenomenal adalah kebijakan pemecahan wilayah Jakarta menjadi 3 wilayah kabupaten, yaitu Jakarta Utara, Jakarta Pusat, dan Jakarta Selatan.
| Gambar 1.2 – Suasana Penyumpahan Walikota Raden Soediro Hardjodisastro oleh Menteri Dalam Negeri Tahun 1953 |
Soediro juga menyatakan ada 3 daerah teritoris utama di Jakarta, Bandara Kemayoran, Pelabuhan Tanjung Priok, dan Kota Satelit Kebayoran Baru. Soediro pernah membuat kebijakan sekolah gratis untuk tingkat Sekolah Dasar (SD), namun kebijakan ini hanya berlaku 1 tahun setelah pemerintah pusat membatalkan kebijakan ini. Beberapa proyek yang dikerjakan semasa pemerintahan Soediro, antara lain:
1. Waduk Pluit
2. Jalan Raya Tanjung Priok ke Cililitan (Jakarta Bypass)
3. Perumahan Anggota DPR di Grogol
4. Persiapan Pembangunan Masjid Istiqlal dan Hotel Indonesia
5. Pembangunan Kota Mahasiswa di Rawamangun
6. Pembangunan Air Minum di Pejompongan
7. Pembangunan Jembatan Besi
Penulis & Editor : Tim Publikasi Kearsipan
Sumber :
Sopandi, Andi. Triono. Hamluddin. (2019). Profil Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta dari Masa Ke Masa. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta.
Wikipedia.com. 22 Desember 2023. Soediro. Diakses pada 24 Januari 2024, dari https://id.wikipedia.org/wiki/Soediro
Harapanrakyat.com. 18 Oktober 2022. Raden Soediro Hardjodisastro: Gubernur Jakarta, Kakek Tora Sudiro. Diakses pada 24 Januari 2024, dari https://www.harapanrakyat.com/2022/10/raden-soediro-hardjodisastro-gubernur-jakarta-kakek-tora-sudiro/