Pohon Harapan Membentuk Karakter Anak agar Berani Bermimpi lewat “Little Stories, Big Dream”.
Thian Wisnu Isnanto Dilihat sebanyak 130x

Pohon Harapan Membentuk Karakter Anak agar Berani Bermimpi lewat “Little Stories, Big Dream”.
Penyerahan kenang-kenangan kepada Kak Imran selaku narasumber
Anak-anak terlihat antusias mengikuti kegiatan

Jakarta, 7 Februari 2026 – Perpustakaan Cikini Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin bekerja sama dengan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Universitas Diponegoro menghadirkan kegiatan membaca nyaring dengan sasaran anak-anak bertajuk Little Stories, Big Dream. Suasana hangat dan penuh semangat mewarnai kegiatan ini yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 7 Februari 2026 di Bilik Cerita Anak Lantai 4, Perpustakaan Jakarta Cikini.

 Acara ini menghadirkan Imran Laha sebagai narasumber, seorang editor sekaligus penulis buku anak yang memandu sesi membaca nyaring secara interaktif bersama anak-anak. Alur cerita disampaikan dengan ekspresif. Mereka pun diajak berpartisipasi aktif dalam diskusi singkat terkait isi cerita fabel dan pesan karakter yang terkandung di dalamnya. Usai kegiatan membaca nyaring selesai, Kak Imran Laha memberikan 20 buku anak-anak secara gratis kepada peserta sebagai bentuk dukungan literasi sejak dini. Pembagian buku ini disambut dengan penuh antusias oleh para peserta.

Di sela kegiatan acara, panitia juga mengadakan permainan "Mendekat, Menjauh, Kau Kutangkap" yang dirancang meriah dengan membentuk kelompok kecil beranggotakan dua orang, sebagai upaya melatih fokus dan bertujuan agar anak-anak dapat berinteraksi antara satu sama lain. Peserta yang aktif dalam permainan juga mendapatkan hadiah dari panitia.

Salah satu momen terbaik dari kegiatan acara ini adalah anak-anak mulai menuliskan mimpi dan harapan mereka pada kertas berbentuk buah apel dan lemon menggunakan spidol warna-warni yang telah disediakan, lalu menempelkannya pada Pohon Harapan. Selanjutnya, panitia mengajak anak-anak untuk secara sukarela berani menyampaikan cita-cita mereka di hadapan peserta lain.

Salah satu peserta, Adeva, mengungkapkan alasannya, “Aku bercita-cita jadi guru dan artis. Jadi guru karena ingin membuat orang lain pintar, sedangkan menjadi artis hanya karena keinginan pribadi.” Beberapa anak lainnya juga menyebutkan cita-cita seperti menjadi dokter anak, astronot, karyawan swasta, dan berbagai profesi lainnya.

Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan keberanian serta meningkatkan rasa percaya diri anak-anak dalam menyampaikan impian mereka di masa depan, sekaligus menjadi simbol motivasi untuk terus giat belajar. Ide kreatif ini digagas oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Universitas Diponegoro, yaitu Nikita Catriona, Rafie Budiansyah Ramadhan, Ade Muhammad Fawwaz, dan Alya Fazila.

Pada puncak penutup kegiatan, panitia menyerahkan plakat penghargaan kepada Kak Imran sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya dalam mendukung literasi anak, kemudian dilanjutkan dengan dokumentasi bersama seluruh peserta yang hadir. Melalui kegiatan Little Stories, Big Dream, menunjukkan peran perpustakaan menjadi ruang belajar yang ramah dan kreativitas tanpa batas secara inklusif bagi anak-anak.

 

 Editor:Nikita Catriona

 

 


Perpustakaan